Ekonomi
( 40789 )Hadapi Tantangan Pertanian dengan Teknologi dan Inovasi
JAKARTA,ID-Sektor pertanian menghadapi tantangan untuk mewujudkan rencana strategis (Renstra) 2020-2024. Ancaman El Nino, pembatasan ekspor beras beberapa negara serta kasus hukum yang tengah dihadapi Kementrian Pertanian diharapkan bisa diantisipasi dengan baik. Berbagai kalangan mengingatkan pemerintah harus fokus merealisasikan sasaran Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024. Fokus ini diharapkan bisa mewujudkan visi peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan serta mencukupi kebutuhan dalam negeri (pangan mandiri) sekaligus mendongkrak pendapatan petani. Kinerja pertanian dinilai masih jauh dari tujuan Rensta. Peningkatan ketahanan pangan, dengan indikator seperti ketersediaan beras ditarget 46,8 juta ton pada 2024 atau bertambah sekitar 1,9 juta ton (4,8%) setiap tahun dari sasaran 39,2 juta ton tahun 2020. Hal ini harus diperkuat dengan DPR serius melakukan pengawasan, tidak lalai ditengah ingar-bingar tahun politik menjelang pilplres dan pileg. Bila pemerintah bergegas meningkatkan teknologi dan inovasi serta menyalurkan subsidi pupuk tepat sasaran, produksi pertanian bisa ditingkatkan sekitar 30%. (Yetede)
Manufaktur Bakal Jadi Game Changer Ekspor Nasional
JAKARTA,ID- Peta ekspor nasional diperkirakan berubah pada 2035 seiring habisnya kontribusi dari komoditas berbinis berbasis sumber daya alam (SDA), bersamaan dengan selesainya bonus demografi. Dalam kondisi tersebut, industri manufaktur dipandang akan menjadi game changer aktivitas ekspor dan menjadi kunci dalam membawa Indonesia menuju negara maju pada 2024. "Pada 2035 bonus demografi akan habis, dan SDA juga sudah habis. Itu tinggal manufaktur yang jadi game-nya," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Sutrisno dalam acara diskusi Gambir Trade Talk di Jakarta, Rabu (21/06/2023). Pada Januari-Mei 2023, ekspor produk Industri pengolahan mencapai US$ 76,22 miliar atau 70,54% dari total ekspor yang sebesar US$ 108,06 miliar. Sisanya sebanyak US$ 23,48 miliar (21,72%) dikontribusi dari produk pertambangan, US$ 6.59 miliar (6,10%) dari Migas (1,64%) dari produk pertanian, kehutanan, dan perikanan. Meski demikian, menurut benny, industi manufaktur masih menghadapi beberapa tantangan untuk mengoptimalkan ekspornya. (Yetede)
Indometer; Jokowi Jadi Faktor Penentu dalam Pilpres 2024
Survei Indometer menunjukkan kepuasan terhadap Jokowi tembus 81,4%. Capres dan Cawapres akan berlomba-lomba ingin mendapatkan berkah elektoral dari dari tingginya kepuasan publik terhadap Jokowi. Untuk itu, capres ataupun cawapres yang ingin berlaga harus memperhitungkan faktor Jokowi. Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif Lembaga survey Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/06/2023). "Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi menjadi tantangan tersendiri ketika ingin menawarkan program kepada publik," lanjut Leonard. Dia menjelaskan, dalam survey tersebut, hanya 17,8% yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi, dan diantaranya sebesar 1,0% yang menyatakan tidak puas sama sekali. Sisanya menjawab tidak tahu/tidak jawab sama sekali 0,8%. Survei Indometer dilakukan pada 5-10 Juni 2023 terhadap 1.200 responden diseluruh provinsi di Indonesia yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling) Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,98% dan pada tingkat kepercayaan 95%. (Yetede)
Libur Idul Adha Tiga Hari untuk Dorong Ekonomi
BOGOR,ID-Presiden Jokowi mengatakan penambahan libur atau cuti bersama pada Hari Raya Idhul Adha 1444 Hijriah/2023 Masehi dilakukan demi mendorong roda ekonomi di tengah masyarakat. "Ya, itu kan terutama harinya memang memerlukan waktu yang lebih untuk mendorong ekonomi utamanya di daerah yang lebih baik," kata Presiden Jokowi di Pasar Parungpung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/06/2023). Menurut dia, penambahan hari libur pada Idhul Adha ini bisa meningkatkan kegiatan pariwisata di daerah. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengatakan, harga bahan pokok masih stabil atau tidak mengalami lonjakan menjelang perayaan Idhul Adha 1444 Hijriah/2023 Masehi. "Stabilitas harganya masih baik. Ini yang saya cek terus," kata Jokowi. Jokowi juga meninjau harga bahan pokok di Pasar Parung, Kabupaten Bogor sebelum ke pasar Parungpung. Dia menjelaskan stabilitas harga bahan pokok masih terjaga seperti daging ayam dan minyak goreng. Kemudian, kata Jokowi, harga bawang juga menurun sedikit. "Bawang merah turun sedikit, daging ayam juga harganya baik, baik untuk peternak maupun untuk konsumen masyarakat. Saya kira stabilitas harga masih bisa. Minyak juga masih sama tadi masih Rp 14 ribu harga baik," kata Jokowi. (Yetede)
Asing Masih Gencar Lepas Saham, Net Sell Sentuh Rp 3,5 Triliun
Pemodal asing terus melepas asset saham di BEI selama 11 hari beruntun. Selama 5-12 Juni 2023, jual bersih (net sell) asing di saham Rp 3,5 triliun, merujuk data BEI dan RTI. Kemarin, asing masih sell Rp 53,54 miliar ditengah kenaikan IHSG 0,6 % ke level 6.702. Net sell terbesar asing terjadi di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 75,92 miliar. Sebaliknya asing memborong lima saham, yakni PT Ace Hardware Tbk (ACES) dengan net buy Rp 68,09 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 42,92 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp 42,34 miliar, PT Indofood CBP Sukses MAkmur Tbk (ICBP) Rp 36,09 miliar dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 31,4 miliar.
Masifnya aksi net sell asing membuat indeks sulit bergerak dan menembus level 7.000. Dalam sebulan terakhir, indeks malah terpangkas 0,4 % dan secara year to date (YTD) turun 2,16 %. Sehingga IHSG menjadi terburuk ke 2 di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1 %. Nikkei menjadi indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17 %. Hingga kemarin asing masih net buy saham Rp 16,95 triliun, namun turun jauh dibanding awal juni, yang mencapai Rp 20 triliun lebih. (Yoga)
Digitalisasi Bisnis Pertambangan, Hillcon Group Gandeng SAP Indonesia
PT Hillcon Tbk., perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pekerjaan sipil dan pertambangan, mengumumkan kerja sama dengan SAP Indonesia dan TMS Consulting. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, dan menjadikan Good Corporate Governance (CGG) bisnis Hillcon semakin baik. Untuk memuluskan kerja sama ini, Hillcon dan TMS Consulting telah melakukan pertemuan pada 19 Juni 2023. Turut dihadiri Head of Mid market SAP Indonesia, Anastasia Siada. Chief Commercial Officer of TMS Consulting, Albert Juanda, mengatakan kerja sama ini mencakup pembelian lisensi dan implementasi serta support teknologi RISE with SAP S/4 HANA Mining Package on Cloud4C yang nantinya akan di implementasikan seluruh anak usaha Hillcon
Untuk jangka pendek, Hillcon akan menerapkan di anak usahanya, PT.Hillconjaya Sakti yang bergerak di sektor kontraktor pertambangan. Proses implementasi teknologi ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan ditambah extra 1 bulan berupa dukungan (support) dari SAP Indonesia, dengan TMS Consulting sebagai implementator. Dengan penerapan teknologi SAP, Hillcon berharap bisa mencapai perkembangan standar operasional yang efisien dan berkelanjutan. Sistem SAP ini diyakini juga memperkuat Hillcon di bisnis sektor pertambangan. "Kami yakin melalui penerapan solusi teknologi SAP ERP dengan bantuan TMS, HILLCON dapat melangkah dan berinovasi lebih jauh, dalam meningkatkan efisiensi sistem operasional secara berkelanjutan. Apalagi, TMS telah berpengalaman dengan klien dari sektor tambang," ucap Direktur Hillcon, Stanley Qiu. (Yetede)
Proyek Molor Bermodal PMN
BPK menemukan persoalan pada pekerjaan 13 badan usaha milik negara yang menerima suntikan tambahan penyertaan modal negara (PMN) pada 2015 dan 2016 sebesar Rp 10,49 triliun. Pekerjaan-pekerjaan yang disokong duit negara tersebut masih belum dapat diselesaikan hingga rentang waktu pemeriksaan yang dilaksanakan auditor negara, yakni hingga semester I 2022. Dari pemeriksaan itu, BPK mencatat ada aset dengan total nilai PMN Rp 10,07 triliun yang belum selesai dikerjakan, serta dana operasional yang belum dimanfaatkan sebesar Rp 424,11 miliar. Akibatnya, aset tersebut belum dapat digunakan dan tujuan masing-masing kegiatan operasional tidak tercapai. "Terdapat potensi pendapatan yang tidak diterima karena aset belum beroperasi," demikian isi laporan BPK yang diterima Tempo, kemarin.
Hasil pemeriksaan BPK terhadap dokumen penggunaan tambahan PMN menunjukkan terdapat tambahan modal negara pada tahun anggaran 2015 dan 2016 sebesar Rp 11,67 triliun. Sebanyak Rp 3,74 triliun belum terealisasi. Penyerapan dana tambahan PMN tersebut bervariasi, dari 28,03 persen sampai 99,11 persen. Sementara itu, progres pekerjaan fisik bervariasi antara 38,67 persen dan 99,67 %. BUMN yang menerima PMN cukup besar tapi realisasinya rendah salah satunya adalah Perum Bulog. BUMN bidang pangan ini menerima penyertaan modal negara mencapai Rp 2 triliun pada 2016. Namun, hingga paruh pertama 2022, realisasinya baru 38,67 %. Kemajuan fisik dari proyek yang disokong dana negara itu pun baru 38,67 %. BPK menemukan hambatan realisasi PMN itu terjadi pada proyek modern rice milling plant (MRMP), drying center dan silo jagung, serta gudang modern-distribution center karena kontraktor tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak. Kendala lainnya adalah keterlambatan pekerjaan oleh kontraktor, perselisihan nilai kontrak, serta tertundanya proyek gudang modern di Surabaya dan Makassar. (Yetede)
Harga Komoditas Turun, Devisa Ekspor Gempor
Eksportir kemungkinan belum mau memarkir devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri dalam tempo lama. Kondisi global sekaligus belum adanya kepastian kebijakan, menjadi penyebabnya.
Sebagai catatan, harga komoditas utama ekspor Indonesia bergerak dalam tren menurun. Harga batubara, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), hingga nikel di pasar global masih melemah. Hal ini membuat kinerja ekspor Indonesia terus melandai dan menekan surplus neraca perdagangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor sepanjang Januari-Mei 2023 sebesar US$ 108,06 miliar, turun 6,01% dibandingkan periode yang sama 2022 (
year on year
/yoy). Nilai impor juga turun, namun angkanya tak sedalam ekspor, yakni hanya 3,78% yoy menjadi US$ 91,58 miliar.
Alhasil, neraca perdagangan hanya mencatat surplus US$ 16,48 miliar, juga lebih rendah ketimbang surplus pada periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$ 19,8 miliar.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat surplus neraca perdagangan dalam jangka pendek akan menyusut dan berefek terhadap penerimaan DHE. Kondisi ini juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Muhammad Nawir Messi menilai Indonesia harus memperluas basis ekspor sehingga tak hanya bergantung komoditas. Terutama, mendorong ekspor dari sektor manufaktur sehingga bisa menambah DHE.
EKSPOR MINERAL LOGAM : PEMERINTAH HATI-HATI TERBITKAN REKOMENDASI
Pemerintah tidak mau terburu-buru mengeluarkan rekomendasi ekspor konsentrat tembaga untuk PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara, karena masih harus mengevaluasi kemajuan pembangunan smelternya. Meski begitu, kedua perusahaan itu dipastikan masih bisa menjual hasil tambangnya ke luar negeri hingga Mei 2024. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan masih harus melakukan kajian lebih lanjut mengenai rekomendasi ekspor konsentrat tembaga agar sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 7/2023. Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah mengevaluasi kemajuan pembangunan smelter di dalam negeri. Rekomendasi ekspor konsentrat tembaga yang dikeluarkan pihaknya pun akan mengacu kepada proses tersebut. “Kalau rekomendasi [ekspor] ke Freeport Indonesia kami belum bisa memberikan surat. Yang penting kebijakan [relaksasi ekspor mineral] itu evaluasi kemajuan smelter,” katanya, Rabu (21/6).
Pemerintah sebelumnya memang memberikan relaksasi ekspor mineral logam untuk komoditas tembaga, besi, timbal, seng, dan lumpur anoda hasil pemurnian tembaga hingga 31 Mei 2024. Kendati diberikan relaksasi, Kementerian ESDM mengaku harus menghitung besaran denda yang mesti dibayarkan oleh lima pemegang izin usaha pertambangan/izin usaha pertambangan khusus (IUP/IUPK) yang telah menyelesaikan 50% pembangunan smelter mereka. Selain Freeport Indonesia, pemerintah juga memberi kelonggaran ekspor untuk Amman Mineral Nusa Tenggara, PT Sebuku Iron Lateritic Ores, serta dua smelter milik PT Kapuas Prima Coal, yakni PT Kapuas Prima Citra, dan PT Kobar Lamandau Mineral. Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan bahwa sejak 10 Juni 2023 perusahaan sama sekali tidak melakukan pengapalan konsentrat tembaga. Alasannya, perusahaan belum menerima rekomendasi ekspor dari Kementerian ESDM, dan smelter yang dikelola oleh PT Smelting sedang mengalami shutdown selama 75 hari. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan bahwa keterlambatan penerbitan surat rekomendasi ekspor untuk lima perusahaan mineral logam yang menerima relaksasi ekspor mineral logam bakal berdampak serius kepada arus kas perusahaan.
KINERJA MANUFAKTUR : Industri Tekstil Butuh Badan Sandang
Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), mengatakan Badan Sandang diperlukan untuk melindungi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Tanah Air yang terus terhantam berbagai tantangan. Bahkan, saat ini utilitas industri sektor itu sudah lebih rendah dari 50%, sehingga menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera menyelamatkan industri TPT. “Indonesia dijadikan market oleh negara-negara eksportir TPT lainnya. TPT adalah industri yang perlu perlindungan atau regulasi,” katanya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Legislasi DPR, Rabu (21/6). Jemmy menuturkan, hingga kini belum ada regulasi yang mampu melindungi industri TPT dari gempuran produk impor di pasar dalam negeri. Di sisi lain, pasar ekspor sektor tersebut juga terus merosot karena pelemahan ekonomi sejumlah negara yang menjadi market utama. Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito menyebut pelaku industri TPT tidak bisa mengoptimalkan inovasinya karena masih banyak yang menggunakan mesin tua. Kementerian Perindustrian pun mengaku tengah menyiapkan insentif untuk industri padat karya, termasuk TPT agar bisa membalikkan kinerjanya menjadi lebih baik.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









