Ekonomi
( 40512 )Dana Talangan Kurang, Credit Suisse Dibeli UBS
Pemerintah Swiss melonggarkan serangkaian aturan demi mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem perbankannya. Pelonggaran itu memungkinkan UBS membeli Credit Suisse yang bermasalah beberapa tahun terakhir. Menteri Keuangan Swiss Karin Keller-Sutter menyebut, akuisisi Credit Suisse oleh UBS adalah satu-satunya cara paling masuk akal saat ini. ”Credit Suisse tidak bisa lagi bertahan,” ujarnya, Minggu (19/3/2023). (Yoga)
Usaha Rintisan Ekonomi Hijau Kian Berkembang
Para pelaku usaha rintisan bidang teknologi (start up) yang mengusung misi ekonomi hijau semakin berkembang. Fenomena ini sejalan dengan gerakan secara global untuk memerangi masalah perubahan iklim. Salah satunya adalah SUN Energy. Chief Financial Officer SUN Energy Evy Susanti menceritakan, tiga tahun lalu, perusahaannya hanya menyambungkan 3 megawatt solar panel. Kini, jumlah yang tersambung melejit menjadi 185 megawatt peak di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand. ”Warga semakin sadar betapa pentingnya lingkungan berkelanjutan. Ketika pandemic Covid-19 melanda, keinginan warga untuk bertahan hidup dan mencegah perubahan iklim semakin naik. Menggunakan energi terbarukan untuk kebutuhan listrik sehari-hari adalah salah satu solusinya,” ujar Evy di sela acara Xponent yang diselenggarakan Mandiri Capital Indonesia, Jumat (17/3) di Jakarta.
SUN Energy menyediakan solusi terintegrasi untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mulai dari konsep, konstruksi, penentuan lokasi, perizinan, penyewaan, hingga pembiayaan. Menurut Evy, pihaknya juga menawarkan pemasangan panel surya tanpa biaya investasi. Konsumen cukup membayar sesuai konsumsi listrik setiap bulan. Solusi yang ditawarkan SUN Energy ini bisa dipakai oleh konsumen berlatar belakang industri ataupun residensial. Untuk pengembangan bisnis, SUN Energy menerima suntikan pendanaan 10 miliar USD dari salah satu bank korporat di Indonesia. Berbagai inovasi terus dilakukan oleh perusahaan, seperti ruang pemantauan PLTS berbasis benda terhubung dengan internet (internet of things/IoT). Start up lainnya, Jejak.in, fokus mengembangkan teknologi perdagangan karbon. Chief Executive Officer Jejak.in Arfan Arlanda mengatakan, usaha rintisan ini memiliki teknologi CarbonIQ yang membantu pebisnis, mulai dari ritel sampai tambang untuk menghitung pengeluaran karbon. Solusi berikutnya adalah Carbon Space untuk mengakomodasi proyek pengurangan emisi karbon. (Yoga)
Kelompok Pekerja Tolak Permenaker
Serikat pekerja/buruh di sektor tekstil, garmen, sepatu, dan kulit menolak Permenaker No 5 Tahun 2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan pada Perusahaan Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global. Mereka menilai, tanpa peraturan itu, praktik pemotongan upah sudah terjadi, bahkan sebelum dan selama pandemi Covid-19. Sekjen Gabungan Serikat Buruh Indonesia Emelia Yanti Siahaan, Senin (20/3) mengklaim, sebagian dari pekerja di lima sektor industri padat karya berorientasi ekspor yang disebut dalam Permenaker No 5 Tahun 2023 itu telah menerima upah di bawah upah minimum kabupaten/kota. Kondisi itu telah terjadi, bahkan sebelum permenaker tersebut terbit.
Kepala Biro Humas Kemenaker Chairul Fadhly Harahap, saat dikonfirmasi, mengatakan, baik penyesuaian upah maupun jam kerja harus berdasarkan kesepakatan serikat pekerja/buruh dengan pengusaha. Artinya, peran serikat pekerja/buruh sangat penting bagi tercapai tidaknya kesepakatan. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Adi Mahfudz, Permenaker No 5/2023 adalah salah satu cara menekan PHK di lima sektor padat karya berorientasi ekspor. Selain itu, permenaker ini juga bertujuan melindungi pekerja sendiri dan kelangsungan dunia usaha. (Yoga)
33 Perusahaan Antre Pencatatan di BEI
Pada 2023, hingga 17 Maret, terdapat 27 perusahaan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejumlah 33 perusahaan masuk daftar antrean pencatatan. Terbanyak di antaranya, delapan perusahaan, bergerak di sektor konsumer siklikal. Dikatakan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Senin (20/3/2023), ada pula perusahaan teknologi, transportasi, finansial, dan properti. (Yoga)
Menanti Efektivitas Subsidi Kendaraan Listrik
Pemerintah sah mengguyur insentif pembelian kendaraan listrik. Insentif sepeda motor listrik Rp 7 juta per unit berlaku mulai 20 Maret 2023. Adapun subsidi pembelian mobil dan bus listrik baru bergulir 1 April 2023.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, kebijakan ini untuk meningkatkan akses kendaraan listrik bagi masyarakat. Pemerintah juga ingin mendorong investasi kendaraan listrik di dalam negeri.
"Kebijakan ini bisa menarik produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) untuk memperkuat industri dan pabrik," tegas Menteri Luhut, Senin (20/3).
Nilai bantuan Rp 7 juta per unit juga menyasar konversi motor listrik. Secara total, program ini menyasar 1 juta unit motor listrik baru dan konversi motor listrik dengan anggaran Rp 7 triliun.
"Tahun ini diperkirakan 200.000 unit motor listrik baru dan 50.000 motor konversi. Anggarannya Rp 1,75 triliun," imbuh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebagai catatan, program ini hanya berlaku selama dua tahun, yakni 2023 hingga 2024.
Agar subsidi kendaraan listrik efektif, pemerintah berjanji menerapkan kebijakan lain, termasuk mengurangi kendaraan konvensional. "Kami bertahap (akan mengurangi industri kendaraan non-listrik). Kami akan evaluasi dan melakukan perbaikan di sana-sini," ujar Luhut.
Stabilisasi dan Digitalisasi Menjadi PR Gubernur BI
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menetapkan petahana Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023-2028. Dengan demikian, ini adalah periode kedua Perry menduduki kursi BI 1.
Keputusan tersebut ditetapkan Komisi IX DPR secara aklamasi setelah menggelar uji kepatutan dan kelayakan alias fit and proper test pada Senin (20/3) kemarin. Perry merupakan satu-satunya Calon Gubernur BI yang disodorkan Presiden Joko Widodo ke DPR RI.
Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga mengatakan, keputusan ini akan dibawa pimpinan komisi XI DPR kepada Badan Musyawarah DPR untuk kemudian disahkan di sidang paripurna DPR. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, Perry masih memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, Perry masih memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan.
Pertama, memperluas sistem pembayaran lintas.
Kedua, pengembangan mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC).
Ketiga, memperkuat kebijakan mengenai devisa hasil ekspor (DHE).
Keempat, pengembangan kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi dengan negara mitra atau
local currency transaction
(LCT).
Kelima, pengendalian inflasi di dalam negeri. Ini juga berkaitan dengan menjaga daya beli masyarakat sehingga akan menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menambahkan, menjaga stabilitas pasar masih menjadi tugas BI di bawah kepemimpinan Perry. Sebab, "Volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas di pasar global semakin
short cycle," kata Faisal.
Transaksi Lebih Sepi Saat Ramadan
Bursa saham Tanah Air bakal lebih sepi pada bulan Ramadan nanti. Secara historis, rata-rata nilai dan volume transaksi selama bulan puasa cenderung menurun karena adanya kebutuhan dana investor untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, investor kini juga bakal berhati-hati karena ada sejumlah sentimen negatif dari bursa global.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelaku pasar masih akan mencermati ancaman krisis likuditas perbankan di Amerika Serikat (AS) dan menunggu arah kebijakan moneter bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga menilai, pelaku pasar kemungkinan masih akan
wait and see
dalam sebulan ke depan, terlebih pada pekan pertama bulan Mei karena menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2023.
Valdy memperkirakan, dalam sebulan ke depan, IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.500-6.585. Sementara
resistance
ada di level 6.740-6.800.
Sedangkan menurut Herditya, saat ini level
support
IHSG yang harus diperhatikan adalah 6.542 dan 6.509.
Rugi Bersih GOTO Tembus Rp 40 Triliun
Kerugian yang ditanggung PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membengkak. Rugi bersih GOTO sepanjang tahun 2022 mencapai Rp 40,4 triliun, naik hingga 55,98% dari tahun 2021 yang sebesar Rp 25,9 triliun.
Kendati begitu, pendapatan bersih GOTO mampu naik 120% secara tahunan menjadi Rp 11,3 triliun. Pada 2021, pendapatan bersih GOTO hanya Rp 5,2 triliun.Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo menjelaskan, bengkaknya rugi bersih GOTO salah satunya disebabkan oleh penurunan nilai
goodwill
sebesar Rp 11 triliun. Penurunan nilai ini terjadi dari penggabungan Gojek dan Tokopedia, investasi di JD.ID, serta peningkatan beban kompensasi berbasis saham.
Jika mengesampingkan beban tersebut, rugi bersih kuartal IV-2022 GOTO hanya sekitar Rp 6,5 triliun atau membaik 36% secara tahunan. Sementara kalau dibandingkan secara kuartalan, capaian itu masih tumbuh 3%.
Sementara itu, total EBITDA yang disesuaikan GOTO masih minus Rp 3,1 triliun. Namun, angka EBITDA ini naik 52% dibanding periode tahun sebelumnya. Sedang
gross transaction value
(GTV) GOTO di kuartal IV-2023 tumbuh 18% secara tahunan menjadi Rp 162 triliun.
Founder
Indonesia Superstock Community Edhi Pranasidhi mengatakan, investor masih akan mencermati fundamental GOTO. Terutama, setelah adanya krisis likuiditas perbankan di Amerika Serikat yang berimbas ke saham teknologi. Tapi untuk jangka panjang, Edhi melihat saham GOTO masih menarik.
Risiko utama GOTO adalah penurunan peringkat valuasi karena adanya risiko sistematis akibat krisis Sillicon Valley Bank (SVB). Andrew merekomendasikan beli GOTO dengan target harga Rp 168. Kemarin, saham GOTO anjlok 6,90% ke harga Rp 108.
Kucuran Kredit Hijau Mengalir Semakin Deras
Industri perbankan semakin aktif menyalurkan kredit berbasis hijau sebagai bagian pembiayaan berkelanjutan. Meskipun porsinya belum mendominasi terhadap total pembiayaan dengan praktik
environmental, social and governance
(ESG), kredit hijau terus bertumbuh. Sepanjang tahun 2022, empat bank besar di Tanah Air telah memiliki portofolio kredit hijau sebesar Rp 325,3 triliun. Nilai itu tumbuh sekitar 10,3% secara tahunan atau year on year
(yoy).
Bank Mandiri tercatat sebagai bank dengan portofolio kredit hijau terbesar per akhir 2022, yakni mencapai Rp 106 triliun atau tumbuh 11,4% yoy. Bank ini berkomitmen mendukung program transisi menuju energi terbarukan dan ekonomi rendah karbon melalui penyediaan kredit.
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha, menerangkan, kredit hijau berasal dari sektor pengelolaan sumber daya alam (SDA) hayati berkelanjutan sebesar Rp 92,9 triliun, energi baru terbarukan Rp 6,1 triliun, produk eco-efficient Rp 3,3 triliun, tranfortasi ramah lingkungan senilai Rp 3,1 triliun.
Di segmen ritel, bank ini mendorong kredit hijau melalui produk kredit serbaguna mikro, kartu kredit khusus pembelian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dan kredit kendaraan berbasis listrik.
Sementara Bank Central Asia (BCA) telah memiliki portofolio kredit hijau Rp 80,8 triliun dan menyumbang 44% ke kredit berkelanjutan perseroan. Total kredit ESG sudah 25,4% dari total kreditnya.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility
BCA, Hera F. Haryn mengatakan, BCA memberikan pembiayaan berkelanjutan pada 12 kategori usaha, seperti sektor energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan SDA hayati dan lahan berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan, produk eco-efficient, bangunan hijau, serta UMKM.
Pertaruhan Sinergi Fiskal-Moneter
Strategi akomodatif yang diterapkan Bank Indonesia (BI) selama pandemi Covid-19 kembali diuji menyusul proyeksi pesimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini. Berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan Bisnis, mayoritas lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini di bawah 5%, atau di bawah target pemerintah yang mencapai 5,3%. Terbaru, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam Economic Outlook Interim Report March 2023, mengestimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional hanya naik 4,7%. Selain itu, inflasi di Indonesia sepanjang tahun ini juga diperkirakan masih tinggi, yakni 4,1% atau di atas target BI di kisaran 3%, maupun asumsi dasar ekonomi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar 3,6%. Tak ayal, manuver kebijakan fiskal dan moneter pun memainkan peran penting. Terlebih, sepanjang tahun lalu otoritas moneter mengubah arah kebijakan dari pro pertumbuhan ekonomi menjadi lebih condong ke pengendalian inflasi. Kini, seiring dengan relatif terkendalinya inflasi, otoritas moneter memasang kuda-kuda untuk kembali memantapkan langkah pada kebijakan yang lebih pro pertumbuhan. Apalagi, BI dalam 5 tahun ke depan kembali dikomandoi oleh Perry Warjiyo, yang telah mendapatkan lampu hijau dalam uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kemarin, Senin (20/3). "Untuk tahun ini dan tahun depan, kami ingin mengarahkan pada stabilitas, khususnya nilai tukar rupiah dan inflasi," kata Perry yang resmi menjabat sebagai Gubernur BI periode 2023—2028, Senin (20/3). Dia menuturkan bauran kebijakan bank sentral akan terus diperkuat dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan perekonomian nasional dari dampak gejolak global. Indikasi dari kebijakan pro pertumbuhan itu tecermin dari komitmen BI untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate sebesar 5,75% untuk periode yang cukup lama. Anggota Komisi XI DPR RI Eriko Sotarduga, optimistis sinergi antara fiskal dan moneter makin solid mengingat tidak adanya perubahan posisi kepemimpinan di bank sentral. Menurutnya, penetapan Perry sebagai Gubernur BI untuk periode kedua memudahkan koordinasi dengan pemerintah dalam mengerek ekonomi lebih tinggi karena teruji dalam krisis selama pandemi Covid-19.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









