Ekosistem Digital, Prospek Kripto, NFT & Metaverse Pada 2022
Sejumlah katalis menggerakkan kinerja dan popularitas aset kripto dan NFT pada 2022, termasuk berkembangnya ekosistem Metaware. Pandemi Covid-19 tahun ke 2 membuat meroketnya aset kripto, meningkatnya popularitas NFT hingga Metaverse. Bitcoin merupakan aset kripto terpopuler, 11 Oktober 2021 harga bitcoin menembus level tertinggi USD 67.778, tapi dipenghujung 2021 harga Bitcoin turun ke USD 46.700 atau terendah sepanjang kuartal IV 2021, dan berlanjut awal tahun ini hingga Januari 2022. Ethereum diprediksi memiliki kinerja lebih baik, kinerja year to date naik 1,43 % per 3 januari 2022, walau pergerakannya sejalan Bitcoin, pelemahannya tak sedalam Bitcoin, karena adopsi blockchain Ethereum oleh sejumlah perusahaan teknologi keuangan dan NFT di dunia seni dan game. Tahun ini Bitcoin makin mainstream, El Salvador menjadikannya alat pembayaran yang sah, negara lain pasti menyusul. Bitcoin juga sudah digunakan sebagai devisa negara dan masuknya institusi investor, dimana jika harga turun institusi akan memborong, lama-lama suplai Bitcoin menipis kata CEO Indodax Oscar Darmawan. Tahun ini muncul metaverse yang popular karena Fb membuat orang hidup di dunia maya dan NFT, dimana semahal apapun aset digital NFT hanya berguna di dunia digital. COO Tokocryto Teguh Kurniawan Harmada optimis investasi aset kripto di Indonesia akan bergeliat apalagi jika Bapepti berhasil meluncurkan bursa kripto paling lambat awal 2022. (Yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023