;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Nataru & Momentum Pembuktian

24 Dec 2022

Suasana perayaan Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) makin terasa dan diperkirakan berlangsung lebih semarak dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya saat pandemi Covid-19 melanda. Indikasi bertambahnya intensitas aktivitas masyarakat saat liburan ini tampak dari arus mudik yang diyakini mencapai puncaknya pada hari Jumat, 23 Desember 2022. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. sebelumnya menghitung sebanyak 2,73 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jabotabek atau meningkat 8,4% bila dibandingkan dengan volume lalu lintas periode normal. Beberapa objek wisata juga dilaporkan telah diserbu wisatawan yang diketahui dari angka pemesanan tiket secara daring. Sebagaimana rutinitas pada tahun-tahun normal, kegiatan liburan Nataru ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk sejumlah kegiatan seperti mudik, saling berkunjung dan berwisata bersama keluarga. Sektor usaha yang terdorong dari aktivitas ini meliputi makanan-minuman, hotel, res­toran, ritel, transportasi, dan tem­pat wisata. Para pebisnis tentunya berharap dapat mendulang ke­­untungan berlimpah dari libur Nataru. Dengan demikian, hasil dari kegiatan penanganan Covid-19 selama Nataru ini akan menjadi pertaruhan sekaligus pembuktian dalam menilai perkembangan status pandemi. Jika tidak ada lonjakan kasus Covid-19 saat momen Nataru, virus yang sudah menyebar ke berbagai benua dan negara itu bisa dinyatakan bukan lagi menjadi momok yang perlu ditakuti. Untuk itu, sikap konsistensi masyarakat sangat diperlukan dalam menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. Tidak ketinggalan dukungan terhadap program vaksinasi Covid-19 yang tengah digencarkan agar tercipta kekebalan komunal. Patut diingat bahwa kesuksesan penanganan Covid-19 tidak bisa berdiri sendiri tetapi harus diusahakan secara serius bersama-sama.

RENCANA IMPOR : Kuota Gula Mentah Naik 10%

24 Dec 2022

Pemerintah memutuskan akan menambah kuota impor gula mentah untuk gula kristal rafinasi sebesar 10% pada 2023. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan, berdasarkan hasil rapat terbatas (ratas) terkait neraca komoditas, kuota impor bahan baku gula kristal rafinasi (GKR) untuk tahun depan diputuskan akan ditambah menjadi 3,6 juta ton atau naik 10% dibandingkan kuota tahun ini yang sebesar 3,27 juta ton. Dia menjelaskan bahwa secara total, pemerintah akan mengimpor 4.641.000 ton gula yang terdiri atas 991.000 ton gula kristal putih (GKP), GKR sebanyak 3,6 juta ton, dan 50.000 ton gula kebutuhan khusus.

TREN LIBURAN AKHIR TAHUN : WISATA DOMESTIK JADI PILIHAN

24 Dec 2022

Momen akhir tahun biasanya diisi dengan liburan bersama keluarga dan kerabat, baik dengan cara bertamasya atau sekadar menikmati suasana di dalam kota. Pada musim liburan kali ini, wisata domestik rupanya masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan segala pertimbangannya. Menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru), banyak orang mulai merencanakan pergi ke berbagai destinasi wisata. Kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali ikut mendorong antusiasme masyarakat menikmati libur panjang akhir tahun ini. Minat masyarakat untuk melancong pada libur Nataru ini terlihat dalam hasil survei Vakansi Akhir Tahun 2022 yang dibuat oleh DataIndonesia.id. Mayoritas masyarakat Indonesia terlihat sudah merencanakan liburan akhir tahun mereka. Survei Vakansi Akhir Tahun 2022 dilakukan secara daring pada 27 Oktober-23 November 2022. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 48,99% masyarakat Indonesia menyatakan akan pergi ke luar kota untuk mengisi libur akhir tahun mereka. Persentase itu lebih tinggi dibandingkan dengan 17,17% masyarakat lain yang lebih ingin bepergian di dalam kota. Head of DataIndonesia.id Team Setyardi Widodo mengatakan, pada momen libur Nataru ini, berwisata di dalam negeri tampaknya masih jadi favorit banyak orang. Sebab, hanya ada 7,58% orang yang berencana liburan ke luar negeri. Sebanyak 9,6% lainnya masih ragu dan 16,57% mengaku tidak memiliki rencana liburan. 

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan libur Nataru merupakan periode yang luar biasa bagi dunia pariwisata. Minat liburan masyarakat yang tinggi memang sudah terprediksi sejak jauh-jauh hari.   Mayoritas atau sebanyak 15,7% memilih Bandung sebagai destinasi wisata favorit mereka. Lalu, sebanyak 14,05% responden memilih berlibur akhir tahun ke Yogyakarta. Kota Gudeg ini menempati dua besar daerah favorit tujuan wisata di Indonesia pada libur Nataru 2022. Posisi ketiga, ada Kota Malang yang dipilih 9,92% responden. Kemudian, disusul oleh Bogor 8,26%, Surabaya 4,96%, Bali 4,96%, Jakarta 3,31%, dan Garut 3,31%.

Melesat 162%, Transaksi TEI Capai Rp 248 Triliun

23 Dec 2022

JAKARTA, ID – Nilai transaksi pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke 37 mencapai US$ 15,83 miliar atau setara Rp 246,64 triliun, melonjak 162% dibanding event serupa tahun lalu US$ 6,06 miliar. Capaian tersebut berasal dari transaksi produk sebesar US$ 15,28 miliar, investasi US$ 551,50 juta, dan remitansi jasa US$ 843,20 ribu. Penyelenggaraan TEI ke 37 digelar secara hybrid, yaitu pameran offline pada 19-23 Oktober 2022 dan secara online dari 19 Oktober hingga 19 Desember 2022. “Ini kebahagiaan di tengah ekonomi dunia yang melambat, bahkan ada yang mengatakan resesi. Target transaksi US$ 10 miliar, ternyata tembus lebih dari US$ 15 miliar. Ini capaian luar biasa,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) pada acara konferensi pers TEI 2022 di Jakarta, Kamis (22/12/2022). Berdasarkan besaran nilai transaksi produk, terdapat lima negara dengan jumlah transaksi tertinggi. Negara tersebut yakni Tiongkok dengan nilai transaksi sebesar US$ 10,78 miliar, India US$ 1,5 miliar, Jepang US$ 843,96 juta, Mesir US$ 492,04 juta, dan Filipina US$ 343,22 juta. (Yetede)

PTBA Kembangkan Biomassa Untuk Cofiring PLTU di Sumsel

23 Dec 2022

JAKARTA, ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meluncurkan pilot project Kemitraan Pengusahaan Biomassa pada program cofiring PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan. Pilot project ini merupakan kerja bersama pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, dan asosiasi dalam menyusun suatu model kebijakan yang memungkinkan kolaborasi sektor pertambangan dan kehutanan. Proyek ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Ke maritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), serta Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti, mengatakan bahwa cofiring PLTU merupakan aksi nyata untuk menekan emisi.“Cofiring menjadi hal yang sangat penting. Pekerjaan rumah berikutnya adalah bagaimana program ini bisa berkelanjutan, maka harus melibatkan masyarakat. Ini sangat bagus untuk kita dorong agar bisa dilakukan di sektor pertambangan,” tegasnya.   (Yetede)

Sambut Nataru BI Siapkan Uang Tunai Rp 117,7 Triliun

23 Dec 2022

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan kebutuhan uang tunai menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) sebesar Rp 117,7 triliun. Uang kas yang disiapkan tersebut meningkat 5,8% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. "Jumlah tersebut telah mempertimbangkan perkiraan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat, belanja pemerintah dan bantuan sosial tunai, Juga rata-rata kenaikan outflow beberapa tahun terakhir yang mencapai 4,8%,” kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/12/2022). BI memastikan kelancaran sistem pembayaran, tercermin dari minggu kedua Desember ini, perbankan sudah menarik Rp 54,77 triliun, atau 47% dari uang yang disediakan BI. Selain itu, BI juga menyediakan akses uang tersebut kepada masyarakat, dengan memberikan layanan kas di seluruh kantor perwakilan BI. Lalu ada juga kas keliling ritel 55 kali di 47 titik layanan. BI melakukan monitoring pelayanan di wilayah yang merayakan natal dan tahun baru termasuk daerah wisata. (Yetede)

BI Ekonomi Tahun Depan Melambat

23 Dec 2022

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini tembus 3% secara year on year (yoy), namun akan menurun pada tahun depan di level 2,6%. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global tidak lepas dari masih  meningkatnya ketidakpastian global dan adanya potensi resesi di sejumlah negara. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh fragmentasi ekonomi, perdagangan hingga investasi akibat ketegangan geopolitik yang berlanjut dan pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (22/12/2022). Ia mengatakan hingga Desember, hasil asesmen BI menunjukkan kondisi ekonomi global masih akan diliputi meningkatnya ketidakpastian. Alhasil hal itu akan berdampak pada sisi perlambatan ekonomi tahun 2023. “Ekonomi global 2023 melambat, sebagaimana perkiraan risiko resesi global di beberapa negara AS dan Eropa sehingga ekonomi global turun menjadi
2,6% di tahun 2023,” tegas dia.

Emiten Batu Bara Tebar Dividen Interim Rp 25 Triliun

23 Dec 2022

JAKARTA, ID – Sebanyak empat emiten batu bara membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar Rp 25,7 triliun, seiring berkibarnya kinerja keuangan. Mereka adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Kamis (22/12/2022), Adaro Energy mengumumkan pembayaran dividen interim sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun dengan kurs rupiah Rp 15.500 per dolar AS. Dengan patokan kurs sama, dividen interim per saham Adaro mencapai Rp 248. Perseroan akan menggunakan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) pada 3 Januari 2023 sebagai patokan konversi pembagian dividen interim. Sebelumnya, Bayan membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,5 triliun, setara US$ 0,03 per saham, Harum Energy Rp 1 triliun, dan Baramulti US$ 97 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. (Yetede)

Antara Pengendalian Pasokan dan Isu Resesi Global

23 Dec 2022

Harga komoditas logam industri akan kian terpuruk di tahun depan. Pasalnya, potensi resesi Amerika Serikat (AS) terbuka lebar. Sejatinya pelemahan harga di komoditas logam industri sudah terjadi di sepanjang tahun ini. Cuma nikel yang tren harganya relatif kuat. Sejatinya faktor utama pelemahan harga komoditas logam industri adalah faktor eksternal. Tapi Indonesia, sebagai salah satu produsen komoditas logam industri, melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan pasokan. Efeknya memang bisa membantu harga komoditas logam industri bergerak naik. Tapi sulit memastikan kebijakan larangan ekspor kali ini akan menaikkan harga komoditas. Masalah utama saat ini adalah potensi resesi global di tahun depan. Jika benar terjadi, bullish harga komoditas bakal sulit berlanjut. Saat ini, sumber dari kecemasan pasar adalah kondisi ekonomi global, terutama AS. Ada pergeseran kecemasan dari inflasi menjadi resesi, juga dari masalah gangguan supply chain menjadi isu over supply. Kondisi ini juga dimaknai dengan lesunya permintaan.

Nilai Aset Saham Kresna Life Tak Bisa Menutupi Kewajiban ke Nasabah

23 Dec 2022

Nasib PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) di ujung tubir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menentukan nasib Kresna Life pasca perusahaan menyerahkan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK)  akhir bulan ini. Dari RPK ini,  OJK akan melihat rencana Kresna Life menyelamatkan perusahaan. Beberapa poin dalam RPK diungkapkan kuasa hukum nasabah Kresna Life Benny Wulur yang ikut dalam diskusi bersama manajemen Kresna Life dan OJK. "Intinya, Kresna Life bertekad menyelesaikan permasalahan dengan pemegang polis, baik dengan  swap saham maupun dengan aset," ujar Benny kepada KONTAN, Kamis (22/12). Sumber KONTAN menyebut, pemegang saham pengendali Kresna Life ingin menjual saham-saham itu di harga terbaik agar bisa menyelesaikan masalah. Mengacu kepemilikan dan harga saham kemarin, dana yang bisa didapat Kresna Life dari menjual saham sekitar Rp 1,2 triliun, jauh dari kewajiban Kresna Life yang sekitar Rp 5 triliun.