Ekonomi
( 40512 )Ada Beda Tafsir soal Transaksi Mencurigakan Rp 349 Triliun
Dalam rapat dengar pendapat umum Komisi III DPR bersama Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Mahfud MD, Rabu (29/3) terungkap ada tafsir yang berbeda sehubungan dengan transaksi mencurigakan Rp 349 triliun terkait Kemenkeu. Mahfud mengungkap data yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani jauh dari fakta yang sebenarnya. Terkait hal itu, Komisi III DPR akan menggelar rapat lagi guna mempertemukan Mahfud, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, dan Sri Mulyani. Rapat yang dimulai pukul 15.00 ini berlangsung hingga pukul 23.00. Rapat sempat diskors untuk berbuka puasa. Mahfud didampingi Ivan Yustiavandana yang juga Sekretaris Komite TPPU.
Sri Mulyani tak hadir karena memimpin rapat ekonomi dengan menkeu se-ASEAN di Bali. Mahfud menjelaskan, data transaksi mencurigakan Rp 349 triliun di Kemenkeu merupakan data agregat sepanjang 2009-2023. Data itu didapatkan dari 300 laporan hasil analisis (LHA) PPATK yang telah diberikan, baik kepada Kemenkeu, kementerian/lembaga lain yang terkait, maupun penegak hukum.Transaksi mencurigakan yang dimaksud terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, transaksi keuangan mencurigakan pegawai Kemenkeu yang jumlahnya Rp 35,5 triliun. Ada pula transaksi keuangan mencurigakan yang diduga melibatkan pegawai Kemenkeu dan pihak lain yang mencapai Rp 53,8 triliun. Selain itu, transaksi keuangan mencurigakan Rp 260,5 triliun diduga terkait kewenangan Kemenkeu sebagai penyidik tindak pidana asal dan TPPU yang belum diperoleh data keterlibatan pegawai Kemenkeu. Dari tiga jenis itu, jumlah transaksi mencurigakan Rp 349,8 triliun. (Yoga)
Berikan Layanan Terbaik, BRI Raih Dua Perhargaan Internasional di Ajang RBI Asia Traiblazers Award 2023
JAKARTA, ID-Konsistensi PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI dalam memberikan layanan terbaik untuk nasabahnya membuat BRI kembali diganjar penghargaan internasional pada 'Retail Banker International (RBI) Asia Trailblazer Awards 2023' yang diselenggarakan di Singapura (9/3/2023). Kali ini BRI mendapatkan dua penghargaan sekaligus, penghargaan tersebut adalah di katagori product advances sebagai 'Winner-Best in Current Account of fering' and Highly Commended-Excellence in Mass Affluent Banking'. Tahun 2023 ini merupakan edisi ke 14 dari ajang penghargaan bergengsi di sektor bisnis Asia dan tahun ini menjadi kali kedua BRI mengikuti ajang ini sejak pertama kali pada 2022 dan BRI mampu mempertahankan dua penghargaan bergengsi yang telah di raih pada tahun sebelumnya. RBI Asia Traiblazer Awards sendiri merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada institusi dan individu perbankan ritel terbaik di kelasnya atas layanan inovatif dan komitmen mereka terhadap pelanggan. (Yetede)
Pasar Incar Bank Rapuh
Pasar sedang mengincar bank-bank yang dipersepsikan rapuh. Tindakan seperti itu turut membuat sistem perbankan AS dan Eropa mirip lautan ranjau dengan ledakan yang sewaktu-waktu bisa muncul. Oleh karena itu, otoritas moneter AS dan Eropa sedang siaga tinggi karena taruhannya adalah krisis ekonomi. Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) Andrew Bailey, Selasa (28/3) di London, mengatakan, para investor sedang mencari titik lemah perbankan. Pasar masih mengkhawatirkan krisis perbankan yang justru membuat situasi makin berat. Andrea Enria, Ketua Dewan Pengawasan Bank Sentral Eropa (ECB), di Frankfurt, Jerman, mengatakan, gerakan pasar lewat instrumen credit default swap (CDS) dengan hanya bermodalkan jutaan dollar AS sudah bisa menggoyang bank beraset triliunan dollar AS.
Gerakan ini turut meracuni pergerakan harga saham bank dan mendorong aliran deposito keluar dari perbankan (The Financial Times, 28 Maret 2023). CDS adalah produk investasi yang digunakan untuk bertaruh, antara lain, atas kejatuhan saham-saham bank yang dipersepsikan rapuh. Lewat instrumen ini, petaruh akan mendapatkan untung lewat harga yang turun. Bailey menambahkan, dalam situasi seperti itu, krisis satu bank bisa membuat bank tersebut berubah mendadak dalam waktu cepat, seperti yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB). Bank AS ini bangkrut dalam waktu cepat, termasuk karena penarikan deposito serta taruhan kejatuhan harga saham dan obligasinya lewat instrumen CDS. (Yoga)
Global Bond Bank Mandiri Oversubscribed 10,3 Kali
JAKARTA, ID-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil meriah pendanaan sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun dari penerbitan global bond yang akan digunakan untuk ekpansi bisnis. Global bond tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 10,3 kali atau setara lebih dari US% 3,1 miliar saat proses order book. Itu merupakan kelebihan permintaan terbesar yang pernah dicapai oleh Bank Mandiri. Surat utang ini memiliki tenor 3 tahun dengan kupon sebesar 5,5%. Dalam penerbitan global bond ini, Bank Mandiri menunjuk HSBC, JP Morgan, Mandiri Sekuritas, Citigroup, MUFG, dan Standard Chartered Bank sebagai Joint Lead Managers. Selain global bond, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi sebelumnya juga mengatakan bahwa perseroan masih memiliki rencana penerbitan green bond untuk mendukung pertumbuhan dan memenuhi indikator likuiditas dan pendanaan yang dimilikinya. "Memang di 2023 ini ada rencana penerbitan green bond yang merupakan inisiatif dengan sustainability green financing. Tentu ini akan menjadi bentuk pendanaan yang stabil untuk jangka menengah panjang dan juga untuk mempekuat bisnis investor Bank Mandiri ke depan," kata Darmawan, Rabu (29/3/2023). (Yetede)
Komunikasi Krisis Perbankan
Salah satu masalah yang muncul dalam krisis perbankan di AS dan Eropa adalah komunikasi. Tantangan di tengah kepanikan yang mudah muncul. Pasar saham global bergerak lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Selasa (28/3) setelah selama akhir pecan diliputi kekhawatiran dan tanda tanya mengenai bank mana lagi yang akan mengalami kesulitan keuangan. Pergerakan positif ini tak lepas dari kepastian adanya investor baru untuk Silicon Valley Bank (SVB). Akan tetapi, sejumlah analis dan pengambil kebijakan di sektor perbankan dan keuangan mengingatkan, sektor ini tetap rapuh apabila tidak ada perubahan regulasi yang lebih besar (Kompas, 29/3).
Kunci dari keberhasilan menenangkan pasar awal pekan ini adalah kemampuan komunikasi dari otoritas yang ada. Kasus yang terakhir menimpa Deutsche Bank. Otoritas berhasil menenangkan publik di tengah berbagai isu dan gosip yang beredar setelah saham bank ini anjlok 14 % pada akhir pekan lalu. Pada kesempatan pertama Kanselir Jerman Olaf Scholz membantah kesamaan kasus Deutsche Bank dengan bank Swiss yang telah mengalami krisis sebelumnya, yaitu Credit Suisse. Scholz pun mengatakan, Deutsche Bank tidak mengalami masalah yang serius. Mereka termasuk bank yang menguntungkan dan bisnisnya telah dimodernisasi dan direorganisasi. Dampaknya pada pembukaan pasar pekan ini, harga saham Deutsche Bank mengalami kenaikan dan pasar mulai tenang. (Yoga)
THR dan Gaji Ke-13 Dorong Daya Beli
Dana APBN Rp 38,9 triliun dialokasikan untuk THR bagi aparatur sipil negara atau ASN kementerian dan lembaga, ASN di daerah, serta pensiunan dan penerima pensiun. Besaran yang sama akan disiapkan pula sebagai gaji ke-13, yang akan dibayarkan mulai Juni 2023. Kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat guna melanjutkan momentum pemulihan ekonomi. Ketetapan yang dituangkan dalam PP No 15 Tahun 2023 diumumkan Menkeu Sri Mulyani Indrawati secara daring, Rabu (29/3), didampingi secara daring oleh Menpan dan RB Abdullah Azwar Anas.
Sri Mulyani memerinci, Rp 11,7 triliun dialokasikan sebagai THR bagi 1,8 juta ASN pemerintah pusat, prajurit TNI dan Polri, serta pejabat negara. Sebanyak Rp 17,4 triliun dana alokasi umum (DAU) akan dibagikan kepada ASN di lingkungan pemda, sementara Rp 9,8 triliun dari pos bendahara umum negara disalurkan bagi 2,9 juta pensiunan dan penerima pensiun.THR mulai dibayarkan paling cepat 10 hari menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah. Besaran yang sama nantinya akan disiapkan pula sebagai gaji ke-13. Menkeu menyebutnya sebagai penghargaan bagi kontribusi serta pengabdian para aparatur negara. ”Ini diharapkan bisa mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan belanja menjelang hari raya Idul Fitri dan melanjutkan momentum pemulihan ekonomi,” ujar Sri Mulyani. (Yoga)
Pusat Perbelanjaan Pulih, Ritel Masih Rentan
Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tahun ini dinilai sudah kembali 100 %, bahkan melampaui masa sebelum pandemi Covid-19. Pemulihan pusat perbelanjaan juga diikuti sector ritel. Meski demikian, pemulihan sektor ritel tahun ini masih dibayang-bayangi kerentanan daya beli. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyebutkan bahwa hampir seluruhpilar sektor ritel mulai pulih, antara lain makanan dan minuman, supermarket, toko serba ada dan fashion, serta hiburan. Tingkat penjualan di gerai makanan dan minuman rata-rata sudah melampaui tahun 2019 atau masa sebelum pandemi. Salah satu pendorongnya adalah penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.
”FnB (makanan dan minuman) yang sudah pulih bahkan melampaui sebelum pandemi turut dipengaruhi perilaku konsumen yang semakin yakin untuk bepergian dan makan di luar,” kata Tutum, saat dihubungi, Rabu (29/3) di Jakarta. Ia menambahkan, keseimbangan baru yang membentuk keyakinan masyarakat untuk bepergian ke mal dan berbelanja belum bisa dikatakan stabil. Tahun 2023 dan 2024 masih akan dibayang-bayangi resesi dan penurunan daya beli. Selain itu, sejumlah ritel memilih tidak melakukan ekspansi dan menunggu perkembangan politik pascapemilu tahun depan. (Yoga)
GoTo Sumbang 2,2 Persen PDB pada 2022
Hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) menunjukkan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memberikan nilai tambah Rp 428 triliun atau 2,2 % terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2022. Tim peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, Rabu (29/3) menyebutkan, platform digital membantu perekonomian selama pandemi Covid-19 melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lebih mudah. Kegiatan bisnis mitra UMKM GoTo menciptakan tambahan kesempatan kerja bagi 1,7 juta orang dari total penduduk bekerja pada tahun 2022. (Yoga)
Gejolak Perbankan Munculkan Lagi Kekhawatiran Resesi
SAN FRANSISCO, ID- Cerita kebangkrutan kreditor asal Amerika Serikat (AS) Silicon Valley Bank (SVB) dan penutupan Signature bank, disusul penyelematan Credit Suisse oleh UBS beserta gejolak yang ditimbulkannya di pasar keuangan dunia telah memunculkan kembali resiko resesi yang sudah mereda beberapa minggu. Bahkan para pialang kini bertaruh, The Fed praktis sudah selesai dengan opsi menaikkan suku bunga. Sikap optimistis yang muncul pasca pembukaan kembali ekonomi Republik Rakyat Tiongkok dan jatuhnya harga-harga energi di awal tahun ini pun ikut meredup. "Implikasi jangka menengah yang lebih besar dari apa yang terjadi pada bulan lalu adalah , bahwa pertumbuhan global akan jauh lebih lemah dalam enam bulan dari pada yang duga bahkan beberapa minggu yang lalu," ujar Mike Riddel, manager portfolio pendapatan tetap senior di Allianz Global Investors, yang dilansir Reuters pada rabu (29/03/2023). Beberapa indikator pasar yang diawasi secara ketat juga memperlihatkan resiko kemunculan resesi. Dimana salah satu indikatornya adalah waktu krisis. (Yetede)
Dirut Mandiri: Kondisi Perbankan Tahun Ini Lebih Baik
JAKARTA, ID-PT Bank Mandiri (persero) Tbk optimis kondisi perbankan nasional tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2022. Perseroan pun mengikuti target pertumbuhan kredit yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 10-12%, untuk pendanaan juga dijaga tumbuh positif. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, untuk dana pihak ketiga (KBMI) 4 termasuk beberapa KBMI III mendapatkan hal positif akibat dampak kegagalan sejumlah bank di global. "Bagaimana menyimpan dana di bank-bank kecil yang pindah ke bank besar. Karena masyarakat tidak melihat suku bunga tetapi lebih kepada securitynya dan mungkin juga lebih kepada kemudahan bertransaksi. Kita optimis tahun ini lebih baik, tapi tetap kita waspadai," ungkap Darmawan saat silahturahmi Ramadan bersama Pemimpin Redaksi Media di Jakarta, Rabu (29/3/2023). Di bank Mandiri pihaknya akan meneruskan inisiatif digital banking yang diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan yang sangat positif di tahun ini. Secara biaya liabilitas juga dipastikan meningkat. Namun, Bank Mandiri juga mencoba kelola dengan menjaga biaya dana berada di zona yang rendah. Berkaca dari kinerja tahun lalu, suku bunga yang ditawarkan perseroan masih mengikuti benchmark. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









