Pemerintah Pangkas Penerbitan SBN Rp.100 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pemerintah mengurangi penerbitan utang melalui surat berharga negara (SBN) hingga Rp100 triliun per Maret 2022. Pemerintah memilih mengoptimalkan saldo anggaran lebih (SAL) 2021 untuk membiayai APBN. Pengurangan penerbitan utang, kata dia, juga merupakan konsolidasi fiskal pemerintah untuk menekan defisit anggaran kembali ke 3% di 2023." Kami akan mengurangi isuance (penerbitan) utang dengan memaksimalkan SAL. Sampai Maret, penurunan penerbitan utang mencapai Rp 100 triliun,"kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan secara virtual, di Jakarta, Rabu (13/4). Selain penggunaan SAL, dia menegaskan, penyusutan utang terjadi lantaran pemerintah masih memiliki skema kerja sama berbagi beban dengan Bank Indonesia. Skema tanggung renteng itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) I dan SKB II yang masih berlanjut hingga akhir 2022. (Yetede)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023