Episode (Impor) Pangan RI
Akhirnya, pemerintah menugaskan Perum Bulog mengimpor beras 500.000 ton dari Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Pakistan, juga kedelai 350.000 ton dari AS dan Afrika Selatan. Saat ini, harga beras dan kedelai masih bertahan tinggi. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag, harga rata-rata nasional beras medium per 23 Desember 2022 sebesar Rp 11.400 per kg, naik 7,69 % dibandingkan Juli 2022 di Rp 10.400 per kg. Harga itu masih di atas HET yang ditetapkan pemerintah berdasarkan wilayah, yakni Rp 9.450 per kg-Rp 10.250 per kg. Begitu juga kedelai impor yang diperdagangkan di pasar dalam negeri, dari harga Rp 10.000 per kg-Rp 11.000 per kg, kini tembus Rp 15.100 per kg. Dibandingkan sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, harganya naik 17,05 %. Pada tahun ini pemerintah mengklaim produksi dan stok beras masih berlimpah meskipun diwarnai perdebatan data produksi dan stok. Hitungan Kementan, surplus beras akhir tahun ini 6,9 juta ton sehingga tidak perlu impor. Faktanya pasar tidak terpengaruh. Harga beras masih terus naik karena pasar melihat stok beras Bulog jauh dari yang ditargetkan, yakni minimal 1,2 juta ton. Per 6 Desember 2022 atau sebelum impor, stok beras Bulog tersisa 494.202 ton. Stok itu terdiri dari 295.337 ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan 198.965 ton beras komersial. Kementan bahkan menyanggupi menyediakan 600.000 ton beras untuk memperkuat CBP Bulog. Namun, Bulog hanya bisa menyerap sebagian kecil. Di sisi lain, Bulog dinilai tidak optimal menyerap beras dan gabah petani sejak awal 2022.
Untuk kedelai, produksi kedelai lokal tidak pernah mencukupi kebutuhan kedelai nasional sehingga Indonesia bergantung pada kedelai impor. Berdasarkan Prognosa Neraca Pangan Nasional, kebutuhan kedelai nasional pada 2022 sebanyak 2,94 juta ton dan produksi kedelai lokal hanya 288.635 ton. Untuk menutup kekurangannya, Indonesia merencanakan impor kedelai 2,4 juta ton secara bertahap sepanjang tahun ini. BPS mencatat, impor kedelai Indonesia sepanjang Januari-November 2022 terealisasi 2,16 juta ton. Saat ini, stok kedelai pada akhir Desember 2022 diperkirakan hanya 58.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tujuh hari. Di sisi lain, harga kedelai impor masih tinggi. Pada penutupan perdagangan Chicago Board of Trade, Jumat (23/12) harga kedelai berjangka 14,8 USD per gantang, naik 3,05 % secara bulanan dan 7,91 % secara tahunan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang bakal berlanjut hingga 2023, gejolak harga dan stok komoditas pangan impor masih bisa terjadi. Apalagi, jika depresiasi rupiah masih berlanjut, biaya impor komoditas-komoditas tersebut akan semakin tinggi. Memasuki tahun politik, jangan sampai pemerintah melupakan misi besar memiliki 11 komoditas pangan sebagai cadangan pangan pemerintah (CPP). Kesebelas komoditas itu adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging ayam, telur ayam, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Tak cukup hanya memperkuat regulasi. Aksi konkret dan keberpihakan fiskal juga diperlukan di tengah semakin menggunungnya utang pemerintah kepada Bulog yang mencapai Rp 5,2 triliun. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023