Bangun Smelter Nikel, Ceria Raih Utang US$ 278 Juta
PT Ceria Metalindo Prima mendapatkan sumber pendanaan eksternal berupa kredit sindikasi dari Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Bank (Bank BJB), dan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) untuk membiayai proyek smelter nikel. Presiden Direktur PT Ceria Metalindo Prima, Derian Sakmiwata mengatakan, Ceria berencana membangun empat line RKEF sebesar 72 MVA dengan total produksi per tahun mencapai 252.000 feronikel pada kadar 22%
Agenda lainnya, Ceria Metalindo Prima juga bakal membangun High Pressure Acid Leach (HPAL) dengan total produksi sebesar 103.000 ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kandungan 39% nikel dan 4% kobait. Menurut perhitungan Derian, estimasi dari total kebutuhan investasi untuk proyek-proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 2,2 miliar. "Ini semua kita bangun secara bertahap," tutur dia, dalam konfrensi pers virtual, Rabu (6/4) lalu.
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023