Ekonomi
( 40554 )PTPN X Fokus Jaga Kontinuitas Pasokan Bahan Baku Tebu
PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) fokus menjaga kontuinitas pasokan bahan baku tebu (BBT) guna memenuhi target produk gula tahun ini sebesar 340.375 ton. PTPN X akan melanjutkan program perluasan lahan tebu sendiri (TS), baik melalui pola agroforestry bersama Perum Perhutani maupun sewa lahan milik sesama PTPN atau pihak lain. PTPN X juga bekerja sama dengan sesama PTPN dan pihak lain melalui kerja sama usaha dan sewa lahan yang juga memberikan penambahan lahan TS 2021 mencapai 957 ha. Sedangkan pengelolaan tebu rakyat (TR) juga akan dilakukan lebih optimal melalui peningkatan engagement dengan petani tebu binaan. PTPN X sebagai produsen gula dan tembakau mencatat kinerja positif pada akhir tahun 2021 dibandingkan dengan kinerja tahun 2020. (Yetede)
Indeks Harga Perdagangan Besar Naik 0,73% Pertanian Tertinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional pada Desember 2021 naik sebesar 0,7% terhadap IHPB. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada sektor pertanian sebesar 1.68%. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2021 antara lain cabai rawit , kelapa sawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, minyak goreng, semen, dan daging ayam ras. Sementara itu pada Desember 2021, rata-rata harga beras kualitas premiun di penggilingan Rp 9.673 per kilogram (KG), atau naik 1,40% dibanding bulan sebelumnya.
Kondisi ini mendongkrak tingkat kesejahteraan petani, tercemin dari Nilai Tukar Petani (NTP). NTP Nasional Desember 2021 sebesar 108,34 atau naik 1.08% dari bulan sebelumnya karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 1.72% lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Lb) sebesar 112.94 dan Ib sebesar 107,93. Pada Desember 2021, NTP Kalimantan Timur naik tertinggi (2,59%) dan NTP DKI Jakarta turun terbesar (0.70%) dari provinsi lainnya. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian nasional Desember 2021 sebesar 108,52 atau naik 1,40% dari bulan sebelumnya. (Yetede)
Agroforestry Jaga Bahan Baku
Di tahun 2022 ini, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X akan bekerjasama dengan Perum Perhutani lewat program agroforesty. Program ini terkait penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk kegiatan budidaya tanaman tebu guna mendukung ketahanan pangan.
Tuhu Bangun, Direktur PTPN X, mengatakan, setelah berhasil menunjukkan perbaikan kinerja di tahun 2021, sebagai produsen gula dan tembakau berkualitas, pihaknya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di tahun 2022.
Pada musim giling tahun 2022, PTPN X akan dihadapkan pada tantangan pasok Bahan Baku Tebu (BBT). Fokus utama dalam menjaga keajegan pasok BBT ini adalah dengan melakukan perluasan TS melalui program Agroforestry.
Program Agroforestry ini bekerjasama dengan Perum Perhutani terkait penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk kegiatan budidaya tanaman tebu guna mendukung ketahanan pangan.
Dapat Pendanaan Rp 74 Miliar, Startup Fintech UpBanx Raih Status Centaur Tercepat di Indonesia
Startup fintech UpBanx kini menjadi startup tercepat di Indonesia yang mendapat status centaur atau valuasi di atas 100 juta dolar AS. Valuasi UpBanx menyentuh angka 120 juta dolar AS hanya dalam tempo satu bulan setelah pendirian resmi dan 6 bulan beroperasi.
Startup yang didirikan pada tahun 2021 lalu, mengumumkan telah mendapat pendanaan 5,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 74,1 miliar.
Nilai Ekspor Pertanian Sumut Rp 27 T, Tertinggi se-Indonesia Selama 2021
Provinsi Sumut menempati peringkat pertama nilai ekspor komoditas pertanian se Indonesia. Total nilai ekspor hasil pertanian Sumut sepanjang tahun 2021 berhasil mencapai Rp27 triliun.
Pada acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 yang diikuti seluruh provinsi se-Indonesia tersebut secara daring, Sumut melepas ekspor 102,9 ton komoditas pertanian dengan nilai Rp2,2 triliun. Angka itu 18,75 persen dari seluruh total nilal ekspor komoditas pertanian di Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021.
Hasil pertanian yang diekspor antara lain minyak sawit, kultur jaringan lilium, pakan temak, kopi, rempah dan sayur, Bahkan menurut keterangan Edy ada empat negara yang ingin mengimpor sabut kelapa namun Sumut belum bisa memenuhi kuotanya.
Industri Makanan dan Minuman Perkuat Nilai Tambah Petani - UMKM
Industri makanan dan minuman (mamin) masih terus bergeliat Industri ini juga menggandeng petani hingga UMKM. Salah satunya PT Chateraise Gobel Indonesia (CGI) menerapkan konsep farm factory guna seiring mulai beroperasinya pabrik Chateraise di Indonesia.
"Chateraise memiliki komitmen tinggi untuk pemakaian bahan-bahan makanan yang segar dan bermutu tinggi dengan menggunakan konsep Farm Factory, Melalui konsep ini, Chateraise membangun kolaborasi dengan petani dan peternak untuk mencapai staning dari kualitas produksi yang tinggi agar produk Chateraise semakin diterima pasar," kata Presiden Direktur CGI Regi Datau, Senin (3/1).
"Upaya ini merupakan komitmen kami sebagai pelaku industri makanan minuman untuk memperkuat nilai tambah para petani, peternak dan pelaku UMKM agar keberadaan industri ini lebih dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat, sekaligus untuk memperkuat ketahanan pangan," tutur Regi.
Pemerintah Tarik Utang Rp 867 Triliun Sepanjang 2021
Pemerintah tercatat menarik utang sebesar Rp 867,4 triliun sepanjang 2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan angka tersebut lebih rendah Rp 310 triliun daripada yang diproyeksikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pembiayaan utang kita lihat Rp 310 triliun lebih kecil yang tadinya di dalam APBN seharusnya Rp 1177,4 triliun realisasinya Rp 867,4 triliun atau Rp 310 triliun lebih kecil. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan bahwa pembiayaan utang yang dilakukan pemerintah turun hampir 30% hanya dalam satu tahun pada 2021 dibandingkan 2020.
Buwas: Tiga Tahun Berturut-turut Indonesia Tidak Impor Beras
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, Indonesia tidak melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan domestik, khusunya sebagai cadangan beras pemerintah (CBP), selama tiga tahun berturut-turut atau sejak 2019. Bulog mengandalkan produksi petani dalam negeri untuk memenuhi stok CBP. Hingga minggu ketiga Desember, Bulog telah menyerap 1,20 juta ton beras petani. Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prakiraan produksi beras nasional pada triwulan 1-2022 sebesar 11,16 juta ton. Selain menjaga stabilitas harga ditingkat petani, sepanjang 2021, Bulog juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga beras ditingkat konsumen dengan melaksanakan operasi pasar atau KPSH (Ketersediaan pasokan dan stabilitas harga). (Yetede)
Pemulihan dengan Kewaspadaan
Covid-19 meluluh lantakkan kehidupan manusia (sosial, ekonomi, dan politik), energi kebijakan fiskal dan moneter semua dikerahkan atasi pandemi yang mahal. Jika pandemi bisa dikendalikan, aktivitas fisik dan sosial masyarakat kembali normal. Permintaan barang dan jasa naik dengan sendirinya, diikuti produksi, hingga pertumbuhan ekonomi kembali normal. Negara maju pulih lebih cepat dari negara berkembang. Negara miskin dan terbelakang kian tertinggal. Disebabkan distribusi dan kecepatan vaksinasi, skala dan kecepatan respons kebijakan moneter dan fiskal, serta kemampuan membuka kembali ekonomi dan sosial yang melibatkan kontak fisik. IMF dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia sekitar 4,9 % dan 4,5 % tahun 2022 dari 5,9 % (IMF) dan 5,7 % (OECD) tahun 2021.
Pemulihan ekonomi Indonesia 2021 menunjukkan tren positif, kuartal III-2021, beberapa sektor ekonomi berada di atas level pra-pandemi (2019), ditunjukkan kian bergairahnya permintaan domestik. Tingkat kepercayaan konsumen optimis, konsumsi rumah tangga meningkat, proporsi pengeluaran konsumsi naik ke 75,1 % pada kuartal III-2021 dibanding tahun lalu 69,4 %. Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia berada di jalur ekspansif sejak September 2021 sebesar 52,2, lanjut 53,9 per November 2021. Pemulihan harus dijaga momentumnya dengan kewaspadaan risiko pengganjal perekonomian nasional, yaitu tapering off AS November 2021 (diikuti naiknya suku bunga di 2022), munculnya varian baru Covid-19, divergensi pemulihan ekonomi global, potensi BI naikkan suku bunga acuannya, keterbatasan ruang fiskal melakukan stimulus, dan meningkatnya tekanan di pasar finansial dan valas. (Yoga)
Refleksi Ekonomi 2021
Beberapa poin kritikal perlu dibenahi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif, Pertama, mendorong pertumbuhan dan pemerataan penerimaan investasi. Berdasar data BKPM, realisasi penerimaan investasi periode Januari-September 2021 sebesar Rp 659,4 triliun atau 73,3 % dari target Rp 900 triliun. Investasi meningkat 7,82 % (yoy) serapan tenaga kerja 912.402 orang, naik dibanding 861.581 orang (Januari-September 2020). UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja memberi ruang menarik investasi kemudian menciptakan peluang kerja dan bisnis. Pemerataan investasi dan alokasi proyek perlu dibenahi agar ketimpangan diperkecil. Komposisi penerimaan investasi Januari-September. Padahal, anggaran infrastruktur di APBN 2021 dialokasikan Rp 417,4 triliun. Ditambah anggaran dana desa dan transfer daerah 2021 sebesar Rp 795,5 triliun. Anggaran super fantastis ini seharusnya lebih optimal mendorong pemerataan investasi di luar Jawa dan Sumatera. Kedua, realisasi penerimaan investasi harus mampu mendorong pertumbuhan industri pengolahan. Berdasarkan data sektor investasi periode Januari-September 2021 didominasi sektor jasa Rp 330,8 triliun (50,2 %), manufaktur Rp 236,8 triliun (35,9 %), dan pertambangan Rp 53,3 triliun (8,1 %). Transformasi menuju ekonomi berbasis industri berlandaskan kemajuan riset, inovasi, dan SDM. Komposisi tenaga kerja kualitas rendah sulit bersaing di era revolusi industry 4.0 yang ditandai kemajuan inovasi dan teknologi seperti big data, cloud computing, internet of thing, artificial intelligence, dan robotika canggih. Bonus demografi wajib dimanfaatkan mempercepat transformasi ekonomi agar keluar dari middle income trap. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









