IHK Tiongkok Naik Tajam
BEIJING – Data resmi yang dirilis pada Rabu (10/8) menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah mencapai level tertinggi dalam dua tahun pada Juli, dikarenakan harga daging babi rebound. Harga daging babi – sebagai makanan pokok di Tiongkok – telah naik 20,2% pada Juli dibandingkan setahun lalu. Menurut data resmi yang diakses melalui Wind Information, angka tersebut menandai peningkatan pertama sejak September 2020. Fakta menunjukkan bahwa harga daging babi membukukan lonjakan bulanan terbesarnya – dengan kenaikan 25,6%. Demikian berdasarkan data.
“Keengganan petani untuk menjual – dengan harapan mendapatkan harga yang lebih tinggi di masa depan – telah berkontribusi pada lonjakan harga daging babi pada Juli,” ujar Bian Shuyang, analis produk pertanian di Nanhua Futures, dalam pernyataan, yang dilansir CNBC. Ke depannya, lanjut Bian, ia memperkirakan bakal sulit bagi harga daging babi untuk melampaui level Juli. “(Namun) dua hari libur nasional Tiongkok pada September dan Oktober akan membantu mendukung permintaan konsumen atas daging babi,” kata Bian.
Menurut analis, produsen babi hidup sekarang beroperasi dengan keuntungan. Hal ini mengindikasi lebih banyak pasokan yang akan datang. Sebagai informasi, harga daging babi disebut telah bergerak tak terkendali selama tiga tahun terakhir karena para peternak babi harus berjuang melawan penyakit mematikan dan banyak produsen baru. (Yetede)
Tags :
#TiongkokPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023