Ekonomi
( 40512 )DPR Dorong Indonesia jadi Pengendali Vale
JAKARTA,ID-DPR mendorong pihak Indonesia menjadi pengendali setelah nanti mengambil alih 11% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sehingga kepemilikan bertambah dari 40,53% menjadi lebih dari 51%. Vale membuka peluang divestasi saham lebih dari 11% agar kepemilihan pihak Indonesia bertambah, guna memenuhi persyaratan perpanjangan kontrak karya berdasarkan Undang-Undang Minerba No.3 Tahun 2020, yakni minimal 51% saham miik investor nasional atau Pemerintah RI. "Berdasarkan hasil rapat 4 Mei 2023 terkait divestasi, Vale membuka peluang divestasi saham milik investor nasional atau pemerintah RI. "Berdasarkan hasil rapat 4 Mei 2023 terkait divestasi, Vale membuka peluang divestasi saham lebih besar dari 11%, dengan syarat (tetap memilik) hak pengendalian operasional dan financial consolidation. Komposisi pemegang saham Vale Indonesia saat ini adalah Vale Canada Limited menguasai 43,79% BUMN MIND ID sebanyak 20%, Sumitomo Metal Mining Co 15,03%%, serta pemegang saham publik/masyarakat 21,18%," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Jakarta, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (13/06/2023).
Dua Kali Naik Lagi Hingga Akhir Tahun Ini
Suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan bertahan di kisaran 5,00%-5,25% pekan ini, Namun para pejabat The Fed selalu mengatakan masih perlu bukti bahwa laju inflasi terus melata menuju target 2%. Sementara inflasi yang menjadi preferensi The Fed masih tetap tinggi, sehingga kalangan analis memperkirakan ada dua kali lagi penaikan Fed funs rate (FFR) hingga akhir tahun ini. Jeda dari siklus menaikan suku bunga pada Rabu (14/06/2023) waktu setempat itu menjadi yang pertama kalinya sejak The Fed memulai putaran pengetatan kebijakan moneter yang agresif pada Maret 2022. Tapi, para kalangan analis, akan lebih baik untuk tidak menyebutnya pivot atau jeda. Para pejabat The Fed di akhir pertemuan dua hari mungkin memberi sinyal lebih banyak tentang kenaikan suku bunga yang akan datang. Setelah melalui waktu yang cukup untuk menilai bagaimana ekonomi AS berkembang, dan apakah sistem keuangan tetap stabil serta jika inflasi terus turun. "Kami mungkin membutuhkan sedikit pengetatan lagi, tetapi tidak jelas berapa banyak," kata Blerina Uruci, kepala ekonomi AS di divisi pendapatan tetap di T Rowe Price Associates, seperti dikutip Reuters, Rabu. (Yetede)
Risiko Terbengkalai Bus Listrik Bersubsidi
BUS listrik buatan PT Industri Kereta Api (Persero) sudah menghilang dari Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, sejak awal bulan ini. Armada setrum buatan manufaktur lokal yang dinamai Bus Merah Putih itu sempat dibanggakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di depan publik Kota Kembang pada 24 Desember 2022. Saat itu, Kang Emil—sapaan akrab Ridwan—mengenalkan delapan bus listrik Inka yang akan melayani rute Trans Metro Bandung Koridor 4, yaitu Terminal Leuwipanjang-Dago.
“Hanya sempat beroperasi dua pekan sejak diresmikan,” ucap Permana, salah satu anggota staf Terminal Leuwipanjang, kepada Tempo, kemarin.
Bus-bus itu sempat dipakai untuk mobilitas tamu Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Nusa Dua, Bali, pada November 2022. Armada anyar itu dirancang berbobot 8 ton dengan konfigurasi 19 tempat duduk. Kecepatan maksimalnya mencapai 100 kilometer per jam dengan baterai berkapasitas 180 kWh dan jarak tempuh 160 kilometer dari penuh hingga menyisakan 20 persen kapasitas baterai.
Fasilitas pengisian daya Bus Merah Putih masih terlihat di terminal tipe A tersebut. Menurut Permana, fasilitas charging itu sehari-harinya hanya ditutup terpal agar tidak kotor dan rusak. Padahal bus listrik Inka ini masih antre untuk pengisian ulang baterai. Masing-masing unit membutuhkan 2-3 jam hingga baterainya terisi penuh.
Tak ingin menyebutkan identitas, seorang petugas Perusahaan Umum Damri yang ditemui Tempo di terminal itu membenarkan bahwa delapan bus listrik itu kini disimpan di pul Damri, di Kecamatan Gedebage. “Sesekali dibawa keluar pul untuk pengisian daya,” ucap dia. Namun bus-bus itu dipastikan tidak lagi melayani penumpang. Damri sebelumnya memang didapuk sebagai operator program bus listrik berskema buy the service (BTS). Dalam BTS, pemerintah membayar jasa operator dengan satuan rupiah per kilometer. (Yetede)
Jalur Lambat Angkutan Umum Setrum
JAKARTA – Proses adaptasi program kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di kalangan operator angkutan umum berjalan lebih lambat dibanding pengguna kendaraan pribadi. Penyedia transportasi publik menghadapi berbagai tantangan untuk beralih ke angkutan setrum.
"Salah satunya biaya investasi untuk satu armada listrik yang masih tinggi," tutur Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, kepada Tempo, kemarin, 14 Juni 2023.
Perusahaan taksi dengan logo khas berwarna biru muda ini sedang menggeber komitmen elektrifikasi kendaraan. Seperti entitas angkutan lainnya, Blue Bird ikut mengejar target pemangkasan 50 persen emisi karbon pada 2030. Sejauh ini, manajemen sudah mengelola 150 kendaraan listrik. “Tahun ini, kami akan menambah 500 kendaraan listrik untuk beberapa jenis layanan, yaitu E-Bluebird, E-Silverbird, dan E-Goldenbird.”
Guna menyokong layanan itu, Blue Bird pun sudah berinvestasi untuk penyediaan 30 fasilitas pengisian daya. Meski tak membeberkan jumlah pengeluaran perusahaan untuk angkutan listrik, Adrianto membenarkan soal infrastruktur penunjang kendaraan listrik yang belum merata di Indonesia. Namun dia optimistis fasilitas krusial, seperti stasiun pengisian daya ataupun depot penggantian baterai, akan terus bertambah. Itu pun dengan pemenuhan syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang ketat. “Kami berharap biaya suku cadang yang saat ini mahal bisa berkurang,” ucap dia. (Yetede)
Amankan Profit, Dana Asing Mengempis di Bursa
Dana asing terus mengalir keluar dari bursa Indonesia. Dalam sepekan terakhir, asing membukukan penjualan bersih atau net sell
Rp 1,45 triliun.
Pengumuman suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menjadi salah satu fokus investor pekan ini. Pasar berharap The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kebijakan moneter teranyar yang dirilis Rabu (14/6) waktu AS atau Kamis (15/6) dini hari waktu Indonesia.
Namun, Analis Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian mengatakan, investor sudah mengantisipasi dan
price-in
terhadap kebijakan The Fed. Sehingga, keluarnya dana asing bukan disebabkan sikap antisipasi terhadap kenaikan bunga The Fed.
"Warren Buffet juga ikut menaruh dana di Jepang, sehingga banyak investor lain yang ikut masuk ke Jepang," ujarnya, Rabu (14/6).
Di sisi lain, penyebab hengkangnya dana asing adalah data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang terendah dalam 6 bulan. Ini mengindikasikan tanda-tanda perlambatan ekonomi domestik. Hal itu didukung data inflasi yang turun lebih tinggi dari proyeksi konsensus, mengindikasikan pelemahan daya beli.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima mengatakan, keluarnya asing di saham bank
big cap
merupakan langkah
fund manager
mengamankan
profit
yang mereka akumulasi dalam beberapa bulan terakhir.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, arus dana asing punya peran penting terhadap pergerakan IHSG. Nah, jika kali ini Fed
rate
naik, ada potensi dana asing kembali keluar dari bursa. Tapi, Nico memperkirakan, IHSG masih berpeluang menguat di sisa tahun ini di rentang 6.875-6.950.
Saham Konsumer Berpotensi Tokcer
Indikator ekonomi nasional terus membaik di kuartal II-2023. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Mei 2023 sebesar 128,3. IKK ini lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 126,1.
Survei Bank Indonesia (BI) menyebutkan, menguatnya optimisme konsumen didorong meningkatnya keyakinan terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap ekonomi ke depan.
Kondisi itu terpantau dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Mei 2023 yang masing-masing tercatat 118,9 dan 137,8, lebih tinggi dari 116,6 dan 135,5 pada bulan sebelumnya.
Equity Research Analyst
Phintraco Sekuritas, Rio Febrian menilai, naiknya IKK Mei 2023 telah menunjukkan konsumsi masyarakat terus meningkat. Dia memperkirakan, kondisi ini masih terus berlanjut hingga akhir tahun 2023.
Proyeksi tersebut juga didukung menggeliatnya aktivitas manufaktur domestik. "Indeks manufaktur (PMI) Indonesia pada Mei masih berada di level ekspansif, yakni di angka 50,3," kata Rio, Rabu (14/6).
Menurut Rio, secara tidak langsung, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kinerja emiten sektor konsumer. Ini seiring konsumsi masyarakat Indonesia yang relatif kuat di sepanjang lima bulan pertama tahun 2023.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima menimpali, kenaikan IKK di bulan Mei tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja sektor konsumer. Sebab, tren penjualan barang konsumsi cenderung stabil tiap tahunnya.
Mulai Menikmati Hasil Akuisisi
Prospek saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih akan positif di sepanjang tahun ini. Emiten farmasi ini mengaku akan mulai mendapat hasil dari akuisisinya di tahun sebelumnya.
Research Analyst Reliance Sekuritas, Ayu Dian mengatakan, pada tahun ini KLBF akan menuai hasil dari akuisisi PT Aventis Pharma. Ini merupakan perusahaan dengan produk obat resep maupun obat bebas. Perusahaan yang dibeli KLBF pada 30 November 2022 ini terbukti menopang hasil kinerja KLBF pada kuartal I-2023.
"Segmen obat resep mengalami pertumbuhan 27% secara tahunan menjadi Rp 1,95 triliun, kami melihat akuisisi ini akan meningkatkan kontribusi penjualan KLBF," ujar dia, Rabu (14/6).
Di sisi lain, KLBF akan diuntungkan di tengah penurunan harga komoditas. Tapi Ayu menyebut, hingga kini, belum melihat dampak yang signifikan. Memang beban pokok pada setiap segmen masih meningkat. Margin laba kotor KLBF pada kuartal I-2023 juga masih turun menjadi 41%. "Kami melihat margin KLBF masih akan cenderung stabil di tengah risiko fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih tinggi," kata dia.
Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Stevanus Juanda dalam riset 7 Juni 2023 menjelaskan, sejak mengakuisisi 100% saham Aventis Pharma dan memiliki hak distribusi produk resep Sanofi di Indonesia, kinerja KLBF makin tumbuh.
Menurut Stevanus, margin dari tender JKN akan lebih besar. Sebab margin earning before interest dan tax (EBIT) produk generik dan biosimilar berlisensi sebesar 18%-20%. Sementara produk generik tidak bermerek hanya 8%-10%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto juga melihat akan ada perbaikan margin yang dialami KLBF pada tahun ini. Ini sebagai akibat dari kenaikan rata-rata harga jual alias average selling price (ASP) pada produk-produk tertentu mulai dari 3% hingga 5%. "Dikombinasikan dengan bauran produk yang lebih baik, ASP yang lebih tinggi mendukung margin laba kotor sebesar 40,9%," tulis dia dalam riset, Rabu 3 Mei 2023.
PENGELOLAAN HULU MIGAS : BLOK MASELA BUTUH KONTRAKTOR MUMPUNI
Seakan belum puas dengan problem di Blok Masela yang mulai terurai, pemerintah masih berharap ada perusahaan minyak dan gas bumi yang memiliki kompetensi mumpuni untuk mengelola wilayah kerja dengan total cadangan gas sebesar 18,54 triliun standar kaki kubik itu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya memastikan pengembangan Wilayah Kerja (WK) Masela berjalan lancar. Terlebih, proyek tersebut diproyeksikan bisa memproduksi 1.600 MMscfd gas, dan kondensat sebanyak 35.000 barel per hari (bph). Arifin Tasrif, Menteri ESDM, mengatakan bahwa pemerintah berkepentingan untuk memastikan proyek Blok Masela bisa berjalan dengan baik, sehingga membuka peluang bagi pihak lain untuk ikut serta mengembangkan salah satu proyek strategis nasional (PSN) itu. “Kami ingin memastikan bahwa proyek ini juga bisa didukung oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi memadai,” katanya, dikutip Rabu (14/6). Shell Upstream Overseas Services Ltd. yang akan melepas seluruh hak partisipasinya di Blok Masela pun sempat dirayu untuk tetap mengembangkan blok tersebut dengan harapan bisa menggunakan kompetensi yang dimilikinya. Arifin pun optimistis pengembangan Blok Masela bisa dilaksanakan lebih cepat setelah Shell setuju untuk menyerahkan hak partisipasinya kepada PT Pertamina (Persero). Apalagi, Inpex Masela Ltd. sebagai operator blok tersebut juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa calon pembeli gas potensial dari dalam dan luar negeri. Di sisi lain, meski Blok Masela dinilai memiliki produktivitas reservoir yang sangat bagus, tetapi investor menyoroti tingginya modal yang harus dikeluarkan untuk membangun fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS). Di sisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan lelang pembuatan desain detail atau front end engineering design (FEED) fasilitas LNG Blok Masela dapat dilakukan tahun ini. Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Daymas Arangga mengatakan bahwa kompetensi dan pemanfaatan teknologi diperlukan untuk membuat pengelolaan Blok Masela berjalan efektif dan efisien.
PENGEMBANGAN KILANG MINYAK : Pertamina Amankan Pendanaan
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan, pendanaan dari Export Credit Agency (ECA) dan beberapa commercial bank lain bakal ikut mendukung kelanjutan ekspansi kilang yang masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN). “Sudah mau closing, fasilitas yang kita peroleh kurang lebih US$3,1 miliar. Saat ini proyek masih on the track, sudah 72% progresnya,” katanya, Rabu (14/6). Saat ini, perseroan sedang memfinalisasi skema pinjaman dan pendanaan lain dari beberapa lembaga keuangan internasional agar proyek penugasan pemerintah tersebut bisa dirampungkan tepat waktu. “Untuk PSN Balikpapan sudah disiapkannya, bulan ini kita closing dengan para lenders,” ujarnya. Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu PSN yang dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan yang didesain untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang semula 260.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph. Proyek itu juga akan meningkatkan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi dari Euro II menjadi Euro V.
EKSPOR PERIKANAN : PT Perindo Bidik Timur Tengah
PT Perikanan Indonesia bersiap mempeluas pangsa pasar ekspor produk perikanan khususnya ke negara Timur Tengah, menyusul 99 produk meraih sertifikasi halal. Direktur Utama PT Perikanan Indonesia (Perindo) Sigit Muhartono mengatakan bahwa perluasan pasar ekspor guna menambah portofolio perseroan yang ekspornya didominasi negara di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Serikat. “Kami berharap produk BUMN PT Perikanan Indonesia mampu menjangkau negara-negara di UAE dan Timur Tengah agar dapat dinikmati oleh jemaah haji atau umrah, baik jemaah dari Indonesia dan negara-negara lainnya,” katanya dalam siaran pers, Rabu (14/6). Menurutnya, PT Perikanan Indonesia resmi mengantongi sertifikat halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama yang telah terfatwa Halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikat Halal yang dikantongi PT Perikanan Indonesia dalam ketegori jenis produk Ready to Cook yaitu Ikan Pelagis seperti Kembung Frozen, Tuna Frozen, Tuna Loin, Tuna Steak, Layang Frozen, Deho serta Ikan Demersal yaitu Fillet Kakap, Fillet Kerapu, Kuwe, Pisang-Pisang, Lemadang, Layur. Selain itu, ada juga jenis Cephalopoda seperti Gurita Cutting, Gurita Flower, Cumi Ring, Cumi Tube serta jenis Crustaceae seperti Udang Kupas, dan Udang block.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









