;

HARI RAYA Menyambut Raja dan Mendamba Laba

Ekonomi Yoga 26 Dec 2022 Kompas (H)
HARI RAYA
Menyambut Raja
dan Mendamba Laba

Warta tersiar dari timur tentang sebuah kota pelabuhan, Manado, yang sedang menyongsong perayaan besar. Kerlip lampu berwarna-warni yang dipasang warga menghiasi seisi kota membuat malam-malam Desember sehabis hujan kian syahdu. Kabarnya, semua itu untuk menyambut kelahiran Sang Raja. Maka, kira-kira sebulan sebelum kelahiran itu, bertolaklah para saudagar dari Gorontalo, daerah semenanjung di sisi utara Teluk Tomini, menuju Manado, kota pelabuhan di timur itu. Mereka datang untuk menangkap peluang besar dagang yang mengiringinya. Para pedagang ini mengangkut ratusan, bahkan ribuan, kg kukis alias kue kering menyusuri kelok Jalan Trans-Sulawesi sejauh 400-an kilometer. Aneka jenis kukis, mulai dari putri salju, batang macis, kacang kurma, sampai kacang vernis, begitu diminati umat Kristen di Manado yang ingin memeriahkan perayaan kelahiran Yesus Kristus pada 25 Sesember yang tahun ini jatuh pada hari Minggu. Pihak penjual dan pembeli akan tumpah ruah di Wenang, daerah niaga sekitar Pelabuhan Manado, tempat orang berangkat ke atau datang dari pulau-pulau di Nusa Utara dan Maluku Raya. Kios-kios semipermanen berdiri untuk memajang jajaran stoples dan tumpukan kantong plastik berisi berbagai kudapan penggugah selera. Rival Yusuf (27) adalah salah satu pelapak kukis yang turut dalam arus ”transmigrasi sementara” menuju Manado. Ia dan keluarganya tiba di ibu kota Sulut untuk melapak di emperan jalan depan Pasar Swalayan Jumbo sejak pekan pertama Desember.

Agar dapat pulang dengan bak mobil pikap kosong dan dompet gendut dijejali rupiah, keluarga Rival akan menetap hingga semua kukis ludes terjual. ”Orang Gorontalo itu pantang pulang kalau nda bawa doi (uang), supaya orang panggil ’bos’ di kampung. Kalau pulang cuma bawa nama, setengah mati,” kata Rival berkelakar, Senin (19/12) saat ditemui di kiosnya. Peluang dagang begitu besar di Manado saat Natal tak lepas dari mayoritas penduduknya yang beragama Kristen, seperti peluang saat Lebaran di Gorontalo yang kebanyakan penduduknya Muslim. Kantor Perwakilan BI Sulut telah menyiapkan uang kartal Rp 2,3 triliun pada Desember untuk memastikan terlaksananya segala transaksi tunai warga. Nilai tersebut setara seperempat dari seluruh kebutuhan uang kartal warga ”Bumi Nyiur Melambai” sepanjang tahun 2022, yakni Rp 8,8 triliun. Alasan itu pula yang mendorong Erlin Laginta (40) senantiasa bertolak ke Manado setiap Desember selama lima tahun terakhir. Tahun ini, pemilik pabrik kue rumahan di Desa Mongolato, Telaga, Kabupaten Gorontalo, itu membawa 32 lusin atau 384 stoples kue kering dan 1.000 bungkus camilan kacang dengan mobil pikap. ”Di sini saya ngekos dengan suami di daerah Kombos. (Total modal) kayaknya lebih dari Rp 100 juta. Untungnya mobil (pikap) sudah lunas dan yang jadi sopir paitua (suami) sendiri, jadi tidak ada biaya tambahan,” kata Erlin. Merujuk pengalaman beberapa tahun terakhir, dagangan Erlin selalu habis pada puncak perayaan Natal. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :