Giliran Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RRT
SINGAPURA,ID-Para analis dari Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dengan alasan tingkat kepercayaan yang masih lemah. Pasar properti yang masih diliputi ketidakpastian juga dipandang sebagai faktor penghambat lebih kuat dari yang diperkirakan. Bank investasi asal Amerika Serikat itu menurunkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Tiongkok untuk sepanjang tahun ini dari 6% menjadi 5,4%, Menurut catatan yang dirilis pada Minggu (18/06/2023) Goldman Sachs juga menurunkan proyeksi pertumbuhan 2024 dari 4,6% menjadi 4,5%. "Tidak ada pembukaan kembali (ekonomi pascapandemi) yang lajunya melambat secepat di Tiongkok. Kami perkirakan hambatan terhadap pertumbuhan terus berlanjut sementara para pembuat kebijakan terkendala oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan politik dalam menggelontorkan stimulus yang memedai," kata para analis Goldman, yang dikepalai oleh ekonom Hui Shan, yang dilansir Reuters pada Senin (19/06/2023). Revisi terbaru dari Goldman Sachs tersebut menyusul laporan USB, Bank of Amerika (BOFA), dan JPMorgan yang juga telah menurunkan perkiraan PDB Tiongkok setahun penuh. (Yetede)
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023