Ekonomi
( 40512 )Target Peremajaan Sawit Rakyat Baru Tercapai 50%
JAKARTA, ID – Realisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) hingga penghujung tahun ini baru mencapai 273.666 hektare (ha), atau sekitar 50% dari target yang pernah dicanangkan pemerintah seluas 540 ribu ha sampai akhir 2022. Salah satu penyebabnya adalah persyaratan PSR yang sangat ketat, terutama terkait status dan legalitas lahan milik para petani atau pekebun sawit. Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), sepanjang 2016-2022, program PSR menjangkau 273.666 ha lahan sawit milik 120.168 pekebun dengan total dana hibah yang disalurkan BPDPKS mencapai Rp 7,52 triliun. Luasan lahan PSR tersebut sekitar 21% berada di wilayah Sumatra Selatan, 13% di Aceh, 12% di Riau, 9% di Sumatra Utara, 7% di Jambi, 6% di Kalimantan Barat, 6% di Kalimantan Tengah, 6% di Sulawesi Barat, 4% di Bengkulu, 4% di Sumatra Barat, dan 12% di wilayah lainnya. Khusus pada 2022, PSR menjangkau 30.759 ha dengan dana tersalurkan Rp 923 miliar. (Yetede)
Ketersediaan Data Valid jadi Kunci Dukung Pembangunan
JAKARTA, ID – Pemerintah meluncurkan portal Satu Data Indonesia (SDI) sebagaimana salah satu solusi dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mendukung pembangunan di Tanah Air. Portal SDI juga dapat berfungsi sebagai marketplace data pemerintah yang mempertemukan supply and demand terhadap data. Melalui portal tersebut, seluruh data dari berbagai kementerian/ lembaga (K/L) dan daerah terhubung menjadi satu, sehingga bisa menjadi sumber data utama yang valid di Indonesia. Sejauh ini portal SDI telah menghubungkan portal K/L mencapai 58% atau sebanyak 43 dari 83 kementerian/ lembaga. Sementara itu, di tingkat provinsi sudah mencapai 68% atau 26 dari 38 provinsi di Indonesia. Untuk tingkat kabupaten/kota baru mencakup 18% atau sebanyak 95 dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. “Presiden mengatakan data itu seperti ‘minyak baru’ yang lebih berharga dari minyak, dan data menjadi valid dan menjadi salah satu kunci pembangunan,” kata Suharso dalam grand launching Portal Satu Data Indonesia, Jumat (23/12/2022). (Yetede)
Inflasi Konsumen Jepang Tertinggi Dalam 40 Tahun
TOKYO, ID – Laju inflasi inti konsumen Jepang mencapai level tertinggi baru dalam 40 tahun pada November 2022. Ini karena perusahaan-perusahaan terus menaikkan biaya-biaya untuk rumah tangga. Data juga menunjukkan ada tanda-tanda penaikan harga yang meluas dan dapat membuat bank sentral di bawah tekanan untuk mengurangi stimulus besar-besaran. Menurut laporan Jumat (23/12/2022), indeks harga konsumen (IHK) intiJepang – tidak termasuk makanan segar yang mudah berubah ubah, namun mencakup biaya energi – naik 3,7% pada November dari tahun sebelumnya. Hal ini sesuai dengan perkiraan pasar dan meningkat dari penaikan 3,6% pada Oktober. Itu artinya menjadi penaikan terbesar, sejak lonjakan sebesar 4.0% yang terjadi pada Desember 1981. Yaitu di saat inflasi masih tinggi akibat dampak guncangan minyak pada 1979 dan ekonomi yang sedang booming. (Yetede)
Pelemahan Harga Saham Batu Bara Dinilai Wajar
JAKARTA, ID – Harga saham-saham batu bara yang terdepresiasi pada akhir pekan ini dinilai wajar karena pengaruh sentimen global. Kabar India yang berencana menggenjot produksi batu bara menjadi 1,34 miliar metrik ton (mt), atau naik 47,40% pada tahun 2026 hingga 2027 membuat harga saham-saham emiten batu bara tergerus. Pada perdagangan Jumat (23/12), harga saham emiten emiten batu bara dengan market cap tinggi seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) tergerus sebesar 3,50%, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menyusut 1,16%, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) turun 0,53%, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) minus 0,43%. Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar, penurunan tersebut disebabkan oleh pasokan batu bara di pasar dunia yang sudah mulai normal, ditandai dengan membaiknya pasokan produksi dari negara-negara besar seperti Tiongkok dan India. (Yetede)
Pasar Global Lesu Order TPT Anjlok 40%
JAKARTA, ID – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mengalami penurunan order ekspor hingga 40% akibat lesunya perekonomian global. Penurunan permintaan tersebut menyebabkan utilisasi pabrik TPT merosot ke level 50% dari kondisi normal sekitar 75%. "Dari kuartal III akhir sudah ada penurunan order 30%, dan di kuartal ini order yang turun telah mencapai 40%. Ini biasanya untuk pengiriman dua bulan ke depan,” kata Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini. Redma menyebut, akar masalah industri TPT saat ini bukan terletak pada upah, tetapi pasarnya. “Karena pasar ekspor sedang susah, dan pasar domestik juga dipenuhi barang impor,” ujar dia. Redma menilai, permasalahan di industri TPT nasional pada tahun depan pun masih akan berkaitan dengan pasar. “Market masih akan menjadi masalah utama. Jadi UMP naik atau tidak tahun depan, tetap masalahnya adalah pasar,” ungkap dia. (Yetede)
Jelang Akhir Tahun Kredit Korporasi Meningkat 15%
JAKARTA, ID – Industri perbankan berhasil menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 3.234,9 triliun per November 2022. Nilai tersebut meningkat pesat 15% secara year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan kredit korporasi pada Oktober 2022 yang tumbuh 14% (yoy). Sementara itu, secara total, perbankan nasional mencatat outstanding kredit menembus Rp 6.317,7 triliun per November 2022 yang ditopang kredit konsumsi. Penyaluran kredit tersebut meningkat 10,8% (yoy), cenderung melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 11,7% (yoy). Berdasarkan data Uang Beredar Bank Indonesia (BI) yang dirilis Jumat (23/12/2022), perkembangan kredit terjadi pada debitur korporasi yang mencatat pertumbuhan 15% (yoy) mencapai Rp 3.234,9 triliun dan debitur perorangan yang tumbuh 8,1% (yoy) mencapai Rp 3.034,6 triliun, serta debitur lainnya Rp 48,1 triliun per November 2022. Sementara itu, dari jenis penggunaan, perkembangan penyaluran kredit pada November disebabkan kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI) yang tumbuh melambat, sedangkan kredit konsumsi tumbuh lebih tinggi. (Yetede)
Mobilitas Meningkat Tanpa Pembatasan Ketat
JAKARTA-Jumlah masyarakat yang bepergian selama periode Natal 2022 dan tahun Baru 2023 diperkirakan lebih tinggi dari pada periode Natal dan Tahun Baru dua tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik melonjak di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1. Kementerian Perhubungan mencatat, pada periode H-7 hingga H-3 Natal, warga yang bepergian menggunakan angkutan umum mencapai 683.405 orang atau meningkat 29,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan sejumlah kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek sebanyak 769.681 kendaraan atau naik 15,85% dibanding lalu lintas normal pada Juni 2022. Walaupun jumlah pergerakan meningkat, Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan menuturkan, kondisi arus kendaraan lalu lintas masih terkendali. (Yetede)
Fleksibel Terbitkan Surat Utang
JAKARTA-Kementerian Keuangan memastikan penerbitan surat utang tahun depan dilakukan secara terukur dan tetap fleksibel sesuai dengan kebutuhan. Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menuturkan, hal itu sejalan dengan target defisit APBN yang lebih kecil, yaitu 2,84% dari produk domestik bruto (PDB). Konsolidasi fiskal menjadi fokus utama, dari penerimaan yang diupayakan lebih baik, belanja yang efektif dan efisien, hingga pembiayaan yang terkendali. "Kebutuhan pembiayaan harus dapat dikendalikan dengan tetap fleksibel dan oportunistis sembari melihat perkembangan perekonomian dan sektor keuangan, termasuk volatilitas pasar," ujarnya, kemarin, 23 Desember 2022. Pada 2023 pemerintah menargetkan pembiayaan utang sebesar Rp693,3 triliun, menurun jika dibandingkan dengan target APBN 2022 sebesar Rp870,5 triliun. (Yetede)
Laju Pertumbuhan Transasksi E-Commerce Melambat
Setelah mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, laju transaksi
e-commerce
di Indonesia mulai loyo. Padahal, konsumsi masyarakat melalui platform
e-commerce
juga diharapkan menjadi sumber tambahan untuk menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi domestik.
Bank Indonesia (BI) mencatat, total nilai transaksi
e-commerce
per akhir November 2022 mencapai Rp 435 triliun. Angka itu mencapai 88,95% dari target nilai transaksi
e-commerce
tahun ini yang mencapai Rp 489 triliun.
Deputi Gubernur BI Doni P Joewono optimistis, target tersebut bisa tercapai lantaran pola musiman di akhir tahun.
Jika ramalan BI tepat, nilai transaksi
e-commerce
2022 akan tumbuh dua digit, yakni mencapai 21,95% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Berdasarkan data BI, nilai transaksi e-commerce
pada tahun 2021 mencapai sebesar Rp 401 triliun.
Meski masih tumbuh dua digit, transaksi
e-commerce
Indonesia mulai melambat. Bahkan perlambatannya cukup signifikan. Dari data BI pula, nilai transaksi
e-commerce
tahun 2021 yang merupakan tahun kedua pandemi, tumbuh 50,58% yoy. Tahun ini, pertumbuhannya melambat menjadi 21,95% yoy. Perlambatan diperkirakan berlanjut hingga tahun 2023, yakni hanya tumbuh 16,97% yoy.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara melihat, melambatnya transaksi
e-commerce
karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat setelah pandemi.
Zyrexindo Patok Laba Tumbuh 10% di 2023
PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) tetap optimistis bisa mencapai target penjualan tahun 2022 di angka Rp 800 miliar. Optimisme emiten produsen laptop ini seiring adanya potensi kenaikan permintaan di periode akhir tahun.
Evan Jordan, Sekretaris Perusahaan Zyrx, menuturkan, sampai saat ini emiten ini masih mematok target penjualan Rp 800 miliar tahun ini. Jadi, Zyrx tidak merevisi target penjualan tahun ini. Di 2023, Zyrexindo masih akan fokus memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, baik segmen pemerintah maupun swasta. Selain itu, ZYRX juga akan menggenjot penjualan produk di segmen ritel.
Pada tahun depan, Zyrex memasang target penjualan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. "Tahun 2023, kami memproyeksi penjualan mencapai Rp 995 miliar, dengan laba bersih tumbuh sekitar 8% sampai 10%," tegas Evan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









