Ekonomi
( 40753 )Desa Sejahtera Astra Mulai Ekspor Produk
Produk unggulan beberapa desa di Kabupaten Wakatobi, Bombana, dan Bone, Sulsel, senilai Rp 6,5 miliar diekspor untuk pertama kalinya ke sejumlah negara, yaitu Amerika, China, India, dan Pakistan. Barang yang diekspor berupa produk perikanan, rumput laut, dan minyak nilam. Ekspor perdana ditandai seremoni Ekspor Produk Desa 2022 di Makassar, Jumat (12/8). Rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari Festival Kewirausahaan Astra 2022. (Yoga)
Indonesia Diminta Segera Lindungi Lahan Sawah
Rembuk Tani Jatim mengeluarkan empat rekomendasi untuk mengamankan ketahanan pangan di provinsi ini. Salah satunya, pemerintah secepatnya menetapkan lahan sawah dilindungi agar tidak kian tergerus. Jika lahan sawah seluas seperti sekarang, diprediksi pada 2045 lahan sawah di seluruh Indonesia tinggal 3,4 juta hektar. Dengan luas ini, sangat tidak mungkin memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Selain mengkritisi soal lahan sawah, tiga rekomendasi lain adalah pentingnya kolaborasi semua pemangku kebijakan pertanian, keberadaan lembaga riset dan sistem data informasi pertanian, serta pencabutan subsidi pupuk. Keempat rekomendasi itu dihasilkan dalam Rembuk Tani Jatim saat InaGRO Expo 2022 yang digelar Kadin Jatim di Surabaya mulai Kamis hingga Minggu (11-14/8).
Menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jatim Sumrambah, yang juga Wakil Bupati Jombang, rekomendasi itu akan disampaikan kepada Gubernur Jatim Khofifah dan Presiden Jokowi. Disebutkan, saat ini alih fungsi lahan sangat luar biasa. Secara nasional, luas lahan pertanian di Indonesia pada 2012 mencapai 8,4 juta hektar. Pada 2019, hanya 7,4 juta hektar. Artinya, dalam tujuh tahun, penyusutan lahan pertanian di negeri dengan penduduk 270 juta jiwa ini sekitar 1 juta hektar. Agar tak terus menyusut, menurut Sumrambah, pemerintah harus segera memutuskan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Langkah ini penting untuk dilakukan agar lahan sawah terlindungi dan tidak tergusur oleh sektor lain. (Yoga)
ASING RAMAIKAN LANTAI BURSA
Kembali derasnya aliran modal investor asing ke pasar saham Indonesia menjadi suntikan tenaga bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Saham blue chips dengan fundamental kuat di sektor perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan otomotif diproyeksi mendapat berkah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepanjang tahun berjalan 2022, transaksi investor asing mencetak beli bersih atau net buy sebesar Rp60,33 triliun. Angka itu termasuk net buy Rp4,21 triliun sepanjang pekan ini. Aksi borong asing di pasar saham berbanding terbalik dengan kondisi di pasar surat utang negara. Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) tradeable menyusut Rp127,91 triliun sejak awal tahun hingga Rabu (10/8). Kendati demikian, investor asing kembali menambah kepemilikan di SBN sebesar Rp12,19 triliun sepanjang 1—10 Agustus 2022.
Adapun, net buy asing di pasar saham membuat IHSG sepekan terakhir menguat 0,63% ke level 7.129,27 pada akhir perdagangan Jumat (12/8).
Vice President PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan arus modal asing akan terus berlangsung pada kuartal III/2022.
Meski Tengah Loyo, Dollar AS Masih Tetap Berjaya
Kurs dollar Amerika Serikat (AS) masih dalam tekanan. Ini terlihat dari pergerakan indeks dollar AS yang terus turun. Per pukul 21.20 WIB kemarin, indeks dollar AS bercokol di level 104,80.
Meski masih jauh lebih tinggi dari posisi di akhir 2021 silam, indeks dollar AS sudah bergerak menjauh dari level tertingginya tahun ini di 108,54 ((14/7).
BSI dan Muhammadiyah Bersinergi Perkuat Penetrasi Keuangan Syariah
JAKARTA -- Pemerintah terus memantau kondisi harga komoditas energi dan dampaknya ke perekonomian domestik. Untuk mengantisipasi dampak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, pemerintah menyiapkan skenario dengan memanfaatkan cadangan dana program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 18riliun sebagai bantalan melalui bantuan sosial. “Apabila guncangan harga terutama kalau harga BBM atau listrik kemudian tidak bisa tertahan, dan kemudian harus dilakukan suatu adjustment, maka perlu suatu bantalan sosial tambahan,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (Kita), Kamis (11/8/2022). Dia mengatakan pihaknya tetap memperhatikan dan melakukan antisipasi bila terjadi kenaikan harga komoditas. Pengelolaan APBN dilakukan secara hati-hati agar tujuan-tujuan nasional tetap terjaga yaitu pemulihan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang sehat, yang kemudian disertai stabilitas dari sisi harga. (yetede)
Semester I, Laba Ciri Indonesia Tumbuh 63%
JAKARTA – Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp 750 miliar atau tumbuh 63% secara year on year (yoy) pada semester I-2022 Sementara itu, hingga akhir tahun ini Citi menargetkan penyaluran kredit tumbuh 6%. Portofolio kredit Citi pada semester I-2022 meningkat 9,8% (yoy) menjadi Rp 43,7 triliun. Pertumbuhan portofolio kredit didongkrak lini bisnis institutional banking, terutama pada sektor industri manufaktur serta perantara keuangan. Pertumbuhan portofolio kredit Citi ditunjang oleh tingkat kualitas dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 11,1%, sehingga loan to deposit ratio (LDR) di level 64%. Selain itu, Citi Indonesia memiliki tingkat kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 26%.Citi pun mencatatkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/ NPF) gross 2,86% pada semester I-2022. Terjadi peningkatan kualitas aset jika dibandingkan NPL pada periode sama
tahun sebelumnya di level 3,61%.
NFCX Siap Ngebut di Bisnis Motor Listrik
Emiten grup MCAS, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) gelontorkan dana sekitar Rp 300 miliar–Rp 400 miliar sampai dengan tahun 2023 untuk memproduksi motor listrik Volta. Hingga akhir tahun 2022, NFC Indonesia menargetkan produksi motor listrik bisa mencapai 10.000 unit.
Vice President of Investor Relations of MCAS Group, Zefanya Angelina Halim mengatakan, pihaknya melihat potensi usaha segmen energi bersih di Indonesia sangatlah besar, terutama untuk motor.
Mengingat penjualan motor nasional mencapai 5-6 juta motor per tahunnya dan juga mayoritas penduduk Indonesia adalah pengguna motor.
MEMACU DERU INDUSTRI OTOMOTIF
Industri otomotif sedang dihinggapi berbagai momentum positif yang dapat mengerek kinerja penjualan di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Selain insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) yang masih berlaku, terbuka pula peluang ekspor ke sejumlah negara seperti Australia dan negara-negara Afrika. Demikian pula dengan kian derasnya aliran investasi dari sejumlah perusahaan otomotif asing yang bakal mengerek produksi di Indonesia. Merujuk data Asean Automotive Federation (AAF), produksi mobil Indonesia sepanjang semester I/2022 sebanyak 658.285 unit, sedangkan Thailand telah mencapai 911.087 unit. Produksi mobil Negeri Gajah Putih yang melampaui kemampuan Indonesia itu ditopang kinerja ekspor dan pasar domestiknya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pasar kendaraan bermotor di Indonesia masih besar dan bakal terus tumbuh dan memberikan dampak positif pada devisa negara.
Airlangga mengatakan pemerintah terus melebarkan sayap untuk pasar ekspor. Dia optimistis Indonesia mampu menjadi eksportir utama produk kendaraan. Saat ini, produk otomotif dari Indonesia sudah diekspor ke lebih dari 80 negara. Melihat berbagai potensi dan pencapaian itu, katanya, pemerintah melanjutkan upaya penguatan industri otomotif melalui berbagai kebijakan.
Kembangkan Ekosistem Digital Masyarakat Urban, Bank Mandiri Gaungkan Livin’ Pasar
PT Bank Mandiri Tbk. berkomitmen mewujudkan aspirasi perusahaan menjadi Urban Lokomotif lewat beragam program dukungan pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Salah satu implementasinya yakni Program Livin’ Urban yang berfokus menyejahterakan masyarakat mulai dari digitalisasi pasar bertajuk Livin’ Pasar, lalu Livin’ Warung, Livin’ Kampoeng Usaha dan Kampoeng Sehat hingga Livin’ Society. Kali ini, bekerjasama dengan Pemprov DIY, Bank Mandiri menginisiasi Livin’ Pasar untuk mempercepat digitalisasi transaksi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (11/8). Kegiatan ini dihadiri dan disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas, serta SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso. Bank Mandiri menggarap pasar sebagai salah satu ekosistem terintegrasi, mulai dari supplier, distributor, logistik, penjual Dan pembeli agar mendapatkan solusi perbankan. Selain itu, Bank Mandiri juga mengadakan program Bonus i kupon Indomaret Rp50.000 pakai QR Livin’ di Pasar Beringharjo mulai 10 - 14/8/2022, yang diharapkan turut mendorong minat transaksi menggunakan QR di Super App Livin’ by Mandiri.
Sengketa Ekonomi Syariah
Dalam praktik di industri jasa keuangan, tidak menutup kemungkinan terjadinya sengketa ekonomi antara operator di industri jasa keuangan dengan para pihak terkait. Seringkali, sengketa ekonomi yang terjadi melibatkan pihak lembaga keuangan dengan nasabahnya. Selama ini, penyelesaian sengketa ekonomi bisa dilakukan dengan dua jalur, yakni jalur litigasi dan jalur nonlitigasi. Penyelesaian sengketa ekonomi melalui jalur litigasi menjadikan institusi pengadilan sebagai mandatori bagi para pencari keadilan ekonomi.Namun, tidak semua sengketa ekonomi berujung melalui lembaga pengadilan. Sangat dimungkinkan sengketa ekonomi diselesaikan melalui jalur nonlitigasi dengan memanfaatkan proses mediasi ataupun melalui arbitrase sesuai dengan kesepakatan antara pihak yang bersengketa.
Sedangkan sengketa ekonomi syariah yang terjadi di lembaga keuangan syariah kewenangan yuridisnya berada di lembaga Pengadilan Agama (PA).Data yang bersumber dari Mahkamah Agung (MA) menunjukkan adanya tren kenaikan penyelesaian sengketa ekonomi syariah yang masuk ke PA sepanjang 2017—2019. Berdasarkan hasil laporan Good Corporate Governance (GCG) 2021 yang dilansir oleh BSI, ada 359 perkara sengketa ekonomi syariah di BSI, terdiri atas 315 perkara perdata dan 44 perkara pidana. Dari total perkara perdata, baru 95 perkara yang sudah selesai, telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









