;

Pemulihan dengan Kewaspadaan

Ekonomi Yoga 03 Jan 2022 Kompas
Pemulihan dengan Kewaspadaan

Covid-19 meluluh lantakkan kehidupan manusia (sosial, ekonomi, dan politik), energi kebijakan fiskal dan moneter semua dikerahkan atasi pandemi yang mahal. Jika pandemi bisa dikendalikan, aktivitas fisik dan sosial masyarakat kembali normal. Permintaan barang dan jasa naik dengan sendirinya, diikuti produksi, hingga pertumbuhan ekonomi kembali normal. Negara maju pulih lebih cepat dari negara berkembang. Negara miskin dan terbelakang kian tertinggal. Disebabkan distribusi dan kecepatan vaksinasi, skala dan kecepatan respons kebijakan moneter dan fiskal, serta kemampuan membuka kembali ekonomi dan sosial yang melibatkan kontak fisik. IMF dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia sekitar 4,9 % dan 4,5 % tahun 2022 dari 5,9 % (IMF) dan 5,7 % (OECD) tahun 2021.

Pemulihan ekonomi Indonesia 2021 menunjukkan tren positif, kuartal III-2021, beberapa sektor ekonomi berada di atas level pra-pandemi (2019), ditunjukkan kian bergairahnya permintaan domestik. Tingkat kepercayaan konsumen optimis, konsumsi rumah tangga meningkat, proporsi pengeluaran konsumsi naik ke 75,1 % pada kuartal III-2021 dibanding tahun lalu 69,4 %. Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia berada di jalur ekspansif sejak September 2021 sebesar 52,2, lanjut 53,9 per November 2021. Pemulihan harus dijaga momentumnya dengan kewaspadaan risiko pengganjal perekonomian nasional, yaitu tapering off AS November 2021 (diikuti naiknya suku bunga di 2022), munculnya varian baru Covid-19, divergensi pemulihan ekonomi global, potensi BI naikkan suku bunga acuannya, keterbatasan ruang fiskal melakukan stimulus, dan meningkatnya tekanan di pasar finansial dan valas. (Yoga)


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :