Inflasi Desember 2022 Diperkirakan 0,48 Persen
BI memperkirakan inflasi sampai pekan keempat Desember 2022 mencapai 0,48 % dibandingkan November 2022. Kenaikan disumbang sejumlah komoditas pangan dan tarif jasa. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dirilis BI, komoditas pangan penyumbang inflasi antara lain telur ayam ras sebesar 0,08 % dibandingkan November dan beras sebesar 0,04 %. Selain itu, kenaikan 0,03 % masing-masing untuk daging ayam ras, tomat, dan cabai. Adapun kenaikan tarif perusahaan air minum (PAM) sebesar 0,02 % dan tarif angkutan udara sebesar 0,01 %. ”BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, akhir pekan lalu, di Jakarta.
Pada November 2022, inflasi tercatat sebesar 0,09 % secara bulanan, meningkat dibandingkan bulan Oktober 2022 yang mengalami deflasi 0,11 %. Secara tahunan, inflasi November 2022 mencapai 5,42 %, lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 5,71 %. Perkembangan positif inflasi selama ini tidak terlepas dari pengaruh sinergi kebijakan yang makin erat antara pemerintah pusat dan daerah, BI, serta berbagai mitra strategis lainnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sinergi kebijakan ini dalam menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan inflasi pada akhir tahun 2022 di kisaran 5,4-5,6 %. (Yoga)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023