Perbankan Kejar Rasio Kredit UMKM
Perbankan di Tanah Air masih punya pekerjaan rumah besar untuk mencapai rasio kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ditetapkan pemerintah 30% pada 2024. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM per April 2023 mencapai Rp 1.274,8 triliun, tumbuh 6,6% secara tahunan.
Rasionya terhadap total kredit perbankan baru mencapai 19,76%. Pertumbuhan kredit UMKM semakin melandai sejak akhir tahun lalu. Pada Desember 2022, kredit UMKM tercatat tumbuh 10,2% secara tahunan dan pada Maret 2023 tumbuh 8,5%.
BI telah merilis aturan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) guna mendorong perbankan berpartisipasi dalam pembiayaan inklusif, yaitu UMKM, masyarakat berpenghasilan rendah, dan pembiayaan inklusif lainnya. Kewajiban pemenuhan RPIM dilakukan minimal 20% pada 2022, lalu 25% pada 2023, dan 30% pada 2024.
Direktur
Retail Banking
BNI Putrama Wahju Setiawan mengatakan, pencapaian bank ini hingga pertengahan tahun sudah 28,05%. "Kredit UMKM BNI telah mencapai Rp 123 triliun. Tahun ini, segmen ini ditargetkan tumbuh 8%," kata dia dalam keterangannya ke KONTAN, Selasa (13/6).
Bank Central Asia (BCA) telah mencatat RPIM 22,1% per Maret 2023. Bank ini optimistis bisa mencapai ketentuan RPIM, sejalan kondisi likuditas bank yang memadai.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023