Kredit ke Sektor Tambang Tumbuh Pesat
Perbankan kian gencar menyalurkan kredit ke sektor pertambangan, sejalan dengan program hilirisasi yang digalakkan pemerintah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit pertambangan per Maret 2023, termasuk proyek hilirisasi, mencapai Rp 237 triliun.
Capaian tersebut meningkat 43,41% secara tahunan. “Risiko kredit pertambangan juga terkendali. Rasio non performing loan (NPL) gross mencapai 2,31%, di bawah risiko kredit industri," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, belum lama ini.
Secara rinci, porsi bank pelat merah sebesar Rp 143,86 triliun dan bank swasta nasional Rp 83,88 triliun. Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir menyebut, sektor pertambangan saat ini memiliki potensi besar, terutama dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski prospeknya cerah, Silvano menegaskan, dukungan pembiayaan BNI ke sektor ini akan selalu memperhatikan aturan yang berlaku dan tetap memperhatikan tingkat risiko yang dapat ditolerir bank pelat merah ini. Total portofolio kredit pertambangan BNI pada kuartal I mencapai Rp 37,4 triliun, setara 7,2% dari total kreditnya.
Bank Central Asia (BCA) juga sudah memberikan dukungan pembiayaan hilirisasi industri pertambangan. Hanya saja, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn tidak merinci total portofolio di sektor tersebut.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023