;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Menggugat Rantai Impor Daging Sapi

19 Jun 2023

Mitra dagang yang konsisten memasok daging sapi ke Indonesia ialah Australia, India, AS, dan Selandia Baru. Australia masih menjadi pemasok terbesar. Data BPS tahun 2021 menunjukkan, 45 % daging sapi impor Indonesia didatangkan dari ”Negeri Kanguru” tersebut. Dari total impor 273.532 ton, Australia menyuplai 122.863 ton. Tingginya kebergantungan Indonesia pada Australia tergambar dari banyaknya impor sapi hidup. Merujuk data Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, setiap tahun lebih dari separuh dari total ekspor sapi hidup Australia dikirim ke Indonesia. Dari seluruh total sapi ekspor Australia sebanyak 600.024 ekor, 338.454 ekor dikirim ke Indonesia pada tahun lalu. Meski masih mendominasi, impor sapi terus menurun sejak 2019 karena pembatasan ekspor sapi oleh Australia. Pada tahun 2022, sapi yang diekspor Australia susut menjadi 600.024 ekor dari sebelumnya 1,3 juta ekor, karena Pemerintah Australia sedang melakukan program restrukturisasi peternakan yang porak poranda akibat gangguan cuaca dan kendala tenaga kerja.

Untuk memenuhi kebutuhan domestik, India kini cukup mendominasi dengan suplai daging sapi dan kerbau bekunya, dari 28 % pada 2017 menjadi 31 % tahun 2021. Ketika pemerintah sudah menemukan alternatif negara impor daging sapi yang lebih murah dari segi harga, justru timbul persoalan pada mata rantai distribusi yang panjang dan berbiaya mahal. Artinya, bola panas kini bergulir ke perusahaan importir (BUMN dan swasta), perusahaan pemasok, dan Kemendag yang saling mengikat perjanjian di atas meja. Analisis di atas perlu dilihat sebagai upaya melihat alternative opsi lain negara asal impor daging sapi, bukan semata-mata untuk merekomendasikan Brasil sebagai negara asal impor. Sembari berupaya terwujudnya swasembada daging sapi secara nasional, perbaikan dan pengawasan di tata niaga impor juga perlu terus diusahakan. Jangan sampai harga daging sapi di pasar yang terus naik tiap tahun semata hanya karena permainan harga di mata rantai distribusi (Yoga)


Di Balik Geliat Ekonomi (Musiman) Mandalika

19 Jun 2023

Pada 13-15 Oktober 2023, Indonesia akan menggelar MotoGP di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, yang dipastikan menggerakkan ekonomi setempat. Namun, di balik ingar bingar ekonomi musiman itu, pengelola sirkuit menanggung beban utang. Pada 18-20 Maret 2022, Indonesia berhasil menggelar seri kedua MotoGP di Sirkuit Mandalika. Pemilik hak komersial MotoGP, Dorna Sports menyebutkan, tiga hari gelaran MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika menyedot 102.801 penonton. Sirkuit senilai Rp 2,49 triliun itu berada di urutan ke-11 dari 19 sirkuit di 11 negara yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan MotoGP 2022. Jumlah penonton di Sirkuit Mandalika itu masih di bawah jumlah penonton Sirkuit Buriram, Thailand, dan Sirkuit Sepang, Malaysia. Jumlah penonton di Sirkuit Buriram 178.463 orang (urutan ke-4) dan Sepang 163.567 orang (urutan ke-7).

Tetapi, di balik sirkuit yang menggerakkan ekonomi musiman NTB dan menggaungkan citra Indonesia di dunia, ada persoalan atau pekerjaan rumah utama yang perlu diselesaikan. Pembangun dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), menanggung utang Rp 4,6 triliun. ITDC merupakan salah satu anak usaha BUMN, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengatakan, waktu itu, total kebutuhan investasi pembangunan dan pengembangan KEK Mandalika Rp 9,22 triliun. Untuk merealisasikan KEK tersebut, ITDC mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) Rp 250 miliar pada 2015 dan Rp 500 miliar pada 2020. Lantaran gap pembiayaan semakin besar, sisa dana yang dibutuhkan dibiayai dengan utang ke perbankan.

Saat ini ITDC harus menanggung utang jangka pendek Rp 1,2 triliun dan utang jangka panjang Rp 3,4 triliun. Menurut Dony, fokus utama saat ini menyelesaikan utang jangka pendek sehingga InJourney mengajukan PMN untuk ITDC tahun ini sebesar Rp 1,05 triliun. PMN itu akan digunakan, untuk menyelesaikan kewajiban pembangunan grandstand, VIP villages, serta penyelenggaran Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) dan MotoGP 2022. Ajang WSBK dan MotoGP 2022 digelar oleh pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan salah satu unit usaha ITDC. Untuk penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022, MGPA menanggung beban Rp 200 miliar. ”Untuk memenuhi kewajibannya, ITDC tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari pengelolaan Nusa Dua. Karena sejak awal (mandat pengelolaan) adalah penugasan pemerintah, maka kami membutuhkan PMN,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan DPR yang digelar secara hibrida di Jakarta, Rabu (14/6). (Yoga)


Subsidi Sasar Sektor Informal

19 Jun 2023

Pemerintah membuka peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan tidak tetap atau sektor informal untuk memiliki rumah subsidi. Namun, syarat kepemilikan rumah subsidi diatur semakin ketat. Ketentuan itu diatur melalui Permenkeu (PMK) RI No 60 Tahun 2023 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, serta Rumah Pekerja yang Dibebaskan dari pengenaan PPN. Regulasi yang diundangkan 12 Juni 2023 itu, antara lain, menaikkan harga rumah bersubsidi, menjadi Rp 162 juta per unit sampai Rp 234 juta per unit, tergantung zonasi. PMK No 60/2023 juga mengatur ketentuan tambahan soal besaran penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengikuti program yang akan dihitung berdasarkan rata-rata penghasilan, baik penghasilan teratur maupun tidak teratur. Selama ini, program rumah bersubsidi mengarah pada masyarakat berpenghasilan rendah dengan pendapatan tetap (sektor formal).

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Haryo Bekti Martoyoedo, saat dihubungi, Minggu (18/6) membenarkan hal itu. Kementerian PUPR akan menindaklanjuti PMK No 60/2023 dengan menerbitkan Kepmen serta menggelar sosialisasi. Sosialisasi dijadwalkan berlangsung pekan ini dengan melibatkan Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, KementerianbPUPR, dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Ketum Organisasi Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (The HUD Institute) Zulfi Syarif Koto berpendapat, saat ini 70 5 masyarakat berpenghasilan rendah merupakan pekerja sektor informal dengan penghasilan tidak tetap. Mereka kesulitan mendapat pembiayaan rumah karena dinilai tak layak bank (unbankable). Ia menilai, terobosan kepemilikan rumah bersubsidi untuk masyarakat sektor informal itu harus diikuti harmonisasi perundang-undangan terkait. Selain itu, perlu lembaga penjaminan. (Yoga)


Target Empat Juta Penumpang Transjakarta pada 2025

19 Jun 2023

Setelah mengembalikan ridership ke 1 juta pelanggan per hari, Transjakarta mendapat target baru. Pada 2025, layanan jaringan bus milik Pemprov DKI ini diminta memenuhi target 4 juta penumpang per hari. Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono, Minggu (18/6/2023), menjelaskan, untuk target baru itu, ada dukungan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari perencanaan tahunan, koordinasi dengan eksekutif dan legislatif, hingga pelaksanaan dan skema pendanaan pengembangan transportasi publik perkotaan. (Yoga)

Tahun Politik, Subsidi Energi Mendaki

19 Jun 2023

Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemerintah sepakat mengerek volume subsidi tahun depan. Hal itu terekam dalam pendahuluan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. Bukan hanya terdongkrak konsumsi masyarakat, volume BBM naik untuk menghadapi tahun politik. Dalam kesepakatan itu, volume bahan bakar minyak (BBM) subsidi dipatok sebesar 18,74 juta kiloliter (kl) hingga 19,58 juta kl untuk tahun 2024. Besarannya naik dibanding tahun 2023 yang sebesar 17,50 juta kl. Sementara volume elpiji 3 kg disepakati 8,20 hingga 8,30 juta metrik ton, naik dibanding tahun 2023 yang sebesar 8 juta metrik ton. Subsidi tetap minyak solar dipatok Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per liter dan subsidi listrik sebesar Rp 70,73 triliun hingga Rp 75,70 triliun (lihat tabel). Ketua Banggar DPR, Said Abdullah mengatakan, kenaikan volume subsidi tahun depan sebagai antisipasi kerawanan gejolak sosial di tahun pelaksanaan pemilu. Selain itu, konsumsi energi, baik itu bahan bakar minyak (BBM), solar, minyak tanah, elpiji tabung 3 kg maupun listrik diperkirakan naik karena pemulihan ekonomi semakin baik. Artinya, konsumsi masyarakat juga naik ketimbang saat pandemi Covid-19. "Permintaan akan semakin besar karena makin kuatnya ekonomi dan mengantisipasi kerawanan gejolak sosial di tahun pemilu," kata Said dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat (16/6) pekan lalu. Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemkeu) Wahyu Utomo enggan menyebutkan besaran anggaran subsidi termasuk kompensasi untuk RAPBN 2024. "Nilai persisnya akan disampaikan dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2024," kata dia, kemarin.

Arah Suku Bunga Pelecut Laju Bursa

19 Jun 2023

Pasar saham Indonesia harap-harap cemas menanti keputusan Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah suku bunga acuan ke depan. Pada Rabu (21/6) dan Kamis (22/6) pekan ini, BI bakal menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pasar akan mencermati hasil RDG BI tersebut. Pasalnya, keputusan BI dalam menentukan arah kebijakan moneter Indonesia itu bakal menjadi sentimen pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih melihat, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang menahan suku bunga acauan pada rapat FOMC pekan lalu telah sesuai ekspektasi pasar dan menjadi katalis positif IHSG. Hanya saja, IHSG belum melaju kencang. Pelaku pasar masih mencerna sinyal The Fed menaikkan kembali suku bunga sebanyak dua kali di sisa tahun ini. Fund Manager Syailendra Capital, Rendy Wijay, menimpali, pasar berekspektasi RDG BI akan mempertahankan suku bunga di level saat ini. "Jika sesuai ekspektasi, kami memperkirakan dampaknya akan positif bagi pasar saham," imbuh Rendy. Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, sepekan ke depan IHSG berpotensi sideways cenderung terkoreksi dengan support di 6.660 dan resistance 6.744. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova sepakat, IHSG membuka peluang skenario koreksi jangka pendek usai tertahan di bawah MA10 pada weekly chart. Area support IHSG di 6.660 dan resistance 6.767.

Waspada Jebakan Cuan Dividen Jumbo

19 Jun 2023

Guyuran dividen terus membanjiri investor saham di dalam negeri. Menjelang tutup kuartal II-2023, sejumlah emiten yang tergabung dalam kumpulan indeks LQ45 mulai mengumumkan rencana pembagian dividen kepada para pemegang saham. Tak tanggung-tanggung, beberapa emiten LQ45 siap menyebar dividen dengan nilai jumbo. Terbaru, pekan lalu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan bakal membagikan dividen dengan total nilai Rp 12,56 triliun. Tak mau kalah dengan saudaranya, BUMN pelat merah lain juga siap menebar dividen jumbo adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Antam siap mengalokasikan 50% laba bersih tahun buku 2022 sebagai dividen, setara Rp 1,91 triliun. Meski menggiurkan, analis mengingatkan investor untuk mencermati pergerakan saham emiten. Pasalnya, ada potensi pembalikan harga yang menghantui pergerakan saham emiten tersebut. Apalagi, saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memberlakukan batas auto rejection bawah (ARB) 15%. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo menilai, ketentuan ARB 15%, berpotensi membalikkan harga saham lebih tinggi. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicomidus Kristiantoro menimpali, secara historis, saham emiten dengan dividen payout ratio tinggi akan mengalami pembalikan harga pada tanggal ex date.

Kredit ke Sektor Tambang Tumbuh Pesat

19 Jun 2023

Perbankan kian gencar menyalurkan kredit ke sektor pertambangan, sejalan dengan program hilirisasi yang digalakkan pemerintah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit pertambangan per Maret 2023, termasuk proyek hilirisasi, mencapai Rp 237 triliun. Capaian tersebut meningkat 43,41% secara tahunan. “Risiko kredit pertambangan juga terkendali. Rasio non performing loan (NPL) gross mencapai 2,31%, di bawah risiko kredit industri," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, belum lama ini. Secara rinci, porsi bank pelat merah sebesar Rp 143,86 triliun dan bank swasta nasional Rp 83,88 triliun. Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir menyebut, sektor pertambangan saat ini memiliki potensi besar, terutama dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Meski prospeknya cerah, Silvano menegaskan, dukungan pembiayaan BNI ke sektor ini akan selalu memperhatikan aturan yang berlaku dan tetap memperhatikan tingkat risiko yang dapat ditolerir bank pelat merah ini. Total portofolio kredit pertambangan BNI pada kuartal I mencapai Rp 37,4 triliun, setara 7,2% dari total kreditnya. Bank Central Asia (BCA) juga sudah memberikan dukungan pembiayaan hilirisasi industri pertambangan. Hanya saja, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn tidak merinci total portofolio di sektor tersebut.

Daya Ekonomi Jalur Pansela Kian Menyala

19 Jun 2023

JAKARTA,ID- Kehadiran Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa diyakini bakal mengurangi masalah aksebilitas dan konektivitas yang selama ini dianggap menjadi salah satu penyebab utama ketinggalan ekonomi kawasan selatan Pulau Jawa. Dengan adanya aksebilitas dan konektivitas tersebut, berbagai potensi ekonomi muncul atau menguat. Alhasil, kesempatan wilayah di sepanjang jalur  Pansela untuk mengejar ketertinggalan ekonomi dari wilayah jalur utara dan tengah Jawa amkin terbentang. Di jalur yang menghubungkan Kabupaten Serang, di Banten dan Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur dengan panjang sekitar 1.543,53 kilometer tersebut, pariwisata dinilai sebagai sektor ekonomi yang paling potensial untuk dikembangkan. Sektor lainnya adalah perikanan; industri;pertanian; perdagangan; industri; perekonomian lokal, industri kreatif, serta UMKM, properti maupun sektor jasa. Direktur Regional I Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bappenas Abdul Malik Sadat menyatakan,  keberadaan jalur ini memudahkan akses wisatawan untuk menjelajahi dan mengunjungi destinasi wisata di pantai selatan yang berbasis ekowisata. (Yetede)

Reformasi Iklim Usaha Kembalikan Tren Positif Manufaktur

19 Jun 2023

JAKARTA,ID- Reformasi iklim usaha secara struktual, birokrasi hingga ketenagakerjaan, dibutuhkan untuk mengembalikan kinerja  manufaktur nasional ke arah tren positif.  Hal ini mendesak dilakukan setelah indeks kepercayaan industri (IKI) mencatat hattrick penurunan selama tiga bulan terakhir, dan indeks manajer pembelian (Purchasing Manager Index/PMI) yang makin mendekati level kontraksi. "Penurunan PMI setelah periode high consumption Indonesia (Ramadan dan Indul Fitri) adalah hal yang cukup wajar, tetapi seharusnya tidak seanjlok ini. Banyak faktor yang masih memerlukan pembenahan melalui reformasi struktural iklim usaha, reformasi birokrasi, dan reformasi pasar tenaga kerja," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani kepada Investor Daily, Sabtu (17/06/2023). Penurunan manufaktur, menurut Shinta, terjadi karena  kurangnya stimulus iklim usaha untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi beban produksi. "Ini diliat dari kesulitan pelaku sektor manufaktur untuk mengimpor bahan baku/penolong yang masih persisten terjadi, suku bunga pinjaman riil yang tidak affordoble, dan minimnya reformasi struktural baru yang berfungsi mencipatakan tingkat efisiensi beban/biaya usaha lebih tinggi disektor manufaktur," ungkap dia. (Yetede)