;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Regulasi Topang Importasi

12 Apr 2022

Impor produk besi dan baja cenderung meningkat beberapa tahun terakhir kendati sempat melandai akibat pandemi Covid-19. Volume besi dan baja impor menguasai 43 % kebutuhan nasional serta menggerus utilisasi industri besi dan baja dalam negeri. Impor berbagai produk besi dan baja sulit dibendung karena faktor regulasi yang justru melonggarkan izin importasi. Selain itu, instrumen dagang untuk melindungi industri baja dalam negeri dari praktik perdagangan yang tidak adil masih terbatas. Hal itu menjadi isu utama yang diangkat dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR dan Dirut PT Krakatau Steel (Tbk) Silmy Karim, Senin (11/4). Anggota Komisi VI, Andre Rosiade mengatakan, persoalan impor besi dan baja sudah menjadi isu menahun yang memburuk karena minimnya dukungan regulasi untuk melindungi industri domestik. Permenperin No 35/2019, misalnya, memberi pengecualian penerapan SNI bagi sejumlah produk baja sehingga produk besi dan baja dari luar mudah menembus pasar dalam negeri. Sementara Permenperin No 32/2019 menghapus kewajiban pertimbangan teknis (pertek) terhadap izin importasi bahan baku baja, produk baja, dan turunannya.

Komisi VI pun berencana mengagendakan rapat gabungan dengan Menperin, Mendag, dan Komisi VII untuk mendalami persoalan impor besi dan baja. Apalagi, saat ini, kasus dugaan korupsi akibat izin importasi besi dan baja sedang dalam penyelidikan di Kejaksaan Agung. Nilai impor besi dan baja sepanjang 2021 juga melonjak, BPS mencatat, impor besi dan baja mencapai 5,34 miliar dollar AS atau Rp 76,66 triliun, meningkat 66 % dibandingkan nilai impor 2020 yang 3,22 miliar dollar AS atau Rp 46,3 triliun. Sementara utilisasi produksi industri baja nasional rata-rata hanya 54 %. Produksi hot rolled coil (HRC) yang total investasinya 1,21 miliar dollar AS, misalnya, utilisasinya 49 %. Sementara volume impor HRC meningkat 14 % tahun 2021. Untuk produk CRC/S, dengan nilai investasi 595 juta dollar AS, tingkat utilisasi nasionalnya hanya 41 % di tengah volume impor yang melonjak sampai 73 %.  Menurut Silmy, untuk membendung impor perlu ada penerapan pengenaan SNI dari produk hulu ke hilir secara wajib. (Yoga)


Volume dan Nilai Transaksi QRIS Tumbuh Pesat

12 Apr 2022

Bank Indonesia mencatat, per Februari 2022, total transaksi menggunakan metode pindai QRIS mencapai Rp 4,5 triliun atau empat kali lipat lebih dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendrata, Senin  (11/4) menyatakan, pertumbuhan itu ditopang perubahan konsumen yang ingin transaksi cepat dan tanpa kontak fisik. (Yoga)

Triliunan Rupiah Siap Mengalir di Daerah

12 Apr 2022

Kebutuhan uang tunai di daerah pada Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai triliunan rupiah. Di Jabar sekitar Rp 19,26 triliun, sedang di Kalsel disiapkan Rp 2,5 triliun. Pelayanan penukaran uang pun disediakan pemerintah untuk menekan potensi persebaran uang palsu dari penukaran tidak resmi. ”Kami menyediakan lebih besar, 125 % (Rp 24,09 triliun) dari kebutuhan Rp 19,26 triliun. Jaga-jaga karena libur kali ini animonya luar biasa,” ujar Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto dalam pembukaan layanan penukaran kas keliling terpadu kepada masyarakat di Kantor Perwakilan BI Jabar di Bandung, Senin (11/4). Prediksi kebutuhan uang cetak Ramadhan kali ini, 10,42 % lebih tinggi dari 2021, menunjukkan perekonomian membaik di saat pandemi, yang akan berdampak pada tingginya transaksi uang sehingga kebutuhan uang cetak meningkat.

Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana, yang turut hadir, menyatakan, pemulihan ekonomi ini terjadi seiring pandemi yang mulai terkendali. Herawanto meminta masyarakat melakukan penukaran uang melalui pelayanan bank terdekat, demi menghindari uang palsu. Masyarakat juga lebih hemat karena penukaran uang di layanan resmi tidak dipungut biaya. Kantor Perwakilan BI Jabar di Jalan Braga, Kota Bandung, menyediakan layanan penukaran dengan menggaet 14 bank, berlangsung 11-26 April 2022 pada pukul 08.00-12.00. Pada layanan ini, setiap orang bisa menukarkan uang maksimal Rp 3,8 juta. Pecahan yang bisa didapat, antara lain Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. (Yoga)


UMKM Dalam Perjalanan E-Dagang Asal Indonesia

12 Apr 2022

Pada akhir 1998, Menristek/Kepala BPPT Zuhak Abdul Qadir mengemukakan teknologi informasi memiliki potensi memecahkan kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Satu dekade berselang, Plasa.com dan Tokopedia.com mengangkat ekonomi UKM atau UMKM dengan menyediakan wadah berjualan secara daring. Pada November 2009, PT Telkom merilis layanan perdagangan melalui internet di bawah PT Metranet. Selain sebagai ekspansi bisnis, layanan bernama Mojopia bertujuan membantu pelaku UKM memasarkan produknya. Investasi sebesar 2 juta dollar AS atau Rp 19 miliar dikeluarkan untuk proyek tersebut. PT Metranet menjalin kerja sama dengan eBay memperluas jangkauan penjual dalam negeri hingga berskala global, yang berlanjut hingga Desember 2014, dengan peluncuran platform e-dagang Blanja.com sebagai lokapasar dengan skema bisnis ke konsumen (B2C) menggantikan Plasa.com. Ebay menguasai 40 % saham. Sayangnya, 1 September 2020, semua kegiatan transaksi di Blanja.com dihentikan, sebagai wujud perubahan strategi bisnis yang lebih fokus pada perdagangan di segmen korporasi dan UMKM melalui skema bisnis ke bisnis (B2B).

Hingga kini, Plasa.com menjadi satu-satunya e-dagang yang pernah dibentuk BUMN. Kini, BUMN lebih tertarik berinvestasi pada perusahaan rintisan.E-dagang asal Indonesia kedua yang memiliki misi pemerataan ekonomi digital, yaitu Tokopedia. Tokopedia memulai bisnis lokapasar dengan skema konsumen ke konsumen (C2C), yang hingga pada 2017 mendapatkan pendanaan 1,1 miliar dollar AS dari Alibaba Group. Satu tahun kemudian, pendanaan dengan jumlah yang sama didapatkan dari Softbank Vision Fund dan Alibaba Group. Tokopedia melaporkan 11.000 dari lebih 12.000 ribu penjual yang terdaftar merupakan pelaku UMKM, baik produsen maupun reseller. Pada masa pandemi, 90 % penjual berskala mikro mampu mengembangkan bisnis dengan adopsi teknologi digital.

Selain Plasa.com dan Tokopedia.com, sejumlah situs e-dagang asal Indonesia turut meramaikan babak awal ekosistem digital. Ada yang terus tumbuh dan berkembang, ada pula yang tumbang. Bhinneka.com merupakan pionir e-dagang asal Indonesia. Di bawah naungan PT Bhinneka Mentari Dimensi, lini bisnis ini awalnya merupakan distributor mesin cetak industrial yang berdiri pada 1993. Platform belanja Bhinneka.com diluncurkan pada 1999 setelah berhasil melalui krisis ekonomi 1998. Dengan fokus awal pada penjualan produk komputer, teknologi komunikasi, dan elektronik, Bhinneka.com kini menjual beragam produk dan menjalin kerja sama bisnis dengan pemerintah, melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Pada 2005, Tokobagus.com hadir sebagai platform iklan baris sekaligus menjembatani jual-beli barang bekas. Situs yang bermarkas di Bali ini didirikan Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker hanya dengan 6 karyawan. Satu dekade berselang, Tokobagus.com akhirnya diakuisisi Nasper. Perusahaan media dan internet asal Afsel ini sekaligus investor strategis OLX Group. Pada 2014, merek OLX Indonesia resmi diluncurkan menggantikan Tokobagus.com. OLX Indonesia melakukan merger dengan Berniaga.com pada 2015. Di tengah cerita sukses, e-dagang Indonesia ada yang tak mampu bertahan. Misalnya Qlapa dan Shopo. Keduanya merupakan e-dagang yang menjual produk kerajinan tangan. Pada 2010-an, e-dagang asal Indonesia pun masih bermunculan dengan macam-macam skema bisnis, di antaranya Bukalapak, Blibli, dan Gramedia. (Yoga)


Transportasi dan Perhotelan Tumbuh 15%

12 Apr 2022

Cuti bersama dan mudik pada Lebaran 2022 bakal memutar roda bisnis sejumlah sektor usaha. Mudik juga medorong perekonomian domestik pada tahun ini, terutama di sektor transportasi, perhotelan dan restoran. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir memperkirakan, tak hanya industri makanan dan minuman, konsumsi terhadap transportasi akan meningkat antara 10% sampai 15% lebih tinggi dari konsumsi pada periode normal. Meskipun ada kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, sektor transportasi dan pergudangan akan menjadi sektor yang akan naik sebagai dampak dari pelonggaran mobilitas saat Lebaran.

Bersiap Beralih Buru Saham Lapis Dua

12 Apr 2022

Kinerja saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah (small mid caps) cenderung tertinggal dibanding saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Ini terlihat dari pergerakan IDX SMC Composite yang hanya naik 6,31% dan IDX SMC Liquid yang hanya terkerek 4,27% sejak awal tahun. Kinerja ini lebih rendah dari performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 9,46% dan LQ45 yang bergerak positif 10,51%. Sejak awal tahun, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, saat ini justru menjadi waktu yang tepat untuk membeli saham-saham small mid caps. Sementara Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menyarankan investor wait and see terlebih dahulu. Apalagi, IHSG kemarin ditutup terkoreksi setelah sebelumnya terus menerus mencetak rekor tertinggi baru. 



Emiten Kertas Sinar Mas Cetak Laba Tinggi di 2021

12 Apr 2022

Pendapatan dan laba bersih dua emiten kertas milik grup Sinar Mas masih tumbuh. Hal ini membuat saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dinilai masih undervalued. Sepanjang 2021, INKP mencatatkan penjualan bersih US$ 3,51 miliar atau tumbuh 17,76% secara tahunan dari US$ 2,98 miliar pada 2020. Hal ini membuat laba bersih INKP melesat 79,23% secara tahunan menjadi US$ 527 juta per Desember 2021. 

Bernasib serupa, penjualan bersih TKIM naik sebesar 18,23% secara tahunan. Per Desember 2021 penjualan TKIM mencapai US$ 1,02 miliar dari sebelumnya US$ 866,45 juta. Dari sisi bottom line TKIM mencatatkan laba bersih US$ 249 juta pada akhir 2021. Capaian tersebut naik 67,86% dibanding US$ 148,33 juta pada 2020. Analis BNI Sekuritas Mikhail Joshua Siahaan mengatakan, saham INKP dan TKIM masih undervalued. Ini karena nilai pasar yang terefleksi saat ini masih di bawah nilai fundamental yang diproyeksikan BNI Sekuritas. 


Ajaib Kebanjiran Investor

12 Apr 2022

Partisipasi investor ritel cukup besar dalam penawaran umum saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). PT Ajaib Sekuritas Asia mencatat pemesanan yang masuk mencapai rekor. "Ajaib meraih rekor baru perusahaan dengan jumlah pemesanan IPO GoTo lebih dari 150.000 investasi di aplikasi Ajaib. Angka pencapaian ini mencapi lebih dari dua kali lipat dari rekor IPO sebelumnya," kata Direktur PT Ajaib Sekuritas Asia Anna Lora dalam keterangan resminya, Senin (11/4).

Indo NFT Festiverse

12 Apr 2022

Pameran yang menampilkan karya digital di berbagai marketplace non-fungiable token (NFT) tersebut diikuti 241 creator untuk menghadirkan pengalaman menjelajah dunia NFT melalui aktivitas dunia nyata.

Mandala Multifinance, Stop Penawaran Obligasi

12 Apr 2022

PT Mandala Multifinance Tbk menghentikan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV. Obligasi tersebut telah ditawarkan sejak 29 Juni 2020 silam. Setelah menawarkan obligasi itu dalam empat tahap, Mandala Multifinance berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,41 triliun. Padahal perusahaan itu menargetkan bisa menghimpun dana maksimal mencapai Rp 1,5 triliun.