Ekonomi
( 40789 )Baru Kali Ini Sepi Order Menjelang Lebaran
Menjelang Idul Fitri, biasanya pabrik tekstil dan produk tekstil sibuk bukan main untuk memenuhi lonjakan permintaan. Namun, hal itu tak terjadi kali ini. Boro-boro sibuk hingga lembur, mesin-mesin pabrik malah tak semuanya dapat beroperasi karena sepi order. Pagi itu, Kamis (30/3) Dedi, bukan nama sebenarnya, tengah berkeliling mengawasi operasional produksi di pabrik tekstil tempatnya bekerja. Direktur pabrik tekstil di kawasan Majalaya, Bandung, ini sesekali menegur pekerjaan karyawannya atau sekadar menyapanya. Matanya nanar menatap mesin produksi tekstil yang siang itu tidak beroperasi. ”Bukannya rusak, tetapi memang tak beroperasi karena sedang sepi order,” kata Dedi.
Kini, lanjut Dedi, utilitas produksi pabriknya tidak sampai 60 %. Tempat parker truk lengang. Hanya ada satu truk yang terparkir di sana. ”30 tahun saya berkecimpung di industri ini, rasanya baru kali ini mau Lebaran tapi sepi produksi,” ujar Dedi. Ia meminta agar identitas dan nama perusahaannya tidak disebutkan lantaran khawatir kepercayaan pemasok, perbankan, calon pembeli bakal makin tergerus dengan situasi yang tengah dihadapinya. Menurut Dedi, penurunan aktivitas produksi ini terjadi karena minimnya permintaan pembeli. Saat ini pasar dalam negeri dibanjiri produk impor, baik yang didatangkan secara resmi maupun ilegal. (Yoga)
Rp 190 Triliun Kredit Restrukturisasi Diperpanjanga hingga Maret 2024
Sekitar Rp 190 triliun (44%) kredit restrukturisasi mendapat fasilitas perpanjangan relaksasi hingga Maret 2024. Sedangkan Rp 245 triliun sisanya atau 56% tidak diperpanjang dan jatuh tempo pada 31 Maret lalu. Meski kredit restrukturisasi yang jatuh tempo tersebut menambah rasio kredit bermasalah (NPL), perbankan sudah mem-back-up dengan cadangan yang sangat memadai, sehingga tidak akan menimbulkan gejolak. Kalangan bankir dan otoritas menyatakan kondisi perbankan saat ini sangat solid, termasuk bank kecil kategori KBMI I dan II. Mereka meyakini kasus bank bermasalah di AS dan Eropa tidak akan berpengaruh ke perbankan domestik
Sumber di OJK menjelaskan bahwa perbankan nasional sudah membuat kalkulasi matang, antisipatif, dan menyiapkan cadangan cukup menghadapi berakhirnya relaksasi restrukturisasi (restru) kredit 31 Maret 2023. Untuk kredit restru yang jatuh tempo, sekitar Rp 245 triliun (56%), bank-bank sudah menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang besar, bahkan lebih besar disbanding sebelum pandemi. Terbukti, jumlah kredit berisiko (loan at risk/LAR) menurun. NPL gross tercatat sebesar 2,59% di Januari 2023, NPL nett 0,76%. (Yetede)
11 Saham To The Moon Beri Gain 106-812% di Kuartal: 1-2023
Sebanyak 11 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan lonjakan harga yang fantastis atau populer disebut “to the moon” selama kuartal I-2023. Dikatakan fantastis karena harga saham-saham tersebut terbang tinggi hingga di kisaran 106% sampai 812%. Berdasarkan data BEI yang di olah selama Januari-Maret 2023, saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi yaitu sebesar 812,5%. Posisi kedua adalah saham PT Hatten Bali Tbk (WINE) dengan kenaikan harga 326,3%.
Kemudian, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan kenaikan harga 270,4%, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) 226%, dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) 224,7%. Selanjutnya, saham PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE) 174%, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) 172,7%, PT PAM Mineral Tbk (NICL) 128%, dan PT Haloni Jane Tbk (HALO) 112%. Tak ketinggalan, saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) naik 107,1% dan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) sebesar 106,1%. (Yetede)
Kebijakan yang Sinergis Redam Momok Inflasi
Perekonomian domestik diyakini tumbuh solid dan sehat, jauh dari ancaman krisis berkat kebijakan ekonomi yang sinergis dari pemerintah dan regulator dalam merespons tantangan makroekonomi global yang saat ini sangat dinamis. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lippo Group, John Riady dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (02/04). Menurut John Riady, gejolak sector perbankan di AS dan Eropa bagaimanapun tidak lepas dari kondisi global saat ini, terutama inflasi tinggi yang menekan negara-negara maju. Alhasil, bank sentral pun mengerek suku bunga untuk memerangi inflasi tersebut.
“Saya katakan, saat ini secara riil perkonomian nasional sangat sehat. Kita harus mengapresiasi kinerja tim ekonomi baik Menkeu, Gubernur BI, serta pimpinan lembaga lainnya yang mampu bersinergi,” ungkap John. Walau demikian, kata John, alarm kewaspadaan harus tetap dinyalakan. Apalagi, saat ini masyarakat dunia memang benar-benar khawatir terhadap imbas inflasi tersebut. “Nah, saat ini gejolak harga juga berhasil diredam oleh berbagai kebijakan pemerintah. Ini sangat bagus,” kata John. John Riady mempercayai bauran kebijakan yang diterapkan Kemenkeu hingga langkah BI dalam stabilisasi moneter masih efektif menjaga tingkatinflasi, sehingga Indonesia sukses menjaga tingkat inflasi 3%. ( Yetede)
Astra Gelontorkan Capex Rp 40 T
PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 40 triliun tahun ini, naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Sebagian besar capex itu akan dikeluarkan anak usaha, PT United Tractors Tbk (UT/UNTR). Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti menjelaskan, capex UT 60% total capex Astra. Dana itu akan digunakan UT untuk membeli alat-alat berat, seperti Komatsu dan juga perusahaan tambang kontraktor pertambangan PT Pamapersada Nusantara. “Porsi capex untuk UT selalu paling besar di Grup Astra,” kata dia kepada Investor Daily saat acara buka bersama Astra dengan wartawan nasional, akhir pekan lalu.
Dia menambahkan, selain untuk operasional UT, capex itu akan digunakan untuk membiayai pengembangan bisnis nikel perseroan.Tahun lalu, UT mengakuisisi PT Stargate Pasic Resources dan PT Stargate Mineral Asia melalui anak usaha, PT Danusa Tambang Nusantara. Setelah akuisisi ini, kedua pihak akan bekerja sama menggarap smelter nikel senilai Rp 4,3 triliun. Dia menuturkan, sisa capex akan digunakan Astra untuk maintenance rutin pada bisnis-bisnis perseroan, seperti otomotif, jasa keuangan, infrastruktur. Perseroan juga tetap terbuka dengan peluang investasi terbaru. ( Yetede)
Tekanan Harga-harga Masih Tinggi
Laju inflasi di zona euro melambat tajam pada Maret 2023, demikian pula kenaikan harga-harga di AS mereda bulan lalu. Tapi secara faktual, angkanya masih jauh di atas target inflasi yang diharapkan oleh masing-masing bank sentral, sehingga kalangan analis menganggap bahwa tekanan harga-harga masih tinggi. Kondisi ini diharapkan membaik di bulan-bulan mendatang. Data inflasi yang dirilis kedua bank sentral pada Jumat (31/03) pekan lalu itu sedikit memberi kelonggaran bagi para pengambil kebijakan. Bank Sentral Eropa (ECB) maupun The Federal Reserve (The Fed) berusaha menyeimbangkan upaya menjinakkan inflasi dengan menaikkan suku bunga, terhadap risiko bahwa penaikan suku bunga lebih lanjut dapat mengganggu sektor perbankannya. Harga-harga konsumen naik 6,9% dibandingkan tahun lalu di zona euro. Turun dari 8,5% pada Februari 2023. Itu adalah tingkat inflasi terendah dalam setahun di zona euro dan lebih rendah dari perkiraan kalangan analis.
Di AS, tolok ukur inflasi yang disukai The Fed, yakni indeks harga belanja konsumsi pribadi atau PCE, juga melambat pada Februari. Indeks harga PCE melambat jadi 5% pada Februari dari 5,3% pada bulan sebelumnya. Kenaikan belanja tercatat pada makanan, energi dan barang konsumsi. Tetapi PCE inti, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi, hanya sedikit melambat menjadi 4,6% pada Februari, turun dari 4,7% pada Januari. Jumat lalu, Presiden AS Joe Biden menyambut positif data inflasi tersebut. “Kami membuat kemajuan dalam perang melawan inflasi,” kata dia seperti dikutip AFP. Namun begitu, baik di zona euro maupun di AS, tingkat inflasi masih jauh di atas target 2% oleh masing-masing bank sentral. “Tekanan harga tetap tinggi untuk saat ini, meskipun akan membaik dalam beberapa bulan mendatang,” kata ekonom senior ING Bert Colijn, kepada AFP. ( Yetede)
Jelang Lebaran, ART Pengganti Berdatangan ke Jakarta
Dalam sepekan terakhir, asisten rumah tangga pengganti selama Idul Fitri atau ART ”infal” mulai berdatangan ke Jakarta. Dengan melandainya kasus Covid-19 dan dicabutnya pembatasan sosial, mereka berharap banyak ART permanen yang mudik. Hal itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk kembali mengais rezeki. Para ART infal ini berdatangan ke tempat penyalur ART di Jakarta. Di Yayasan Cendana Raya atau Yayasan Bu Gito di Cilandak, Jaksel, misalnya, ada 30 ART infal tiba dalam seminggu terakhir. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jabar, seperti Bandung, Pandeglang, dan Garut. Ada pula yang berasal dari Pemalang, Jateng. Sementara itu, di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Permata Cipta di Gandaria Utara, Jaksel, telah tiba 10 ART infal dari Lampung.
Anin (43), salah satu ART infal yang datang ke Yayasan Bu Gito, tiba sejak Rabu (29/3). Bersama enam temannya, Anin berangkat dari Ciwidey,Bandung, Jabar. Sehari-hari, mereka bekerja di kebun masing-masing yang ditanami labu siam. Momentum menjelang Idul Fitri dimanfaatkan untuk mengais rezeki sebagai ART infal. Ini pertama kalinya mereka ke Jakarta lagi setelah tiga tahun terhalang pandemi Covid-19. Seiring melandainya kasus Covid-19 dan tiada lagi pembatasan sosial, Anin berharap banyak ART permanen yang mudik. Kepulangan para ART permanen itu menjadi kesempatan bagi ART infal untuk mencari rezeki dengan menggantikan mereka. Lembaga-lembaga penyalur hanya menerima ART infal berusia 18-45 tahun. Pengalaman sebagai ART juga menjadi pertimbangan mereka dalam merekrut ART infal. Para ART infal itu diberi honor Rp 200.000-Rp 300.000 per hari atau Rp 4 juta-Rp 5,5 juta per bulan, bergantung beban kerja mereka. (Yoga)
Gula Impor untuk Stabilkan Harga
Sebanyak 2.000 ton gula kristal putih yang diimpor dari Thailand tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut, pada hari Sabtu (1/4). Kedatangan gula impor ini merupakan upaya pemerintah mencukupi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan menjelaskan, gula kristal putih (GKP) yang tiba tersebut merupakan bagian dari komitmen impor sebanyak 32.500 ton yang akan didatangkan oleh pemerintah lewat Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, gula impor juga akan tiba di Pelabuhan Belawan, Medan, sebanyak 37.900 ton dan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, 25.000 ton dengan target distribusi kawasan Indonesia bagian timur. BUMN bidang pangan, ID Food, menargetkan gula sebanyak 40.000 ton tiba sebelum Lebaran dan sisanya datang pada awal Mei 2023. Terkait relatif sedikitnya gula impor yang tiba dikarenakan keterbatasan ketersediaan kapal dengan tonase 20.000-30.000 ton.
”Kedatangan (gula) ini bagian dari upaya stabilisasi harga menjelang Lebaran agar tetap stabil di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 13.500 per kilogram. Gula ini datang dari Thailand. Berbeda dengan sebelumnya menggunakan vessel (kapal pengangkut) yang cukup besar, tapi karena (ketersediaan) sedang terbatas, datang dengan kapal kecil,” tutur Frans. Meski menggunakan kapal kecil, diharapkan tenggat impor hingga awal Mei 2023 bisa dipenuhi, khususnya untuk menghindari gula impor tiba saat petani tebu memulai masa giling tebu pada Mei hingga Juni 2023. ”Kita targetkan sesuai jadwal agar tidak mengganggu harga saat panen dan giling tebu tahun ini. Impor ini juga untuk back up stok yang ada,” ujarnya, menambahkan. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjelaskan, jumlah impor yang didatangkan sesuai dengan perhitungan neraca komoditas pangan di tahun 2023. Di tahun ini, kuota impor gula mentah setara GKP adalah 991.000 ton. Mulanya, jumlah ini diharapkan bisa terealisasi sejak awal tahun. Namun, jadwal impor mundur karena terdapat 1 juta ton stok sisa dari tahun 2022. (Yoga)
PANDEMI COVID-19 Amerika Bantu Indonesia Rp 972 Miliar
Pemerintah AS melalui Badan untuk Pembangunan Internasional AS atau USAID telah menyalurkan lebih dari 65 juta dollar AS atau Rp 972 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Bantuan itu berupa sosialisasi pencegahan virus korona baru hingga pengadaan vaksin di Tanah Air. Sejak kasus Covid-19 pertama di Indonesia pada Maret 2020, USAID bersama dengan Kementerian Kesehatan RI telah membantu 1.983 rumah sakit dan laboratorium. Sebanyak 840.000 tenaga medis dantenaga kesehatanjuga sudah dilatih untuk menangani pasien Covid-19 dan memberikan vaksinasi kepada masyarakat. Dukungan USAID ini menjangkau lebih dari 260 juta atau 90 % masyarakat di Indonesia.
USAID juga telah membantu mendistribusikan 59.800 viral transport medium, 1.000 ventilator, dan 438 alat kesehatan lainnya ke 34 provinsi di Indonesia. USAID mengirimkan lebih dari 100 juta dosis vaksin ke Indonesia, termasuk 42 juta dosis yang disumbangkan AS. ”Dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, Indonesia dan AS bekerja sama untuk menghadapi pandemi. Bersama-sama kita telah secara signifikan menurunkan kematian dan kesakitan yang berat,” kata Wakil Dubes AS untuk Indonesia Michael F Kleine saat acara Penutupan Penanggulangan Covid-19 USAID di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (31/3). (Yoga)
RI Genjot Ekspor via RCEP
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China sepanjang 2023 lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kawasan Asia Timur dan Pasifik selain China akan tumbuh melambat. Indonesia dapat mengoptimalkan peluang dengan memanfaatkan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP untuk mendongkrak ekspor. Laporan Bank Dunia berjudul World Bank East Asia and The Pacific Economic Update April 2023-Reviving Growth, yang dipublikasikan Jumat (31/3) menunjukkan, pertumbuhan PDB China diproyeksikan meningkat dari 3 % pada 2022 menjadi 5,1 % di 2023. Adapun rata-rata pertumbuhan PDB negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, selain China, diperkirakan melambat dari 5,8 % menjadi 4,9 %.
Kepala Ekonom Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia Aaditya Mattoo mengatakan, proyeksi pemulihan ekonomi China tersebut terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. ”Sepanjang 2022, kinerja ekonomi negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik umumnya menunjukkan pemulihan yang kuat dari dampak pandemi di 2021. Kini, permintaan domestik dan global tengah melemah. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global berdampak pada ekspor, sedangkan fluktuasi harga komoditas berpengaruh pada konsumsi,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Jumat (31/3). China, lanjutnya, pulih pada 2023 karena terpukul setelah penyebaran varian Omicron Covid-19 yang lebih menular pada 2022. Dia optimistis terhadap proyeksi pertumbuhan China yang diharapkan berkualitas. Artinya, pertumbuhan ekonomi terdistribusi merata. Dia juga menggarisbawahi RCEP sebagai pembangunan positif yang mengintegrasikan sejumlah negara di kawasan, termasuk China. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









