Ekonomi
( 40512 )Keketuan ASEAN 2023, Dorong ASEAN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja pada 13 November 2022 lalu, Indonesia kembali mendapatkan mandat untuk memegang Chaimanship (keketuaan) ASEAN 2023. Sebelumnya, Indonesia sendiri, telah berperan menjadi Keketuaan ASEAN antara lain pada tahun 1976, 2003, 2011. Dalam Keketuaan ASEAN 2023, Indonesia mengusung tema "ASEAN Mattres: Epicentrum of Growth" yang juga menjadi tema lanjutan dan resonansi keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Presidensi G20 pada 2022. Tema ini menunjukkan keinginan menjadikan ASEAN tetap memiliki peran penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN dan dunia. Dalam kesempatan pembukaan High Level Seminar "From ASEAN to the World Payment System in Digital Era" (28/3), Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan 3 alasan ASEAN memiliki peran penting sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia, yaitu Pertama, ASEAN termasuk Kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Kedua, negara-negara ASEAN menerapkan kebijakan ekonomi makro yang prudent, mendorong perdagangan dan investasi, serta melakukan reformasi struktural serta, ketiga, ASEAN termasuk di antara kawasan dengan transformasi ekonomi digital yang berkembang pesat, didukung oleh populasi muda yang besar, penggunaan layanan internet dan pembayaran seluler yang luas, start-up yang dinamis, dan ekosistem ekonomi digital. Dalam keketuaan ASEAN 2023, Indonesia diwakili oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemkeu). BI dan Kemkeu berkolaborasi sekaligus menjadi tuan rumah menggelar kegiatan ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM) pertama dalam keketuaan ASEAN 2023 pada 28-31 Maret 2023. Pertemuan ini membahas solusi-solusi dalam menghadapi masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN.
Asuransi Energi Kebal dari Fluktuasi Harga Minyak
Fluktuasi harga minyak dunia tampaknya tidak berpengaruh signifikan terhadap bisnis asuransi energi di tanah air. Tren bisnis asuransi energi ke depan juga diproyeksikan bakal meningkat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) hingga akhir 2022, premi pada asuransi energi tumbuh 21,4% menjadi Rp 1,50 triliun secara tahunan atau
year on year (yoy) dari tahun sebelumnya.
Hingga saat ini jumlah perusahaan asuransi yang memiliki atau menjual produk energi ada 15 perusahaan dari 72 perusahaan asuransi umum. Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwyanto mengatakan, hingga saat ini belum terlihat imbas kenaikan harga minyak dunia terhadap bisnis asuransi.
"Tren bisnis asuransi energi kelihatannya masih akan positif hingga saat ini setelah terkontraksi di saat pandemi, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat maupun bisnis," kata Bern, kemarin.
Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo, Diwe Novara mengatakan, di tengah penurunan harga minyak mentah dunia yang berada di kisaran US$ 80 per barel, tidak serta merta menjadikan bisnis energi terutama dari sektor hulu minyak dan gas bumi Jasindo ikut menurun.
MODAL TEBAL PACU EKONOMI
Kendati situasi global sedang tak menentu, ekonomi Indonesia diramal masih moncer tahun ini lan taran ada sederet katalis positif. Tak cuma geliat di sektor industri manufaktur, sektor jasa keuangan yang belakangan tengah disorot akibat kegagalan sejumlah bank global, juga digadang-gadang sanggup menunjukkan kinerja mumpuni. Faktor lainnya adalah momentum Ramadan dan perayaan Lebaran yang bakal mengerek konsumsi masyarakat, salah satu pilar penting penopang produk domestik bruto (PDB). Menurut analisis yang dipublikasikan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Indonesia memiliki ketahanan dalam menghadapi guncangan yang ditimbulkan oleh krisis perbankan dunia yang memiliki dampak sistemik serta korelasinya terhadap pengetatan kebijakan moneter. Kondisi ini didorong oleh beberapa faktor seperti rasio kecukupan modal, likuiditas, dan cadangan terhadap kredit gagal bayar yang jauh lebih sehat. Selain itu, stabilitas makro dan perbankan juga lebih baik sebagaimana tecermin dari rasio non-performing loan (NPL) terhadap PDB serta inflasi yang terkendali. Tak ayal, pemangku kebijakan pun optimistis ekonomi masih dapat melaju di angka 5% pada tahun ini. Memang, proyeksi itu masih berada di bawah Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2023 yang sebesar 5,3%.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, dalam Evaluasi Paruh Waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024, mengatakan pemerintah akan berusaha untuk mendorong laju ekonomi hingga 6%. "Dalam skenario yang disusun oleh Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 6%," katanya, Selasa (28/3). Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan sentimen negatif dari dinamika perekonomian global memang amat memukul dunia usaha. Namun ada beberapa sektor yang bertahan, sehingga masih mampu berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi, baik dari sisi investasi maupun konsumsi. Terkhusus untuk konsumsi, pebisnis pun siap mengalokasikan THR sebagaimana aturan pemerintah.
PENURUNAN PERMINTAAN EKSPOR : Industri Tekstil Perlu Restrukturisasi Mesin
Kementerian Perindustrian mendorong sektor tekstil dan pengolahan tekstil atau TPT melakukan restrukturisasi mesin untuk meningkatkan daya saing di tengah penurunan permintaan ekspor akibat ketidakpastian perekonomian global. Ignatius Warsito, Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, mengatakan restrukturisasi mesin dapat menstimulasi penggunaan peralatan yang lebih modern, hemat, dan ramah lingkungan, sehingga bakal meningkatkan daya saing industri sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. “Program ini terbukti dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (28/3). Kinerja industri TPT sepanjang tahun lalu sendiri masih menunjukkan hasil yang baik di tengah krisis global, karena nilai ekspornya mencapai US$13,83 miliar, dan mampu menyerap 3,65 juta tenaga kerja. Dari sisi pendapatan domestik bruto (PDB), kata Warsito, TPT juga mengalami pertumbuhan 9,34% secara tahunan, dan berkontribusi sebesar 1,03% terhadap PDB nasional. Program restrukturisasi mesin yang sudah dilaksanakan oleh 23 perusahaan pada 2021—2022 itu sendiri berfokus pada industri penyempurnaan kain dan pencetakan kain. Targetnya akan ada 13 perusahaan yang berpartisipasi dengan alokasi anggaran senilai Rp4,7 miliar untuk sepanjang 2023.
KEBIJAKAN IMPORTASI : PAKAIAN BEKAS GERUS PASAR TPT LOKAL
Kementerian Perdagangan mencatat peredaran pakaian bekas hasil impor telah memicu penurunan industri tekstil dan produk tekstil dari US$7 miliar menjadi hanya US$3 miliar. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan pemasukan pakaian bekas dari luar negeri dilarang, kecuali yang diatur secara khusus seperti impor pesawat tempur bekas. “Industri tekstil kita dahulu bernilai di atas US$7 miliar sekarang tinggal US$3 miliar. Sudah tidak boleh, ini ilegalnya yang kami larang,” katanya dalam sesi wawancara khusus, Selasa (28/3). Dia mencatat pangsa pasar impor pakaian bekas sudah mencapai 31% sedangkan pangsa pasar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) lokal hanya 40%. Bila dibiarkan, Zulkifli menyatakan bisa membunuh industri TPT nasional sehingga Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk ditangani secara baik. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak jalur gelap guna menyelundupkan pakaian bekas hasil impor sehingga membutuhkan kerja sama penegak hukum. Penegak hukum yang perlu dilibatkan seperti Kepolisian, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Bea dan Cukai, hingga pemerintah daerah. Dengan pangsa pasar pakaian bekas hasil impor yang sudah hampir seimbang dengan industri TPT lokal, dia meminta harus ditindak secara tegas.
Zulkifli juga menerangkan pemberantasan peredaran pakaian bekas tidak dapat dilakukan sendiri, perlu kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk penegak hukum. Oleh karena itu, dia membentuk Satuan Tugas (Satgas) bersama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Badan Keamanan Laut, hingga Kepolisian. “Jadi satu tim di sana, untuk terus menerus melakukan penindakan, bebas lagi, orang dagang lagi, jangan sampai mau dimatikan tumbuh lagi, tambah kuat, perlu konsistensi dari seluruh pemangku kepentingan, pelaku usahanya, masyarakatnya,” katanya. Dari Bekasi, Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani menyebutkan sejumlah 7.363 ballpress pakai bekas senilai Rp80 miliar telah ditindak merupakan hasil operasi gabungan dari berbagai instansi termasuk aparat penegak hukum. Gudang tersebut meliputi gudang penyimpanan di Pasar Senen sebanyak 513 ballpress, Gudang Kramat, Senen sebanyak 521 ballpress dan gudang di Jalan Samudera Jaya, Bekasi sebanyak 529 ballpress. Berdasarkan pemantauan Bea Cukai, garis pantai di sisi timur Sumatra, Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur menjadi wilayah dengan banyak pelabuhan tidak resmi berkembang.
Sekarang Bukan Krisis Perbankan, Melainkan Ada Sentimen Penularan
LONDON,ID- Situasi volatilitas - yang terkadang tanpa adanya katalis yang jelas - telah membuat para pengamat pasar bertanya-tanya, apakah pasar bergerak berdasarkan sentimen dibandingkan fundamental terkait kekhawatiran akan krisis perbankan sistemik. "Ini tidak seperti Lehman Brothers yang terkena resiko counterparty dalam derivatif yang kompleks selama krisis subprime mortgage. Bank-bank besar yang menjadi berita baru-baru ini memiliki masalah manajemen resiko dengan aset-aset tradisional. Penaikan suku bunga yang cepat mengekspos kelemahan-kelemahan tersebut. Bank-bank dipaksa menjadi penjual, menyadari kerugian setelah investasi obligasi mereka jauh dibawah nilai nominal," demikian penjelasan Sarah Devereux, kepala global group pendapatan tetap di raksasa manajemen Vanguard. Dalam sesi tanya jawab pada Jumat (24/03/2023) yang diunggah CNBC pada Selasa (28/03/2023). Yang terbaru adalah Deutsche Bank, dimana saham-sahamnya dilaporkan jatuh sementara biaya asuransi bertahap gagal bayarnya menunjukkan peningkatan diakhir minggu lalu. Padahal posisi modal dan likuiditas kreditur asal Jerman ini nampak kuat. (Yetede)
Asean Perlu Dorong Digitalisasi dan Konektivitas Pembayaran Regional
BADUNG,ID- Negara-negara Asean perlu memajukan konektivitas pembayaran regional guna mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif sekaligus untuk memitigasi resikonya. Selain itu, digitalisasi juga diperlukan untuk membantu menutup kesenjangan inklusi dan daya tahan keuangan di antara negara-negara di kawasan Asean. "Teman-teman anggota Asean, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan konektivitas pembayaran regional dan memajukannya," ujar Perry Warjiyo dalam acara High Level Seminar Forum Asean to The World bertajuk "Payment System in Digital Era," di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (28/03/2023). Dengan begitu, Asean akan memimpin dan menjadi contoh negara-negara lain di dunia, dimana konektivitas pembayaran lintas batas tersebut akan mendukung inklusi keuangan dan ekonomi kawasan. Apalagi, negara-negara anggota Asean memiliki potensi transaksi digital dengan nilai besar. Kesepakatan konektivitas di lima negara tersebut dilakukan melalui Quick Response (QR) Code, fast payment, data real Time Gross Settlement (RTGS), serta transaksi mata uang lokal atau local Currency Transaction (LCT). (Yetede)
Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat dan Negara, BSI Salurkan Zakat Lebih Dari Rp 173 Miliar
JAKARTA-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membayarkan zakat perusahaan melalui Amil Zakat Nasional (Baznas) mencapai Rp173,07 miliar. Jumlah zakat BSI yang meningkat 41,2% dibanding periode yang sama tahun lalu tersebut, semakin menegaskan komitmen perseroan untuk terus memperkuat kontribusi bagi masyarakat dan negara. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, kenaikan zakat tersebut seiring dengan perolehan laba bersih perseroan yang terus bertumbuh sepanjang 2022. Dari total zakat yang disalurkan, sebesar Rp 141,40 Miliar merupakan zakat dari laba perusahaan, sementara Rp 31,66 miliar merupakan zakat pegawai. "Alhamdulilah, zakat perusahaan dari BSI tahun ini pun menjadi yang terbesar di Indonesia. Semoga dengan naiknya konstribusi zakat ini, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dapat semakin memberikan nilai lebih bagi masyrakat dan penerima zakat sesuai asnaf," kata Hery. (Yetede)
Laba Melesat, Defisit BUMN Turun US$ 520 Juta
JAKARTA, ID- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meraup laba bersih US$ 556 juta tahun 2022, melesat 212% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 169 juta. Seiring dengan itu, defisit Bumi turun US$ 520 juta menjadi US$ 2,3 miliar dari US$ 2,8 miliar. Berdasarkan laporan keuangan Bumi tahun buku 2022, dikutip Selasa (28/03/2023), Pendapatan Bumi naik menjadi US$ 1,8 miliar dari US$ 1 miliar. Perseroan mencetak laba usaha US$ 123 juta, naik dari US$ 123 juta. Selanjutnya, Bumi meraup bagian atas laba bersih entitas asosiasi US$ 641 juta, naik dari US$ 276 juta. Beban bunga perusahaan batu bara nomor satu di Indonesia ini turun menjadi US$ 161 juta dari US$ 213 juta tahun lalu. Alhasil laba sebelum pajak Bumi mencapai US$ 292 juta. Per akhir Desember 2022, total liabilitas Bumi mencapai US$ 1,6 miliar, turun tajam dari US$ 3,5 miliar. Ekuitas bersih Bumi mencapai US$ 2,8 miliar, naik tajam dari US$ 646 juta. Tahun lalu Bumi, membayar royalti US$ 2,9 miliar naik tajam dari sebelumnya US$ 755 juta. Tarif royalti Bumi mencapai 14% untuk domestik dan 28% untuk ekspor, dengan harga jual rata-rata (ASP) diatas US$ 100 per ton. (Yetede)
RRT Sudah Gelontorkan US$ 240 M untuk Talangi Negara Berkambang
JOHANNESBURG, ID- Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah menggelontorkan US$ 240 miliar untuk menalangi 22 negara berkembang antara 2008 dan 2021. Menurut hasil studi yang diterbitkan pada Selasa (28/03.2023), jumlah dana talangan itu melonjak dalam beberapa tahun terakhir, karena makin banyak yang berusaha mengembalikan pinjaman yang dipakai membangun infrastruktur dalam inisiatif Belt and Road. Sebagai informasi, Belt and Road Initiative (BRI) merupakan salah satu kebijakan ekonomi ambisius yang dikeluarkan Presiden Xi Jinpin. Menurut laporan yang dirilis para peneliti dari bank Dunia, Harvard Kennedy School, AidData dan Kiel Institute for The World Economy, terdapat hampir 80% dari pinjaman yang dilakukan antara 2016 dan 2021, terutama ke negara-negara berpenghasilan menengah termasuk Argentina, Mongol, dan Pakistan." Beijing pada akhirnya mencoba untuk menyelamatkan bank-banknya sendiri. Itu sebabnya Beijing masuk kedalam bisnis-bisnis berisiko pinjaman bailout internasional," ujar Carmen Reinhart, mantan kepala ekonom Bank Dunia dan salah satu penulis studi tersebut, yang dikutip Reuters. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









