;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Mimpi Swasembada Daging

20 Jun 2023

Sejak diprogramkan tahun 2000, sudah 23 tahun mimpi swasembada daging sapi tidak kunjung terwujud. Dukungan kebijakan presiden diperlukan. Laporan komprehensif harian Kompas dan Kompas.id, yang dipublikasikan Senin (19/6) menunjukkan akar masalahnya berada pada kesejahteraan peternak sapi rakyat sehingga minat beternak sapi menurun. Akibatnya, pilihan kebijakan pemerintah beralih pada mengimpor daging sapi dan kerbau yang lebih murah dari India dan Brasil. Sekarang bahkan mulai ada upaya mengimpor sapi hidup dari Brasil meskipun masih terkendala perizinan. Indikator menurunnya minat beternak sapi, terlihat dari data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2022, dimana pelaku usaha peternakan sapi potong turun dari 5.078.979 rumah tangga pada 2013 menjadi 4.642.186 rumah tangga pada 2018.

Menurunnya jumlah peternak sapi terjadi karena rata-rata kesejahteraan mereka masih rendah, terlihat dari tren nilai tukar peternak yang menurun pada periode 2019-2021. Nilai tukar peternak pada periode itu di bawah angka 100, yang bermakna peternak kurang sejahtera, karena skala ekonomi peternakan sapi rakyat yang masih kecil. Peternak rakyat rata-rata memiliki tiga-empat sapi saja. Padahal, sedikitnya setiap  kepala keluarga peternak perlu memiliki 20 sapi atau lebih agar lebih menguntungkan. Kita berharap presiden terpilih hasil Pemilu 2024, menjadikan peternakan sapi sebagai proyek strategis nasional yang menyejahterakan rakyat, khususnya peternak. (Yoga)


PERTUMBUHAN EKONOMI, Sukses dan Gagal Argentina

20 Jun 2023

Argentina bisa dibilang sebagai negara yang gagal mengelola ekonominya dengan baik. Seusai pandemi Covid-19, saat ekonomi negara-negara lain mulai pulih dan bangkit kembali, ekonomi Argentina tetap terpuruk. Berdasar data IMF, pertumbuhan ekonomi Argentina selama triwulan I-2023 hanya 0,2 %. Inflasinya melambung tinggi hingga 108,8 %, menjadikan Argentina sebagai salah satu negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Argentina juga masuk dalam kelompok negara yang mengalami  stagflasi, yakni pertumbuhan ekonominya stagnan, tetapi inflasinya sangat tinggi. Ketergantungan yang tinggi terhadap minyak dan kegagalan otoritas moneter mengelola likuiditas yang melimpah merupakan sejumlah faktor yang membuat ekonomi Argentina terjerembab.

Berbeda dengan di sepak bola, di sektor ekonomi, Indonesia saat ini jelas lebih baik dibandingkan dengan Argentina. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun ini 5,03 %, dengan inflasi hanya 4,97 %. Indonesia bisa belajar dari kegagalan Argentina keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Pada dekade 80 dan 90, Argentina digadang-gadang bakal menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Argentina saat itu memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk produktif lebih besar ketimbang non-produktif. Namun, 2-3 dekade berselang, Argentina tak kunjung lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah. Argentina gagal memanfaatkan bonus demografi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi. (Yoga)


KEK Mandalika Perlu Diisi Agenda Rutin

20 Jun 2023

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika perlu diisi agenda rutin secara kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri. ”Kami berupaya agar, paling tidak, setiap bulan ada event internasional dan setiap minggu terdapat event regional sehingga KEK Mandalika tidak pernah sepi,” ujar Sandiaga, Senin (19/6/2023). (Yoga)

Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Naik

20 Jun 2023

Pada triwulan I-2023, Posisi Investasi Internasional Indonesia mencatat kewajiban neto 255,3 miliar dollar AS, meningkat ketimbang akhir triwulan IV-2022 yang sebesar 252,7 miliar dollar AS. Peningkatan tersebut berasal dari kenaikan Kewajiban Finansial Luar Negeri. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Senin (19/6/2023). (Yoga)

Kereta Cepat Jelang Tenggat

20 Jun 2023

JAKARTA,ID-Kabar kurang sedap menerpa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek prestisius ini disebut-sebut kembali  mundur beroperasi dari rencana Agustus 2023 ke Januari 2024. Tapi pemerintah tegas membantah. Berarti KCJB bakal tetap beroperasi sesuai jadwal. Kabar mundurnya pengoperasian proyek KCJB secara teknis belum layak diluncurkan. Karena alasan itulah, peluncuran KCJB bakal diundur dari jadwal pertengahan Agustus tahun ini, ke awal tahun depan. Isu mundurnya jadwal pengoperasian KCJB terungkap dalam dokumen internal bertajuk Laporan Progres Update tanggal 14 Mei 2023. Berdasarkan laporan itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menolak rencana PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) memulai operasi KCJB secara komersial pada 18 Agustus 2023. Kemenhub bersama Mott Macdonalds, Pwc, dan Umbra selaku konsultan proyek tersebut, sebagaimana diwartakan Reuters, baru-baru ini, menyarankan agar KCJB beroperasi komersial secara penuh mulai Januari 2024 alias mundur lima bulan dari target. (Yetede)

Pencatatan Perdana EBAS-SP BSI Gebrakan Baru Tumbuhkan Ekonomi Syariah

20 Jun 2023

JAKARTA,ID-Efek Beragun Asset syariah (EBAS) yang pertama di Indonesia, yakni EBAS-SP SMF-BRIS01 hasil kerja sama antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (IDX:BRIS) dan PT sarana Multigriya Finansial (SMF) telah resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia Hadirnya EBAS dengan skema Surat partisipasi ini menjadi gebrakan baru dalam investasi syariah  dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Wapres Ma'ruf Amin dalam sambutannya mengatakan kehadiran  EBAS-SP SMF-BRIS01 ini diharapkan bermanfaat  untuk kemaslahatan umat secara keseluruhan, karena dapat menjadi pilihan instrumen investasi syariah baru bagi masyarakat selain saham, sukuk, dan reksadana. "Semoga kehadiran EBAS-SP SMF-BRI01 yang menjadi produk terbaru sekaligus yang pertama  di Indonesia ini dapat memberikan multiplier effect yang positif terhadap perekonomian dan keuangan syariah di Tanah Air. Selain itu mendukung langkah Pemerintah dalam pengembangan industri halal, di mana BSI diharapkan  terus menjadi lokomotif yang mendorong kemajuan bagi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia," ujar Wapres Ma'ruf Amin. (Yetede)

Giliran Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RRT

20 Jun 2023

SINGAPURA,ID-Para analis dari Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dengan alasan tingkat  kepercayaan yang masih lemah. Pasar properti yang masih diliputi ketidakpastian juga dipandang sebagai faktor penghambat lebih kuat dari yang diperkirakan. Bank investasi asal Amerika Serikat itu menurunkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Tiongkok untuk sepanjang tahun ini dari 6% menjadi 5,4%, Menurut catatan yang dirilis pada Minggu (18/06/2023) Goldman Sachs juga menurunkan proyeksi pertumbuhan 2024 dari 4,6% menjadi 4,5%. "Tidak ada pembukaan kembali (ekonomi pascapandemi) yang lajunya melambat secepat di Tiongkok. Kami perkirakan hambatan  terhadap pertumbuhan  terus berlanjut sementara para pembuat kebijakan terkendala  oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan politik  dalam menggelontorkan stimulus yang memedai," kata para analis Goldman, yang dikepalai oleh ekonom Hui Shan, yang dilansir Reuters pada Senin (19/06/2023). Revisi terbaru dari Goldman Sachs tersebut menyusul laporan USB, Bank of Amerika (BOFA), dan JPMorgan  yang juga telah menurunkan  perkiraan PDB Tiongkok setahun penuh. (Yetede)

Industrialisasi dan SDM Kunci Capai Pendapatan per Kapita US$ 30.300

20 Jun 2023

JAKARTA,ID-Pembangunan industri berorientasi teknologi tinggi dan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), menjadi faktor penting dalam mencapai target pendapatan per kapita Indonesia sebesar US$ 30.300 pada 2045. Sementara itu, ditengah upaya mencapai target tersebut, Indonesia harus mampu bersaing diantara negara-negara sekawasan agar tidak tertinggal. Target pemerintah untuk mencapai pendapatan US$ 30.300 pada 2045 terbilang ambisius. Dalam peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 di Jakarta,pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah menargetkan agar pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran US$ 23.000 sampai US$ 30.300 pada 2045. Tingkat kemiskinan ditargetkan berada 1% yaitu dikisaran 0,5% sampai 0,8%. Pada area transformasi ekonomi, pertumbuhan sebesar 5% yang saat ini telah dicapai masih perlu ditingkatkan. Dengan skenario transformatif, maka diperlukan rata-rata pertumbuhan sebesar 6% agar tahun 2041 Indonesia dapat keluar dari MIT. Sedangkan dengan skenario sangat optimistis, rata-rata pertumbuhan sebesar 7% agar tahun 2038 Indonesia dapat keluar dati MIT. "Jadi persaingan kita ini bukan hanya mencapai  target pendapatan perkapita , tapi juga adalah bagaimana  agar kita juga tidak kalah bersaing atau tertinggal  dengan negara sekawasan di Asean," kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Yudhistira kepada Investor Daily, Senin (19/06/2023). (Yetede)

Target Tinggi Pertumbuhan Ekonomi

20 Jun 2023

JAKARTA — Pemerintah menurunkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 menjadi 5,1-5,7 persen, dari usulan sebelumnya 5,3-5,7 persen. Penurunan rentang batas bawah ini dinilai sejumlah ekonom masih terlalu percaya diri, di tengah proyeksi pesimisme perekonomian global yang berlanjut pada tahun depan. Jumat lalu, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah menyepakati asumsi makro Indonesia pada 2024. Salah satunya pertumbuhan ekonomi 5,1-5,7 persen dalam pembahasan Rancangan APBN 2024. Namun Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Yusuf Wibisono, pesimistis target pertumbuhan ekonomi tersebut bisa tercapai. "Pertumbuhan ekonomi yang realistis pada 2024 diproyeksikan sekitar 4,9 persen. Sedangkan pada 2023 di angka 4,7-4,9 persen," kata dia, kemarin, 19 Juni 2023.  Salah satu yang menyebabkan Yusuf pesimistis adalah iklim perekonomian global yang masih diselimuti era suku bunga tinggi sehingga tingkat inflasi diprediksi tetap berada dalam tren menanjak. Bank sentral Amerika Serikat (The Fed), misalnya, diperkirakan menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada akhir tahun ini hingga 5,75 persen. “Stance kebijakan moneter bank sentral negara-negara besar dunia masih akan lebih memilih untuk meredam inflasi dengan mengorbankan pertumbuhan ekonomi,” ujar Yusuf. The Fed, dalam rentang waktu Maret 2022 hingga Mei 2023, telah mengerek suku bunganya 500 basis point. Sedangkan tingkat inflasi AS kini berada di kisaran 4 persen dari yang sebelumnya menembus 9 persen. Namun tingkat inflasi ini masih di atas target The Fed yang hanya 2 persen. (Yetede)

Kolaborasi NLC dan Deliveree Pecahkan Masalah di Industri Trucking

20 Jun 2023

National Logistic Community (NLC) dan Deliveree dengan bangga mengumumkan kemitraan strategis mereka untuk memecahkan masalah terbesar dalam industri trucking yakni utilisasi truk. Fokus utama dari kemitraan ini adalah membantu anggota perusahaan truk mereka sebanyak 1.300 perusahaan untuk sepenuhnya memanfaatkan truk mereka dengan muatan dari marketplace besar Deliveree. Hal ini akan dicapai dengan menggunakan teknologi canggih Deliveree yang menawarkan pemesanan dan penugasan truk berdasarkan lokasi dan ketersediaannya. Selain itu, teknologi Deliveree akan menawarkan jadwal lengkap yang memungkinkan truk untuk menyelesaikan pemesanan dan segera beralih ke pemesanan berikutnya di sekitarnya, dan melanjutkan hal ini sepanjang hari. Hasil akhirnya adalah waktu istirahat yang lebih sedikit antara pemesanan dan lebih sedikit truk yang berjalan kosong. Ketua NLC, Angga Purnama, mengatakan sebanyak 1.300 perusahaan truk NLC memiliki total armada lebih dari 200.000 truk. "Pasar Deliveree akan menugaskan muatan FTL dan LTL ke truk anggota kami di tempat yang tepat dan waktu yang tepat agar truk mereka digunakan sepenuhnya dengan waktu kosong yang sedikit mungkin. Ini berarti anggota kami akan mendapatkan lebih banyak pendapatan dengan armada yang sudah ada," kata Angga. (Yetede)