Ekonomi
( 40753 )Bappeti Tambah Daftar Aset Kripto Legal Jadi 383
JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) menambah 154 aset kripto dalam daftar yang legal untuk diperdagangkan di Indonesia, sehingga total menjadi 383. Hal itu dimuat dalam aturan baru mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia, yakni PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan, Peraturan Bappebti (Perba) tersebut sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020. Perba ini dikeluarkan untuk meningkatkan keamanan investor kripto di Indonesia. “Tentunya turut dipertimbangkan nilai kapitalisasi pasar aset kripto, nilai risikonya, dan manfaat ekonominya. Selain itu, apakah telah masuk dalam transaksi bursa aset kripto besar dunia,” imbuh Kepala Biro Peraturan Perundang- Undangan dan Penindakan Bappebti Aldison. (Yetede)
Semester I, Penyaluran Kredit KCLN BNI Tumbuh 19%
JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tetap mencatatkan kinerja positif pada bisnis internasional di tengah gejolak ekonomi global. Sampai dengan semester I-2022, kantor cabang luar negeri (KCLN) BNI telah menyalurkan kredit Rp 61,2 triliun atau tumbuh 19% dibandingkan semester I-2021. "Selain itu, volume transaksi trade tumbuh 29,5% selama semester I-2022.
BNI juga berhasil membukukan transaksi trade senilai US$ 31,2 miliar,” kata Direktur Treasury and International Banking BNI Henry Panjaitan dikutip Rabu (10/8). BNI juga mencatatkan pertumbuhan bisnis remitansi sebesar 33,8% dengan volume transaksi US$ 50,8 miliar. Transaksi tersebut berasal dari korporasi dan ritel termasuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang didukung oleh platform BNI. “Ke depan kami akan menambahkan layanan untuk transaksi internasional. Salah satunya melalui optimalisasi syndication desk yang sudah
Nilai Penjualan Rumah Tapak di Jabodetabek Melonjak 33%
JAKARTA - Indonesia Property Watch (IPW) menyebutkan bahwa nilai penjualan rumah tapak di Jabodetabek plus Serang dan Cilegon, Banten pada semester I/2022 melonjak sekitar 33% dibandingkan dengan periode sama 2021. Secara keseluruhan Banten masih menjadi kontribusi besar dalam kenaikan itu. Beberapa pengembang besar di sana meluncurkan produk baru di rentang harga Rp 1-2 miliaran yang mendapat respons cukup baik,” kata Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property (IPW) Ali Tranghanda kepada Investor Daily, Rabu (10/8/2022).Per akhir Juni 2021, nilai penjualan rumah tapak di Jabodetabek plus itu tercatat Rp 2,81 triliun, sedangkan periode sama tahun ini sekitar Rp 3,75 triliun. Dari sisi unit yang terjual, masih mengutip data IPW, melejit dari sekitar 28%, yakni dari 3.952 menjadi 5.069 rumah. Secara kuartalan, masih menurut data IPW, penjualan rumah tapak di Jabodetabek serta Serang dan Cilegon tumbuh 5,6% pada kuartal kedua 2022 (quarter toquarter/qtq) menjadi 2.604 unit. Dari sisi nilai penjualan rumah, di kawasan itu melonjak 17,8% (qtq) menjadi Rp 2,02 triliun. Pertumbuhan itu meningkat signifikan setelah dalam dua triwulan mengalami penurunan. (Yetede)
AS Diyakini Sudah Melewati Puncak Inflasi
Tingkat Inflasi konsumen tahunan di Amerika Serikat (AS) naik 8,5% pada Juli 2022. Melambat dibandingkan rekor 9,1% pada Juni karena didorong turunnya harga BBM. Data ini disambut gembira pasar saham di Wall Street maupun pasar saham global pada perdagangan Rabu (10/8). Karena AS diyakini berarti sudah melewati puncak inflasi dan The Federal Reserve (The Fed) berpeluang untuk mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga. Secara bulanan, harga-harga konsumen pada Juli mendatar karena harga energi secara umum turun 4,6% dan harga BBM jatuh 7,7%. Hal itu mampu menutupi kenaikan harga makanan 1,1% dan biaya tempat tinggal yang naik 0,5%. Pasar saham melonjak setelah mengetahui data inflasi inti menunjukkan penurunan laju kenaikan harga-harga melebihi perkiraan sebelumnya. Kalangan ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan inflasi tahunan mencapai 8,7% dan secara bulanan naik 0,2%. (Yetede)
IHK Tiongkok Naik Tajam
BEIJING – Data resmi yang dirilis pada Rabu (10/8) menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah mencapai level tertinggi dalam dua tahun pada Juli, dikarenakan harga daging babi rebound. Harga daging babi – sebagai makanan pokok di Tiongkok – telah naik 20,2% pada Juli dibandingkan setahun lalu. Menurut data resmi yang diakses melalui Wind Information, angka tersebut menandai peningkatan pertama sejak September 2020. Fakta menunjukkan bahwa harga daging babi membukukan lonjakan bulanan terbesarnya – dengan kenaikan 25,6%. Demikian berdasarkan data.
“Keengganan petani untuk menjual – dengan harapan mendapatkan harga yang lebih tinggi di masa depan – telah berkontribusi pada lonjakan harga daging babi pada Juli,” ujar Bian Shuyang, analis produk pertanian di Nanhua Futures, dalam pernyataan, yang dilansir CNBC. Ke depannya, lanjut Bian, ia memperkirakan bakal sulit bagi harga daging babi untuk melampaui level Juli. “(Namun) dua hari libur nasional Tiongkok pada September dan Oktober akan membantu mendukung permintaan konsumen atas daging babi,” kata Bian.
Menurut analis, produsen babi hidup sekarang beroperasi dengan keuntungan. Hal ini mengindikasi lebih banyak pasokan yang akan datang. Sebagai informasi, harga daging babi disebut telah bergerak tak terkendali selama tiga tahun terakhir karena para peternak babi harus berjuang melawan penyakit mematikan dan banyak produsen baru. (Yetede)
Persaingan Ketat, Bank Sulit Mencari Talenta Digital
Hiruk pikuk transformasi digital yang terjadi di hampir seluruh sektor bisnis di Tanah Air membuat permintaan akan talenta digital semakin tinggi. Kebutuhan yang muncul belum sebanding dengan persediaan sumber daya manusia (SDM) di sektor digital yang tersedia.
Industri keuangan jadi salah satu sektor yang punya kebutuhan talenta digital tinggi. Sebab teknologi sudah menjadi bisnis inti pada perbankan, financial technology (fintech) dan perusahaan rintisan (startup). Persaingan berebut SDM yang piawai di sektor teknologi informasi semakin sengit. Sejumlah bank mengaku masih kesulitan mencari talenta digital saat ini.
Amerika Melobi Indonesia Gabung G7+ Lawan Rusia
Negara negara G7 (The Group of Seven) saat ini tengah berupaya menurunkan harga energi dan pangan. Ini sebagai imbas perang Ukraina dan Rusia.
Salah satu upaya mereka dengan menekan Rusia yang dianggap sebagai biang kerok dari perang tersebut. Untuk itu, Amerika Serikat (AS) dan negara G7 membentuk koalisi yang bernama G7+. Salah satu negara yang diundang masuk ke koalisi tersebut adalah Indonesia.G7+ ini nantinya akan mendorong penetapan batas atas harga minyak Rusia.
MEMOMPA DAYA TARIK BURSA
Tonggak 45 tahun reaktivasi pasar modal Indonesia yang akan diperingati hari ini, Rabu (10/8), diwarnai dengan catatan gemilang. Salah satunya adalah animo tinggi investor dan korporasi untuk masuk ke bursa saham. Hal tersebut diyakini menjadi momentum bagi otoritas pasar modal untuk terus berbenah guna mendorong kinerja bursa dengan memacu pendalaman pasar, menambah ragam produk, hingga meningkatkan perlindungan serta literasi investor. Catatan positif yang ditorehkan pasar modal Indonesia salah satunya tercemin dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang tahun berjalan 2022, IHSG menguat 7,92% year-to-date ke level 7.102,88. Performa indeks komposit itu menjadi paling perkasa di antara bursa regional bahkan Asia Pasifik yang mayoritas memerah, kecuali Singapura yang menguat 4,72% dan India yang naik tipis 1,03% sepanjang tahun berjalan 2022. Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, mengatakan self regulated organization (SRO) akan menggandeng seluruh stakeholder pasar modal untuk memacu pendalaman pasar, baik dari sisi produk maupun investor. Senada, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan BEI merupakan Bursa di Asean dengan pencatatan saham baru terbanyak selama 4 tahun berturut-turut hingga 2021.
Kenaikan Inflasi & Kualitas Pertumbuhan Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (5/8), mengumumkan kinerja ekonomi triwulan II/2022. Dari rilis BPS, laju pertumbuhan ekonomi triwulan II adalah 5,44% YoY dan 3,72% QtQ. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I/2022 dibandingkan dengan semester 1/2021 tumbuh 5,23% CtC. Kendati kinerja PDB di bawah batas atas sasaran pemerintah 5,5%, capaian pertumbuhan PDB aktual, menggambarkan ekonomi Indonesia konsisten berada di trajectory ekspansi, bila dibandingkan dengan kinerja ekonomi negara-negara peer di emerging countries yang cenderung melambat. Melesatnya kinerja PDB tersebut, ditopang beberapa hal sebagai faktor pendulum. Pertama, pelonggaran syarat perjalanan serta momen hari Raya Idulfitri menjadi pendorong meningkatnya mobilitas penduduk sepanjang triwulan II/2022. Kedua, jumlah penumpang di seluruh moda transportasi pada triwulan II/2022 mengalami peningkatan QtQ dan YoY. Ketiga, jumlah wisman melalui pintu utama tumbuh 1.250,65% YoY. Keempat, meningkatnya belanja subsidi energi dan bantuan sosial pada triwulan II/2022 masing-masing sebesar 11,34% dan 56,17% YoY. Kelima, windfall revenue dari hasil ekspor komoditas. Keenam, dari sisi moneter, Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan rendah. Ketujuh, pemberian insentif pajak dalam rangka mendorong aktivitas dunia usaha yang tertuang dalam PMK Nomor 3/PMK.03/2022. Dengan pertumbuhan ekonomi 5,44%, maka kinerja ekonomi tetap terjaga dan telah melampaui level prapandemi.
Namun pertumbuhan sektor ini mengalami perlambatan bila dibandingkan dengan periode yang sama 2021 dengan pertumbuhan 6,58%. Faktor inflasi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, berdampak pada mahalnya komponen input. Kondisi ini juga menjadi faktor penekan perlambatan pertumbuhan sektor industri Setali tiga uang dengan meningkatnya deflator PDB harga implisit, inflasi IHK yang terkerek 4,94% pada Juli 2022, memberikan alarm pada pemerintah dan bank sentral. Pasalnya, inflasi umum telah melampaui batas atas sasaran pemerintah sebesar 4,6%. Kemungkinan inflasi mengarah ke 5% bisa saja terjadi, bila tekanan global masih berlanjut. Kinerja PDB yang melesat dibarengi inflasi yang tinggi, tentu saja menjadi faktor penggerus kualitas pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, inflasi inti yang terkerek menjadi 2,86% YoY. Kedua, inflasi administered price terkerek menjadi 6,51% YoY. Ketiga, inflasi harga bergejolak (volatile food) melesat menjadi 11,47% YoY.
KENAIKAN PERMINTAAN KREDIT : LIKUIDITAS BANK TUMBUH SEHAT
Likuiditas perbankan masih cukup kuat untuk mendukung permintaan kredit korporasi maupun perorangan. Kendati ada indikasi kenaikan suku bunga simpanan, langkah itu merupakan bagian dari penyesuaian terhadap situasi global. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa aktivitas ekonomi yang terus tumbuh mendorong perputaran uang kian meningkat. “Kondisi ekonomi saat ini masih membuka peluang DPK [dana pihak ketiga] perbankan untuk terus bertumbuh dengan sehat,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (9/8). Dalam kajian yang disusun LPS disebutkan bahwa beberapa bank berpotensi menaikkan suku bunga rupiah dan suku bunga valuta asing (valas) untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Dia mengungkapkan adanya faktor yang menyebabkan LPS memproyeksikan bahwa beberapa bank berpotensi menaikkan suku bunga rupiah dan suku bunga valas. “Hal pertama yang perlu dipahami bersama adalah tren normalisasi kebijakan kini telah mulai dilakukan oleh beberapa bank sentral global,” kata Purbaya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









