Mereka yang Menyulap Masalah Menjadi Peluang Bisnis Baru
Berawal dari kekesalan Kevin Phang Co-Founder Smooth Motor Indonesia (5/8/2022) mengenang pengalamannya menggunakan sepeda motor listrik di China kala itu yang berebut colokan listrik dengan sesama penghuni apartemen semasa kuliah di Beijing, China, beberapa tahun lalu, tercetus ide pengisian daya sepeda motor listrik lebih praktis. Lahirlah model bisnis penukaran baterai motor listrik sehingga pelanggan tak berlama-lama mengisi daya.
Pada 2019, Kevin bertemu Irwan Tjahaja, yang kini menjabat Founder Smooth Motor Indonesia. Dari pertemuan itulah lahir ide menciptakan sepeda motor listrik yang mudah diisi ulang daya baterainya. Bukan dengan sistem pengisian daya cepat (fast charging), melainkan dengan menukar baterai yang habis dayanya dengan baterai yang sudah terisi penuh. ”Motor listrik tidak dibeli lantaran ada ketakutan soal kehabisan baterai. Harus mengisi ulang berjam-jam, solusinya dengan memperbanyak stasiun penukaran baterai kendaraan motor listrik. Tak perlu ngecas, cukup ditukar dan hanya perlu sembilan detik saja,” ucap Kevin.
Pada Agustus 2021, lahir beberapa jenis sepeda motor listrik buatan Smooth. Untuk mempermudah pelanggannya, saat ini tersedia 300-an titik stasiun penukaran baterai yang beroperasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun ini, menurut Kevin, ditargetkan ada 1.000 stasiun penukaran baterai di beberapa kota besar di Indonesia, yang 700-800 stasiunnya berlokasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Chris Longdong, pendiri Waus Energy, start up bahan bakar biosintesis. Ide mengembangkan bahan bakar biosintesis bermula dari permasalahan yang dia hadapi. Usaha garmen dan kuliner yang ia kelola menghasilkan sampah plastik serta minyak goreng bekas (jelantah). Dalam sebulan, volume jelantah 150 liter. Chris menggunakan campuran cacahan plastik bekas ke dalam minyak jelantah. Ia memakai kompor berbahan bakar minyak jelantah bercampur cacahan plastik sebagai sarana memasak bahan-bahan makanan setengah jadi. Sementara untuk memasak makanan jadi, Chris menggunakan kompor elpiji. ”Saya bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga Rp 8 juta per bulan,” ucap Chris. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023