Ekonomi
( 40753 )Cerita Bahagia Para Penangkap Tuna
Penimbangan Arrafif milik Muhlis Lastori (31) di Desa Sangowo, Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (27/7) meski sederhana, merupakan sumber penghidupan Muhlis, dua tahun terakhir. Dia adalah penerima tuna tangkapan nelayan setempat unuk disetor ke PT Harta Samudera di kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai, di Desa Daeo Majiko, Morotai Selatan, 10 km dari Sangowo. Ada 10 perahu yang biasa setor tangkapan kepada Muhlis. Saat bukan musimnya seperti sekarang, Muhlis hanya menerima 15 tuna seberat 300 kg. Saat musim tuna, ia bisa menerima 1.000-2.000 kg per hari. Musim tuna berlangsung tujuh bulan dalam setahun, yakni Januari-April dan Oktober-Desember. Nelayan Sangowo dan Morotai kerap melaut seharian (one day fishing) dengan perahu di bawah 3 GT.
Firman salah seorang nelayan, hari itu mendapatkan lima ekor tuna berbobot 11-19 kg. Biasanya, dia bisa mendapat dua atau tiga kali lipat lebih banyak. Dengan harga tuna Rp 17.000 per kg, Firman mengantongi Rp 1,3 juta. Firman hanya satu dari 700 nelayan Sangowo dan dari sekitar 3.000 nelayan di Morotai, yang tersebar di sisi timur hingga utara Pulau Morotai, seperti Daeo Majiko sampai Bere-bere di Kecamatan Morotai Timur. Menurut Nahrul (50), nelayan lainnya, nelayan tuna bisa mendapat Rp 10 juta per bulan. Mereka lebih sejahtera dari nelayan ikan lainnya. Sebagian tuna dijual ke PT Harta Samudera yang ada di Morotai. Namun, ada juga yang menjual ke Ternate dan Bitung di Sulawesi Utara demi harga tertinggi.
Kepala Cabang PT Harta Samudera I Made Malihartadana mengatakan, perusahaan pengolahan ikannya beroperasi sejak 2018. Dia punya 14 titik pemasok di Morotai. Dari sana, tuna diekspor dalam bentuk loin ke Vietnam melalui Surabaya. ”Setiap tahun, rata-rata ada 25-30 kontainer atau antara 300-360 ton loin ke Vietnam,” ujarnya. Malihartadana menilai, potensi itu masih terbuka lebar dan dibutuhkan beragam cara untuk memacunya, seperti peningkatan ukuran kapal, lama pencarian di laut, hingga luas lokasi pencarian. Penanggung Jawab SKPT Morotai Mahli Aweng mengatakan, potensi penangkapan tuna di Morotai belum ideal karena ukuran kapal relatif kecil.
Sandra Tjan dari Indonesia Locally Managed Marine Area mengatakan, produktivitas nelayan mesti ditingkatkan. Koperasi-koperasi mati dihidupkan kembali, termasuk BUMDes yang banyak tersebar di Morotai. ”BUMDes itu mesti didorong untuk menyedot ikan dari nelayan. Tak hanya tuna untuk dikelola dan dikembangkan, tapi juga ikan lain sehingga pada akhirnya kesejahteraan nelayan akan meningkat,” ujarnya. Saat akses pasar ekspor terbuka, kesejahteraan nelayan semakin terang. Namun, keterbatasan sarana membuat potensi belum optimal. Literasi keuangan juga dibutuhkan sehingga nelayan makin sejahtera. (Yoga)
Mengapungkan Harapan di Kampung Terapung Bajo Torosiaje
Torosiaje, bisa dicapai dengan menyewa mobil Rp 700.000, termasuk bensin dan sopir, mengikuti jalan Trans-Sulawesi ke arah Sulteng. Dari dermaga, pengunjung menyeberangi laut sejauh 700 meter naik perahu bertarif Rp 5.000 per orang menuju Torosiaje. Dari kejauhan, rumah kayu berdinding warna-warni, keramba, perahu nelayan, hingga bangunan sekolah berdiri di atas laut. Inilah perkampungan terapung suku Bajo Torosiaje. Permukiman di atas air itu menjadi magnet bagi wisatawan. Seperti malam Jumat, Jootje Repi (79) berat hati menolak permintaan pengunjung untuk menginap di rumahnya. Empat kamar di homestay Mutiara Laut miliknya penuh hingga tiga malam ke depan. Tarif homestay itu Rp 150.000 per kamar per hari dengan ruangan 3,5 x 3 meter berisi kasur, meja, kipas angin, dan cermin.
Jootje mendesain rumah terapung berukuran 11 x 20 meter itu sebagai homestay pada 2012. Kala kepala desa Torosiaje periode 2005-2011 itu diminta pejabat Kementerian Pariwisata menyediakan penginapan. ”Tidak perlu mewah, yang penting bersih,” ucapnya. Ketika wisata Torosiaje berkembang tahun 2018, pemda dan masyarakat menyiapkan 11 rumah sebagai homestay. Di situ pengunjung juga tinggal bersama pemilik rumah. Wisatawan bisa ke dapur jika lapar tengah malam. ”Ibu Gubernur (Idah Rusli Habibie) pernah makan di dapur,” ucap Jootje sambil menunjuk meja makan kayu. Namun, kini, tersisa dua rumah warga yang dijadikan penginapan.
Pelanggannya mayoritas ASN dalam dan luar Gorontalo. Bulan lalu, ada pula pengunjung asal China menginap di sana. Kehadiran homestay mengungkit usaha warga, dari warung makanhingga ojek perahu. ”Kalau libur Lebaran, saya bias dapat Rp 300.000 per hari. Biaya bensin Rp 20.000. Kalau tangkap ikan, modalnya Rp 100.000,” ucap Aman Latif (40), warga Torosiaje Jaya, desa tetangga Torosiaje. Pertama kali ke Torosiaje, Kustami(50), warga Sragen, Jateng, takjub pada perkampungan terapung itu. ”Saya penasaran, masak ada kampung di atas laut. Saya pikir Cuma sedikit, ternyata banyak rumah,” ucap wisatawan yang datang bersama sembilan anggota keluarganya itu.
Kepala Desa Torosiaje Uten Sairullah mengatakan, perkampungan terapung di desanya juga telah menarik wisatawan. Pihaknya juga mengembangkan Alo Cinta, jembatan kayu dengan panjang 300 meter yang bagian ujungnya berbentuk hati. Dermaga itu dicat warna-warni. Pengunjung dapat menikmati matahari terbenam di sana. Pihaknya juga tengah mengembangkan spot menyelam dan melihat hiu. Lokasinya di Pulau Karang, sekitar satu jam dengan kapal cepat dari Torosiaje. (Yoga)
Malaysia Hadapi Tantangan Ekonomi di Kuartal IV
KUALA LUMPUR – Menteri Keuangan (Menkeu) Zafrul Aziz mengatakan Malaysia akan menghadapi tantangan ekonomi pada kuartal IV-2022. Hal ini diprediksi terjadi apabila tantangan-tantangan global, seperti perang Rusia antara Ukraina dan kebijakan nihil Covid-19 di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus berlanjut. “Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Malaysia. Setiap gangguan pada rantai pasokan dan perdagangan bakal mengurangi beberapa ekspektasi pertumbuhan Malaysia pada kuartal IV tahun ini,” ujar Zafrul, yang dilansir CNBC pada Senin (15/8). Maybank Investment Banking Group pun memiliki pandangan yang sama. “Bank memperkirakan kenaikan inflasi dan suku bunga di dalam negeri dan di seluruh dunia, bersama dengan tanda-tanda perlambatan di ekonomi utama seperti Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok akan mulai memiliki dampak yang terlihat pada ekonomi negara itu di kuartal IV dan seterusnya,” kata Suhaimi Ilias, kepala ekonom group Maybank IBG. Ditambahkan oleh Zafrul, momentum pertumbuhan untuk Juli hingga September seharusnya menunjukkan penguatan. Tetapi ini bisa menjadi hasil dari efek dasar negatif dari periode yang sama tahun sebelumnya. (Yetede)
MENOPANG KINERJA DAGANG
Indonesia memiliki riwayat cemerlang untuk urusan kinerja dagang. Paling tidak hal itu tecermin dari surplus neraca perdagangan yang berlangsung selama 26 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Bahkan, neraca perdagangan Indonesia selama semester I/2022 yang mencapai US$24,89 miliar merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Kendati demikian, pada semester kedua tahun ini tantangan untuk menjaga kinerja dagang bakal makin berat lantaran adanya tren penurunan harga sejumlah komoditas ekspor serta risiko penurunan permintaan dari sejumlah negara. Jika dicermati, harga crude palm oil (CPO) dalam beberapa bulan belakangan turun jauh dari puncaknya yang sempat melampaui 7.000 ringgit per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2022, kontrak teraktif di Bursa Derivatif Malaysia, pada Jumat (12/8) ditutup menguat 3,7% secara harian ke 4.420 ringgit per ton. Harga bijih besi juga melandai setelah memuncak pada April 2022 di posisi US$162 per ton. Kontrak berjangka bijih besi pengiriman September bertengger di US$109,8 per ton di Bursa Singapura pada Jumat (12/8). Hanya harga batu bara yang menunjukkan tren stabil kendati sempat mengalami penurunan tipis. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan Indonesia Juli 2022 surplus US$3,85 miliar. Menurutnya, harga komoditas yang tinggi tetap mendukung kinerja ekspor pada Juli 2022, kendati bakal melemah sejalan dengan aktivitas perdagangan global yang melambat.
BIAYA JASA OJEK DARING : APLIKATOR MASIH BERBEDA PENDAPAT
Perusahaan aplikasi transportasi masih berbeda pendapat soal kenaikan biaya jasa ojek sepeda motor yang ditunda selama 25 hari sejak ditetapkan Kementerian Perhubungan. Perusahaan aplikasi transportasi Maxim Indonesia menilai kenaikan biaya jasa bisa kontradiktif dengan upaya pemerintah dalam memulihkan keadaan ekonomi negara. Sebaliknya, Gojek Indonesia dan Grab Indonesia memilih memanfaatkan penundaan kenaikan biaya jasa ojek daring selama 25 hari untuk sosialisasi ke mitra pengemudi dan masyarakat. Business Development Manager Maxim Indonesia Imam Azhar Mutamad menjelaskan Maxim masih mempelajari regulasi baru soal biaya jasa ojek sepeda motor. Menurutnya, salah satu yang menjadi fokus adalah tarif minimal untuk jarak tempuh paling jauh 5 km dari sebelumnya 4 km. Sebaliknya, SVP Corporate Affairs Gojek Indonesia Rubi W. Purnomo menyatakan siap menindaklanjuti perpanjangan kenaikan tarif ojek daring dengan melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa dan pengemudi. Sesuai dengan arahan Kemenhub, lanjutnya, pelaksanaan kenaikan tarif dalam Kepmenhub No. KP 564/2022 diberikan masa tenggang selama 25 hari kalender sejak ditetapkan pada 4 Agustus 2022. Berdasarkan arahan tersebut, Gojek juga akan mematuhinya dengan melakukan sosialisasi agar kenaikan tarif tidak menimbulkan pro dan kontra.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno menjelaskan Kemenhub menetapkan bahwa penyesuaian aplikator terhadap tarif ojek daring dapat dilakukan paling lambat 25 hari kalender sejak beleid tersebut ditetapkan. Semula Kepmenhub No.KP 564/2022 menetapkan pemberlakuan efektif dilakukan maksimal 10 hari kalender sejak diundangkan pada 4 Agustus 2022. Namun, berdasarkan hasil peninjauan kembali, diperlukan waktu yang lebih panjang untuk melakukan sosialisasi terhadap tarif baru ini bagi seluruh pemangku kepentingan. Sementara itu, pemerhati transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas berharap hubungan antara aplikator dengan mitra pengemudi makin baik setelah penetapan biaya jasa baru ojek daring. “Persoalan hubungan industrial yang eksploitatif tidak boleh terjadi lagi dengan adanya kenaikan tarif baru.”
Was-Was Laju Inflasi Tinggi Akibat Tarif Transportasi
Kementerian Perhubungan (Kemhub) resmi menunda kenaikan tarif ojek online menjadi akhir Agustus 2022 ini. Kabar ini menjadi sedikit melegakan, sekaligus memantik kecemasan.
Di satu sisi, penundaan kenaikan tarif ojek online menunda tambahan beban masyarakat. Di sisi lain, ini membikin cemas bisa memacu inflasi lebih tinggi bulan depan lantaran efek gulir naik tarif bersamaan dengan trem kenaikan harga akibat energi serta pangan yang belum reda.
Utang Baru 2022 Dipangkas Rp 221 Triliun
Kabar baik dari Kementerian Keuangan. Realisasi utang baru untuk mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 akan lebih rendah dari proyeksi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan realisasi APBN 2022 per akhir Juli 2022 menyatakan, realisasi pembiayaan utang sampai akhir Juli 2022 mencapai Rp 236,9 triliun atau 25,1% dari pagu di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 tahun 2022 yakni sebesar Rp 943,7 triliun.
Pemerintah menyesuaikan target lelang SBN. Selain itu target SBN valas mempertimbangkan kondisi kas pemerintah dan dinamika pasar keuangan, dan menambah volume penerbitan SBN Ritel yang juga untuk meningkatkan partisipasi investor domestik.
Sementara penarikan pinjaman program fleksibel menyesuaikan kondisi pemenuhan pembiayaan pemerintah.
Lebih lanjut, bendaharawan umum negara tersebut juga menargetkan penerbitan utang baru pada 2022 hanya mencapai Rp 1.195 triliun atau lebih rendah sebesar Rp 221 triliun dari rencana semula sebesar Rp 1.416 triliun.
PWON Raih Penjualan Rp 800 M
Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membidik perolehan marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun di tahun 2022. Hingga semester pertama lalu, PWON telah berhasil mengantongi 44% dari target marketing sales tahun ini, atau sebesar Rp 800 miliar."Target perusahaan Rp 1,8 triliun untuk 2022, jadi sisa target untuk semester II ini sebesar Rp 1 triliun," ucap Direktur dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, saat dihubungi KONTAN, Jumat (12/8) lalu.
OJEK DARING, Tarif Baru Ditunda untuk Sosialisasi
Kemenhub menunda pemberlakuan ketentuan tentang tarif baru ojek daring untuk menambah waktu sosialisasi. Regulasi baru yang merevisi ketentuan serupa yang ditetapkan tahun 2019 itu diharapkan melindungi para mitra pengemudi. Tarif baru ojek daring itu diatur melalui Kepmenhub No KP 564 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor untuk Kepentingan Masyarakat yang ditetapkan pada 4 Agustus 2022. Semula, keputusan berlaku efektif maksimal 10 hari kalender sejak penetapan, tetapi direvisi menjadi 25 hari kalender guna menambah waktu sosialisasi.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno dalam keterangannya, Sabtu (13/8) mengatakan, penambahan waktu sosialisasi itu berdasarkan masukan dari sejumlah pihak. Kemenhub berharap perusahaan-perusahaan penyedia aplikasi ojek daring (aplikator) bisa segera menerapkan tarif baru serta meningkatkan pelayanan dan keselamatan penumpang. Pengamat transportasi, Darmaningtyas, Minggu (14/8), berpendapat, keputusan itu menjadi tanda bahwa permintaan para pengemudi ojek daring akan penyesuaian tarif sejak 2019 akhirnya disetujui pemerintah. (Yoga)
Beban Produksi Mendorong Inflasi
Inflasi di tingkat produsen tercatat sudah melampaui inflasi konsumen yang pada Juli 2022 mencapai 4,94 % secara tahunan. Beban biaya produksi yang meningkat berpotensi mendorong kenaikan harga produk di pasaran dalam waktu dekat dan dapat semakin mendorong inflasi. Berdasarkan data BPS, indeks harga produsen (IHP) gabungan tiga sektor, yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian, dan industri pengolahan pada triwulan II-2022 mencapai 165,80, naik dari IHP triwulan II-2021 yang sebesar 148,34. Artinya, inflasi di tingkat produsen pada triwulan II-2022 secara tahunan sudah mencapai 11,77 %, jauh melampui inflasi di konsumen yang pada Juli 2022 mencapai 4,94 persen.
Inflasi produsen tertinggi terdapat di sektor makanan dan minuman, yaitu industry pengolahan dan pengawetan daging, ikan, buah-buah, sayuran, serta minyak dan lemak, yakni 10,16 % secara tahunan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman, Minggu (14/8) mengatakan, saat ini beberapa produsen mulai menaikkan harga produk jadi di pasaran karena tak kuat menahan kenaikan biaya produksi yang terjadi sejak pandemi Covid-19. Contohnya, harga mi instan. ”Tak sampai tiga kali lipat, tetapi memang sudah naik. Produsen masih berupaya agar harganya tidak naik terlalu tinggi dengan cara menekan untung,” kata Adhi. Meski demikian, produsen tak bisa berlama-lama menahan harga. Terlebih bagi produsen skala kecil dan menengah (IKM). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









