;

Mengembangkan Ekosistem Industri Pertahanan Indonesia

Ekonomi Yoga 10 Aug 2022 Kompas
Mengembangkan Ekosistem
Industri Pertahanan Indonesia

Akhir Juni 2022 lalu, galangan kapal nasional, PT PAL Indonesia telah dipilih Departemen Pertahanan Nasional Filipina untuk memproduksi dua kapal perang jenis ”landing platform dock” atau LPD yang akan digunakan oleh Angkatan Bersenjata Filipina. Kesepakatan ini merupakan kedua kalinya Manila memesan LPD dari Indonesia. Sebelumnya PT PAL telah menyerahkan dua LPD kepada Angkatan Laut Filipina pada 2016 dan 2017. Selain itu, pada 1 Juli, Pemerintah Indonesia juga mengumumkan bahwa PT PAL akan menandatangani kontrak dengan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk memasok setidaknya satu LPD.

Keberhasilan PT PAL memproduksi dan memasarkan kapal jenis LPD berawal dari paket offset atau alih teknologi hampir dua decade lalu atau tepatnya pada 2004 ketika Pemerintah Indonesia membeli empat LPD kelas Makassar dari galangan kapal Korea Selatan, Dae Sun Shipbuilding and Engineering. Kontrak tersebut mencakup izin produksi, di mana kapal ketiga dan keempat akan dibangun oleh PT PAL dengan bantuan dan supervisi Dae Sun, yakni KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593, yang masing-masing mulai beroperasi pada 2009 dan 2011.

Dari kesepakatan antara PT PAL dan Dae Sun tersebut, galangan kapal Indonesia dapat dinilai berhasil memanfaatkan program alih teknologi(transfer of Technology/ToT) untuk membangun dan mengekspor kapal perang buatan dalam negeri. Meskipun LPD bukanlah kapal perang yang kompleks, baik dari segi pembuatan maupun spesifikasi, seperti fregat atau kapal selam, kemampuan industri pertahanan nasional dalam menyerap teknologi dari kerja sama pembelian dan pengembangan alutsista tersebut perlu diapresiasi, karena skema ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri strategis Indonesia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :