;
Kategori

Ekonomi

( 40753 )

2023, Anggaran Dana Desa Naik Jadi Rp 700 T

17 Aug 2022

JAKARTA, ID – Anggaran Dana Desa dalam RAPBN 2023 mencapai Rp 70 triliun, naik dari outlook 2022 sebesar Rp 67,9 triliun. Hal ini diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi desa dan nasional di tengah ketidakpastian global. Dana Desa masuk dalam anggaran transfer ke daerah (TKD) yang dalam RAPBN 2023 dipatok Rp 811,7 triliun. Kebijakan transfer ke daerah diarahkan untuk meningkatkan sinergi kebijakan fiskal pusat dan daerah, serta harmonisasi belanja pusat dan daerah. Sejauh ini, belum disebutkan berapa jumlah desa yang akan menerima Dana Desa tahun depan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah desa di Indonesia mencapai 83 ribu tahun 2021. Jika menggunakan data itu, masing-masing desa akan mendapatkanrata-rata Dana Desa Rp 843 juta tahun depan. Pada 2022, jumlah desa penerima dana desa mencapai 74 ribu. Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta penguatan kualitas pengelolaan TKD sejalan dengan implementasi UU Nomor 1 Tahun2022 tentang Hubungan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Anggaran TKD dalam RAPBN 2023 lebih tinggi 1,6% dibandingkan outlook tahun 2022. (Yetede)

Kemenperin Siapkan Strategi Dukung Ekonomi Tambah 5,3% pada 2023

17 Aug 2022

JAKARTA, ID – Pemerintah telah menetapkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,3% pada 2023. Untuk mendukung pencapaian target tersebut dibutuhkan daya ungkit yang optimal dari sektor manufaktur. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan strategi dalam satu tahun ke depan. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, langkahlangkah prioritas Kemenperin dalam satu tahun ke depan antara lain penambahan komoditas untuk neraca komoditas yang didorong di tahun 2023. “Ini penting untuk menjamin pasokan bahan baku atau bahan penolong dan mendukung nilai tambah dan hilirisasi di dalam negeri,” jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/8). Kedua, perluasan penerima Harga Gas
Bumi Tertentu (HGBT) untuk industri. Kebijakan HGBT telah terbukti mampu memperkuat resiliensi dan daya saing industri pengguna gas. Ini karena terjadi efisiensi terutama pada biaya operasional dan bahan baku industri pengguna gas. Ketiga, mengintensifkan upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Dalam pidato tadi pagi, Presiden kembali menyampaikan, upaya memprioritaskan penggunaan produk-produk Industri Indonesia dalam belanja APBN, APBD,  dan BUMN akan terus didisiplinkan. (Yetede)

Aktivitas Masyarakat Melesat, Impor BBM dan Gas Membludak

16 Aug 2022

Meningkatnya aktivitas masyarakat sejak awal tahun, seiring makin terkendalinya kasus pasien positif Covid-19 membuat permintaan atau konsumsi bahan bakar minyak (BBM) meningkat tajam. Tak ayal, ini membuat impor bahan bakar minyak Indonesia melonjak. Celakanya, saat permintaan BBM dalam negeri terus meningkat, harga minyak mentah dunia juga melenting akibat konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Kondisi ini diperburuk oleh penguatan kurs dollar Amerika Serikat terhadap mata uang lain. Ini pula yang membakar harga minyak mentah dunia. Rentetannya, harga produk BBM juga terkerek naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor hasil minyak sepanjang Januari-Juli 2022 mencapai US$ 14,37 miliar, naik 97,71% dibandingkan periode sama tahun 2021. "Impor hasil minyak ini termasuk untuk bahan bakar motor, pesawat atau avtur, bahan bakar diesel, dan lain-lain untuk tujuh bulan pertama tahun ini," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Senin (15/8). Selain itu, impor gas dalam tujuh bulan pertama tahun ini US$ 3,12 miliar, naik 49,6% yoy. Secara volume tercatat 3,90 juta ton atau naik 4,92% yoy.

KLIN Ekspor Pel ke Amerika

16 Aug 2022

Produsen alat kebersihan, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) resmi merambah pasar ekspor. Terbaru, perusahaan telah mengirimkan 100.000 pieces (pcs) mop head (alat pel) refil ke Amerika Serikat (AS). Direktur Utama KLIN Anggun Supanji menuturkan ekspor ini merupakan awal dari realisasi kontrak kerja jangka panjang di Negeri Paman Sam itu. Selain itu, Klinko telah mengantongi dua pesanan lain yang sedang disiapkan untuk total pesan 100.000 pcs mop head refil

Koperasi Bermasalah, Rp 26 T Musnah

16 Aug 2022

Kesabaran anggota koperasi simpan pinjam (KSP) yang saat ini berstatus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kerap diuji. Sebab, pembayaran bertahap sesuai hasil homologasi sering tak dipenuhi. Saat ini ada delapan KSP yang berada dalam pantauan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) karena mengalami gagal bayar dan berstatus PKPU. Dua di antaranya, KSP Indosurya dan KSP Intidana sudah memiliki putusan pailit. Kemkop-UKM menyebut kerugian yang dialami anggota dari delapan KSP tersebut sekitar Rp 26 triliun. Catatan KONTAN, kerugian terbesar dialami anggota KSP Indosurya yang nilainya mencapai Rp 15,9 triliun.

TITIK BALIK PEMULIHAN EKONOMI

16 Aug 2022

Di tengah masih beratnya beban ekonomi akibat ketidakpastian global, sinergisitas antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong laju ekonomi makin solid, sehingga mampu membangkitkan optimisme pada tahun ketiga pandemi Covid-19. Sejumlah indikator ekonomi pun berhasil mencatatkan kinerja yang ciamik pada paruh pertama tahun ini. Realisasi pertumbuhan ekonomi 5,44% pada kuartal II/2022, pertumbuhan investasi hingga 32%, serta kinerja manufaktur yang tetap ekspansif menguatkan optimisme tersebut. Catatan positif itu tak terlepas dari efektifnya strategi ‘rem dan gas’ yang diterapkan pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat. Intervensi fiskal melalui beragam program bantalan sosial pun terbukti memberikan keseimbangan dari sisi penawaran dan permintaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi global dewasa ini sejatinya masih cukup tersandera oleh krisis energi dan pangan akibat invasi Rusia ke Ukraina, sehingga mengatrol indeks harga konsumen (IHK). Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis kontribusi industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional (produk domestik bruto/PDB) bisa di atas level 5% pada kuartal III/2022. Menurutnya, aktivitas manufaktur yang menggeliat mampu mendorong laju ekonomi lebih kencang. Selain memacu kinerja ekspor, kondisi ini juga meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan adanya normalisasi penghasilan.


Tiongkok dan Taiwan Meradang, TPT Siap Raih Peluang

16 Aug 2022

Belum hilang dalam ingatan atas dampak krisis energi China pada 2021 yang dilanjutkan dengan pergolakan per­da­gang­an akibat invasi Rusia ke Ukraina, per­eko­no­­mi­an dunia kembali di­buat bersiaga dengan ke­te­gangan antara Taiwan dan Chi­na. Reaksi pemerintah Ne­ge­ri Tirai Bambu dengan me­nem­bak­kan sejumlah peluru kendali ke wilayah perairan Taiwan se­baiknya ditangkap sebagai sinyal bahwa Tiongkok tidak me­man­dang kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat yang merupakan musabab ke­te­gangan ini sebagai hal yang biasa. Dan, sudah ba­rang tentu bahwa apapun yang terjadi di negara dengan in­dus­tri terbesar di dunia se­ka­li­gus perekonomian ter­be­sar di Asia akan mem­be­ri­kan dampak serius ke negara lain, tak terkecuali Indonesia. Mengutip dari laman portal daring Bisnis Indonesia, Menteri Perindustrian telah me­nyiap­kan sejumlah persiap­an untuk menghadapi dam­pak tersebut. Pemerintah me­nya­takan akan mempercepat pro­ses investasi di kawasan in­dustri. Selain itu, calon pe­nge­lola kawasan industri akan mendapatkan pendamping­an, serta mendapatkan fa­si­li­tas nonfiskal seperti pe­ngamanan sebagaimana objek vital nasional dan objek tertentu. Mari kita mengambil contoh industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang telah eksis di Tanah Air sejak dekade 1970-an dan mencapai masa kejayaannya pada 1990-an. Sempat dicap sebagai sunset industry saat krisis ekonomi Asia 1998, industri ini justru membuktikan daya tahan yang cukup mengesankan hingga saat ini. Industri ini tumbuh 12,45% pada kuartal pertama 2022 berkat topangan konsumsi dalam negeri. Dari sisi ekspor, hingga paruh kedua 2022, TPT mencatatkan surplus neraca perdagangan lebih dari US$4 miliar.

PROSPEK PDB 2022 : EKONOMI CAPAI LEVEL PRAPANDEMI

16 Aug 2022

Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini diprediksi makin solid seiring dengan terkendalinya penanganan pandemi Covid-19 dan terjaganya tingkat konsumsi masyarakat sepanjang tahun berjalan 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2022 tumbuh hingga 5,44% (year-on-year/YoY). Konsumsi rumah tangga sebagai tulang punggung produk domestik bruto (PDB) pun mampu mencatatkan pertumbuhan hingga 5,51% (YoY).Data tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi masyarakat masih cukup kuat kendati dihadapkan pada risiko lesatan inflasi yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina sejak akhir Februari lalu sehingga menyebabkan krisis pangan dan energi. Berpijak pada data ter sebut, sejumlah ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berpotensi mencapai level pra pandemi. Sekadar informasi, pada 2019 silam realisasi pertumbuhan ekonomi berada pada level 5,02% (YoY). Chief Economist Citibank Indonesia Helmi Arman mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun diproyeksi berada pada level 5,2% yang didorong oleh tiga sektor, yaitu konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi. Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas mengestimasi, PDB pada periode Juli—September tahun ini mampu tumbuh hingga 5,6% (YoY) seiring dengan efektifnya strategi ‘rem dan gas’ pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat.

Presiden: Semua Hasil Kerja Bersama

16 Aug 2022

77 tahun kemerdekaan RI merupakan perjalanan tak mudah. Pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia menyebabkan krisis pangan, energi, dan likuiditas. Meski demikian, lewat kerja bersama rakyat dan pemimpin bangsa sebelumnya, Presiden Jokowi  dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, di ruang Veranda Istana Merdeka, Minggu (14/8) merasakan kelangsungan membangun hingga saat ini. Arah pembangunan kita sekarang bukan jawasentris, melainkan indonesiasentris. Membangun dari pinggiran, membangun dari desa.

Infrastruktur di pinggiran, airport di Pulau Miangas. Pembangunan pos lintas batas negara di Skouw, di Sota Merauke, Motaain, kemudian di Aruk, Nanga Badau, di perbatasan Malaysia, dan masih banyak lainnya. Betul-betul ada perubahan, kelihatan jalan-jalannya, infrastruktur kecil-kecil, jembatan-jembatan, dan embung. Dengan gelontoran dana selama enam tahun ke desa dan mencapai Rp 468 triliun, menghasilkan jalan 227.000 km dan 4.500 embung. Dana desa tak hanya membangun jalan dan irigasi saja, tetapi juga pasar desa, BUMDes, dan air bersih di desa. Air bersih, 1,2 juta km sambungan, dan posyandu terbangun 38.000. Sumur 59.000 unit dan 56.000 PAUD.

Artinya, pemerataan pembangunan atau keadilan sosial yang dinanti masyarakat berjalan cepat ke tujuan, fokus sehingga tepat sasaran. Dampak dari 4.500 embung dan 1,1 juta hektar irigasi muncul swasembada pangan. International Rice Research Institute (IRRI) memberi sertifikat Indonesia punya ketahanan pangan yang baik. Indonesia swasembada pangan sejak 2019. Selama tiga tahun berturut-turut, produksi beras 31,3 juta ton. Jagung dulu, kita impor 3,5 juta ton per tahun. Tahun ini hanya impor 800.000 ton. (Yoga)


Arti Kemerdekaan dari Sepotong Ubi

16 Aug 2022

Rabu (13/7/2022) pagi, Dorkas Nauw (42) mantap berdagang di Distrik Ayamaru Utara, satu dari 24 distrik di Maybrat. Dia menumpuk keladi dan petatas. Satu tumpukan terdiri atas 8-10 umbi. Dia menjualnya Rp 50.000 per tumpuk. Semua hasil kebun sendiri. Selain dikonsumsi bersama keluarga, Dorkas mengatakan, umbi miliknya sengaja dijual, 5 kali seminggu. ”Saya bisa dapat Rp 300.000-Rp 600.000 per sekali jualan,” kata Dorkas. Walau bukan jumlah besar, Dorkas sudah cukup bahagia. Selain membeli lauk-pauk, dia dapat menyisihkan sebagian untuk sekolah anaknya. Ibu empat anak ini yakin pendidikan adalah investasi berharga bagi anak-anaknya kelak. Terbukti, anak sulungnya baru saja lulus seleksi menjadi anggota TNI di Sorong. Semua biaya pendidikannya didanai lewat berjualan umbi, bahan makanan pokok khas tanah Papua

Ice Kambuaya (43), penjual lainnya, juga berharap banyak dari keladi. Siang itu, dia berharap sekarung keladinya laku Rp 200.000-Rp 300.000. Dengan itu, ia dapat menyisihkan setengahnya untuk pendidikan empat anaknya. Siang itu, semangat Ice untuk berjualan berlipat. Selin (9), anak bungsunya, ikut menemani berjualan. Ice menawarkan keladi, Selin tekun mengerjakan tugas sekolah. ”Mau jadi polisi. Mama bilang rajin belajar,” katanya. Peneliti di Pusat Studi Melanesia Universitas Muhammadiyah Sorong, Bustamin Wahid, mengatakan, warga Maybrat relatif lebih paham pentingnya pendidikan.Tinggal tidak jauh dari Sorong, sekitar 174 km, ikut membuka wawasan mereka. Pendidikan adalah investasi masa depan. Salah satu andalan mewujudkan itu dilakukan dengan memanfaatkan hasil alam, salah satunya menanam dan menjual umbi. (Yoga)