Ekonomi
( 40512 )Ada Ancaman Resesi, Pegadaian Genjot Kinerja
PT Pegadaian optimistis, kinjerja tahun depan tetap mengalami peningkatan, kendati ekonomi dunia berada di bawah bayang-bayang resesi.
Vice President of Corporate Communication
Pegadaian, Basuki Tri Andayani, mengungkapkan, optimisme ini terutama didukung oleh produk dan layanan yang sangat beragam.
MENUJU ‘EKONOMI ENDEMI’
Indonesia segera mengakhiri kebijakan ekonomi ‘pandemi’ dan siap memasuki periode ‘endemi’. Arah kebijakan ekonomi ke depan pun digadang-gadang lebih fleksibel dan lincah untuk berkelit dari ketidakpastian ekonomi global yang berkelindan dengan risiko resesi dunia. Peluang itu muncul selaras dengan rencana penghapusan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat pada akhir tahun ini, sebagaimana dikemukakan Presiden Joko Widodo, Rabu (21/12), dalam acara Outlook Ekonomi Indonesia 2023 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.Berbeda dengan pidato dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu yang berulang kali menekankan kewaspadaan dan kehati-hatian, kali ini Presiden menyuarakan nada penuh optimistis.Salah satu alasannya adalah keberhasilan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.
Buktinya, kinerja APBN kian sehat dengan estimasi defisit hanya 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun ini. Neraca perdagangan juga tak kalah moncer setelah mencetak surplus selama 31 bulan berturut-turut. Demikian pula dengan optimisme dunia usaha yang salah satunya tecermin dari indeks manufaktur yang berada di zona ekspansi. Presiden Joko Widodo menjelaskan penanganan pandemi yang baik serta indikator ekonomi yang semakin bagus menjadi dasar pertimbangan untuk mengakhiri pembatasan mobilitas, baik berbentuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hanya sampai tahun ini.
Kendati secara de facto Indonesia menuju endemi, pemerintah berkomitmen untuk tetap memberikan bantuan sosial. Hal ini dilakukan dalam rangka menjangkar daya beli masyarakat di tengah besarnya risiko inflasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan perubahan dari pandemi menjadi endemi akan memuluskan akselerasi ekonomi karena meningkatnya kepercayaan diri masyarakat dan pelaku usaha.
Menjaga Ekonomi RI 2023
Problematika multidimensi kian menantang ekonomi global. Banyak yang mengibaratkan tahun 2023 bagai awan mendung yang kita jelang. Tetapi benarkah mendung pertanda akan datang badai? Saat semuanya masih serba tak tentu, Indonesia patut optimistis, namun tetap berjaga-jaga. Ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina belum menunjukkan tanda mereda. Gangguan rantai pasok akibat perang menyebabkan kenaikan harga energi. Inflasi global lantas mendesak otoritas moneter mengambil stance pengetatan. Sementara itu, kesalahan posisi fiskal Inggris memaksa intervensi bank sentral di pasar gilts di tengah tekanan inflasi sehingga menciderai ekonomi negara itu. Manajemen pengendalian Covid-19 di China pun menuai polemik domestik. Semua itu menjadi ramuan pahit bagi laju ekonomi dunia. Ruang kekeliruan makin sempit dan akan berimbas fatal bila terjadi. Fundamental makroekonomi Indonesia memang terbilang solid. Pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga 2022 tercatat 5,72%. Ketahanan eksternal kuat, tercermin dari catatan surplus neraca perdagangan sepanjang 2022. Tak hanya itu, mandat presidensi G-20 tuntas dengan membanggakan. Variabel moneter yang masih harus dicermati di tahun 2023 adalah inflasi. Tekanan inflasi global memang dominan bersumber dari sisi penawaran (supply side) akibat perang. Komponen moneter penting lainnya adalah kestabilan nilai tukar. Dolar AS menguat tajam sepanjang 2022, akibat pengetatan moneter agresif (hawkish) bank sentral AS (The Fed) demi memangkas inflasi kembali ke target 2%. Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia (DYX) masih dalam tren penguatan, meskipun mulai terlihat melandai.
INSTRUMEN INVESTASI : RAMAI PRODUK ANYAR REKSA DANA
Produk anyar reksadana kian semarak di pasar kendati jelang penutup tahun. Dari produk baru tersebut, jumlah terbanyak berasal dari reksa dana terproteksi dan reksadana indeks. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, terdapat 48 produk baru reksadana sejak November. Dari jumlah itu, 14 produk baru merupakan reksadana terproteksi dan 9 produk baru dari reksa dana indeks. Sisanya, berasal dari reksadana berbasis sukuk, reksadana pendapatan tetap, hingga reksadana saham. Hal itu akhirnya berkontribusi terhadap total produk reksadana beredar seperti yang tercatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga pekan pertama Desember 2022. Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan bahwa penerbitan reksadana mengikuti kebutuhan pasar dan kinerja aset dasar.
LARANGAN EKSPOR BIJIH BAUKSIT : WASPADAI DAMPAK LANJUTAN
Pemerintah harus memastikan seluruh bauksit yang diproduksi di Tanah Air bisa terserap oleh pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter yang ada agar tidak memunculkan ekses negatif terhadap industri pertambangan nasional.
Larangan ekspor bijih bauksit yang bakal diterapkan mulai Juni 2023 dinilai terlalu terburu-buru, karena Indonesia saat ini belum memiliki smelter yang memadai untuk mengolah seluruh bauksit yang diproduksi.Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan bahwa larangan ekspor bijih bauksit saat ini akan membuat sejumlah perusahaan pertambangan menghentikan produksinya. Hal itu kemudian bisa berdampak pada pemutusan hubungan kerja, dan keterlambatan pembayaran kredit yang umumnya digunakan untuk modal kerja.“Memang harus dipilih-pilih juga mana saja perusahaan yang serius mengembangkan smelter, mana yang hanya untuk sekedar mendapatkan kuota. Untuk yang serius membangun smelter, harus dibantu juga mungkin dengan melakukan pembatasan [ekspor] secara bertahap,” katanya, Rabu (21/12).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa kapasitas pemurnian pengolahan bijih bauksit di dalam negeri relatif cukup untuk mengantisipasi limpahan bahan mentah itu yang diprediksi meningkat seiring dengan keputusan moratorium ekspor pada Juni 2023 mendatang.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memang menegaskan pemerintah akan terus melakukan kalkulasi untuk memastikan nilai tambah dari sejumlah komoditas mineral. Bahkan, pemerintah tidak akan menunggu kesiapan industri untuk melakukan larangan ekspor bijih agar negara bisa mendapatkan manfaat lebih banyak.
Wapres: OTT KPK Masih Diperlukan
JAKARTA, ID - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih diperlukan berbarengan dengan penerapan pencegahan dan pendidikan antikorupsi. Diberbagai negara penerapan tiga metode tersebut terbukti efektif memberantas korupsi. Hal ini ditegaskan Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu (21/12/2022). "“Sebenarnya pemberantasan korupsi itu seperti sudah dirumuskan oleh KPK sendiri dilakukan secara komprehensif, dari pendidikan, pencegahan dan penindakan ini sangat berkorelasi,” kata Wapres Ma’ruf Amin. Wapres menyampaikan hal tersebut menjawab pertanyaan wartawan terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (20/12/2022) yang berpesan kepada KPK, agar tidak terlalu sering melakukan OTT karena OTT tersebut menjadikan Indonesia dipandang jelek. Luhut menyebut digitalisasi seluruh sektor akan mengurangi perbuatan korupsi di Tanah Air. (Yetede)
Group Salim Siap Tambah Saham Tol MBZ
JAKARTA, ID –PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), perusahaan yang dikendalikan Grup Salim, siap menambah saham tol layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) sebesar 20%, setelah resmi mengambil 40% saham tol tersebut. Alasannya, tol MBZ yang dikelola anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), memiliki trafik cukup tinggi. Rabu (21/12/2022, Jasa Marga resmi melepas 40% saham JCC kepada anak usaha Nusantara Infrastructure senilai Rp 4,38 triliun. Dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/12/2022), Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur secara simbolis menyerahkan saham MBZ Jasa Marga ke Direktur Utama Nusantara Infrastructure M. Ramdani Basri. Proses akuisisi tersebut dieksekusi dalam dua tahap. Tahap pertama, Nusantara Infrastructure membayar Rp 800 miliar. Tahap kedua, Nusantara Infrastructure akan mengucurkan dana Rp 3,58 triliun sebagai pelunasan. M. Ramdani Basri menilai, akuisisi 40% saham MBZ oleh Nusantara infrastructure adalah prestasi besar. Sebab, swasta dilibatkan untuk membangun infrastruktur Indonesia. (Yetede)
Siasat Genjot Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA-Pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian perekonomian global. Sejumlah lembaga internasional pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Presiden Joko Widodo menyimpulkan, situasi yang dihadapi Indonesia pada 2023 tidaklah mudah. "Teori-teori standar semuanya sudah sulit untuk kita pakai lagi, karena semuanya sekarang ini keluar tidak berdasarkan pakem-pakem yang ada. Betul-betul situasi yang sangat sulit." ujar Jokowi dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2023 kemarin, 21 Desember 2022. Berbagai lembaga dunia kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,4% menjadi 5%. Adapun Organization Co-operation and Development (OECD) memangkas perkiraannya dari 5,3% menjadi 4,7%. Sedangkan International Monetary Fund (IMF) memotong perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,3% menjadi 5%. (Yetede)
Awan Gelap Ekonomi Global
Menkeu Sri Mulyani mengatakan Indonesia perlu mewaspadai ekonomi global 2023 yang diprediksi makin melemah. Penyebab lesunya ekonomi global adalah tingginya suku bunga acuan di AS, juga ketidakpastian situasi geopolitik dunia akibat perang Rusia-Ukraina yang belum bisa diprediksi kapan berakhir. “Situasi ketidakpastian ini perlu menjadi perhatian kita untuk menghadapi risiko perekonomian Indonesia,” ucap Sri Mulyani dalam acara Outlook Ekonomi Indonesia 2023, di Jakarta, 21 Desember 2022. Pada 14 Desember, bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis point ke rentang level 4,25 % dan 4,5 %, yang merupakan level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Kenaikan tersebut merupakan yang ketujuh kalinya sepanjang 2022 dalam upaya mengendalikan inflasi. Meski inflasi AS sudah berada di kisaran 7 %, The Fed diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuannya hingga 5,5 % pada 2023. Pasalnya, inflasi di AS saat ini masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 %.
Menurut Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono, bank-bank sentral negara besar seperti The Fed akan memilih meredam inflasi dengan mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Caranya dengan menaikkan suku bunga acuan. Karena itu, kata Yusuf, proyeksi ekonomi global ke depan cenderung semakin gelap. Direktur Celios, Bhima Yudistira, memperkirakan ekonomi global tahun depan hanya mampu tumbuh 0,5 %. “Bahkan skenario resesi akan membuat negara maju tumbuh negatif -0,6 %,” kata dia. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan berbagai indikator menunjukkan pertumbuhan ekonomi global bakal terus anjlok. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur dunia pada Oktober lalu yang berada di level 49,8. Posisi di bawah 50 menandakan sektor manufaktur mengalami kontraksi. PMI manufaktur Cina pun ada di level 49,2. Akibat indikator tersebut, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun depan hanya 2,7 % atau melambat dari 3,2 % tahun ini. Padahal ekonomi dunia pada 2021 sempat tumbuh 6 %. (Yoga)
Adaro Ajak Qatar Investment Authority Investasi di Proyek Hijau
DOHA, ID – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) ingin mengajak Qatar Investment Authority(QIA) untuk berinvestasi dalam proyek-proyek hijau atau ramah lingkungan yang sedang digarap oleh perseroan. Ajakan kepada lembaga sovereign wealth fund asal Qatar itu juga bagian dari upaya untuk mempromosikan peluang-peluang investasi di Indonesia kepada pihak-pihak yang memiliki modal dan teknologi. “Yang saya lagi jajaki ‘kan tentunya, seperti kita ketahui, sovereign wealth fund-nya Qatar ini luar biasa besar dan rasanya memang saya juga mempunyai kewajiban sebagai orang Indonesia untuk bagaimana bisa mempromosikan untuk investasi di Indonesia,” ungkap Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi ‘Boy’ Thohir di Doha, Qatar, Senin (19/12/2022). Dia menambahkan, Adaro tengah bergerak menuju industri- industri yang lebih hijau atau ramah lingkungan, seperti proyek smelter aluminium, green hydro power plant, hingga solar power plant. “Salah satunya saya ingin mengajak Qatar untuk masuk ke Indonesia karena mereka selain punya uang, mereka juga punya teknologi. Jadi seperti kita lihat di sini, solar power plant-nya juga termasuk yang cukup maju,” ujar Boy Thohir. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









