Ekonomi
( 40512 )Rusun Rp 10.000 untuk Para Pemulung
Asmani (40) bersemangat membuka pintu kamar unit hunian di lantai lima Rusun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur, Kota Bekasi, Jabar, Jumat (24/3) siang. ”Semua lengkap, dari meja makan, tempat tidur, kompor gas, sampai piring, sendok, juga ada. Saya dan suami ke sini, hanya bawa pakaian saja,” kata ibu dengan tiga anak itu. Kondisi unit di lantai lima yang ditempati Asmani bersama suami bertipe 24, dengan satu kamar tidur, sa tu ruang tamu, satu kamar mandi, satu ruang memasak (dapur), dan balkon. Dia akhirnya merasakan keseruan mandi di rumah yang dilengkapi shower. Pengalaman itu merupakan pengalaman pertama yang dia rasakan setelah menginjak usia 40 tahun, kata perempuan asal Karawang, Jabar itu.
Wajah ceria juga menyelimuti Ozmah (50), warga lain yang baru dua minggu tinggal di lantai dua Rusun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur. Perempuan itu, Jumat sore, menggendong cucunya berkeliling di halaman depan rusun. Tempat tinggal yang dia tempati saat ini kondisinya jauh berbeda dengan lapak yang dia huni sejak tiga tahun lalu di Duren Jaya. Lapak yang sebelumnya ditempati perempuan asal Karawang itu hanya cukup untuk dua orang. Di lapak itu, Ozmah selama tiga tahun tinggal bersama suami yang menderita penyakit saraf terjepit, yang berakhir dengan kelumpuhan.
Rusun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur merupakan rusun yang dibangun Kementerian PUPR bersama Kementerian Sosial bagi eks gelandangan dan pengemis yang dibina Kementerian Sosial. Rusun satu menara yang berlantai lima itu memiliki 93 unit tipe 24. Dari 93 unit itu, lima unit untuk difabel dan 88 unit tipe regular dengan kapasitas tampung 362 orang. Total anggaran untuk membangun rusun tersebut Rp 34,5 miliar. Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pihaknya juga tengah membangun hunian serupa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tempat lain. Rusun serupa yang sedang dalam proses pembangunan ada di Jaktim dan Solo, Jateng. Terkait biaya sewa, masyarakat yang tinggal di rusun itu dikenai biaya sewa per unit Rp 10.000 per bulan. Penentuan biaya sewa itu sudah dihitung dan disesuaikan dengan pendapatan pemulung yang berkisar Rp 300.000 sampai Rp 600.000 per bulan. Warga yang tinggal di Rumah Susun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur juga dibatasi masa tinggalnya, selama tiga tahun. (Yoga)
UMKM Ketuk Pintu Ekspor Pasar Asia Tenggara
Barisan buah karya 22 pelaku UMKM bernaung di bawah tenda putih. Jarak mereka tak sampai 150 meter dari ruang pertemuan delegasi anggota ASEAN. Beragam rupa karya itu menampilkan diri dan berharap memikat mata hingga pundi-pundi delegasi yang berjalan melintas. Setelah berhasil menjadi suvenir rangkaian acara KTT G20 di Candi Borobudur, DI Yogyakarta, produk rempah PT Dlizfood Borobudur Sejahtera kembali unjuk gigi di pameran UMKM ASEAN Economic Minister (AEM) Retreat yang digelar 20-22 Maret 2023 di Magelang, Jawa Tengah. ”Saat ini, proporsi ekspor (produk) kami sekitar 5 %. Dengan kesempatan ini (mengikuti pameran), saya berharap dapat membantu meningkatkan proporsi ekspor hingga 20 %,” tutur Pemilik PT Dlizfood Borobudur Sejahtera, Elisa Anggraeni, saat ditemui di teras Restoran Stupa, Plataran Borobudur Resort&Spa, Magelang, Senin (20/3). Menurut Elisa, mengikuti pameran terbilang efektif dalam memperluas pasar, khususnya di kancah global. Berdasarkan pengalaman, dirinya bertukar kartu nama dengan calon pembeli mancanegara di pameran. Setelah acara berakhir, dirinya kerap dihubungi oleh calon pembeli yang tertarik terhadap produk yang dijajakan.
Di antara negara-negara di Asia Tenggara, Elisa berharap dapat menembus pasar Singapura. Selama menjalankan usaha, produknya sudah berhasil menjangkau pasar Malaysia, Jepang, dan Hong Kong. Dengan memperluas pasar ekspor yang dimulai dari Asia Tenggara, dirinya ingin meningkatkan kesejahteraan lima karyawannya. Saat ini, omzet usahanya Rp 25 juta per bulan dengan laba Rp 8 juta-Rp 10 juta per bulan. Bahan baku produksi diambil dari tiga kelompok wanita tani yang ada di Kecamatan Borobudur. Tak hanya memperluas pasar, ada juga pelaku UMKM yang ingin ekspor perdana. Pemilik Saniyya Batik dan Butik, Titin, mengatakan, pemasaran produknya saat ini masih terbatas di dalam negeri. Batik karyanya bisa sampai ke luar negeri lantaran dibawa turis asing yang berkunjung ke Candi Borobudur sebagai suvenir. Titin mengungkapkan ke- inginan untuk mengekspor produknya ke negara-negara di Asia Tenggara. Menurut dia, ekspor dapat meningkatkan penjualan yang nantinya menjadi daya tarik bagi anak muda untuk melanjutkan usaha batik di Magelang. Ada 18 perajin yang terlibat dalam Saniyya Batik dan Butik. Omzet usahanya Rp 450 juta-Rp 500 juta per bulan dengan produk berupa kain batik, pakaian jadi, dan syal. Kepada pemerintah pusat, Titin berharap Kemendag membantu pemasaran usahanya. (Yoga)
Pilihan Valas Saat Ekonomi Gamang
Kebijakan The Fed yang mulai dovish tidak memudarkan pamor dollar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang pilihan. Para analis justru melihat dollar AS masih jadi safe haven menarik.
Memang, pasca The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps, indeks dollar AS sempat bergerak ke bawah 103. Tapi kemarin (24/3), indeks dollar AS kembali naik ke level 103,16.
Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong berpendapat, keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan sesuai proyeksi. Yang mengejutkan justru keputusan The Fed memangkas suku bunga di tahun ini.
Kebijakan suku bunga bank sentral melunak akibat kolapsnya beberapa bank. Ada Silicon Valley Bank, Signature Bank, Silvergate Bank dan First Republic Bank yang mengalami kekurangan likuiditas.
Kondisi yang sama juga dialami bank yang berbasis di Eropa, Credit Suisse. Ini menunjukkan perbankan di Eropa tidak immune. "Ini yang membuat dollar AS dinilai menarik, karena status dollar AS yang masih menjadi safe haven bagi investor," ujar Lukman.
Masih ada sejumlah valas lain yang menurut analis menarik untuk investasi. Salah satunya mata uang Swiss, franc. Mata uang berkode CHF ini menarik setelah bank sentral Swiss menaikkan suku bunga 50 bps pekan ini. "Walau ada kejatuhan Credit Suisse, saya melihat hal ini tidak akan mengurangi daya tarik CHF," ujar Lukman.
Lukman juga menilai dollar Singapura menarik. Mata uang berkode SGD ini menjadi mata uang paling kuat secara tahunan melawan dollar AS. Dollar AS melemah 1,76% secara tahunan terhadap dollar Singapura.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana melihat, euro bisa menjadi hard currencies yang menarik sebagai pilihan investasi. Pasalnya, ada ekspektasi European Central Bank (ECB) masih akan meningkatkan suku bunga lebih tinggi daripada The Federal Reserve.
Untuk safe haven di Asia, menurut Fikri, yen, yuan dan won Korea bisa dicermati. Alasannya, negara-negara Asia tidak memiliki kaitan dengan bank-bank AS ataupun Eropa yang sedang kolaps. Tapi perlu diingat, yuan dan won jarang diperdagangkan di pasar valas.
Industri Fintech Lending Siap Mengalap Berkah Momentum Lebaran
Meski terus diberantas, pinjol ilegal masih bergentayangan. Meski begitu, industri financial technology (fintech) lending memprediksi, akan terus bertumbuh di tahun ini. Momentum puasa dan Lebaran, ketika masyarakat membutuhkan duit dan barang lebih banyak, bakal makin mendongkrak penyaluran pembiayaan fintech lending.
Selain itu secara industri fintech lending sudah berhasil mencetak laba. Berdasarkan data terbaru yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri fintech lending membukukan laba bersih sebesar Rp 50,48 miliar pada Januari 2023. Padahal pada Januari 2022 lalu, masih mencatat kerugian Rp 16,14 miliar. Desember 2022 lalu, industri ini juga masih merugi senilai Rp 41,05 miliar.
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Triyono Gani mengatakan, seiring pemulihan ekonomi, industri fintech mengalami kemajuan positif. Walaupun angka pertumbuhan tidak akan fantastis, tapi tetap tumbuh positif.
Co Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan mengatakan, Akseleran menargetkan pertumbuhan penyaluran pinjaman sampai dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hampir Rp 3 triliun, menjadi Rp 6 triliun di 2023.
Adapun, Co Founder dan CEO Modalku, Reynold Reynold Wijaya mengatakan, saat ini, industri fintech lending berfokus pada profitabilitas. Sehingga hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan perusahaan.
Likuiditas Perekonomian Bakal Lebih Tinggi
Ramadan dan Idul Fitri bakal meningkatkan aktivitas masyarakat sekaligus perekonomian tahun ini. Sebab itu, likuiditas perekonomian pada periode tersebut pun bakal lebih tinggi.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual optimistis, uang beredar (M2) pada periode Ramadan dan Lebaran tahun ini berpotensi tumbuh dua digit. "Menjelang atau pada saat Idul Fitri, M2 diperkirakan tumbuh double digit, atau bisa lebih dari 10% yoy," tutur David kepada KONTAN, Jumat (24/3).
Angka tersebut meningkat dari pertumbuhan pada bulan Januari 2023 maupun Februari 2023, yang masing-masing tercatat sebesar 8,2% yoy dan 7,9% yoy. Lebih tingginya pertumbuhan uang beredar, menunjukkan aktivitas konsumsi maupun transaksi dari masyarakat yang meningkat.
Tak hanya itu, adanya momentum pemilihan umum (pemilu) yang dimulai pada Februari 2024 akan mendongkrak peningkatan uang beredar. Hitungan David, menjelang pemilu dan pada saat tahun pemilu akan mendorong peningkatan uang beredar sebesar 15% dibanding periode pemilu sebelumnya.
Selain karena pemilu pada tahun 2024 dilakukan serentak sehingga belanja kampanye membengkak, ini juga sehubungan dengan inflasi yang naik.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menghitung, M2 pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, berpotensi mencapai Rp 8.573 triliun. "Artinya, ada tambahan sekitar Rp 243 triliun pada momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini, lebih tinggi dari tahun 2022 yang tercatat Rp 221 triliun," kata Josua.
Bank Indonesia (BI) mencatat, likuiditas perekonomian yang ditandai oleh uang beredar (M2) pada bulan Februari 2023 mencapai Rp 8.300 triliun. Angka tersebut naik tipis 0,34% dibanding bulan sebelumnya. Angka tersebut juga tumbuh 7,9% year on year (yoy), melambat dibanding pertumbuhan pada bulan Januari 2023 yang mencapai 8,2% secara tahunan.
Strategi Emiten Teknologi Kejar Profitabilitas
Emiten teknologi dan
e-commerce
masih tertekan kenaikan suku bunga. Karena itu, emiten sektor ini semakin fokus pada efisiensi bisnis dan memperkuat kas untuk mengejar profitabilitas.
PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli misalnya, berencana memperkokoh strategi
omnichannel
untuk mengejar profitabilitas. Sehingga, emiten berkode BELI ini dapat memangkas beban yang dikeluarkan.
Vice President Public Relations
BELI Yolanda Nainggolan mengatakan, strategi
omnichannel
Blibli dengan kehadiran toko fisik, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat atas produk ekosistem Blibli.
Yolanda mengatakan, sinergi dari ekosistem BELI, yakni Tiket.com, Blibli dan Ranch Market, juga dapat memenuhi hampir 90% kebutuhan konsumen. Ini dapat memangkas biaya BELI dalam melakukan akuisisi pelanggan. "Strategi ini mampu menciptakan retensi pelanggan yang lebih tinggi dan pada akhirnya mengurangi biaya akuisisi pelanggan," jelas Yolanda.
Strategi lain yang dilakukan BELI untuk mengejar profitabilitas adalah memperkuat infrastruktur, inovasi layanan serta model bisnis yang terus menyesuaikan perubahan. Sebagai gambaran, entitas Grup Djarum ini mencatatkan
total processing value
(TPV) sebesar Rp 40,6 triliun hingga akhir kuartal III-2022. Capaian tersebut lebih tinggi 105% dibandingkan Rp 19,8 triliun setahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo meyakini GOTO dapat mencapai arus kas operasional positif. Per akhir kuartal IV-2022, posisi kas GOTO mencapai Rp 29 triliun. GOTO juga memiliki fasilitas kredit sebesar Rp 4,65 triliun, dan baru digunakan Rp 1,5 triliun.
Berkah Insentif Kendaraan Listrik
Pemerintah terus mendorong pengembangan kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV) di dalam negeri. Salah satunya dengan memberi insentif pembelian unit kendaraan listrik. Ini menjadi angin segar bagi perusahaan kontraktor yang bergelut di sektor tambang nikel seperti PT Hillcon Tbk (HILL).
Direktur HILL Jaya Angdika menyebut, insentif kendaraan listrik ini akan berdampak secara jangka panjang terhadap kinerja HILL. Sebab dalam jangka panjang akan ada kenaikan produksi nikel dari
smelter,
yang tentunya akan berdampak pada kenaikan kinerja HILL.
"Secara jangka panjang kemungkinan berpengaruh pada permintaan, sehingga volume produksi juga akan meningkat," kata Jaya, Jumat (24/3).
Direktur Utama HILL Hersan Qiu menilai, secara bisnis, pengelolaan bisnis nikel di Indonesia sangat efisien, sehingga prospek bisnis nikel ke depannya cukup cerah. Apalagi, hasil produksi nikel digunakan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
Hersan menambahkan, dengan biaya produksi hasil turunan nikel yang murah, maka industri nikel tetap bisa melakukan produksi meski harga nikel sedang dalam tren menurun. Menurut Hersan, ini karena kebijakan pemerintah Indonesia melakukan hilirisasi produk nikel.
HILL tetap diminta memproduksi semaksimal mungkin, baik saat tren harga nikel sedang turun maupun tren harga nikel sedang naik. Ini karena pertumbuhan kapasitas smelter nikel di Indonesia yang terus bertumbuh, sehingga permintaan atas nikel ore terus meningkat.
Cuan Miliaran dari Pengelolaan Sampah
Startup
pengolahan sampah Waste4Change mulai menambah kapasitas pengolahan sampah setelah mendapat kucuran dana dari sejumlah investor di akhir tahun lalu. Dengan tambahan kapasitas tersebut, Waste4Change langsung mendapat tambahan pengguna dari sejumlah perusahaan besar.
BISNIS pengolahan sampah masih menjanjikan hingga kini. Maklum saja, hampir semua institusi, baik itu rumah tangga hingga perusahaan membutuhkan tempat untuk membuang sampah serta pihak ketiga yang bisa membawa atau mengelola sampah tersebut.
Potensi inilah yang terus digarap
startup
pengolahan sampah Waste4Change. Dengan modal pendanaan yang sudah di tangan, Waste4Change terus mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah yang sudah ada. Adapun pendanaan yang sudah didapat perusahaan rintisan ini adalah suntikan dana seri A dari beberapa pemodal seperti AC Ventures, Barito Mitra Investama dan lainnya yang didapat pada akhir tahun lalu.
Dengan dana di tangan, Waste4Change menambah fasilitas pengolahan sampah di Rumah Pemulihan Material (RPM) Waste4Change di Bekas, Jawa Barat. Fasilitas yang ditambah berupa penerapan teknologi pengolahan sampah dan pencatatan digital di RPM.
Dengan penambahan teknologi di RPM Bekasi, Waste4Change mampu mengurangi residu sampah dari 65% menjadi 10%," ucap Mohamad Bijaksana Junerosano,
Founder
dan
Chief Executive Officer
Waste4Change, belum lama ini.
Faktor inilah yang membuat layanan Waste4Change semakin dilirik sejumlah perusahaan. Baru-baru ini Waste4Change menjalin kerja sama dengan tujuh perusahaan untuk penanganan pengelolaan sampah di perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut diantaranya adalah Samudera Indonesia, PT Alam Bersih Indonesia, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., SinarMas Land, Basra Corporation, dan rePurpose Global. Total nilai proyek dari pengelolaan sampah tersebut diklaim mencapai Rp 250 miliar.
Sinyal Positif Ekonomi
Sinyal positif kembali memancar dari perekonomian Indonesia. Salah satu pemicunya adalah penyaluran kredit yang masih melanjutkan tren pertumbuhan. Hal itu membawa angin segar bagi ekonomi nasional di tengah bayang-bayang risiko ketidakpastian global yang tak kunjung reda. Kemarin, Jumat (24/3), Bank Indonesia melaporkan bahwa penyaluran kredit sepanjang Februari 2023 tumbuh 10,4% secara tahunan menjadi Rp6.348 triliun. Sebulan sebelumnya penyaluran kredit juga tumbuh 10,2%. Sebanyak Rp3.218,4 triliun penyaluran kredit pada Februari 2023 mengalir ke korporasi, sedangkan sisanya merupakan kredit perseorangan. Jika dilihat dari jenis penggunaan, maka kinerja kredit investasi dan kredit konsumsi terlihat menonjol. Pada Februari 2023 penyaluran kredit investasi tumbuh 11,8% secara tahunan menjadi Rp1.686,4 triliun, sedangkan kredit konsumsi meningkat 9,5% menjadi Rp1.844,5 triliun. Adapun, kinerja kredit modal kerja juga tidaklah buruk, lantaran tetap tumbuh 10,1% seperti halnya pada bulan Januari 2023. Total penyaluran kredit modal kerja pada Februari 2023 tembus Rp2.817, 1 triliun. Ekspansi korporasi, khususnya sektor manufaktur, digadang-gadang turut memompa ekonomi melalui jalur produksi. Hal itu sejatinya sudah tampak jika melihat pada perkembangan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia lansiran S&P Global. Pada Februari 2023 PMI Manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi yakni sebesar 51,2. Termutakhir, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam Economic Outlook Interim Report March 2023, mengestimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional hanya naik 4,7%. Belum lagi dengan risiko kenaikan inflasi, yang sepanjang tahun ini diramal mencapai 4,1%, atau di atas target Bank Indonesia di kisaran 3% maupun asumsi dasar ekonomi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar 3,6%.
PROYEK INFRASTRUKTUR : WSBP Incar Kontrak Rp3,8 Triliun
PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) optimistis dapat meraih kinerja positif pada 2023 dengan target perolehan nilai kontrak baru senilai Rp3,8 triliun. Dengan dukungan peralatan yang memadai salah satunya penggunaan truck mixer untuk readymix, perusahaan akan merampungkan setidaknya empat proyek konstruksi dan pemenuhan pesanan produk beton untuk sembilan proyek lainnya pada tahun ini. Adapun, emiten berkode saham WSBP tersebut selama ini telah memasok ke sejumlah proyek besar di bidang infrastruktur dengan berbagai produk precast dan readymix. “Pada 2023 ini, kami akan menyelesaikan proyek-proyek konstruksi, baik sarana pendukung transportasi terintegrasi, jalan tol, dan proyek lainnya,” kata Sugiharto, Direktur Operasi Waskita Beton dalam keterangannya, Jumat (24/3). Kendati lokasi proyek tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, WSBP yang didukung pabrik precast serta sumber daya memadai optimistis seluruh pesanan maupun pengerjaan proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









