;

Presidensi G-20:Bukan Sekadar Giliran

Ekonomi Yoga 05 Jan 2022 Kompas
Presidensi G-20:Bukan Sekadar Giliran

Pertama kalinya Indonesia memegang presidensi G-20. Setiap tahun, salah satu negara anggota dapat giliran mengemban tugas presidensi G-20. Terbentuknya G-20 tak terlepas dari krisis keuangan global 1998 yang berimbas ke banyak negara, terutama Asia, beranggotakan 19 negara dengan produk domestik bruto terbesar dan Uni Eropa. Mengutip situs Kemenkeu, keanggotaan Indonesia dalam G-20 mewakili kawasan Asia Tenggara dan dunia Islam. 

Secara kolektif G-20 merupakan representasi 85 % perekonomian dunia, 80 % investasi global, serta 75 % perdagangan internasional. Penetapan Indonesia sebagai presidensi G-20 tahun 2022 dilakukan pada KTT Ke-15 G-20 di Riyadh, Arab Saudi (22/11/20). Serah terima presidensi G-20 dari Italia ke Indonesia dilakukan pada KTT G-20 di Roma, Italia (31/10/21). 

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G-20 berkata, selaku presidensi G-20, Indonesia ajak dunia mencapai pemulihan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Manfaat yang dirasakan Indonesia selama presidensi G-20 adalah keterlibatan dan peran lebih besar dalam menentukan arah kebijakan global ke depan. Jika semua rencana dan agenda G-20 di bawah presidensi Indonesia berjalan lancar dan sesuai rencana, posisi Indonesia sebagai pengarah kebijakan ekonomi global semakin strategis. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :