;

Revisi ke Atas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Hairul Rizal 29 Mar 2023 Kontan
Revisi ke Atas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Prospek perekonomian Indonesia tahun ini akan lebih cerah, sejalan dengan dibukanya kembali ekonomi China sebagai mitra dagang utama, dan dibukanya ekonomi domestik pasca pandemi Covid-19. Hal ini ditandai oleh optimisme  lembaga internasional terhadap ekonomi Tanah Air. Bank DBS memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih bisa tumbuh menyentuh level 5%. Walaupun angka ini sedikit melambat dibanding pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencapai 5,31%. Namun, "Angka itu sebenarnya adalah rata-rata lima tahun sebelum pandemi Covid-19," kata Senior Economist DBS Bank Radhika Rao, Selasa (28/3). Ia pun optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih stabil saat menuju Pemilu tahun depan. Meski demikian, inflasi masih akan menjadi salah satu faktor penentu kinerja perekonomian domestik tahun ini. Ia memperkirakan, inflasi pada semester I-2023 masih berada pada kisaran 4,5% hingga 5%. Pada semester II mendatang, inflasi baru akan melandai ke level 3,7% pada akhir tahun. Head of Research DBS Group Maynard Arif menambahkan, pemerintah telah berusaha untuk meredam inflasi pangan lewat impor beras. Hal tersebut dinilainya menjadi cara paling mudah bagi pemerintah untuk menekan kenaikan harga beras yang berdampak pada inflasi. Sementara International Monetary Fund (IMF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa mencapai level 5%. Padahal, pada Januari 2023, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi sebesar 4,8%. Bank Indonesia (BI) sebelumnya memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan cenderung bias ke atas dalam kisaran 4,5% hingga 5,3%. Kinerja ekspor berpotensi akan lebih tinggi dari perkiraan semula, yang didorong oleh pengaruh positif perbaikan ekonomi China.

Tags :
#Makro
Download Aplikasi Labirin :