;

Dana dan Infrastruktur untuk Hidupkan Seni

Ekonomi Yoga 05 Jan 2022 Kompas
Dana dan Infrastruktur
untuk Hidupkan Seni

Waketu Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Hikmat Darmawan mengatakan, dampak ekonomi akibat pandemi dapat berkepanjangan karena seniman dan pekerja seni kehilangan momen produksi hingga distribusi seni selama pandemi. Pelonggaran aktivitas masyarakat hingga media digital untuk distribusi seni tidak menutup kerugian ekonomi para seniman. Seniman dan pekerja seni butuh bantuan berupa stimulus ekonomi. Investasi untuk membangun ekosistem seni untuk beberapa tahun ke depan juga dibutuhkan. 

Ketua Generasi Muda Budaya Betawi (GMBB) Ridwansyah mengatakan, selama pandemi, kegiatan sanggar seni dihentikan, juga membatalkan sejumlah acara kesenian yang membuat kehilangan kesempatan pentas dan memperoleh pendapatan. GMBB tidak punya uang kas untuk memenuhi kebutuhan sanggar selama pandemi. 

Menurut Manajer Advokasi Koalisi Seni Hafez Gumay, upaya menghidupkan ekosistem seni mesti segera dilakukan. Selama ini, pendanaan bidang seni datang dari  swasta, namun macet selama pandemi. Ia berharap dana abadi kebudayaan dari pemerintah dapat segera digunakan. Sebelumnya, dana abadi kebudayaan 5 triliun  ditargetkan digunakan pada 2022, berasal dari pengembangan anggaran pemerintah. 

Pengadaan dana abadi kebudayaan merupakan amanat UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kemendikbudristek juga memberi dana hibah individu atau kelompok kebudayaan melalui program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) yang ditujukan untuk dokumentasi karya/pengetahuan maestro, penciptaan karya kreatif inovatif, dan pendayagunaan ruang public, sebesar Rp 76 miliar. (Yoga)


Tags :
#Dalam Negeri
Download Aplikasi Labirin :