;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Impor Daging Gagal Kendalikan Harga

23 Mar 2023

Hingga saat ini, impor masih menjadi instrumen yang dipilih Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dan mengendalikan harga daging sapi dalam negeri. ”Fokus pemerintah adalah menjaga ketersediaan barang dan keterjangkauan harga daging,” ungkap Dirut PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara, Jumat (17/3). Terjaganya ketersediaan daging memang tak bisa diabaikan. Sebab, stok yang tidak mencukupi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Akibatnya, harga sebagai interaksi antara dua indikator tersebut akan meningkat. Karena itu, pemerintah mengambil langkah impor guna menambal kekurangan daging sapi dalam negeri. Berdasarkan catatan Outlook Komoditas Peternakan Daging Sapi yang dirilis Kementan tahun 2022, impor daging sapi Indonesia tahun 2021 mencapai 276.761 ton atau 12 kali lipat dari  setengah abad lalu.

Pada tahun yang sama, Indonesia mampu memproduksi 487.802 ton daging sapi. Dengan total konsumsi nasional yang tercatat 670.799 ton, gabungan pasokan dari produksi dalam negeri dan impor sudah mampu memenuhi kebutuhan nasional, bahkan surplus 93.000 ton. Jika digunakan perhitungan konsumsi berdasarkan data Susenas BPS, surplus akan lebih besar. Denganrata-rata konsumsi per kapita 0,43 kg per tahun, total konsumsi daging sapi seluruh penduduk hanya 117.253 ton. Surplus daging mencapai 647.309 ton jika produksi dalam negeri ditambah dengan impor. Idealnya, kondisi yang seimbang tersebut akan membuat harga relatif stabil dan terkendali. Namun, kondisi yang berbeda justru terjadi. Berdasarkan pengamatan data tahunan, harga daging sapi justru kian tinggi seiring dengan volume impor yang kian meningkat. Berawal Rp 2.536 per kg pada 1983, harga daging sapi terus merangkak naik hingga menembus lebih dari Rp 100.000 per kg sejak 2015. Merujuk publikasi Kementan dan BI, kini harga rata-rata daging sapi sudah lebih dari Rp 130.000 per kg. (Yoga)


Viral Kepanikan di Dunia Perbankan

23 Mar 2023

Berkaca dari kasus Silicon Valley Bank (SVB) di AS, kita perlu bersiap ketika obrolan di grup percakapan diunggah di media sosial dan memunculkan kepanikan serta berlanjut kepada krisis perbankan. Laporan awal menyebutkan, pemilik rekening menarik 42 miliar USD dalam sehari di SVB. Mereka hanya meninggalkan 1 miliar USD dalam saldo kas negatif. Penarikan yang mengejutkan ini terjadi dengan kecepatan yang dimungkinkan oleh perbankan digital dan kemungkinan besar sebagian didorong oleh kepanikan viral yang menyebar di platform media sosial. The Wall Street Journal melaporkan, pada hari menjelang keruntuhan bank, beberapa pemodal ventura terkemuka turun ke Twitter secara khusus dan menggunakan platform mereka untuk memperingatkan tentang situasi tersebut. Bahkan, terkadang mengetik dengan huruf besar semua. Beberapa investor mendesak para usaha rintisan untuk memikirkan kembali di mana mereka menyimpan uang mereka. Pendiri dan CEO kemudian membagikan cuitan tentang situasi yang mengkhawatirkan di bank di kanal pribadi platform Slack. Kasus ini sangat boleh jadi merupakan kasus pertama krisis perbankan yang diduga muncul karena penyebaran kepanikan melalui media sosial.

”Ini adalah krisis bank pertama yang didorong oleh Twitter,” kata Ketua Komite Jasa Keuangan DPR AS Patrick McHenry di laman Bankingdive dalam sebuah pernyataan menyusul langkah-langkah luar biasa regulator untuk mengamankan semua simpanan di SVB. Upaya itu merupakan cara untuk membendung penularan kepanikan di kalangan nasabah. Sementara klien usaha rintisan dan sektor teknologi bank yang ambruk menarik napas lega pada hari Minggu, atau dua hari seusai kejadian, setelah bank sentral mengumumkan langkah talangan. Peristiwa yang mempercepat kematian SVB memberi gambaran kepada sector perbankan tentang bagaimana media sosial dan perbankan digital dapat mengubah lembaga keuangan dari operasi normal menjadi runtuh dalam hitungan jam. ”Kita sedang memasuki era baru yang digerakkan oleh media sosial di bank,” kata Solomon  Lax, seorang mantan bankir investasi dan pemodal ventura yang sekarang menjadi CEO dari pemberi pinjaman secara daring Revenued. (Yoga)


Pemerintah Tawarkan Produk Lokal

23 Mar 2023

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan solusi bagi penjual baju bekas impor untuk beralih memasarkan produk lokal lantaran baju bekas impor termasuk barang ilegal. Nantinya, mereka akan dipasok produk buatan lokal dengan sistem reseller atau menjual ulang dan dropshipper atau pemasar. Selain itu, perbankan juga akan membantu pembiayaan bagi pedagang dengan program kredit usaha rakyat. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada Selasa (21/3) sore di Jakarta mengatakan, solusi tersebut sebagai respons atas produk baju bekas impor yang ditarik dari pasaran untuk diganti dengan produk buatan lokal.

”Kami menyiapkan alih usahanya. Saya sudah bertemu dengan UKM-UKM lokal, mereka sudah siap mengisi celah itu. Saat ini, UKM lokal tidak bisa bersaing karena produk ilegal (pakaian bekas impor) murah, enggak bayar pajak, dan lain sebagai- nya,” ujarnya. Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira, Rabu (22/3), solusi yang ditawarkan pemerintah untuk menjual produk lokal tidak sederhana dalam praktiknya karena berpengaruh pada harga. Penjual pakaian bekas impor menyasar pasar menengah ke bawah. Selain harga, ada masalah kualitas dan jenama. Pakaian bekas impor diminati karena sebagian bermerek terkenal. Untuk itu, pemerintah dan pelaku usaha lokal juga harus memenuhi prasyarat keterjangkauan harga dan keunggulan jenama. (Yoga)


Industri Hadapi Tantangan Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

23 Mar 2023

Industri asuransi diproyeksikan bisa tumbuh tahun ini seiring membaiknya kondisi perekonomian. Namun, ketidakpercayaan masyarakat terhadap asuransi bisa menghambat pengembangannya. Transparansi keuangan dan kinerja perusahaan asuransi diperlukan untuk mengatasi hal itu. Peneliti senior Indonesia Financial Group (IFG) Progress, Ibrahim Rohman, menyatakan, industri asuransi tahun ini diproyeksikan bisa tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 di angka 5,3 %. Peningkatan juga diprediksikan terjadi sebagai dampak implementasi UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) guna mengakselerasi inklusi dan reformasi sektor keuangan. IFG Progress memproyeksikan premi asuransi jiwa tahun ini meningkat 2-5 % menjadi Rp 173 triliun, sedangkan klaim meningkat 5,5 % menjadi Rp 166 triliun.

Dengan ini, tingkat premi dan klaim masih berada di titik yang seimbang dan stabil. Premi asuransi umum diprediksi meningkat 6 % menjadi Rp 95 triliun tahun ini, sedangkan klaim akan meningkat 10 % menjadi Rp 45 triliun. ”Kondisi ekonomi yang cukup stabil hingga triwulan pertama ini diharapkan berlanjut sehingga kami prediksikan industri asuransi dalam negeri terus meningkat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/3). Meski tumbuh, lanjut Ibrahim, proporsi asuransi dalam aset sektor keuangan di Indonesia dinilai masih stagnan, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data OJK per 2021, mayoritas porsi aset sektor keuangan dipegang oleh perbankan, yakni 80 %, sementara asuransi di angka 12 %. (Yoga)


Investasi Industri Hilir Mineral Perlu Diperkuat

23 Mar 2023

Komitmen dan konsistensi dalam penerapan kebijakan hilirisasi mineral dalam rangka peningkatan nilai tambah oleh pemerintah dinilai sudah tepat. Yang saat ini perlu dilakukan ialah menggencarkan investasi pada industri lebih hilir lagi sehingga momentum peningkatan  nilai tambah bisa benar-benar ditangkap. Chairman Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau, dalam ”Tripatra Energy Talk: Kolaborasi Nasional untuk Percepatan Transisi Energi dan Hilirisasi Mineral”, secara hibrida, Selasa (21/3) mengatakan, dua komoditas mineral dengan peluang terbesar saat ini untuk dikembangkan ialah nikel dan tembaga. Terkait nikel, misalnya, Indonesia menjadi negara penghasil terbesar di dunia. Hal itu menguntungkan, tetapi di sisi lain ada tantangan dalam membangun industri hilir. Saat ini, banyak orang berbicara baterai kendaraan listrik, tetapi sampai mana tingkat hilirnya masih belum detail. Sementara pada tembaga, produksi Indonesia 3 % dari seluruh produksi tembaga di dunia. Dengan pertambangan yang ada saat ini, kata Rachmat, 10 tahun ke depan akan meningkat menjadi 6 %. Di sisi lain, juga ada tantangan di industri tembaga dalam negeri.

”Dengan dilarangnya ekspor bahan mentah, otomatis produksi katoda tembaga akan melimpah. Namun, tentu kita juga tidak mau hanya ekspor katoda tembaga, tetapi (produk) hilirnya. Itu perlu ditingkatkan karena saat ini masih sangat sedikit industri hilir tembaga,” kata Rachmat. Rachmat menambahkan, pada 2025, Indonesia diperkirakan memproduksi 1,2 juta ton tembaga. Itu pun belum termasuk pertambangan yang baru akan beroperasi. Namun, di sisi lain, pemakaian di dalam negeri hanya sebanyak 400.000 ton. ”Artinya, peluang industri atau pebisnis lain untuk masuk ke downstream tembaga sangatlah besar. Bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, melainkan juga ekspor. Sebab, pada 2029-2030, produksi tembaga dunia akan mulai turun. Namun, di sisi lain permintaan naik sehingga akan jadi peluang besar bagi Indonesia,” ucapnya. (Yoga)


Karakter Pendiri ”Start Up” Jadi Pertimbangan

23 Mar 2023

Karakter yang dimiliki pendiri perusahaan rintisan bidang teknologi digital kerap dijadikan pertimbangan utama investor. Faktor berikutnya adalah potensi pasar yang bisa dihasilkan dari produk yang dikembangkan perusahaan. Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan, tiga tahun pertama East Ventures berdiri, pihaknya selalu mempertimbangkan faktor produk, potensi pasar, dan sosok pendiri di balik perusahaan rintisan bidang teknologi (start up) sebelum memutuskan menyuntikkan dana. Seiring waktu berjalan, dia menyadari betapa pentingnya berfokus pada faktor potensi pasar dan sosok pendiri.

”Kalau sosok pendiri start up memiliki hasrat kuat(passion), dia akan memahami produk teknologi seperti apa yang harus dikembangkan dan apakah mampu menyelesaikan masalah di masyarakat atau tidak. Kami biasanya berinteraksitatap muka, bertanya banyak hal, dan meminta pendiri bercerita mengalir saja. Dari sanalah, kami biasanya bisa putuskan,” ujar Willson saat menghadiri diskusi bertajuk ”Finding The Next Unicorn”, Selasa (21/3) di Jakarta. Menurut Willson, pengusaha start up sebenarnya relatif mirip dengan wirausaha pada umumnya. Dia harus mampu mencetak nilai produk dan menghasilkan keuntungan. Biaya pemasaran untuk mengakuisisi pelanggan juga harus dipikirkan. (Yoga)


Pariwisata Pulih, Panorama Tambah Modal

23 Mar 2023

Pandemi yang mereda membuat sektor pariwisata kembali bergairah. PT Panorama Sentrawisata Tbk bersiap menambah modal melalui penerbitan saham baru (right issue) seiring meredanya pandemi. Panorama akan menerbitkan 600 juta saham dengan nilai Rp 50 per saham. Selain itu, akan diterbitkan pula 200 juta waran. ”Rencana right issue ini untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan dan meringankan beban utang,” kata Direktur Utama Panorama Budijanto Tirtawisata, Selasa (21/3/2022). (Yoga)

Rp 2,79 Triliun Uang Tunai untuk Kalsel

23 Mar 2023

Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai Rp 2,79 triliun untuk kebutuhan masyarakat di Kalimantan Selatan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan Wahyu Pratomo, Rabu (22/3/2023), menyampaikan, jumlah itu  meningkat 3,08 % dibandingkan tahun lalu. ”Jumlah yang disiapkan lebih besar karena adanya peningkatan aktivitas ekonomi seiring pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat terkait pandemi Covid-19,” katanya. (Yoga)

Desa Industri

21 Mar 2023

Tidak semua desa identik dengan pertanian. Banyak juga desa dengan sektor industri sebagai penyangga perekonomian warganya. Pabrik-pabrik yang berlokasi di desa biasanya juga menjadi tempat bekerja warga lokal. Membangun pabrik memerlukan lahan luas. Keterbatasan lahan di perkotaan menyebabkan munculnya pabrik-pabrik di wilayah perdesaan. Apabila tidak dikelola dengan benar, industri di perdesaan dapat memicu hilangnya lahan hijau produktif secara berlebihan dan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Mengutip Badan Pertanahan Nasional (BPN), laju alih fungsi lahan sawah menjadi nonsawah semakin kencang. Pada 2011, alih fungsi lahan 110.000 hektar per tahun, dan tahun2019 menjadi 150.000 hektar per tahun.

Peraturan yang mewajibkan pencetakan lahan sawah baru untuk mengganti lahan sawah yang dialihfungsikan, kecepatannya tidak dapat mengimbangi laju sawah yang hilang. Luas sawah secara keseluruhan menyusut. Selain itu, pencetakan sawah baru hampir selalu berasal dari lahan hijau lainnya (hutan misalnya), yang memiliki fungsi ekologis, sebagai penyimpan air, penyerap karbon, dan penghasil oksigen. Upaya pemerintah menahan laju alih fungsi lahan pertanian adalah dengan menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Namun, wewenang untuk memutuskan alih fungsi lahan ada di tangan pemda. Sinergi pemerintah pusat dan daerah perlu diuji agar peta fungsi lahan tidak selalu berubah. Pabrik yang berlokasi di perdesaan juga bisa jadi sumber pencemaran lingkungan. Meski menanggung biaya tambahan akibat air tanah mereka tercemar limbah pabrik, penduduk tidak melakukan protes.

Sebagian warga desa menggantungkan penghidupan pada perusahaan tersebut. Posisi tawar mereka rendah, kerugian akibat pencemaran berhadapan dengan kebutuhan mereka atas pekerjaan yang disediakan pabrik sumber pencemaran. Membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tidak murah, tapi bukan alasanuntuk mengorbankan lingkungan dengan mengotorinya karena dampaknya akan berbalik kembali pada kualitas hidup manusia. Perlu dicari cara, misalnya penyediaan fasilitas IPAL yang digunakan secara bersama-sama atau  limbah yang diolah menjadi produk baru. Penduduk desa-desa penghasil tahu, seperti Desa Kebon Jati di Sumedang atau Desa Sambak di Magelang, berhasil mengolah limbah tahu hasil produksi mereka menjadi biogas. (Yoga)


Transaksi Mencurigakan Capai Rp 349 Triliun

21 Mar 2023

Menkopolhukam Mahfud MD, menyebutkan angka transaksi mencurigakan yang lebih besar di Kemenkeu. Jika sebelumnya ia menyebut angka Rp 300 triliun, setelah ditelaah kembali datanya oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK, angkanya  menjadi Rp 349 triliun. ”Itu transaksi mencurigakan dan banyak juga melibatkan dunia luar. Ada orang yang punya banyak sentuhan-sentuhan dengan mungkin orang dari Kemenkeu,” ujar Mahfud kepada wartawan, seusai rapat bersama Menkeu Sri Mulyani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (20/3). Mahfud menyebut bahwa patut diduga transaksi mencurigakan itu adalah tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Oleh karena itu, Kemenkeu diminta menelusurinya melalui Inspektorat Jenderal Kemenkeu. Modus dalam TPPU, menurut Mahfud, bisa berbentuk kepemilikan saham perusahaan atas nama keluarga. Bisa juga kepemilikan aset, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, atas nama pihak lain. Modus lain adalah membentuk perusahaan cangkang, mengelola hasil kejahatan agar menjadi keuntungan operasional perusahaan yang sah, hingga menggunakan rekening  atas nama orang lain untuk menyimpan hasil kejahatan. Menurut dia, temuan transaksi mencurigakan dari PPATK itu masih harus ditelusuri lebih lanjut. Sebab, belum tentu transaksi itu berkaitan langsung dengan pegawai di Kemenkeu. Ada kemungkinan pula, itu bukanlah uang negara. Kemenkeu diminta melanjutkan dan menyelesaikan semua laporan hasil analisis (LHA) yang diduga sebagai TPPU. (Yoga)