Menggugat Rantai Impor Daging Sapi
Mitra dagang yang konsisten memasok daging sapi ke Indonesia ialah Australia, India, AS, dan Selandia Baru. Australia masih menjadi pemasok terbesar. Data BPS tahun 2021 menunjukkan, 45 % daging sapi impor Indonesia didatangkan dari ”Negeri Kanguru” tersebut. Dari total impor 273.532 ton, Australia menyuplai 122.863 ton. Tingginya kebergantungan Indonesia pada Australia tergambar dari banyaknya impor sapi hidup. Merujuk data Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, setiap tahun lebih dari separuh dari total ekspor sapi hidup Australia dikirim ke Indonesia. Dari seluruh total sapi ekspor Australia sebanyak 600.024 ekor, 338.454 ekor dikirim ke Indonesia pada tahun lalu. Meski masih mendominasi, impor sapi terus menurun sejak 2019 karena pembatasan ekspor sapi oleh Australia. Pada tahun 2022, sapi yang diekspor Australia susut menjadi 600.024 ekor dari sebelumnya 1,3 juta ekor, karena Pemerintah Australia sedang melakukan program restrukturisasi peternakan yang porak poranda akibat gangguan cuaca dan kendala tenaga kerja.
Untuk memenuhi kebutuhan domestik, India kini cukup mendominasi dengan suplai daging sapi dan kerbau bekunya, dari 28 % pada 2017 menjadi 31 % tahun 2021. Ketika pemerintah sudah menemukan alternatif negara impor daging sapi yang lebih murah dari segi harga, justru timbul persoalan pada mata rantai distribusi yang panjang dan berbiaya mahal. Artinya, bola panas kini bergulir ke perusahaan importir (BUMN dan swasta), perusahaan pemasok, dan Kemendag yang saling mengikat perjanjian di atas meja. Analisis di atas perlu dilihat sebagai upaya melihat alternative opsi lain negara asal impor daging sapi, bukan semata-mata untuk merekomendasikan Brasil sebagai negara asal impor. Sembari berupaya terwujudnya swasembada daging sapi secara nasional, perbaikan dan pengawasan di tata niaga impor juga perlu terus diusahakan. Jangan sampai harga daging sapi di pasar yang terus naik tiap tahun semata hanya karena permainan harga di mata rantai distribusi (Yoga)
Postingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023