Nilai Penjualan Rumah Tapak di Jabodetabek Melonjak 33%
JAKARTA - Indonesia Property Watch (IPW) menyebutkan bahwa nilai penjualan rumah tapak di Jabodetabek plus Serang dan Cilegon, Banten pada semester I/2022 melonjak sekitar 33% dibandingkan dengan periode sama 2021. Secara keseluruhan Banten masih menjadi kontribusi besar dalam kenaikan itu. Beberapa pengembang besar di sana meluncurkan produk baru di rentang harga Rp 1-2 miliaran yang mendapat respons cukup baik,” kata Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property (IPW) Ali Tranghanda kepada Investor Daily, Rabu (10/8/2022).Per akhir Juni 2021, nilai penjualan rumah tapak di Jabodetabek plus itu tercatat Rp 2,81 triliun, sedangkan periode sama tahun ini sekitar Rp 3,75 triliun. Dari sisi unit yang terjual, masih mengutip data IPW, melejit dari sekitar 28%, yakni dari 3.952 menjadi 5.069 rumah. Secara kuartalan, masih menurut data IPW, penjualan rumah tapak di Jabodetabek serta Serang dan Cilegon tumbuh 5,6% pada kuartal kedua 2022 (quarter toquarter/qtq) menjadi 2.604 unit. Dari sisi nilai penjualan rumah, di kawasan itu melonjak 17,8% (qtq) menjadi Rp 2,02 triliun. Pertumbuhan itu meningkat signifikan setelah dalam dua triwulan mengalami penurunan. (Yetede)
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023