;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

HARGA MINYAK INDONESIA : Faktor Eksternal Seret ICP Turun

05 Apr 2023

Dalam executive summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, dipaparkan penurunan ICP kali ini banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti jatuhnya Silicon Valley Bank yang menyebabkan penarikan dana besar-besaran nasabahnya. “Hal itu meningkatkan ketidakpastian terkait dengan inflasi, suku bunga, dan aktivitas ekonomi di masa depan yang berdampak besar kepada konsumsi minyak, serta investasi global,” Tulis Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, dikutip Selasa (4/4). Kekhawatiran terhadap inflasi yang bakal lebih tinggi dari perkiraan, kenaikan suku bunga, dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta perlambatan aktivitas ekonomi juga diproyeksi bakal menurunkan permintaan minyak mentah. Penurunan ICP kali ini terjadi di tengah proyeksi banyak pihak  yang menyebut harga minyak global bakal kembali melambung di atas US$100 per barel setelah OPEC+ memastikan bakal memangkas produksinya.Goldman Sachs Group Inc. menaikkan perkiraan harga minyak untuk tahun ini dan tahun depan, setelah OPEC+ memastikan langkahnya memangkas produksi.

Petani Khawatir Impor Tekan Harga Jagung

05 Apr 2023

Kalangan petani mengkhawatirkan dampak impor jagung terhadap harga jual hasil panennya. Mereka berharap impor tidak dilakukan pada semester I-2023 dan mendorong perbaikan tata kelola pengeringan dan penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR, Senin (3/4), Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebutkan, realisasi impor jagung pada Januari-Februari 2023 sebanyak 127.165 ton. Adapun rencana impor pada Maret-Mei 2023sebanyak 527.241 ton.

Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin khawatir, harga jagung pada panen April-Mei 2023 tertekan ke angka Rp 4.000per kg atau di bawah acuan. ”Pada panen raya Januari-Februari lalu, isu impor juga berembus. Harga jagung di petani jadi Rp 3.600 per kg,” ujarnya saat dihubungi, Selasa. Menurut dia, oleh karena ada kebutuhan jagung sepanjang tahun, pihaknya tidak menolak impor. Namun, impor diharapkan tidak direalisasikan pada semester I. Apalagi, produksi tahun ini berpotensi lebih tinggi dibanding 2022 lantaran tidak ada hama ulat grayak. (Yoga)


Kalah Saing dengan Pakaian Impor Bekas

05 Apr 2023

Nanang Mihrazan (35) sengaja datang dari Baubau, Sultra, untuk berdialog bersama menteri. Ia berharap mendapat solusi soal penjualan pakaian bekas impor yang dilarang oleh pemerintah. Namun, dia harus kecewa. Jangankan berdialog, untuk masuk ke ruangan diskusi saja dia tidak bisa. Kamis (30/3) sore, ratusan pedagang pakaian bekas impor datang ke Jakarta, dari Bandung (Jabar), Bukit tinggi (Sumbar), Manado (Sulut), hingga Manokwari (Papua Barat). Mereka ingin berdialog langsung dengan Mendag Zulkifli Hasan serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Teten mengatakan, pemerintah akan memberi kesempatan bagi penjual pakaian bekas impor untuk menghabiskan stok barang dagangannya.

”Pemerintah sudah memikirkan kalau nanti Bapak, Ibu, tidak bisa lagi jualan pakaian bekas. Kita pikirkan bisa jualan produk lokal,” ujar Teten kepada ratusan pedagang pakaian bekas yang hadir di lantai 4 Blok III, Pasar Senen, Jakpus, sore itu. Pernyataan Teten ini langsung direspons riuh sorakan para pedagang yang menolak opsi itu. ”Huuu, huuu, huuu.” Pedagang lainnya menyahuti, ”Produk lokal mahal!” Ratusan pedagang pun kecewa karena tidak berkesempatan berdialog langsung dengan Zulkifli dan Teten. Nanang menjelaskan lebih lanjut. Ia sulit menjual produk local karena kualitas pakaian bekas impor yang ia jual lebih baik daripada produk lokal. Selain kalah kualitas, produk lokal juga dirasa mahal bagi mayoritas warga Baubau yang termasuk kelas menengah ke bawah. (Yoga)


Kinerja BUMN Farmasi Loyo

05 Apr 2023

Dua emiten milik negara yang bergerak di bidang farmasi membukukan kinerja kurang baik sepanjang 2022. PT Indofarma Tbk membukukan penjualan bersih yang melorot hingga 60,5 %, sementara PT Kimia Farma Tbk merugi hingga Rp 170 miliar. Direktur Utama Kimia Farma David Utama, Selasa (4/4/2023), mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan kesempatan sekaligus tantangan terhadap industri kesehatan, termasuk Kimia Farma. (Yoga)

RESTRUKTURISASI KREDIT Sejumlah Sektor Masih Butuh Insentif

05 Apr 2023

Kebijakan OJK mengenai relaksasi restrukturisasi kredit bagi debitor yang terdampak Covid-19 seharusnya berakhir pada 31 Maret 2023. Namun, karena masih ada sektor-sektor ekonomi  yang perlu dukungan untuk segera pulih, OJK memperpanjang kebijakan itu khusus untuk UMKM serta sektor padat karya di sejumlah wilayah tertentu. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, kebijakan perpanjangan restrukturisasi bagi sebagian debitor dari segmen dan sektor tertentu itu untuk menjaga stabilitas perbankan. Sebab, menurut perhitungannya, masih ada sebagian debitor yang kesulitan bangkit pascapandemi sehingga masih perlu insentif restrukturisasi. ”Penghentian restrukturisasi ini kami perhatikan dengan saksama, serta melihat kondisi debitor  dan perbankan. Kami menyiapkan agar ketika berakhir ini bisa soft landing. Perbankan tidak terkejut dan sudah mengantisipasinya,” kata Dian, Selasa (4/4), di Jakarta.

Sampai Februari 2023, restrukturisasi kredit Covid-19 sebesar Rp 427,7 triliun, berkurang  setengahnya dari puncak restrukturisasi kredit, yakni Rp 829,71 triliun pada Desember 2020. Jumlah debitor juga menurun menjadi 1,93 juta nasabah setelah mencatat puncaknya sebanyak 6,84 jutanasabah pada Agustus 2020. Dian menambahkan, untuk memitigasi kemungkinan dampak rambatan akibat berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit pada beberapa segmen dan sektor tertentu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rudi As Aturridha menjelaskan, kondisi restrukturisasi Covid-19 Bank Mandiri dalam perkembangan yang baik. Sampai Desember 2022, nilai restrukturisasi pada posisi Rp 34 triliun, menurun dibandingkan posisi tertinggi pada Juni 2021 yang sebesar Rp 96,5 triliun. Presdir PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, kondisi ekonomi yang terus membaik turut membantu kondisi debitor untuk secara bertahap lancer membayar dan melunasi kewajibannya. (Yoga)


Stok Pangan Stabil Picu Inflasi Rendah

05 Apr 2023

Stok komoditas pangan di Jakarta yang stabil membuat angka inflasi DKI rendah. Hal ini sesuai laporan Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Selasa (4/4/2023). BPS mencatat, harga sejumlah barang dan jasa di Jakarta naik sepanjang Maret 2023, tetapi lebih rendah dibandingkan Maret tahun lalu. Hal ini membuat tingkat inflasi tahun ke tahun 4,00 %. Inflasi Jakarta urutan ke-83 dari 90 kota. Ini menunjukkan inflasi di Jakarta relatif lebih rendah daripada kota lain di Indonesia. (Yoga)

260 Konsumen Perumahan di Bekasi Jadi Korban Pengembang Nakal

05 Apr 2023

Pemerintah Kota Bekasi menyegel unit perumahan milik Perusahaan PT Hadez Graha Utama di Jatiasih, Kota Bekasi, Jabar. Pengembang membangun rumah di lahan milik orang lain serta tak mengantongi IMB. Sejauh ini, ada 260 warga yang telah membeli rumah yang dipasarkan pengembang tersebut. Camat Jatiasih Ashari mengatakan, perumahan yang disegel merupakan Perumahan Jatiasih Central City. Pemerintah menyegel perumahan itu lantaran pengembang belum mengantongi izin yang disyaratkan, salah satunya IMB.

”Masalahnya, mereka juga sudah menjual unit-unit yang ada,” kata Ashari, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (4/4) sore. Menurut Ashari, PT Hadez Graha Utama pernah mengajukan izin ke Pemerintah Kota Bekasi pada 2019 untuk pengembangan perumahan di lahan seluas sekitar dua hektar di Jalan Raya Cikunir, Jatiasih, Kecamatan Jatiasih. Namun, pengajuan izin itu tidak diproses pemeda karena lahan tersebut milik pihak lain. ”Tetapi, itu tadi, kenakalan pengembang. Mereka tidak memiliki izin, tetapi menjual unit dengan harga yang lebih miring daripada harga seharusnya dan membuat banyak masyarakat tertarik,” kata Ashari. (Yoga)


Kinerja Manufaktur Bakal Tertahan Libur Lebaran

04 Apr 2023

Memasuki periode Ramadan dan jelang Lebaran tahun ini, kinerja industri manufaktur makin tancap gas. Namun demikian, tren tersebut diprediksi tidak berlangsung lama. Sebab, ekspansi kinerja manufaktur diperkirakan kembali menurun di bulan April 2023 sejalan dengan momen libur panjang Lebaran. S&P Global mencatat, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret 2023 berada di level 51,9. Angka ini meningkat 0,7 poin jika dibandingkan pada bulan sebelumnya yang tercatat 51,2. Tren PMI Manufaktur Indonesia itu melanjutkan perbaikan selama 19 bulan berturut-turut. Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan, mengatakan, PMI Manufaktur Indonesia bulan lalu menunjukkan bahwa sektor manufaktur terus membaik. Hal ini, ditopang kenaikan produksi yang didukung aktivitas pembelian yang kian membaik. Tim Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir memperkirakan, kinerja manufaktur bakal naik di bulan April 2023. Ia melihat, ada peningkatan kebutuhan Lebaran sehingga industri manufaktur akan meningkatkan produksinya. "Diperkirakan akan meningkat sampai dengan April ini untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri mulai minggu ketiga sampai dengan akhir bulan. Industri akan berproduksi hingga minggu kedua sebelum libur lebaran," ujar Iskandar kepada KONTAN, kemarin. Persoalannya, panjangnya libur Lebaran pada April ini berdampak negatif terhadap kinerja manufaktur. "Kinerja manufaktur akan menurun di bulan ini karena ada lantaran libur panjang Lebaran," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S.Lukman, kemarin.

Merger Telkomsel dan Indihome Kian Terang

04 Apr 2023

Rencana PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk menggabungkan entitas usahanya, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dengan Indihome terus bergulir. Aksi korporasi ini diharapkan bisa tuntas pada Mei 2023 mendatang. "Kami sedang negosiasi, mungkin minggu-minggu ini kami akan finalisasi bersama dengan Telkomsel dan Singtel," ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, usai Rapat Kerja dengan DPR Komisi VI, Senin (3/4). Pria yang akrab dipanggil Tiko ini mengatakan, dalam merger kedua perusahaan tersebut, Indihome akan dikeluarkan dari bagian TLKM. Lalu, sahamnya akan di- inbreng ke Telkomsel. Aksi ini berpotensi menggerus porsi kepemilikan saham Singapore Telecom Mobile Pte Ltd atau Singtel di Telkomsel. Namun, Tiko belum menyebutkan berapa besar saham Singtel yang akan terdilusi dalam aksi korporasi ini. Kementerian BUMN maupun TLKM belum mendapatkan kepastian terkait valuasi dan risiko pengurangan kepemilikan Singtel. Di kesempatan yang sama, Direktur Utama TLKM Ririek Adriansyah mengatakan, dengan aksi fixed mobile convergence (FMC) ini, TLKM bisa mendorong efisiensi dan meningkatkan EBITDA. "FMC ini dapat meningkatkan EBITDA sebesar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun setiap tahun mulai dari 2027," ujarnya. Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN III Arya Sinulingga mengatakan, FMC bakal meningkatkan pendapatan TLKM. Menurutnya, dengan penggabungan ini, biaya pemasaran bisa terpangkas ,sekaligus memberikan keuntungan bagi konsumen dan mendapatkan paket gabungan.

Pandemi Berakhir, BUMN Farmasi Loyo

04 Apr 2023

Emiten farmasi BUMN telah merilis kinerja keuangan tahun 2022. Hasilnya, sejumlah emiten farmasi pelat merah belum bisa keluar dari kerugian. Terbaru, PT Indofarma Tbk (INAF) melaporkan kerugian tahun 2022 sebesar Rp 428,48 miliar. Mengutip laporan keuangan Indofarma yang dirilis akhir pekan lalu, rugi bersih emiten farmasi ini melejit hingga lebih dari 1.000% secara tahunan dari tahun 2021 yang hanya sebesar Rp 37,57 miliar. Membengkaknya kerugian INAF dipicu dari anjloknya pendapatan. Pada 2022, pendapatan INAF hanya mencapai Rp 1,1 triliun, melorot 60,5% secara tahunan yang masih Rp 2,9 triliun di 2021. Kinerja PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tahun 2022 tak kalah buruk. Pada 2022, KAEF merugi Rp 170,04 miliar. Angka rugi bersih KAEF ini memburuk dibanding tahun 2021 yang masih mencetak laba bersih Rp 302,27 miliar. Penurunan pendapatan KAEF, antara lain, dipicu merosotnya penjualan obat generik KAEF pada 2022 menjadi 59,1% jadi Rp 864,52 miliar. Selain itu penjualan obat ethical amblas 4,2% secara tahunan jadi Rp 2,961 triliun. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menilai, penyebab utama kenaikan rugi emiten farmasi BUMN adalah berakhirnya pandemi Covid-19.