;

Refleksi Ekonomi 2021

Ekonomi Yoga 03 Jan 2022 Kompas
Refleksi Ekonomi 2021

Beberapa poin kritikal perlu dibenahi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif, Pertama, mendorong pertumbuhan dan pemerataan penerimaan investasi. Berdasar data BKPM, realisasi penerimaan investasi periode Januari-September 2021 sebesar Rp 659,4 triliun atau 73,3 %  dari target Rp 900 triliun. Investasi meningkat 7,82 % (yoy) serapan tenaga kerja 912.402 orang, naik  dibanding 861.581 orang (Januari-September 2020). UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja memberi ruang menarik investasi kemudian menciptakan peluang kerja dan bisnis. Pemerataan investasi dan alokasi proyek perlu dibenahi agar ketimpangan diperkecil. Komposisi penerimaan investasi Januari-September. Padahal, anggaran infrastruktur di APBN 2021 dialokasikan Rp 417,4 triliun. Ditambah anggaran dana desa dan transfer daerah 2021 sebesar Rp 795,5 triliun. Anggaran super fantastis ini seharusnya lebih optimal mendorong pemerataan investasi di luar Jawa dan Sumatera. Kedua, realisasi penerimaan investasi harus mampu mendorong pertumbuhan industri pengolahan. Berdasarkan data sektor investasi periode Januari-September 2021 didominasi sektor jasa Rp 330,8 triliun (50,2 %), manufaktur Rp 236,8 triliun (35,9 %), dan pertambangan Rp 53,3 triliun (8,1 %). Transformasi menuju ekonomi berbasis industri berlandaskan kemajuan riset, inovasi, dan SDM. Komposisi tenaga kerja kualitas rendah sulit bersaing di era revolusi industry 4.0 yang ditandai kemajuan inovasi dan teknologi seperti big data, cloud computing, internet of thing, artificial intelligence, dan robotika canggih. Bonus demografi wajib dimanfaatkan mempercepat transformasi ekonomi agar keluar dari middle income trap. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :