Ekonomi
( 40465 )Harga Pangan Meroket 12 Persen
Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyebut perang di Ukraina menyebabkan kenaikan harga pangan global hingga 12 %. Dampaknya terasa mulai dari petani hingga konsumen. Harga komoditas bahan pangan seperti biji-bijian dan minyak nabati mencapai level tertinggi bulan lalu. Kenaikan itu telah mengakibatkan gangguan pasokan besar-besaran, tidak hanya dalam proses distribusi, bahkan lebih jauh dalam proses produksi. FAO, dalam laporan yang terbit Jumat (8/4) menyebutkan, Indeks Harga Pangan FAO rata-rata 159,3 poin pada Maret atau naik 12,6 % dari bulan sebelumnya. Angka ini merupakan level tertinggi sejak perhitungan ini dimulai pada 1990. ”Harga bahan makanan pokok seperti gandum dan minyak nabati melonjak dan menjadi tanggungan biaya yang luar biasa bagi konsumen global,terutama kelompok termiskin. Dengan naiknya harga energi bersama harga pangan, daya beli konsumen dan negara yang rentan semakin menurun,” kata Dirjen FAO Qu Dongyu pada pidatonya di sesi ke-169 Dewan FAO, Roma.
Dalam komposisi Indeks Harga Pangan FAO, minyak nabati menjadi produk pangan yang mengalami kenaikan paling tinggi, sebesar 23,2 %, didorong kuota minyak biji bunga matahari. Ukraina adalah pengekspor minyak bunga matahari terkemuka dunia. ”Ini benar-benar preseden luar biasa. Jelas harga bahan pangan yang sangat tinggi ini membutuhkan tindakan segera,” kata Josef Schmidhuber, Wakil Direktur Divisi Pasar dan Perdagangan FAO. Menurut dia, gangguan besar-besaran pasokan dari wilayah Laut Hitam, terutama Ukraina, memicu kenaikan harga bahan pangan, terutama biji-bijian dan minyak nabati. Peneliti Institut Riset Kebijakan Pangan Dunia yang berbasis di Washington DC, AS menilai kerentanan situasi harga bahan pangan dunia akibat situasi di Ukraina menimbulkan ancaman dalam jangka pendek dan panjang. (Yoga)
Perang Ekonomi Itu Ilusi
Terminologi perang dingin ekonomi muncul setelah invasi Rusia terhadap Ukraina. Namun, perang ekonomi itu bersifat ilusi, tidak akan mematikan. Jika terjadi perang ekonomi, entah lewat sanksi, embargo, serupa dengan mematikan mekanisme pasar. Isu perang dingin ekonomi mencuat karena invasi Rusia atas Ukraina. Eropa dan AS mendukung Ukraina. China mendukung Rusia, tidak dalam konteks mendukung invasi, tetapi dengan pernyataan hubungan kedua negara sekeras batu karang, apa pun yang terjadi dengan Rusia. Perang ekonomi terjadi antara AS dan China, dengan asumsi diikuti negara pendukungnya. Perang praktis akan memutus jaringan produksi yang melibatkan semua negara di dunia.China dikenal sebagai basis produksi yang dilakoni korporasi global, Rusia dikenal sebagai sumber energi yang dibutuhkan dunia. Dengan demikian, kemakmuran yang akan terganggu tidak akan dialami China dan Rusia saja, tetapi juga oleh AS dan Eropa.
Direktur IMF Kristalina Georgieva (11/3) menyatakan, perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia akan direvisi ke tingkat lebih rendah. Menkeu AS Janet Yellen menyatakan, krisis Ukraina berefek pada perekonomian global. Hingga Kenneth Rogoff, profesor ekonomi Harvard, di Harvard Gazette, 24 Februari lalu, mengatakan, ekonomi AS dan dunia terganggu lewat krisis bursa saham, kemelut pasar energi, inflasi memburuk, dan pengeluaran militer naik. Jika tujuan senjata ekonomi adalah mematikan kekuatan sebuah negara, hal itu hanya ilusi. (Yoga)
United Tractors Bagikan Dividen Rp 4,6 Triliun
PT United Tractors Tbk memutuskan membagikan dividen tunai senilai total Rp 4,6 triliun. Dividen itu setara 45 % perolehan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp 10,3 triliun. ”Dalam membagikan dividen, United Tractors menyesuaikan dengan kondisi kas dan arus kas perusahaan serta rencana ke depan terkait dengan alokasi belanja modal dan proyek investasi,” kata Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro, Jumat (8/4). (Yoga)
Defisit Melebar, Utang Pemerintah Bertambah
Sebelum pandemi, posisi utang pemerintah akhir 2019 masih di bawah Rp 5.000 triliun dengan rasio terhadap PDB sebesar 29,8 %. Setahun kemudian, utang pemerintah bertambah Rp 1.295,96 triliun (27 %) menjadi Rp 6.074,56 triliun atau 38,68 % PDB. Penambahan ini disebabkan pelemahan ekonomi akibat pandemi dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk mengatasi masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.Dari jumlah utang tersebut, porsi pinjaman pemerintah turun menjadi 14,04 %, tetapi secara nominal angkanya naik menjadi Rp 852,91 triliun. Sebanyak 98,6 persen atau Rp 840,94 triliun merupakan pinjaman luar negeri dari kerja sama bilateral, multilateral, dan bank-bank komersial.
Di akhir 2021, utang pemerintah Rp 6.908,87 triliun dengan rasio terhadap PDB 41 %. Dua bulan kemudian, posisi utang pemerintah pada akhir Februari 2022 menjadi Rp 7.014,58 triliun (40,17 %) PDB. Dalam komposisi utang pemerintah tersebut, porsi pinjaman pemerintah turun menjadi Rp 850,38 triliun (12,12 %). Meski demikian, besaran rasio utang yang semakin tinggi itu masih berada dalam batas yang aman. Berdasarkan UU No 17 Tahun 2002 tentang Keuangan Negara, batasan utang pemerintah yang dianggap aman tidak melebihi 60 % PDB.
Potensi pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan pengelolaan utang pemerintah yang terkendali akan menambah keyakinan global terhadap ketahanan perekonomian Indonesia ditengah pandemi.Hal ini menjadi modal untuk mendapatkan utang baru. Akan tetapi, pemerintah di tahun depan dihadapkan pada amanat perundang-undangan untuk menurunkan defisit di bawah 3 %. Dengan demikian, kebutuhan pembiayaan lewat utang pun harus diupayakan untuk diturunkan. (Yoga)
Rp 1 Miliar, Izin Beli Kendaraan di Singapura
Guna memiliki kendaraan pribadi, setiap penduduk Singapura harus punya izin kepemilikan kendaraan atau certificate of entitlement (CoE). Otoriras Angkutan Darat Singapura melelang CoE per bulan. Mengutip The Straits Times, harga CoE menembus 99.999 dollar Singapura atau Rp 1,04 miliar pada lelang Rabu (6/4) untuk izin bebas yang bisa dipakai membeli kendaraan jenis apa pun. (Yoga)
Presiden Dorong Ekspor Unggulan
Presiden Joko Widodo melepas ekspor 126 ton pinang biji kering senilai Rp 4 miliar dari Indokara di Desa Pudak, Muaro Jambi, Jambi ke Pakistan, Kamis (7/4). Ia mendorong pengembangan pinang ditingkatkan demi menjadikannya salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Di Pakistan, biji pinang (Areca catechu) bakal diolah menjadi permen. Menurut Presiden, lahan pinang di seluruh Indonesia mencapai 152.000 hektar dengan 22.000 hektar di antaranya berada di Jambi. Agar produksi dan ekspor pinang terus meningkat, Presiden meminta pihak terkait menyiapkan varietas unggul. Kementan mencatat, Indonesia mengekspor 215.260 ton pinang senilai Rp 5,2 triliun pada 2021, ekspor pinang Jambi pada 2021 sebanyak 73.716 ton dengan nilai mencapai Rp 2,039 triliun. Selama 2021-2022, Kementan mencatat 60 perusahaan mengekspor pinang melalui Jambi. Selain di Jambi, lahan pinang juga ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan NTB.
Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, tanaman pinang yang tumbuh alami di Jambi akan terus ditingkatkan kualitasnya agar lebih tinggi produktivitasnya. Dengan varietas biasa, produktivitas hanya 3-4 ton per hektar. Pemerintah telah menyiapkan varietas unggul yang disebut pinang betara. ”Dengan kualitas varietas unggul betara, (dihasilkan) 5,2-5,6 ton per hektar. Produktivitasnya lebih baik dan buahnya lebih besar,” ujarnya. Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil menambahkan, selama ini ekspor pinang kerap ditolak negara importir karena terpapar aflatoksin, akibat pengelolaan pascapanen yang belum baik. Buah pinang yang telah dibelah biasanya tidak langsung dijemur oleh petani. Untuk terus memperbaiki kualitas olahan pinang sesuai standar, teknologi pengeringan terus didorong. (Yoga)
Perang Dingin Ekonomi
Kompetisi AS dan China yang menajam akan membentuk perang dingin ekonomi baru. Situasi menjadi kompleks dengan sejumlah persoalan mutakhir lainnya yang ikut menggempur tatanan lama. ”Tampaknya persaingan geoekonomi ini semakin kentara, terminologinya the new economic cold war,” kata Wakil Menlu Mahendra Siregar pada seminar daring Universitas Prasetiya Mulya di Jakarta, Kamis (7/4). Persaingan geopolitik yang semakin tajam antara AS dan China, menurut Mahendra, sudah bergeser sangat cepat dan semakin meluas sehingga menjadi kompetisi geoekonomi baru, bahkan sudah masuk pada penyusunan kembali rantai pasok masing-masing negara tersebut, terutama menyangkut produk teknologi tinggi, produk strategis, dan produk yang dianggap memiliki pengaruh pada kekuatan militer negara.
Menurut Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri dan Wakil Rektor Prasetiya Mulya Ida Juda deglobalisasi dan dedolarisasi akan sukar terjadi. Adapun Ida menjelaskan, sukar untuk menggantikan dollar AS sebagai mata uang perdagangan internasional. China berusaha melakukannya dengan Indonesia. Ada waktu tiga tahun untuk menetapkan transaksi murni menggunakan rupiah dan renminbi. Yose dan Ida sama-sama menilai dollar AS merupakan mata uang yang terlalu kuat dan menjadi pilihan paling aman untuk semua transaksi internasional. Jika memang ingin beralih dari dollar AS, pilihan paling masuk akal ialah menggunakan mata uang digital atau kripto. (Yoga)
Pasar Menunggu Aksi Nyata Komisioner Baru OJK
Komisi IX DPR RI menetapkan tujuh nama sebagai Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022-2027. Penetapan ini dilakukan pasca DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test 6 dan 7 April 2022. Pimpinan OJK terpilih adalah: Mahendra Siregar terpilih sebagai Ketua DK OJK, sedangkan Wakil Ketua Mirza Adityaswwara. Tujuh pimpinan OJK ini diharapkan mampu menangani kasus-kasus di pasar modal dan lembaga keuangan yang menjadi sorotan masyarakat. Saat dihubungi Kontan Kamis (7/4), Mahendra belum bersedia membeberkan langkah yang akan dilakukanmnya untuk mengatasi masalah ini. Adapun Kepala Ekskutif Pengawas Pasar Modal OJK Terpilih Inarno Djajadi bilang akan melakukan pengawasan terintegrasi di pasar modal untuk menghindari kejahatan. Salah satu kejahatan yang tak bisa dispelekan adalah saham gorengan yang dapat merugikan investor.
PPN Naik Menjadi 11%, Beban Nasabah Bank Semakin Berat
Pemerintah butuh uang untuk membiayai anggaran. Maka, mulai 1 April 2022 pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%. Efek kenaikan ini kemana-mana. Termasuk untuk nasabah perbankan. Bank Central Asia (BCA) misalnya, menaikkan tarif PPN dari 10% menjadi 11% pada transaksi Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Serta biaya transaksi pada instrumen di Bank Indonesia (BI). Excecutive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA mendukung kebijakan pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan di tengah pemulihan akibat pandemi.
Bangun Smelter Nikel, Ceria Raih Utang US$ 278 Juta
PT Ceria Metalindo Prima mendapatkan sumber pendanaan eksternal berupa kredit sindikasi dari Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Bank (Bank BJB), dan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) untuk membiayai proyek smelter nikel. Presiden Direktur PT Ceria Metalindo Prima, Derian Sakmiwata mengatakan, Ceria berencana membangun empat line RKEF sebesar 72 MVA dengan total produksi per tahun mencapai 252.000 feronikel pada kadar 22%
Agenda lainnya, Ceria Metalindo Prima juga bakal membangun High Pressure Acid Leach (HPAL) dengan total produksi sebesar 103.000 ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kandungan 39% nikel dan 4% kobait. Menurut perhitungan Derian, estimasi dari total kebutuhan investasi untuk proyek-proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 2,2 miliar. "Ini semua kita bangun secara bertahap," tutur dia, dalam konfrensi pers virtual, Rabu (6/4) lalu.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









