Ekonomi
( 40512 )OJK Tangani 101 Perkara Tindak Pidana Keuangan
Hingga Juni 2023, OJK telah menyelesaikan 101 perkara tindak pidana sektor jasa keuangan yang berkasnya telah dinyatakan lengkap atau P21. OJK memiliki kewenangan penyelidikan di sektor jasa keuangan sebagaimana diamanatkan UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Dalam siaran pers, Kamis (15/6) Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Tongam L Tobing menjelaskan, 101 perkara tindak pidana sektor jasa keuangan itu terdiri dari 79 perkara tindak pidana perbankan, 17 perkara tindak pidana industri keuangan non-bank (IKNB), dan lima perkara tindak pidana pasar modal.
Untuk semakin memperkuat penyidikan dan membangun sistem peradilan pidana yang kredibel, OJK diperkuat 10 penyidik dari Polri dan lima penyidik PNS (PPNS). Selain itu, OJK juga diperkuat lima jaksa sebagai analis perkara. Pelaksanaan tugas penyidikan OJK pernah meraih penghargaan sebagai penyidik terbaik dari Polri pada 2022 atas prestasi penegakan hukum di sektor jasa keuangan. ”Melalui langkah-langkah penguatan dan penegakan hukum tersebut, kami optimistis stabilitas sistem keuangan dapat terjaga, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal dan semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional seiring terkendalinya pandemi,” ujar Tongam. (Yoga)
Manajer Investasi Didorong Terbitkan ”Exchange Traded Fund”
Manajer investasi belum banyak menerbitkan Exchange Traded Fund (ETF). Padahal, diversifikasi produk diperlukan oleh para investor agar dapat memiliki banyak pilihan investasi. ”Dari 49 produk ETF, baru ada 22 manajer investasi yang menerbitkan dari 95 manajer investasi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Gedung BEI Jakarta, Kamis (15/6/2023). (Yoga)
Bantu Pemasaran UMKM, Mahasiswa Bikin ”Start Up”
Sejumlah mahasiswa Universitas Bandar Lampung dan Institut Teknologi Sumatera meluncurkan perusahaan rintisan atau start up berbasis situs web bernama oleholehlampung.com. Platform ini diluncurkan sebagai solusi bagi UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pemasaran digital. ”Pelaku UMKM di Lampung sering mengalami kesulitan saat akan memasarkan produk secara online. Ada yang sudah mencoba mengunggah produk di salah satu marketplace sejak tahun lalu, tapi tidak juga ada penjualan,” kata Chief Executive Officer oleholehlampung.com Robby Herdian saat peluncuran di Bandar Lampung, Kamis (15/6). Mayoritas pelaku UMKM di Lampung berusia di atas 30 tahun. Sebagian besar masih fokus pada produksi dan minim kreativitas dalam pemasaran.
Robby yang juga pelaku UMKM kuliner di Lampung menyampaikan berbagai persoalan itu kepada para mahasiswa yang kuliah di jurusan digital. Dari situ, 19 mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Lampung bergerak membantu pelaku UMKM untuk merancang hingga meluncurkan platform oleholehlampung.com. Salah satu keunggulan platform tersebut adalah berfokus pada upaya peningkatan promosi dan penjualan produk UMKM secara digital. Setiap produk UMKM yang diunggah diberikan ratusan kata kunci yang sesuai agar terbaca di mesin pencarian Google. Dengan demikian, produk yang diunggah bisa berpeluang muncul di urutan pertama mesin pencarian Google. Para mahasiswa juga membantu para pelaku UMKM membuat merek dagang, mendesain kemasan, memfoto produk untuk pemasaran digital, hingga memasarkan produk lewat berbagai media sosial, antara lain Instagram dan live Tiktok. (Yoga)
Mei 2023, Ekspor Jatim Naik Signifikan
Nilai ekspor Jawa Timur pada Mei 2023 mencapai 1,89 miliar dollar AS atau naik 40,90 persen daripada bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, kontribusi komoditas nonmigas mencapai 94 persen. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (15/6/2023), menyatakan, terus mendorong peningkatan kinerja ekspor. Salah satunya dengan memperbanyak jenis komoditas unggulan, terutama kategori nonmigas. (Yoga)
Permintaan Pulih, Surplus Makin Keci
Era booming atau lonjakan harga sejumlah komoditas unggulan Indonesia mulai berakhir. Kontribusi minyak kelapa sawit (CPO), batubara, dan besi baja terhadap total ekspor tidak dominan lagi. Surplus neraca perdagangan Indonesia semakin mengecil. BPS, Kamis (15/6) merilis, ekspor migas dan nonmigas pada Mei 2023 mencapai 21,72 miliar USD, naik 12,61 % secara bulanan. Impor migas dan nonmigas juga meningkat 38,65 % secara bulanan menjadi 21,28 miliar USD. Sehingga, neraca perdagangan Indonesia Mei 2023 surplus 436,5 juta USD, yang membuat Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan selama 37 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, surplus neraca perdagangan Mei 2023, terendah dalam 37 bulan terakhir, akibat penurunan harga sejumlah komoditas ekspor unggulan Indonesia, terutama batubara, CPO, dan besi baja. ”Kinerja ekspor menjadi ti dak optimal karena tertahan penurunan harga komoditas,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. BPS mencatat, pada Mei 2023, harga batubara turun 17,4 % secara bulanan menjadi 160,5 USD per ton dan harga besi baja turun 10,43 % secara bulanan menjadi 105,2 USD per ton. Hal itu menyebabkan nilai ekspor batubara turun 6,25 % menjadi 3 miliar USD dan besi baja turun 9,09 % menjadi 2 miliar USD. Harga CPO turun 7,08 % secara bulanan menjadi 934,1 USD per ton. (Yoga)
Potensi Besar Ditengah Resiko Tinggi
JAKARTA,ID-Akuisisi 35% hak partisipasi Blok Masela dari tangan Shell membutuhkan dana yang besar. Harga yang diminta US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,89 triliun. PT Pertamina (Persero) tengah melakukan finalisasi pengambilalihan ini. Namun, pemerintah dianggap perlu terlibat dalam pendanaan. Pemerintah berharap konsorsium BUMN PT Pertamina (Persero) bersama Petronas dari Malaysia bisa menyelesaikan pengambilalihan 35% participating interest (PI) milik Shell Upstream Overseas Servicesa Ltd di Blok Masela akhir Juni 2023. Sedangkan porsi 65% lainnya dikuasai Inpex Masela Ltd dari Jepang sebagai operator. "Total cadangan terbukti mencapai 18,54 tscf. Sedangkan investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 19,8 miliar," papar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDA) Arifin Tasrif, baru-baru ini. Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati beberapa waktu lalu mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan finalisasi. Namun dirinya tidak bisa membeberkan detail karena memilik non-disclosure agreement (NDA). Nickle menjelaskan, akan ada kejutan dalam proses pengambilalihan ini. (Yetede)
12 Emiten Multifinance Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun
JAKARTA,ID- Sebanyak 12 emiten dari total 14 emiten multifinance membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh 35,14% year on year (yoy) pada kuartal 1-2023. Sementara dua emiten lainnya tercatat merugi. Dua emiten yang mengalami penurunan laba hingga tercatat merugi dalam tiga bulan pertama tahun ini adalah PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) dan PT Pool Advista Finance Tbk (POOL). Sisanya masih mampu membukukan laba, meski dua entitas diantaranya tercatat mengalami penurunan laba yakni PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dan PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA). Sementara itu, emiten yang mencatatkan pertumbuhan laba diantaranya PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT Buana Finance Tbk (BBLD), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Woori Finance Indonesia Tbk (CFIN), Lalu ada PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), PT Trust Finance Tbk (TRUS), dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Rata-rata pertumbuhan bersih sejumlah emiten yakni sebesar 31,14% pada kuatal 1-2023, ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata peningkatan laba keseluruhan industri. Industri multifinance mencatat laba bersih Rp5,23 triliun atau tumbuh 32,20%. (Yetede)
Global Lesu, Ekspor Kendaraan dan Mesin Justru Menanjak
JAKARTA,ID-Di tengah melemahnya ekonomi global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kendaraan dan bagiannya pada Mei 2023 meningkat signifikan hingga 60,20% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia hingga Mei 2023 surplus selama 37 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meski demikian, surplus perdagangan Mei 2023 surplus ini lebih rendah dibanding dengan bulan sebelumnya dan Mei 2022. Nilai ekspor non migas kendaraan dan bagiannya tersebut mencapai US$ 323,2 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral US$ 175,8 juta (4,39%), BPS mencatat komoditas lain yang juga meningkat nilai ekspornya adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya US$ 201,6 juta (53,77%); mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya US$ 197,5 juta (19,11%); lemak dan minyak hewan/nabati US$ 158,5 juta (25,66%). Sementara komoditas yang menurun selain bahan bakar yang menurun selain bahan bakar mineral adalah bijih logam, terak, dan abu US$ 156,1 juta (19,41%); besi dan baja US$ 137,0 juta (6,33%); bahan kimia anargonik US$ 60,7 juta (37,66%); serta tembaga dan barang dari padanya US$ 24,1 juta (13,65%). BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2023 mencapai US$ 21,72 miliar atau naik 12,61% dibanding ekspor April 2023. (Yetede)
Link net dan Hypernet Perkuat Ekosistem Digital
JAKARTA,ID- PT Link Net Tbk berkolaborasi dengan Hypernet Technologies untuk menghadirkan solusi inovatif guna memperkuat ekosistem digital pelanggan korporasi (enterprise) diberbagai sektor Tanah Air. Kerja Link Net dilakukan melalui brand Link Net Enterprise. Sedangkan Hypernet merupakan anak usaha PT XL Axiata Tbk. Kali ini, sinergi Link Net dan Hypernet menghadirkan produk kolaborasi Link Net Hypernet Future technologies (LYFT) dengan tagline Faster, Safer, Reliable. Kerja sama dituangkan dalam bentuk sosial ini untuk kemudahan serta keamanan pengelolaan jaringan secara fleksibel, dengan memanfaatkan software dan fungsi kontrol terpusat. Dengan begitu, para pelanggan entreprise pun akan mampu mengelola jaringan antarcabang yang dimiliki secara terpusat dan memonitor semua trafik secara mudah dan tetap aman. "Karena itu penting bagi kami menjalin kemitraan strategis dengan partner yang memiliki semangat dan komitmen yang selaras dalam mendukung akselerasi eskosistem digital nasional, khususnya para pelanggan enterprise di Indonesia," ujar Chief Enterprise Business Officer net Link Agung Satya Wiguna. (Yetede)
Maaf, Saham Suspensi Dilarang Didagangkan
Investor yang dananya nyangkut di sejumlah saham yang disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) harus bersabar. Pasalnya, meski saham yang disuspensi masuk ke papan pemantauan khusus, tidak berarti saham itu bisa diperdagangkan. Dari catatan KONTAN, ada sekitar 43 saham yang dibekukan perdagangannya oleh BEI. Di antaranya, saham emiten Benny Tjokro, yakni MYRX, HOME, NUSA dan SIMA. Otoritas menggembok perdagangan saham-saham itu sejak awal tahun 2020.
BEI pada Senin lalu (12/6), telah memberlakukan papan pemantauan khusus. Sebanyak 171 saham yang masuk ke papan ini.
Ada 11 kriteria yang ditetapkan BI untuk memasukkan saham ke papan pemantauan khusus. Di antaranya, likuiditas dan kinerja fundamental saham emiten masih jeblok. Nah, sejumlah saham yang disuspensi BEI, juga masuk papan pemantauan khusus.
Sebagai perbandingan, saham pada umumnya ditransaksikan dengan skema
continuous call.
Dengan skema ini, saham bisa dibeli kapan pun sepanjang perdagangan bursa berjalan.
Pada papan pemantauan khusus juga diberlakukan ketentuan
auto rejection
atau
auto reject
saham. Adapun, batas
auto rejection
saham di papan ini ditetapkan sebesar 10% untuk saham yang harganya di atas Rp 10.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, suspensi dan papan pencatatan memiliki mekanisme berbeda, karena semua saham bisa dikenakan suspensi. "Tidak ada kaitan langsung antara papan pencatatan dengan suspensi," katanya, Kamis (15/6).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









