Ekonomi
( 40789 )Kuartal 1 Pembiayaan BSI Melesat 20%
JAKARTA, ID-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan pembiayan 20% hingga akhir Maret 2023. Pertumbuhan tersebut diyakini masih akan berlanjut hingga paruh pertama tahun ini. Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho menyampaikan, Pembiayaan BSI ditahun 2022 melesat 21% atau tertinggi diantara sepuluh bank terbesar. Pihaknya bersyukur, pertumbuhan tersebut masih berlanjut di awal tahun ini. "Kita belum closing, tapi loan growth kita sekitar dua digit, sekitar 200% itu BSI masih tercapai (diakhir Maret). Memang sepanjang tahun lalu kita tumbuh 21%, tahun ini kita perkirakan dibawah itu atau sekitar 15-17%, tapi kalau situasinya bisa terus kondusif, kita bisa diangka tahun lalu," beber Cahyo, disela acara Ramadan Insight Ekonomi Syariah 2023 di The Westin Hotel, Kamis (30/3/2023). Cahyo mengatakan, pembiayaan di sektor konsumer juga masih jadi pendorong pencapaian sampai saat ini. Hal ini tidak terlepas dari mulai pulihnya perekonomian Indonesia dari pandemi, hingga permintaan pembiayaan konsumer mulai menggeliat. (Yetede)
Pemerintah Kejar Penyelundupan Pakaian Bekas impor
JAKARTA, ID-Pemerintah akan mengejar importir ilegal pakaian bekas yang telah merugikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Sementara terhadap pedagang eceran atau reseller pakaian impor bekas (trifting), pemerintah memberi kelonggaran untuk terus menjual stock tersisa mereka hingga abis. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan itu usai melakukan dialog terbatas dengan perwakilan pedagang, perwakilan pengurus PD Pasar Jaya, anggota DPR RI Adian Napitupulu, dan Kapolda Metro Jaya di Pusat Trifting Ibu Kota, Pasar Senen Blok III Jakarta, Kamis (30/3/2023). "Khusus untuk pakaian bekas ini, yang dikejar penyelundupnya. Bapak-bapak yang berdagang ini tetap boleh menjual sampai habis," kata Mendag yang pada kesempatan itu didampingi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Sementara itu, pemerintah dan aparat penegak hukum akan berfokus menangani dari segi hulu dengan pemberantasan para importir ilegal. Pemerintah melalui sinergi Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, dan Kapolri, akan menutup keran impor pakaian bekas di hulu, termasuk yang melewati pelabuhan-pelabuhan kecil. (Yetede)
Parkir Duit di Bank, Simpanan Nasabah Tajir Naik
Meski ekonomi sudah mulai bergerak, nasabah superkaya dan korporasi masih menahan uang mereka di perbankan. Mereka terkesan menahan diri untuk berbelanja, berinvestasi atau melakukan ekspansi.
Berdasarkan data Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) per Februari 2023, simpanan nasabah kaya di awal tahun ini melonjak tajam. Simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar tumbuh hingga dua digit. Sementara tingkatan simpanan dengan nilai nominal yang lebih kecil, membukukan pertumbuhan lebih mini.
Ambil contoh kelompok simpanan dengan nominial di bawah Rp 100 juta. Per Februari 2023, nilai simpanan tier ini mencapai Rp 977 triliun, atau tumbuh 3% dalam basis tahunan.
Sementara simpanan dengan tier lebih dari Rp 5 miliar sejak pandemi rata-rata tumbuh 12% hingga 13% year-on-year (yoy). Menurut catatan LPS, rata-rata pertumbuhan tier tersebut sejak Maret 2020 hingga Februari 2023 berada pada angka 13,5%.
Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono memproyeksikan, pertumbuhan nilai simpanan di tahun 2023 sekitar 7,5% hingga 8,4% yoy. Ia menyatakan umumnya pemilik rekening simpanan dengan nominal lebih dari Rp 5 miliar merupakan deposan korporasi.
Senior Vice President Retail Deposit Product and Solution Group Bank Mandiri, Evi Dempowati menyatakan, pertumbuhan simpanan di Bank Mandiri, khususnya tabungan dengan tier di atas Rp 1 miliar tumbuh mencapai 19% yoy. Sementara simpanan dengan nominal di bawah Rp 1 miliar di Bank Mandiri tumbuh 5% yoy.
Dipicu Harga Anjlok
Kinerja indeks saham sektor energi masih mengalami tekanan sejak awal tahun. Pada penutupan perdagangan saham Kamis (30/3), indeks saham IDX Sektor Energi menduduki posisi teratas sebagai indeks sektoral yang paling anjlok. Penurunan terbesar dialami PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 5,26% ke level Rp 126. Jika diakumulasi sejak awal tahun, saham BUMI sudah minus 21,74%. Kinerja terburuk kedua diduduki saham PT Indo Tambang Raya Merah Tbk (ITMG) yang turun 3,98%. Bila, dihitung sejak awal 2023,D ITMG masih naik tipis 0,38%. Di posisi berikutnya ada anak usaha ADRO, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang turun 3,24% ke Rp 1.195. Sejak awal tahun, saham ADMR turun 29,50%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, penurunan harga saham emiten batubara dipengaruhi volatilitas harga batubara di pasar global.
Himbara Dukung Hapus Tagih Kredit UMKM
Pemerintah mendorong agar hapus tagih kredit macet segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa segera diimplementasikan untuk mendorong pertumbuhan bisnis UMKM di Tanah Air.
Pemerintah melakukan koordinasi dengan perbankan untuk membahas skema dalam menjalankan hapus tagih yang sudah diamanatkan dalam Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Perbankan (UU P2SK).
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki megungkapkan bahwa himpunan bank milik negara (Himbara) sudah memberikan dukungan untuk mengimplementasikan hapus tagih kredit macet UMKM.
UU P2SK mengatur penghapusbukuan kredit macet kepada UMKM. "Ini memberi payung hukum bagi bank dan non-bank BUMN dalam penghapusbukuan dan penghapustagihan kredit macet untuk mendukung kelancaran pemberian akses pembiayaan UMKM,” kata Teten dalam keterangan, Kamis (30/3).
Menurut Teten, penghapustagihan kredit macet UMKM yang sudah hapusbuku tidak akan mempengaruhi kesehatan perbankan kerena sudah dikeluarkan dari neraca.
Obligasi Multifinance Semakin Semarak
Industri
multifinance
semakin gencar menerbitkan obligasi. Di tengah tren kenaikan suku bunga pinjaman di bank, obligasi menjadi salah satu pilihan pendanan yang menguntungkan.
Misalnya, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berencana penerbitan Obligasi sebesar Rp 1 triliun. Penerbitan ini merupakan Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap III Tahun 2023.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi mengatakan, perusahaan melakukan diversifikasi dalam mencari sumber pendanaan. Sumber pendanaan tersebut untuk merealisasikan target dari WOM Finance yang akan menyalurkan kredit di tahun ini mencapai sebesar Rp 5,4 triliun. Oleh karenanya, ada kebutuhan dana sekitar Rp 4 triliun.
Untuk penerbitan obligasi, Cncin bilang, bisa akan menerbitkan kembali obligasi di akhir tahun senilai Rp 1 triliun. Namun, hal tersebut masih akan melihat nilai bunganya dari masing-masing saluran.
BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2023. Target nilainya mencapai Rp 1,6 triliun.
Lalu PT Adira Dinamika Multi Finance di tahun ini masih memantau pendanaan yang murah. "Yang jelas, untuk tenor jangka panjang, penerbitan obligasi lebih kompetitif," ujar I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance.
PENYEDIA LAYANAN : MAYORITAS PEBISNIS INTERNET EKSPANSIF
Industri penyedia jasa internet diprediksi terus bertumbuh pesat di Indonesia dalam 5 tahun mendatang ditopang tingginya penetrasi internet di Tanah Air.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Zulfadly Syam mengatakan bahwa sebanyak 52,74% responden menilai prospek industri penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP) akan bertumbuh dengan tingkat penetrasi tinggi.“Sementara 24,89% industri akan bertumbuh tetapi sudah mulai stagnan,” ujarnya dalam pemaparan Survei Internet Indonesia 2023, di Jakarta, Kamis (30/3).
Selain itu, Zulfadly menilai kendala itu karena persaingan yang terlalu tinggi mencapai 21,30%, regulasi dan kebijakan pemerintah yang kurang mendukung sekitar 15,90%, dan terbatasnya akses permodalan 10,50%.Zulfadly juga menambahkan terdapat sejumlah tantangan bagi ISP yang belum teratasi selama 2022 dengan tiga terbanyak adalah menyangkut infrastruktur (73,80%), pendanaan (38,80%), dan sumber daya manusia (26,60%).
Sementara itu, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menilai saat ini potensi bisnis fi xed broadband di Indonesia masih cukup besar. Masih terdapat banyak wilayah yang belum terjangkau oleh layanan internet tetap. “Selain itu, pesatnya penggunaan internet selama masa pandemi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya internet tetap, terutama untuk kegiatan bekerja dan belajar dari rumah,” katanya.
Dia memerinci, beberapa perusahaan penyedia internet yang banyak digunakan selain IndiHome ada MyRepublic, First Media, dan Biznet. “Alasan banyaknya pengguna yang memilih provider tertentu bisa bervariasi, seperti harga yang kompetitif, ketersediaan jaringan di wilayah tertentu, dan kualitas layanan yang memadai,” katanya.
Ada Beda Tafsir soal Transaksi Mencurigakan Rp 349 Triliun
Dalam rapat dengar pendapat umum Komisi III DPR bersama Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Mahfud MD, Rabu (29/3) terungkap ada tafsir yang berbeda sehubungan dengan transaksi mencurigakan Rp 349 triliun terkait Kemenkeu. Mahfud mengungkap data yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani jauh dari fakta yang sebenarnya. Terkait hal itu, Komisi III DPR akan menggelar rapat lagi guna mempertemukan Mahfud, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, dan Sri Mulyani. Rapat yang dimulai pukul 15.00 ini berlangsung hingga pukul 23.00. Rapat sempat diskors untuk berbuka puasa. Mahfud didampingi Ivan Yustiavandana yang juga Sekretaris Komite TPPU.
Sri Mulyani tak hadir karena memimpin rapat ekonomi dengan menkeu se-ASEAN di Bali. Mahfud menjelaskan, data transaksi mencurigakan Rp 349 triliun di Kemenkeu merupakan data agregat sepanjang 2009-2023. Data itu didapatkan dari 300 laporan hasil analisis (LHA) PPATK yang telah diberikan, baik kepada Kemenkeu, kementerian/lembaga lain yang terkait, maupun penegak hukum.Transaksi mencurigakan yang dimaksud terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, transaksi keuangan mencurigakan pegawai Kemenkeu yang jumlahnya Rp 35,5 triliun. Ada pula transaksi keuangan mencurigakan yang diduga melibatkan pegawai Kemenkeu dan pihak lain yang mencapai Rp 53,8 triliun. Selain itu, transaksi keuangan mencurigakan Rp 260,5 triliun diduga terkait kewenangan Kemenkeu sebagai penyidik tindak pidana asal dan TPPU yang belum diperoleh data keterlibatan pegawai Kemenkeu. Dari tiga jenis itu, jumlah transaksi mencurigakan Rp 349,8 triliun. (Yoga)
Berikan Layanan Terbaik, BRI Raih Dua Perhargaan Internasional di Ajang RBI Asia Traiblazers Award 2023
JAKARTA, ID-Konsistensi PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI dalam memberikan layanan terbaik untuk nasabahnya membuat BRI kembali diganjar penghargaan internasional pada 'Retail Banker International (RBI) Asia Trailblazer Awards 2023' yang diselenggarakan di Singapura (9/3/2023). Kali ini BRI mendapatkan dua penghargaan sekaligus, penghargaan tersebut adalah di katagori product advances sebagai 'Winner-Best in Current Account of fering' and Highly Commended-Excellence in Mass Affluent Banking'. Tahun 2023 ini merupakan edisi ke 14 dari ajang penghargaan bergengsi di sektor bisnis Asia dan tahun ini menjadi kali kedua BRI mengikuti ajang ini sejak pertama kali pada 2022 dan BRI mampu mempertahankan dua penghargaan bergengsi yang telah di raih pada tahun sebelumnya. RBI Asia Traiblazer Awards sendiri merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada institusi dan individu perbankan ritel terbaik di kelasnya atas layanan inovatif dan komitmen mereka terhadap pelanggan. (Yetede)
Pasar Incar Bank Rapuh
Pasar sedang mengincar bank-bank yang dipersepsikan rapuh. Tindakan seperti itu turut membuat sistem perbankan AS dan Eropa mirip lautan ranjau dengan ledakan yang sewaktu-waktu bisa muncul. Oleh karena itu, otoritas moneter AS dan Eropa sedang siaga tinggi karena taruhannya adalah krisis ekonomi. Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) Andrew Bailey, Selasa (28/3) di London, mengatakan, para investor sedang mencari titik lemah perbankan. Pasar masih mengkhawatirkan krisis perbankan yang justru membuat situasi makin berat. Andrea Enria, Ketua Dewan Pengawasan Bank Sentral Eropa (ECB), di Frankfurt, Jerman, mengatakan, gerakan pasar lewat instrumen credit default swap (CDS) dengan hanya bermodalkan jutaan dollar AS sudah bisa menggoyang bank beraset triliunan dollar AS.
Gerakan ini turut meracuni pergerakan harga saham bank dan mendorong aliran deposito keluar dari perbankan (The Financial Times, 28 Maret 2023). CDS adalah produk investasi yang digunakan untuk bertaruh, antara lain, atas kejatuhan saham-saham bank yang dipersepsikan rapuh. Lewat instrumen ini, petaruh akan mendapatkan untung lewat harga yang turun. Bailey menambahkan, dalam situasi seperti itu, krisis satu bank bisa membuat bank tersebut berubah mendadak dalam waktu cepat, seperti yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB). Bank AS ini bangkrut dalam waktu cepat, termasuk karena penarikan deposito serta taruhan kejatuhan harga saham dan obligasinya lewat instrumen CDS. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









