Warga di Luar Negeri di Minta Kirim Uang
Pemerintah Sri Langka pada Rabu (13/4) mendesak warga di luar negeri atau ekspatriat untuk mengirim uang untuk membantu membayar dua kebutuhan rakyat paling mendesak saat ini, yakni makanan dan bahan bakar minyak, atau BBM. Desakan ini keluar setelah sehari sebelumnya, pemerintah mengumumkan gagal bayar untuk semua utang luar negeri yang mencapai US$ 51 miliar. Negara pulau di Asia Selatan ini sedang berada dalam cengkraman krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada 1948. Pemerintah terus berusaha mengatasi kemarahan rakyat yang semakin berkobar. Protes pengunduran diri pemerintah. Sementara negosiasi untuk menerima dana talangan IMF belum dimulai. Gubernur Bank Sentral Sri Langka Nandalal Weerasinghe mengatakan bahwa negara membutuhkan bantuan warga Sri Langka yang berada diluar negeri. "Untuk mendukung negara pada saat yang genting ini dengan menyumbangkan devisa yang sangat dibutuhkan," katanya. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023