Ekonomi
( 40498 )Ekonomi Hijau untuk Atasi Kemiskinan
Program pembangunan ekonomi hijau ditantang untuk mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Pada saat yang sama, kualitas lingkungan diharapkan menjadi lebih baik. Namun, pembiayaan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia tidaklah murah dan mengandalkan investasi. Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme/UNEP) mendefinisikan pembangunan ekonomi hijau sebagai pembangunan rendah karbon, mengefisienkan pemanfaatan sumber daya, dan inklusif secara sosial. Bappenas memasukkan pembangunan ekonomi hijau sebagai bagian dari rencana strategi transformasi ekonomi di Indonesia.
Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam menyampaikan, selain memperbaiki kualitas lingkungan, pembangunan ekonomi hijau ditargetkan bisa menaikkan pendapatan per kapita penduduk Indonesia, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja baru. Sampai tahun 2030, pembangunan ekonomi hijau diharapkan dapat menciptakan 1,8 juta lapangan kerja baru. Dalam paparan program pembangunan ekonomi hijau, Kamis (4/8) di Jakarta, Medrilzam berkata, ekonomi hijau harus bisa meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat. Begitu pula pengelolaan sampah yang diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan baru. (Yoga)
Mereka yang Menyulap Masalah Menjadi Peluang Bisnis Baru
Berawal dari kekesalan Kevin Phang Co-Founder Smooth Motor Indonesia (5/8/2022) mengenang pengalamannya menggunakan sepeda motor listrik di China kala itu yang berebut colokan listrik dengan sesama penghuni apartemen semasa kuliah di Beijing, China, beberapa tahun lalu, tercetus ide pengisian daya sepeda motor listrik lebih praktis. Lahirlah model bisnis penukaran baterai motor listrik sehingga pelanggan tak berlama-lama mengisi daya.
Pada 2019, Kevin bertemu Irwan Tjahaja, yang kini menjabat Founder Smooth Motor Indonesia. Dari pertemuan itulah lahir ide menciptakan sepeda motor listrik yang mudah diisi ulang daya baterainya. Bukan dengan sistem pengisian daya cepat (fast charging), melainkan dengan menukar baterai yang habis dayanya dengan baterai yang sudah terisi penuh. ”Motor listrik tidak dibeli lantaran ada ketakutan soal kehabisan baterai. Harus mengisi ulang berjam-jam, solusinya dengan memperbanyak stasiun penukaran baterai kendaraan motor listrik. Tak perlu ngecas, cukup ditukar dan hanya perlu sembilan detik saja,” ucap Kevin.
Pada Agustus 2021, lahir beberapa jenis sepeda motor listrik buatan Smooth. Untuk mempermudah pelanggannya, saat ini tersedia 300-an titik stasiun penukaran baterai yang beroperasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun ini, menurut Kevin, ditargetkan ada 1.000 stasiun penukaran baterai di beberapa kota besar di Indonesia, yang 700-800 stasiunnya berlokasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Chris Longdong, pendiri Waus Energy, start up bahan bakar biosintesis. Ide mengembangkan bahan bakar biosintesis bermula dari permasalahan yang dia hadapi. Usaha garmen dan kuliner yang ia kelola menghasilkan sampah plastik serta minyak goreng bekas (jelantah). Dalam sebulan, volume jelantah 150 liter. Chris menggunakan campuran cacahan plastik bekas ke dalam minyak jelantah. Ia memakai kompor berbahan bakar minyak jelantah bercampur cacahan plastik sebagai sarana memasak bahan-bahan makanan setengah jadi. Sementara untuk memasak makanan jadi, Chris menggunakan kompor elpiji. ”Saya bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga Rp 8 juta per bulan,” ucap Chris. (Yoga)
KKP Terapkan Izin Khusus
Rencana penerapan sistem kontrak penangkapan ikan terukur akhirnya dibatalkan. Sebagai gantinya, KKP akan menggulirkan perizinan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dengan jangka waktu izin 15 tahun. Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini Hanafi mengemukakan, pemerintah siap melakukan uji coba perizinan khusus penangkapan ikan terukur berbasis kuota mulai pertengahan Agustus 2022. Perizinan khusus ini diterapkan menyusul pembatalan sistem kontrak penangkapan ikan terukur.
Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa menerapkan sistem kontrak untuk pemanfaatan SDA. Oleh karena itu, pihaknya sedang menyiapkan sistem perizinan khusus penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Jangka waktu perizinan khusus itu 15 tahun sehingga investor sektor perikanan memiliki kepastian usaha, termasuk memperhitungkan titik impas (BEP) investasi di sektor perikanan. (Yoga)
Dunia Masih Cemas kendati Tren Harga Pangan Turun
Empat bulan berturut-turut, indeks harga pangan global turun cukup signifikan. Kendati harga pangan masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, masyarakat dunia menyambut baik kabar positif itu. Di sisi lain, dunia masih dilanda kecemasan. Transmisi kenaikan harga pupuk dan energi ke depan dapat kembali mendorong kenaikan harga pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, Jumat (5/8) merilis, indeks harga pangan pada Juli 2022 sebesar 140,9, turun 8,6 % dari Juni 2022 dan tetap lebih tinggi 13,1 % dibandingkan dengan Juli 2021. Indeks itu terus turun sejak mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pada Maret 2022, yakni 159,7. Penurunan harga minyak nabati dan sereal menjadi faktor utama terkoreksinya indeks tersebut.
Indeks harga sereal Juli 2022 sebesar 147,3, turun 11,5 % secara bulanan dan naik 16,6 % secara tahunan. Hal itu dipengaruhi penurunan harga gandum 14,5 % seusai kesepakatan pembukaan jalur ekspor oleh Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki dan PBB. Meski demikian, harga gandum internasional masih 24,8 % di atas nilainya Juli tahun lalu. Faktor lainnya adalah penurunan harga jagung dunia 10,7 %. Panen jagung yang berlimpah di Argentina dan Brasil membantu mengurangi tekanan harga komoditas tersebut.
Kepala Ekonom FAO Maximo Torero mengatakan, penurunan harga komoditas pangan dari level yang sangat tinggi baik bagi dunia, terutama jika dilihat dari sudut pandang akses pangan global. ”Namun, masih banyak ketidakpastian, termasuk harga pupuk tinggi, yang dapat memengaruhi prospek produksi dan mata pencarian petani di masa depan. Selain itu, prospek ekonomi global yang masih suram dan pergerakan nilai tukar mata uang juga menimbulkan tekanan serius bagi ketahanan pangan global,” ujar Torero melalui pernyataan resmi di laman PBB. (Yoga)
Indika Energy Bagikan Dividen Interim Rp697. M
PT Indika Energy Tbk (INDY) akan membagikan dividen interim sebesar US$ 40 juta, atau setara Rp 597,84 miliar, pada 30 Agustus 2022. Dividen interim akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham INDY yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 18 Agustus 2022. “Dividen interim tersebut akan diperhitungkan dalam perhitungan dividen tunai final untuk tahun buku 2022, pada rapat umum pemegang saham tahunan perseroan untuk tahun buku 2022. Dividen yang dibagikan mencapai Rp 114,46 per saham,” kata Sekretaris Perusahaan INDY Adi Pramono dalam keterbukaan informasi, akhir pekan lalu. Adi mengungkapkan, pembagian dividen interim tersebut sesuai dengan keputusan direksi, yang telah disetujui dewan komisaris pada 3 Agustus 2022. Pembagian dividen, lanjut dia, berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2022 yang mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk
sebesar US$ 200,65 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya US$ 613,64 juta, dan total ekuitas senilai US$ 1,17 miliar. (Yetede)
Akhir 2022, Bakti Optimis Bangun BTS 4G di 7. 482 Lokasi
Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) optimistis untuk mencapai target pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di 7.482 lokasi di seluruh Indonesia hingga akhir 2022. “Kami optimistis bahwa target sebanyak 7.482 lokasi tersebut diharapkan dapat tuntas pada akhir tahun 2022,” kata Fadhilah Mathar, Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Kemenkominfo kepada Investor Daily, Rabu (3/8/2022). Sementara itu, hingga semester I 2022, BAKTI telah membangun BTS sebanyak 3.816, dengan rincian, BTS eksisting yang dibangun sejak 2015- 2022 sebanyak 1.682, dan BTS di lokasi baru sebanyak 2.134. “Sampai dengan 31 Desember 2022, BAKTI berharap akan dapat membangun BTS 4G sebanyak 7.482 lokasi secara kumulatif,” tambah Fadhilah. Fadhilah juga menjelaskan, selama
ini risiko yang mengakibatkan tertundanya penyelesaian target pembangunan BTS terutama disebabkan oleh terbatasnya sumber daya manusia di daerah yang memiliki keterampilan dalam pembangunan BTS terutama dalam pekerjaan tower erection. (Yetede)
Belanja Pemerintah Belum Optimal Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, belanja pemerintah belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal II tahun ini, belanja pemerintah malah terkontraksi 5,24% secara tahunan, sedangkan kuartal sebelumnya turun 7,59%. Jika dilihat lebih dalam, realisasi belanja pemerintah pusat turun 0,82% pada periode itu. Hal ini dipicu turunnya belanja barang dan belanja modal masing-masing 20,75% dan 19,84%. “Saya kira ini menjadi catatan penting bahwa permasalahan utama bukan di konsumsi rumah tangga. Kita mendapatkan satu hal yang cukup tragis bahwa belanja pemerintah justru negatif,” ucap Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, Minggu (7/8). Tauhid mengatakan. kontraksi belanja modal dan belanja barang menunjukkan pemerintah belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah tidak cukup cermat mengamati dan kurang serius mendorong peran anggaran negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (Yetede)
Hun Sen Batalkan Proyek Kota Satelit Dekat Suaka Margasatwa
Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen pada Minggu (7/8) membatalkan proyek kota satelit kontroversial, karena akan dibangun di sekitar cagar alam dan kebun binatang dekat ibukota Phnom Penh. Keputusan itu menjadi buah dari tekanan warganet yang menyerukan agar proyek itu dibatalkan. Para aktivis konservasi dan warga setempat mulai menyuarakan kekhawatiran dan penolakannya sejak rencana pembangunan proyek mengemuka beberapa bulan lalu. Proyek itu akan dibangun dekat kebun binatang dan pusat penyelamatan suaka margasatwa Phnom Tamao. Sementara pengembang pada pekan sebelumnya sudah memulai aktivitas perataan di areal tanah swasta yang letaknya di sekitar hutan Phnom Tamao yang mencapai 2.000 hektare (ha) lebih. Hutan tersebut berjarak satu jam perjalanan darat dari Phnom Penh. Dan selama ini menjadi rumah bagi banyak hewan langka dan terancam punah. Termasuk di antaranya rusa sambar. Para pejabat pemerintah awalnya membela pihak pengembang dengan dalih bahwa tanah di kawasan pengembangan itu terlalu pirang pasir untuk pepohonan. Selain itu, banyak babi hutan yang kerap merusak tanaman milik para petani. (Yetede)
Disiapkan 11 Pabrik Penerima Kelapa Sawit
Sebanyak 10 pabrik minyak makan merah dan satu pabrik CPO direncanakan dibangun di Sumsel. Pabrik-pabrik berkapasitas 30 ton per hari itu akan menyerap tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani swadaya. Hal ini mengemuka dalam pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumsel, Jumat (6/8). Ketua Apkasindo Sumsel Slamet Somosentono menuturkan, rencana pembangunan pabrik itu disampaikan Dewan Pimpinan Pusat Apkasindo.
Pembangunan pabrik-pabrik itu akan menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Pembangunan pabrik itu merupakan bentuk dari hilirisasi industri sawit. Pabrik-pabrik tersebut akan dibangun di beberapa daerah, misalnya Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, Muratara, OKU Timur, dan OKI. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu pabrik sekitar Rp 1 miliar untuk setiap satu ton sawit. (Yoga)
OJK Bakal Pangkas Bunga Fintech
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mempertegas aturan batas bunga pinjaman financial technology (fintech) lending atau pinjol. Selama ini Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang menetapkan agar anggotanya tidak memberi bunga pinjaman lebih dari 0,4% per hari.
Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin bilang, angka pasti untuk membatasi bunga pinjaman segera diatur. Namun, pihaknya tetap berdiskusi dengan asosiasi maupun pelaku industri. “Berdasarkan riset itu angkanya juga tidak jauh-jauh dari 0,4%. Kisarannya antara 0,3% sampai 0,46%,” ujarnya, Kamis (4/8).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









