Ekonomi
( 40789 )Pencegahan Impor Baju Bekas Butuh Dukungan Daerah
Pemerintah berupaya konsisten memberantas pakaian bekas ilegal pada tingkat hulu. Meskipun tidak mudah, kerja sama antar kementerian dan pemeda dibutuhkan agar penyelundupan melalui jalur tikus atau jalur tak resmi dapat diberantas. Pemberantasan pakaian bekas ilegal tersebut untuk melindungi UMKM. Impor baju bekas dilarang dalam Permendag No 40 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Permendag No 18/2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor. Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah saat ini sedang mengincar penyelundup illegal dari berbagai daerah termasuk melalui jalur tikus. Jika importir pada tingkat hulu dihentikan, penjualan pakaian bekas impor ditingkat hilir juga akan terhenti. Jika tidak segera di hentikan, pelaku UMKM akan mati.
”Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi presiden. Penyelundupan membahayakan ekonomi Indonesia. Ini sudah sangat mengganggu usaha bidang tekstil dan alas kaki. Ini sudah lampu merah,” katanya dalam konferensi pers seusai pemusnahan pakaian bekas impor ilegal di Tempat Penimbunan Pabean Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kawasan Industri Jababeka III, Kabupaten Bekasi, Jabar, Selasa (28/3). Menurut Zulkifli, kondisi geografis Indonesia yang luas menjadi kendala dalam menindak penyelundup yang beraksi melalui jalur tikus yang banyak di berbagai daerah, seperti di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Oleh karena itu, kerja sama antara aparat penegak hukum dan pemeda sangat dibutuhkan untuk menimbulkan efek jera. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Bareskrim Polri sejak awal Maret 2023 dan berhasil melakukan pencegahan 7.363 bal pakaian bekas impor senilai Rp 80 miliar. (Yoga)
Bank Milik Negara Mengantisipasi Risiko
Bank-bank milik negara menggulirkan sejumlah strategi mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi dan krisis perbankan global. Langkah manajemen risiko itu tetap dilakukan meskipun ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan masih resilien dan bisa tumbuh 5 %. Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso, Selasa (28/3) mengatakan, ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih berlanjut pada tahun ini, terutama disebabkan konflik geopolitik dan krisis perbankan global, terutama di AS dan Eropa. Meskipun begitu, ekonomi RI tahun ini diperkirakan masih bisa tumbuh 5 %. Konsumsi domestik, geliat pergerakan bisnis, serta ekspor dan investasi yang masih tumbuh cukup baik jadi penopang.
”Krisis perbankan global tidak akan memengaruhi perbankan nasional. Perbankan Indonesia justru dapat belajar dari kasus Silicon Valley Bank (SVB) di AS dalam menghadapi tantangan multirisiko,” ujar Sunarso dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR yang digelar secara hibrida di Jakarta. Menurut Sunarso, ada lima manajemen risiko yang bisa dipetik dari kasus SVB, yakni risiko reputasi, likuiditas, pasar, fokus bisnis, dan kebijakan regulator. Penjualan saham oleh pejabat SVB secara bersamaan akan menimbulkan risiko besar terhadap penurunan reputasi atau kepercayaan SVB. SVB juga tidak memiliki likuiditas untuk kebutuhan jangka pendek. Risiko pasarnya sangat besar lantaran nasabahnya terkonsentrasi pada pendanaan perusahaan rintisan dan teknologi. (Yoga)
Tingkat Konsumsi Diperkirakan Tetap Kuat hingga Akhir Tahun
Konsumsi diproyeksikan tumbuh kuat hingga akhir tahun 2023. Menjaga tingkat konsumsi diperlukan agar pertumbuhan tetap tinggi dan daya beli masyarakat terjaga. Ramadhan dan Idul Fitri menjadi momentum yang tepat untuk mulai memacu konsumsi masyarakat hingga akhir tahun 2023. Senior Economist DBS Bank Radhika Rao menjelaskan, konsumsi masyarakat Indonesia mulai membaik sejak awal tahun 2023, dan diproyeksikan tetap kuat hingga akhir tahun. Hal tersebut didasarkan pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) BI yang berada di batas optimis, di atas angka 100, sejak Desember 2022-Maret 2023. Hingga awal Maret 2023, IKK berada di angka 122,4. Menjaga tingkat konsumsi penting karena menjadi salah satu pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023.
”Angka IKK ini menunjukkan sentimen terhadap konsumsi terus meningkat, apalagi bila dibandingkan dengan tahun lalu. Angkanya mungkin tidak akan naik tajam, tetapi lebih stabil ke depannya,” ucapnya di Jakarta, Selasa (28/3). Sejumlah hal menjadi pendorong tingkat konsumsi, salah satunya tingkat belanja yang tinggi di periode Ramadhan dan Idul Fitri 2023. Aktivitas jual beli diharapkan terus bergulir serta tidak adanya lagi pembatasan memungkinkan masyarakat untuk berwisata. Selain itu, pihaknya memproyeksikan konsumsi tetap kuat karena tingkat upah minimum akan terus naik setiap tahunnya. Di tahun 2023, upah minimum diprediksikan naik 7 %. (Yoga)
Laba Indofood Tergerus Beban Pokok Penjualan
Laba bersih PT Indofood Sukses Makmur Tbk melorot dari Rp 7,66 triliun di 2021 menjadi Rp 6,35 triliun di 2022. Ini disebabkan beban pokok penjualan yang naik dari Rp 66,87 triliun menjadi Rp 76,85 triliun. ”Tahun 2022 merupakan tahun menantang dengan meningkatnya harga komoditas yang menciptakan ketidakpastian pasar,” kata Direktur Utama Indofood Anthoni Salim, Selasa (28/3/2023). (Yoga)
Penggunaan Instrumen Pajak atas Tanah Kosong
Pada tahun 2017 pemerintah pernah memunculkan wacana penerapan instrumen kebijakan pajak tambahan atas tanah kosong dalam bentuk tarif progresif dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan lahan dan juga mencegah para spekulan tanah untuk berinvestasi di lahan kosong dalam waktu yang relatif panjang tanpa adanya pemanfaatan yang produktif. Namun hal ini masih sebatas wacana dan sampai saat ini belum ada realisasi. Pemajakan atas tanah yang diterapkan sekarang lebih berorientasi untuk menambah penerimaan negara (budgetair), sedangkan fungsi pajak untuk mengatur penggunaan tanah (regulerend) masih kurang diterapkan.
Akibat dari tidak adanya pajak yang ditujukan untuk mengatur penggunaan tanah, terjadi penguasaan lahan-lahan idle (bank tanah) oleh para pengembang properti diseluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data BPN sampai dengan Q1 tahun 2020, bank tanah (landbank) yang dimiliki oleh hanya 6 pengembang besar telah mencapai nilai 37.2 Triliun rupiah, sedangkan jumlah pengembang properti diseluruh Indonesia mencapai lebih dari 6.000 perusahaan. Hal ini berpengaruh pada berkurangnya tanah yang dapat digunakan oleh masyarakat menengah kebawah dalam memiliki hunian yang terjangkau.
Berdasarkan azas
efisiensi, pengenaan pajak tambahan untuk tujuan mengatur penguasaan tanah oleh
kelompok tertentu paling memungkinkan dan
tepat adalah dengan melalui pengenaan tarif tertinggi Pajak Bumi dan Bangunan. Diharapkan dengan
bertambahnya beban pajak tersebut maka pemilik tanah akan segera melakukan
langkah-langkah pemanfaatan tanah atau menjualnya kepada pihak lain
yang memerlukan.
Emiten E-Commerce Masih Jauh dari Laba
Saham emiten e-commerce menunjukkan tajinya pada perdagangan Selasa (28/3). Dua saham emiten e-commerce jadi leader penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencetak kenaikan harga masing-masing 2,61% dan 14,53%.
Harga kedua saham tersebut menguat lantaran pelaku pasar merespons laporan keuangan kedua emiten tadi. Kemarin, Bukalapak mengumumkan mencetak pendapatan bersih Rp 3,61 triliun. Realisasi tersebut melejit 93,58% secara tahunan dari Rp 1,86 triliun pada 2021.
GOTO juga mencetak kenaikan pendapatan fantastis. Emiten ini memang belum merilis laporan keuangan detail. Namun manajemen GOTO telah memberi gambaran kinerja tahun 2022 bahwa pendapatan bersih melesat 120% secara tahunan jadi Rp 11,3 triliun dari Rp 5,2 triliun. Pendapatan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) alias Blibli juga diprediksikan melesat. Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis memprediksi, pendapatan BELI tahun 2022 bisa mencapai Rp 17,48 triliun, naik 97,35% dari Rp 8,8 triliun pada tahun 2021.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menilai, bisnis e-commerce pada tahun lalu dipengaruhi tingkat konsumsi masyarakat yang mulai menggeliat. "Konsumsi domestik masih akan mempengaruhi bisnis dan transaksi penjualan e-commerce ke depan," jelas dia, Selasa (28/3).
Revisi ke Atas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Prospek perekonomian Indonesia tahun ini akan lebih cerah, sejalan dengan dibukanya kembali ekonomi China sebagai mitra dagang utama, dan dibukanya ekonomi domestik pasca pandemi Covid-19. Hal ini ditandai oleh optimisme lembaga internasional terhadap ekonomi Tanah Air.
Bank DBS memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih bisa tumbuh menyentuh level 5%. Walaupun angka ini sedikit melambat dibanding pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencapai 5,31%. Namun, "Angka itu sebenarnya adalah rata-rata lima tahun sebelum pandemi Covid-19," kata Senior Economist DBS Bank Radhika Rao, Selasa (28/3).
Ia pun optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih stabil saat menuju Pemilu tahun depan. Meski demikian, inflasi masih akan menjadi salah satu faktor penentu kinerja perekonomian domestik tahun ini. Ia memperkirakan, inflasi pada semester I-2023 masih berada pada kisaran 4,5% hingga 5%. Pada semester II mendatang, inflasi baru akan melandai ke level 3,7% pada akhir tahun.
Head of Research DBS Group Maynard Arif menambahkan, pemerintah telah berusaha untuk meredam inflasi pangan lewat impor beras. Hal tersebut dinilainya menjadi cara paling mudah bagi pemerintah untuk menekan kenaikan harga beras yang berdampak pada inflasi.
Sementara International Monetary Fund (IMF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa mencapai level 5%. Padahal, pada Januari 2023, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi sebesar 4,8%.
Bank Indonesia (BI) sebelumnya memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan cenderung bias ke atas dalam kisaran 4,5% hingga 5,3%. Kinerja ekspor berpotensi akan lebih tinggi dari perkiraan semula, yang didorong oleh pengaruh positif perbaikan ekonomi China.
Keketuan ASEAN 2023, Dorong ASEAN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja pada 13 November 2022 lalu, Indonesia kembali mendapatkan mandat untuk memegang Chaimanship (keketuaan) ASEAN 2023. Sebelumnya, Indonesia sendiri, telah berperan menjadi Keketuaan ASEAN antara lain pada tahun 1976, 2003, 2011. Dalam Keketuaan ASEAN 2023, Indonesia mengusung tema "ASEAN Mattres: Epicentrum of Growth" yang juga menjadi tema lanjutan dan resonansi keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Presidensi G20 pada 2022. Tema ini menunjukkan keinginan menjadikan ASEAN tetap memiliki peran penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN dan dunia. Dalam kesempatan pembukaan High Level Seminar "From ASEAN to the World Payment System in Digital Era" (28/3), Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan 3 alasan ASEAN memiliki peran penting sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia, yaitu Pertama, ASEAN termasuk Kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Kedua, negara-negara ASEAN menerapkan kebijakan ekonomi makro yang prudent, mendorong perdagangan dan investasi, serta melakukan reformasi struktural serta, ketiga, ASEAN termasuk di antara kawasan dengan transformasi ekonomi digital yang berkembang pesat, didukung oleh populasi muda yang besar, penggunaan layanan internet dan pembayaran seluler yang luas, start-up yang dinamis, dan ekosistem ekonomi digital. Dalam keketuaan ASEAN 2023, Indonesia diwakili oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemkeu). BI dan Kemkeu berkolaborasi sekaligus menjadi tuan rumah menggelar kegiatan ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM) pertama dalam keketuaan ASEAN 2023 pada 28-31 Maret 2023. Pertemuan ini membahas solusi-solusi dalam menghadapi masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN.
Asuransi Energi Kebal dari Fluktuasi Harga Minyak
Fluktuasi harga minyak dunia tampaknya tidak berpengaruh signifikan terhadap bisnis asuransi energi di tanah air. Tren bisnis asuransi energi ke depan juga diproyeksikan bakal meningkat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) hingga akhir 2022, premi pada asuransi energi tumbuh 21,4% menjadi Rp 1,50 triliun secara tahunan atau
year on year (yoy) dari tahun sebelumnya.
Hingga saat ini jumlah perusahaan asuransi yang memiliki atau menjual produk energi ada 15 perusahaan dari 72 perusahaan asuransi umum. Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwyanto mengatakan, hingga saat ini belum terlihat imbas kenaikan harga minyak dunia terhadap bisnis asuransi.
"Tren bisnis asuransi energi kelihatannya masih akan positif hingga saat ini setelah terkontraksi di saat pandemi, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat maupun bisnis," kata Bern, kemarin.
Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo, Diwe Novara mengatakan, di tengah penurunan harga minyak mentah dunia yang berada di kisaran US$ 80 per barel, tidak serta merta menjadikan bisnis energi terutama dari sektor hulu minyak dan gas bumi Jasindo ikut menurun.
MODAL TEBAL PACU EKONOMI
Kendati situasi global sedang tak menentu, ekonomi Indonesia diramal masih moncer tahun ini lan taran ada sederet katalis positif. Tak cuma geliat di sektor industri manufaktur, sektor jasa keuangan yang belakangan tengah disorot akibat kegagalan sejumlah bank global, juga digadang-gadang sanggup menunjukkan kinerja mumpuni. Faktor lainnya adalah momentum Ramadan dan perayaan Lebaran yang bakal mengerek konsumsi masyarakat, salah satu pilar penting penopang produk domestik bruto (PDB). Menurut analisis yang dipublikasikan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Indonesia memiliki ketahanan dalam menghadapi guncangan yang ditimbulkan oleh krisis perbankan dunia yang memiliki dampak sistemik serta korelasinya terhadap pengetatan kebijakan moneter. Kondisi ini didorong oleh beberapa faktor seperti rasio kecukupan modal, likuiditas, dan cadangan terhadap kredit gagal bayar yang jauh lebih sehat. Selain itu, stabilitas makro dan perbankan juga lebih baik sebagaimana tecermin dari rasio non-performing loan (NPL) terhadap PDB serta inflasi yang terkendali. Tak ayal, pemangku kebijakan pun optimistis ekonomi masih dapat melaju di angka 5% pada tahun ini. Memang, proyeksi itu masih berada di bawah Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2023 yang sebesar 5,3%.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, dalam Evaluasi Paruh Waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024, mengatakan pemerintah akan berusaha untuk mendorong laju ekonomi hingga 6%. "Dalam skenario yang disusun oleh Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 6%," katanya, Selasa (28/3). Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan sentimen negatif dari dinamika perekonomian global memang amat memukul dunia usaha. Namun ada beberapa sektor yang bertahan, sehingga masih mampu berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi, baik dari sisi investasi maupun konsumsi. Terkhusus untuk konsumsi, pebisnis pun siap mengalokasikan THR sebagaimana aturan pemerintah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









