Perlambatan Permintaan Rugikan Eksportir Asia
SINGAPURA – Kepala ekonom Asia HSBC, Frederic Neumann mengatakan bahwa para eksportir di Asia bakal menghadapi tantangan dan kerugian signifikan karena melambatnya permintaan dari pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat (AS), Eropa dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam beberapa bulan mendatang. “Produsen-produsen di Eropa sudah mundur cukup signifikan, yaitu di Jerman. Ingat bahwa Eropa adalah pasar ekspor utama bagi eksportir Asia. Kami juga memperkirakan pada dasarnya pengiriman yang terjadi pada semester kedua tahun ini, yang melengkapi poros dalam pengeluaran AS yang jauh dari barang. Perlambatan AS dan Eropa akan menjadi hambatan bagi eksportir Asia,” ujar Neumann kepada CNBC pada Senin (8/8). Ia menambahkan, perlambatan ekonomi di Tiongkok akan semakin memperburuk masalah yang dihadapi eksportir di kawasan itu, “Data perdagangannya sangat jelas menunjukkan pelemahan permintaan domestik ini. Tiongkok adalah pasar ekspor besar ketiga yang benar-benar perlu kita dukung – yang sepertinya juga tidak benar- benar meningkat. Dari perspektif itu, resesi perdagangan tidak dapat dikesampingkan pada saat ini,” kata dia. (Yetede)
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023