Supaya Harga Tak Naik Semena-mena
JAKARTA-Pemberian subsidi bagi pembelian kendaraan listrik sebagaimana rencana Presiden Joko Widodo bukanlah praktik baru. Banyak negara mengucurkan subsidi langsung kepada konsumen. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mencontohkan India yang memberikan subsidi sebesar 23% dari harga jual kendaraan. "Tapi harga jual tersebut harus di cek pemerintah. Jangan sampai karena mau diberi insentif, perusahaan menaikkan harga supaya pasarnya naik. Karena itu, standar (harga dan kualitas) penting. Hanya kendaraan dengan standar tertentu yang bisa mendapatkan subsidi," ujar Fabby, kemarin. Sependapat dengan Fabby, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy, menyebutkan Cina sebagai contoh terbaik pemberian subsidi kendaraan listrik. Dia mengungkapkan, negara itu, selain memberikan subsidi mobil listrik, mengucurkan insentif untuk pembelian bus listrik yang bisa digunakansebagai sarana transpotasi publik. (Yetede)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023