Ekonomi
( 40465 )UMKM Dalam Perjalanan E-Dagang Asal Indonesia
Pada akhir 1998, Menristek/Kepala BPPT Zuhak Abdul Qadir mengemukakan teknologi informasi memiliki potensi memecahkan kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Satu dekade berselang, Plasa.com dan Tokopedia.com mengangkat ekonomi UKM atau UMKM dengan menyediakan wadah berjualan secara daring. Pada November 2009, PT Telkom merilis layanan perdagangan melalui internet di bawah PT Metranet. Selain sebagai ekspansi bisnis, layanan bernama Mojopia bertujuan membantu pelaku UKM memasarkan produknya. Investasi sebesar 2 juta dollar AS atau Rp 19 miliar dikeluarkan untuk proyek tersebut. PT Metranet menjalin kerja sama dengan eBay memperluas jangkauan penjual dalam negeri hingga berskala global, yang berlanjut hingga Desember 2014, dengan peluncuran platform e-dagang Blanja.com sebagai lokapasar dengan skema bisnis ke konsumen (B2C) menggantikan Plasa.com. Ebay menguasai 40 % saham. Sayangnya, 1 September 2020, semua kegiatan transaksi di Blanja.com dihentikan, sebagai wujud perubahan strategi bisnis yang lebih fokus pada perdagangan di segmen korporasi dan UMKM melalui skema bisnis ke bisnis (B2B).
Hingga kini, Plasa.com menjadi satu-satunya e-dagang yang pernah dibentuk BUMN. Kini, BUMN lebih tertarik berinvestasi pada perusahaan rintisan.E-dagang asal Indonesia kedua yang memiliki misi pemerataan ekonomi digital, yaitu Tokopedia. Tokopedia memulai bisnis lokapasar dengan skema konsumen ke konsumen (C2C), yang hingga pada 2017 mendapatkan pendanaan 1,1 miliar dollar AS dari Alibaba Group. Satu tahun kemudian, pendanaan dengan jumlah yang sama didapatkan dari Softbank Vision Fund dan Alibaba Group. Tokopedia melaporkan 11.000 dari lebih 12.000 ribu penjual yang terdaftar merupakan pelaku UMKM, baik produsen maupun reseller. Pada masa pandemi, 90 % penjual berskala mikro mampu mengembangkan bisnis dengan adopsi teknologi digital.
Selain Plasa.com dan Tokopedia.com, sejumlah situs e-dagang asal Indonesia turut meramaikan babak awal ekosistem digital. Ada yang terus tumbuh dan berkembang, ada pula yang tumbang. Bhinneka.com merupakan pionir e-dagang asal Indonesia. Di bawah naungan PT Bhinneka Mentari Dimensi, lini bisnis ini awalnya merupakan distributor mesin cetak industrial yang berdiri pada 1993. Platform belanja Bhinneka.com diluncurkan pada 1999 setelah berhasil melalui krisis ekonomi 1998. Dengan fokus awal pada penjualan produk komputer, teknologi komunikasi, dan elektronik, Bhinneka.com kini menjual beragam produk dan menjalin kerja sama bisnis dengan pemerintah, melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Pada 2005, Tokobagus.com hadir sebagai platform iklan baris sekaligus menjembatani jual-beli barang bekas. Situs yang bermarkas di Bali ini didirikan Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker hanya dengan 6 karyawan. Satu dekade berselang, Tokobagus.com akhirnya diakuisisi Nasper. Perusahaan media dan internet asal Afsel ini sekaligus investor strategis OLX Group. Pada 2014, merek OLX Indonesia resmi diluncurkan menggantikan Tokobagus.com. OLX Indonesia melakukan merger dengan Berniaga.com pada 2015. Di tengah cerita sukses, e-dagang Indonesia ada yang tak mampu bertahan. Misalnya Qlapa dan Shopo. Keduanya merupakan e-dagang yang menjual produk kerajinan tangan. Pada 2010-an, e-dagang asal Indonesia pun masih bermunculan dengan macam-macam skema bisnis, di antaranya Bukalapak, Blibli, dan Gramedia. (Yoga)
Transportasi dan Perhotelan Tumbuh 15%
Cuti bersama dan mudik pada Lebaran 2022 bakal memutar roda bisnis sejumlah sektor usaha. Mudik juga medorong perekonomian domestik pada tahun ini, terutama di sektor transportasi, perhotelan dan restoran. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir memperkirakan, tak hanya industri makanan dan minuman, konsumsi terhadap transportasi akan meningkat antara 10% sampai 15% lebih tinggi dari konsumsi pada periode normal. Meskipun ada kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, sektor transportasi dan pergudangan akan menjadi sektor yang akan naik sebagai dampak dari pelonggaran mobilitas saat Lebaran.
Bersiap Beralih Buru Saham Lapis Dua
Kinerja saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah (small mid caps) cenderung tertinggal dibanding saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Ini terlihat dari pergerakan IDX SMC Composite yang hanya naik 6,31% dan IDX SMC Liquid yang hanya terkerek 4,27% sejak awal tahun. Kinerja ini lebih rendah dari performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 9,46% dan LQ45 yang bergerak positif 10,51%. Sejak awal tahun, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, saat ini justru menjadi waktu yang tepat untuk membeli saham-saham small mid caps. Sementara Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menyarankan investor wait and see terlebih dahulu. Apalagi, IHSG kemarin ditutup terkoreksi setelah sebelumnya terus menerus mencetak rekor tertinggi baru.
Emiten Kertas Sinar Mas Cetak Laba Tinggi di 2021
Pendapatan dan laba bersih dua emiten kertas milik grup Sinar Mas masih tumbuh. Hal ini membuat saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dinilai masih undervalued. Sepanjang 2021, INKP mencatatkan penjualan bersih US$ 3,51 miliar atau tumbuh 17,76% secara tahunan dari US$ 2,98 miliar pada 2020. Hal ini membuat laba bersih INKP melesat 79,23% secara tahunan menjadi US$ 527 juta per Desember 2021.
Bernasib serupa, penjualan bersih TKIM naik sebesar 18,23% secara tahunan. Per Desember 2021 penjualan TKIM mencapai US$ 1,02 miliar dari sebelumnya US$ 866,45 juta. Dari sisi bottom line TKIM mencatatkan laba bersih US$ 249 juta pada akhir 2021. Capaian tersebut naik 67,86% dibanding US$ 148,33 juta pada 2020. Analis BNI Sekuritas Mikhail Joshua Siahaan mengatakan, saham INKP dan TKIM masih undervalued. Ini karena nilai pasar yang terefleksi saat ini masih di bawah nilai fundamental yang diproyeksikan BNI Sekuritas.
Ajaib Kebanjiran Investor
Partisipasi investor ritel cukup besar dalam penawaran umum saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). PT Ajaib Sekuritas Asia mencatat pemesanan yang masuk mencapai rekor. "Ajaib meraih rekor baru perusahaan dengan jumlah pemesanan IPO GoTo lebih dari 150.000 investasi di aplikasi Ajaib. Angka pencapaian ini mencapi lebih dari dua kali lipat dari rekor IPO sebelumnya," kata Direktur PT Ajaib Sekuritas Asia Anna Lora dalam keterangan resminya, Senin (11/4).
Indo NFT Festiverse
Pameran yang menampilkan karya digital di berbagai marketplace non-fungiable token (NFT) tersebut diikuti 241 creator untuk menghadirkan pengalaman menjelajah dunia NFT melalui aktivitas dunia nyata.
Mandala Multifinance, Stop Penawaran Obligasi
PT Mandala Multifinance Tbk menghentikan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV. Obligasi tersebut telah ditawarkan sejak 29 Juni 2020 silam. Setelah menawarkan obligasi itu dalam empat tahap, Mandala Multifinance berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,41 triliun. Padahal perusahaan itu menargetkan bisa menghimpun dana maksimal mencapai Rp 1,5 triliun.
KRAS Raih Penjualan Rp 10 Triliun
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali mencetak kinerja penjualan yang positif sepanjang kuartal I-2022. Perusahaan baja plat merah ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 10 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini. Dengan capaian itu, penjualan KRAS per kuartal I-2022 tumbuh 44,92% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 6,9 triliun.
AS, Arab Teluk, dan OPEC Plus
Isu minyak telah membuat gonjang-ganjing hubungan antara AS dan negara-negara Arab Teluk, khususnya Arab Saudi dan UEA, menyusul meletupnya perang Rusia-Ukraina sejak 24 Februari lalu. Arab Saudi dan UEA menjadi bidikan AS sejak awal invasi Rusia ke Ukraina untuk dibujuk agar menaikkan produksi minyaknya, agar harga minyak dunia terjaga dan tidak mengalami lonjakan signifikan. AS sejak awal telah menyiapkan paket sanksi ekonomi atas Rusia, di antaranya melarang impor minyak dari Rusia, dimana Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua setelah Arab Saudi. Moskwa memproduksi minyak 8 juta barel per hari. Hilangnya minyak Rusia dari pasar dunia berakibat melonjaknya harga minyak dunia, hanya Arab Saudi dan UEA yang bisa menutupi absennya minyak Rusia dengan menambah produksi minyaknya.
Posisi Arab Saudi dan UEA sangat sulit. Bagi Arab Saudi dan UEA, AS adalah sahabat strategis yang menjamin keamanan dua negara itu. Di pihak lain, hubungan Arab Saudi dan UEA dengan Rusia juga sangat berkembang akhir-akhir ini. Arab Saudi, UEA, dan Rusia berada dalam satu payung organisasi, yaitu OPEC Plus. Dalam konteks dinamika minyak, Arab Saudi dan UEA berdalih bahwa kebijakan isu komoditas minyak harus mengacu pada kebijakan OPEC Plus. Artinya, Arab Saudi dan UEA memilih menjaga keutuhan OPEC Plus daripada menuruti kehendak AS. Arab Saudi dan UEA ingin memberi pesan politik kepada AS bahwa isu minyak adalah urusan Arab Saudi dan UEA bersama OPEC Plus, bukan dengan AS.
Dalam pertemuan virtual OPEC Plus pada 31 Maret, 23 negara anggota OPEC Plus, termasuk Rusia, sepakat berkomitmen memegang teguh kebijakan menjaga stabilitas pasar minyak dunia dengan hanya menambah 432.000 barel per hari mulai Mei mendatang. Dengan keputusan ini, harga minyak dunia sampai saat ini masih dikendalikan jauh di bawah 120 dollar AS per barel. Harga minyak mentah dunia, Jumat (8/4), berkisar 97,92 dollar AS per barel. Padahal, sebelum pertemuan OPEC Plus 31 Maret, harga minyak 25 Maret 119-120 dollar AS per barel. Sebenarnya harga minyak mentah dunia yang bisa ditekan di bawah 100 dollar AS per barel, sudah memenuhi aspirasi AS, juga memenuhi aspirasi Rusia. Di sini sesungguhnya posisi Arab Saudi dan UEA sudah sangat bagus, berimbang antara AS dan Rusia terkait komoditas minyak. (Yoga)
Waspadai Sanksi AS pada Rusia
Berlanjutnya invasi Rusia ke Ukraina berarti berlanjut pula kemungkinan penjatuhan aneka sanksi ekonomi terhadap Mokswa oleh AS dan sekutunya. Washington disebut siap menerapkan aneka sanksi sekunder, yang jika diberlakukan, pihak-pihak yang berhubungan dengan Rusia bisa terkena efek secara langsung. Presiden AS Joe Biden pada tengah pekan lalu mengumumkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia. Targetnya menyusutkan PDB Rusia dua digit tahun ini sekaligus menghapus keuntungan ekonomi Rusia 15 tahun terakhir. Cakupannya, antara lain, melarang investasi AS di Rusia, memblokir sepenuhnya lembaga keuangan terbesar negara itu, dan menargetkan aset yang dipegang oleh anak-anak Presiden Vladimir Putin. Menurut VOA, dengan sanksi terbaru itu, Barat seperti kehabisan rem untuk menghentikan agresi Rusia ke Ukraina, kecuali jika mereka mau menekan secara langsung sektor minyak dan gas Rusia. Sanksi terbaru AS itu juga mencakup pemblokiran terhadap Sberbank, lembaga keuangan terbesar Rusia, dan Alfa Bank, bank swasta terbesar di negara itu. Sberbank adalah salah satu lembaga utama yang menangani pembayaran energi. AS juga memblokir Rusia dari sistem pembayaran utang dengan mata uang yang tunduk pada yurisdiksi AS.
Sanksi sekunder adalah jenis sanksi ekonomi lain yang diterapkan AS, menargetkan pelaku negara ketiga yang melakukan bisnis dengan rezim, orang, dan organisasi yang ditargetkan AS. Target Sanksi sekunder adalah orang atau pihak asing, terutama lembaga keuangan asing yang melakukan bisnis dengan individu, negara, rezim, dan organisasi dipihak yang dikenai sanksi. Pemberlakuan sanksi sekunder bakal diumumkan otoritas hukum di AS, sanksi sekunder dapat melarang warga atau pihak AS melakukan bisnis dengan lembaga keuangan asing tersebut. Bank AS juga membatasi transaksi atau rekening koresponden lembaga keuangan asing tersebut di AS. Namun, penerapan sanksi sekunder itu juga kontroversial. Sebab, sanksi itu dapat berefek terhadap sekutu AS yang mengandalkan energi Rusia dan sumber daya lainnya. Penerapan sanksi jenis itu bahkan dapat memecah posisi aliansi AS, khususnya NATO di Eropa, yang relatif tergantung pada sektor energi Rusia. Jerman yang terus membeli minyak dan gas dari Rusia, misalnya, bisa dinilai salah dari sisi AS. Sanksi sekunder juga dapat memicu kebingungan mengenai hal-hal apa saja yang dilarang atau tidak. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









