Manufaktur Bakal Jadi Game Changer Ekspor Nasional
JAKARTA,ID- Peta ekspor nasional diperkirakan berubah pada 2035 seiring habisnya kontribusi dari komoditas berbinis berbasis sumber daya alam (SDA), bersamaan dengan selesainya bonus demografi. Dalam kondisi tersebut, industri manufaktur dipandang akan menjadi game changer aktivitas ekspor dan menjadi kunci dalam membawa Indonesia menuju negara maju pada 2024. "Pada 2035 bonus demografi akan habis, dan SDA juga sudah habis. Itu tinggal manufaktur yang jadi game-nya," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Sutrisno dalam acara diskusi Gambir Trade Talk di Jakarta, Rabu (21/06/2023). Pada Januari-Mei 2023, ekspor produk Industri pengolahan mencapai US$ 76,22 miliar atau 70,54% dari total ekspor yang sebesar US$ 108,06 miliar. Sisanya sebanyak US$ 23,48 miliar (21,72%) dikontribusi dari produk pertambangan, US$ 6.59 miliar (6,10%) dari Migas (1,64%) dari produk pertanian, kehutanan, dan perikanan. Meski demikian, menurut benny, industi manufaktur masih menghadapi beberapa tantangan untuk mengoptimalkan ekspornya. (Yetede)
Tags :
#ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023