;

Permodalan Bank Besar Siap Menghadapi Guncangan

Ekonomi Hairul Rizal 24 Mar 2023 Kontan
Permodalan Bank Besar Siap Menghadapi Guncangan

Penutupan Silcon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS) dan di tengah ancaman ancaman perlambatan ekonomi menyebabkan industri perbankan harus waspada. Sejauh ini memang toingkat permodalan bank-bank pelat merah dan bank  besar swasta masih kokoh. Terlihat dari peningkatan rasio kecukupan modal  alias capital adequacy ratio (CAR) mereka. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya memiliki ekuitas  sebesar Rp 27,92 triliun dengan CAR sebesar 22% per Februari 2023. Dengan realisasi itu, BTN masih terus menjaga rasio kecukupan modal untuk menyokong kegiatan operasional ke depan. BTN menuntaskan agenda penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,6 kali. Tercatat penghimpunan dana sebesar Rp 4,13 triliun. Setiyo  memproyeksikan CAR sampai tiga tahun ke depan masih cukup. "Penguatan modal nanti dari penyisihan dari keuntungan," ujar Setiyo. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis aturan baru yang mewajibkan industri perbankan memasukkan faktor risiko pasar ke perhitungan rasio kecukupan modal alias CAR sebagai bagian penerapan manajemen risiko. Bank swasta seperti Bank Central Asia (BCA) juga solid. CAR BCA sebesar 25,8% pada tahun 2022. " Posisi permodalan itu cukup untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul, serta menopang aktivitas usaha," ungkap EVP Corporate Communication & Social Responsbility BCA, Hera F. Haryn. Ke depan, Hera berharap, permodalan BCA terjaga pada level memadai, ditopang pencapaian kinerja yang solid.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :