Ekonomi
( 40498 )Astra Financial Targetkan Rp 1,5 Triliun dari GIIAS 2022
Sembilan perusahaan jasa keuangan yang tergabung dalam grup Astra Financial akan berpartisipasi pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2022 pada 11-21 Agustus 2022. Astra Financial menargetkan transaksi Rp 1,5 triliun dari ajang tersebut. Director-in-Charge Astra Financial Suparno Djasmin menjelaskan, pada GIIAS 2022 kali ini, pihaknya membawa 9 dari 14 unit bisnisnya untuk memberikan layanan jasa keuangan kepada pengunjung pameran, yang terdiri dari 3 perusahaan pembiayaan, 2 perusahaan asuransi, dan 4 perusahaan teknologi finansial (tekfin).
Tiga perusahaan pembiayaan itu adalah FIF Group, Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Finance (TAF). Adapun dua perusahaan asuransi adalah Asuransi Astra dan Asuransi Jiwa Astra (Astra life). Sementara empat perusahaan tekfin adalah AstraPay, Maucash, Moxa, dan SEVA. ”Astra Financial sangat mendukung pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Kami juga memberikan layanan jasa finansial agar memudahkan masyarakat menjangkau pembelian otomotif,” ujar Suparno dalam acara Media Gathering GIIAS Astra Financial 2022, di Menara Astra, Jakarta, Senin (8/8). (Yoga)
Persepsi Konsumen Masih Optimistis pada Juli
Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Juli 2022 tetap terjaga. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2022 sebesar 123,2 atau dalam zona optimis (indeks >100). Meskipun tidak setinggi indeks pada Juni yang sebesar 128,2, persepsi optimisme konsumen ini tergambar pada siaran pers BI, Senin (8/8). (Yoga)
Tarif Baru TN Komodo Ditunda
Pemerintah menunda pemberlakuan tarif baru ke Taman Nasional Komodo (TNK) hingga 1 Januari 2023. Waktu penundaan lima bulan ke depan akan dimanfaatkan untuk sosialisasi dan perbaikan komunikasi terkait dengan rencana pemberlakuan tarif baru ke TN Komodo. Menparekraf/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, di Istana Kepresidenan, Senin (8/8) mengatakan, Presiden Jokowi setuju dengan penundaan pemberlakuan tarif baru masuk ke TNK, Labuan Bajo, NTT. Penundaan pemberlakuan tarif masuk sebesar Rp 3,75 juta per orang tersebut akan dilakukan hingga 1 Januari 2023. ”Sebetulnya kami sudah mendapat arahan dari Pak Jokowi di awal minggu dan sudah kami koordinasikan dan ini (penundaan) sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Sandiaga. ”Tapi beberapa bulan ke depan ini akan kami siapkan melalui suatu komunikasi yang transparan, akuntabel, dan responsible dan fair. Kami ingin tampung semua aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya. (Yoga)
Antam Bangun Kawasan Industri Bahan Baku Baterai EV
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menggandeng
produsen prekursor terbesar di
dunia asal Tiongkok, CNGR, untuk
membangun kawasan industri yang
menghasilkan produk hilir nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan
listrik (electric vehicle/EV). Kerja
sama ini akan mengadopsi teknologi terbaru pembangunan lini
produksi nikel yang berkomitmen
pada pengurangan karbon dan green
development.
“Terkait proyek hilirisasi nikel,
Antam saat ini fokus mengembangkan bisnis EV battery ecosystem.
Kami sangat mengapresiasi niat
CNGR untuk bekerja sama dalam
pengembangan fasilitas produksi
hilir nikel. Kami memahami, CNGR
merupakan mitra strategis yang
potensial bagi Antam, karena memiliki pengalaman teknologi canggih
dalam pengolahan nikel dan memiliki kinerja bisnis perusahaan yang
baik,” kata Direktur Utama Antam
Nico Kanter dalam keterangan
resminya, Senin (8/8/2022)
Asaki dan AKLP Sampaikan Permasalahan Gas hingga ODOL ke Menperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan asosiasi-asosiasi industri pada Kamis (4/8/2022) lalu. Pertemuan ini untuk membahas gejolak ekonomi global dan antisipasi sektor industri dalam menghadapi kondisi tersebut. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) dan Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) yang termasuk asosiasi yang diundang langsung menyampaikan keluh kesah yang mereka alami. Kedua Asosiasi tersebut menyampaikan permasalahan gangguan pasokan gas hingga meminta pemerintah mengkaji ulang rencana penerapan Over Dimension dan Overloading atau ODOL pada tahun ini. “Selama ini pemenuhan gas hanya berkisar 60% dari kebutuhan. Hal tersebut tentu sangat membebani biaya produksi dan daya saing industri keramik Jawa Timur, di mana rata-rata pembelian harga gas berada di atas
US$ 7,5/mmbtu,” kata Edy kepada Investor Daily, Jakarta, belum lama ini. (Yetede)
Sarana Menara Akuisisi Aset Fiber Optik Alita Rp801 Miliar
Emiten Infrastruktur Telekomunikasi Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), memborong aset fiber optik PT Alita Praya Mitra senilai Rp 801 miliar. Berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli , BIT akan membeli aset beroptik milik Alita dengan nilai transaksi Rp 801 miliar, tunduk pada penyesuaian berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli,” kata Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Monalisa Irawan dalam keterangan resmi, Senin (8/8/2022). Selain meneken perjanjian pengikatan jual beli aset ber-optik antara BIT selaku pembeli dan Alita sebagai penjual, dalam transaksi tersebut juga ditandatangani perjanjian jaminan perusahaan oleh anak usaha TOWR yang lain yaitu PT Iforte Solusi Infotek (Iforte). Penandatanganan jaminan perusahaan ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 huruf bangka 2 POJK 42 tentang transaksi antara sesama perusahaan terkendali yang paling sedikit 99% sahamnya dikuasai perseroan. (Yetede)
Mendorong Ekonomi dari Sektor Industri Pengolahan
Pemerintah berupaya menjadikan industri pengolahan atau manufaktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi paruh kedua 2022. Agar daya dorong manufaktur terhadap perekonomian lebih kuat pemerintah menjajikan bantuan sektor ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan bantuan pemerintah bukan berupa insentif khusus. Menurut Airlangga, yang dibutuhkan industri manufaktur terutama adalah pembangunan infrastruktur yang baik dan posakan gas, bahan bakar minyak (BBM, dan juga kelistrikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2022 lalu dengan persentase 17,84%. Pada periode tersebut, sektor ini tumbuh 4,01% year on year (yoy). Walaupun pertumbuhan manufaktur ini melambat ketimbang kuartal I-2022 yang mencapai 5,07% yoy.
Emiten Konsumer Masih Moncer
Daya beli masyarakat mulai merosot. Ini tercermin dari survei Danareksa Research Institute (DRI) terhadap Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juli 2022. Menilik survei tersebut, IKK Juli 2022 berada di level 89,1 atau turun 2,0% secara bulanan dari 90,9.
Penurunan IKK didorong peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dan peningkatan tarif listrik. Kenaikan harga pangan pada Juli, seperti cabai dan bawang, ikut menekan keyakinan konsumen.
Di tengah anjloknya IKK, kinerja emiten sektor barang konsumsi diyakini masih moncer. Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai, geliat mobilitas penduduk dan akselerasi vaksinasi ikut mendorong prospeknya kinerja emiten konsumsi.
Pengalihan dari JiwaSraya
Hingga akhir Juni 2022. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) telah menerima pengalihan liabilitas dari PT Asuransi JiwaSraya sebanyak 87,2%. Nilai Rp 28,8 triliun bagian dari total liabilitas yang dialihkan pada tahap pertama senilai Rp 33,02 triliun. Plh Sekretaris Perusahaan IFG Life, Mahendra Djoko Prasetyo mengatakan, IFG Life berkomitmen menyelesaikan pembayaran manfaat polis-polis yang telah dialihkan jika sudah memenuhi kriteria.
BERBURU CUAN SAHAM ANYAR
Gelombang aksi go public terus berlanjut di lantai bursa. Momentum pasar modal yang sedang menanjak membuat ‘kontes kecantikan’ emiten untuk memikat investor kian menarik. Tak ayal, kondisi tersebut diyakini dapat dimanfaatkan investor untuk mendapatkan saham-saham yang menjanjikan. Kabar terbaru, pada tanggal cantik 8 Agustus 2022 alias hari ini, empat emiten anyar melantai di Bursa Efek Indonesia. Mereka yaitu PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang menggalang dana hasil initial public offering (IPO) Rp1 triliun, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) Rp222,4 miliar, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES) Rp31,5 miliar, dan PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) Rp35 miliar. Kehadiran mereka membuat total emiten anyar yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun mencapai 38 perusahaan. Jumlah tersebut kian mendekati target otoritas bursa yang membidik tambahan 55 emiten baru pada 2022. Selain emiten baru tersebut, PT Klinko Karya Imaji Tbk. (KLIN), PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH), dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) juga bakal listing pada Selasa (9/8). Menariknya, sejumlah perusahaan pendatang baru terafiliasi dengan konglomerasi atau taipan. Sebut saja MORA yang terkait dengan Grup Sinar Mas karena sebagian sahamnya digenggam oleh anak usaha PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









